Claim Missing Document
Check
Articles

PERSEPSI MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER TERHADAP LINGKUNGAN PEMBELAJARAN Ade Kiki Riezky; Syarifah Nora Andriaty; Muath Bin Aslim
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 9, No 2 (2022): Volume 9 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v9i2.5543

Abstract

Abstrak: Lingkungan pembelajaran berperan penting dalam memaksimalkan sistem pembelajaran yang ada, sehingga penting bagi institusi memiliki pendekatan yang valid dan andal dalam mengukur komponen yang membentuk lingkungan pembelajaran kedokteran. Persepsi mahasiswa terhadap lingkungan pembelajaran terbukti mempengaruhi prestasi, kepuasan dan kesuksesan mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menilai gambaranpersepsi mahasiswa program studi pendidikan dokter terhadap lingkungan pembelajaran di Fakultas Kedokteran Universitas Abulyatama Aceh Besar. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif,dilakukan pada Maret 2021 terhadap mahasiswa angkatan 2019 dan 2020. Data persepsi terhadap lingkungan pembelajaran didapat dari kuesioner Dundee Ready Educational Environment Measure (DREEM). Analisis data dilakukan menggunakan analisis univariat. Hasil nilai total DREEM menunjukkan lingkungan yang lebih positif, nilai total rerata DREEM persepsi mahasiswa tentang proses pembelajaran yang baik sebanyak 130 mahasiswa (80.7%), staff pengajar menyelesaikan tugasnya dengan baik sebanyak 131 mahasiswa (81.4%),prestasi akademik yang baik sebanyak 90 mahasiswa (55.9%), suasana pembelajaran yang kondusif sebanyak 122 mahasiswa (75.8%), dan lingkungan sosial yang mendukung proses pembelajaran sebanyak 148 mahasiswa (91.9%). kesimpulannya mahasiswa Fakultas Kedokteran Abulyatama memiliki persepsi positif terhadap lingkungan pembelajaran. Peningkatan kualitas secara berkala dan inovasi merupakan hal yang esensial dalam pendidikan kedokteran. 
GAMBARAN PROSES PEMBERIAN UMPAN BALIK PADA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ABULYATAMA Ade Kiki Riezky; Syarifah Nora Andriaty; Cut Gibdi Suji
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 7, No 4 (2020): Volume 7 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v7i4.3534

Abstract

Umpan balik dapat meningkatkan motivasi belajar mahasiswa, oleh karena itu umpan balik perlu diperkenalkan sejak dini. Umpan balik juga dapat membantu mahasiswa mencapai sasaran pembelajaran dan membuat mahasiswa menyadari kekurangan pengetahuannya sehingga dapat memperbaiki performanya. Umpan balik sangat membantu dosen untuk menjamin pencapaian sasaran pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat gambaran kesempatan dan alokasi waktu pemberian umpan balik antara dosen pre-klinik dan dosen klinik pada Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Abulyatama. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Sampel pada penelitian ini terdiri dari 40 orang dosen pre-klinik dan 35 orang dosen klinik. Data diambil dengan menyebarkan kuesioner kepada responden. Berdasarkan hasil penelitian dapat dilihat gambaran bahwa dosen pre-klinik memiliki kesempatan yang cukup dalam memberikan umpan balik (85%), sedangkan dosen klinik mendominasi kategori kurang sebanyak (77,1%). Pengamatan alokasi waktu pemberian umpan balik menunjukan bahwa sebagian besar dosen pre-klinik juga memiliki alokasi waktu yang cukup (95% responden) ketika memberikan umpan balik, sedangkan seluruh dosen klinik merasa tidak memiliki alokasi waktu yang cukup (100%).
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI PADA PEKERJA INDUSTRI BATU BATA Rahmiati Rahmiati; Syarifah Nora Andriaty; Andri Andri
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 6, No 2 (2019): Volume 6 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.87 KB) | DOI: 10.33024/jikk.v6i2.2202

Abstract

Pelaksanaan Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan suatu cara untuk melindungi pekerja dari kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja. Tahap akhir dalam pencegahan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja yaitu dengan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD). Kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja juga dapat terjadi pada saat pengolahan batu bata yang diakibatkan oleh tanah yang banyak mengandung nematode, asap pembakaran dan debu akibat pembakaran yang tidak sempurna. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dengan penggunaan APD pada pekerja industri batu bata di Dusun Lamseunong Kecamatan Baitussalam Kabupaten Aceh Besar. Desain penelitian ini adalah crosssectional survey yang dilakukan pada 62 responden yang diambil dengan tehnik total sampling. Pengambilan data pada penelitian ini dilakukan pada tanggal 20 Februari 2019. Penggunaan APD diukur melalui observasi sedangkan pengetahuan melalui wawancara dengan kuesioner. Hasil uji statistic dengan Chi-Squre pada CI 95% dan α=0,05 untuk variabel pengetahuan didapatkan p value 0,02. Kesimpulan pada penelitian ini terdapat hubungan antara pengetahuan dengan penggunaan APD pada pekerja industri batu bata di Dusun LamseunongKecamatan Baitussalam Kabupaten Aceh Besar.
PERBANDINGAN EFEKTIFITAS EKSTRAK ETANOL 96% AKAR DAN DAUN KUMIS KUCING (ORTHOSIPHON STAMINEUS) TERHADAP PENURUNAN GLUKOSA DARAH MENCIT (MUS MUSCULUS) Syarifah Nora Andriaty; Faidil Akbar; Abdul Wahab
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 6, No 4 (2019): Volume 6 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.702 KB) | DOI: 10.33024/jikk.v6i4.2118

Abstract

Orthosiphon stamineus yang dikenal dengan nama kumis kucing adalah tanaman herbal yang banyak digunakan dalam berbagai penyakit, termasuk diabetes melitus. Tanaman ini sangat mudah dijumpai di Indonesia. Hasil Riset Kesehatan dasar (Riskesdas) 2018 diperoleh data prevalensi diabetes melitus meningkat dari 6,9 % menjadi 8,5 %. Membandingkan efektivitas ekstrak etanol 96% daun dengan akar kumis kucing (Orthosiphon stamineus) terhadap penurunan kadar glukosa darah mencit (Mus musculus). Jenis penelitian ini adalah eksperimental, 25 ekor mencit diinduksikan aloksan secara I.P, ekstrak daun dan akar kumis kucing masing-masing diberikan dengan dosis 35 mg dan 50 mg/ 20 gBB /hari secara oral selama 7 hari. Hasil: Ekstrak daun kumis kucing dosis 35 mg dan 50 mg/20 gBB/ hari menurunkan kadar glukosa darah mencit 35,45% dan 41,61%, sedangkan eskstrak akar kumis kucing dosis 35 mg dan 50 mg/20 gBB/ hari sebanyak 25,5% dan 29,19%. Uji t berpasangan didapatkan nilai p = 0.000, artinya terdapat perbedaan penurunan kadar glukosa darah mencit yang signifikan. Kesimpulannya yaitu Ekstrak etanol 96% dari daun kumis kucing dosis 50 mg/20 gBB/ hari memiliki efek antidiabetik yang lebih tinggi daripada ekstrak akar kumis kucing.
FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA BURNOUTPADA MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER UNIVERSITAS ABULYATAMA Anaiya Lutfia; Ade Kiki Riezky; Syarifah Nora Andriaty
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 8, No 2 (2021): Volume 8 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v8i2.4058

Abstract

Burnout adalah kondisi seseorang yang mengalami kelelahan fisik dan psikologis akibat tuntutan pekerjaan dan emosional.Untuk menghindari terjadinya burnout maka dilakukan penelitian mengenai faktor penyebab terjadinya burnout yang dilakukan pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Abulyatama.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab burnout berdasarkan jenis kelamin, asal daerah, penyesuaian diri dan lingkungan pembelajaran.Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif analitik dengan pendekatan uji F. Sampelpada penelitian ini berjumlah 272 responden.Hasil penelitian dapat dilihat dari masing-masing faktor penyebab diantaranya variabel jenis kelamin laki- laki dan perempuan berada pada nilai rata-rata 4.11 dan 3.74.Sedangkan pada variabel asal daerah yang berasal dari daerah Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh dan daerah luar Aceh berada pada nilai rata-rata 3.45, 3.86, dan 3.9.Hal ini menandakan bahwa variabel jenis kelamin dan asal daerah variabel tidak mempengaruhi terjadinya burnout pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Abulyatama.Pada variabel penyesuaian diri memperoleh nilai signifikan 0.001 dan lingkungan pembelajaran memperoleh nilai signifikan 0.000, dari nilai signifikan yang diperoleh dari masing-masing faktor didapatkan nilai signifikan < 0.05.Hal ini menandakan bahwa adanya hubungan antara penyesuaian diri dan lingkungan pembelajaran dengan terjadinya burnout pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Abulyatama.
TINGKAT PENGETAHUAN MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER TERHADAP KURIKULUM TERSEMBUNYI Sari Fadila; Syarifah Nora Andriaty; Ade Kiki Riezky
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 7, No 4 (2020): Volume 7 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v7i4.3489

Abstract

Kurikulum tersembunyi merupakan kurikulum implisit, serangkaian pelajaran, nilai, dan perspektif yang tidak tertulis, tidak resmi, dan tidak disengaja yang dipelajari dalam pendidikan. Kurikulum tersembunyi dalam proses pendidikan mendorong agar terbentuknya profesionalisme, etika, altruisme, empati, dan kepemimpinan yang merupakan kompetensi yang harus dimiliki oleh mahasiswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pemahaman mahasiswa program studi pendidikan dokter terhadap kurikulum tersembunyi di Fakultas Kedokteran Universitas Abulyatama. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Pengumpulan data dilakukan melalui pengisian lembar kuesioner. Sampel dalam penelitian adalah mahasiswa preklinik dan klinik program studi pendidikan dokter yang berjumlah 167 orang yang ditentukan dengan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan analisis univariat untuk memperoleh deskripsi frekuensi pada setiap variabel berupa status akademik, jenis kelamin dan tingkat profesionalisme, altruisme, etika, empati dan kepemimpinan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan status akademik, diperoleh distribusi responden mahasiswa pre-klinik 136 (74.3%) dan klinik 31 (16.9%). Distribusi berdasarkan jenis kelamin yaitu laki-laki 51 (30.5%), dan perempuan 116(69.5%). Distribusi pemahaman tentang kurikulum tersembunyi pada mahasiswa pre-klinik menunjukkan 100% untuk aspek profesionalisme dan empati, 98.5% untuk aspek etika dan altruisme, serta 97% untuk aspek kepemimpinan. Pada mahasiswa klinik menunjukkan 100% untuk aspek profesionalisme, etika, altruisme, dan empati, serta 87% untuk aspek kepemimpinan. Pada responden alumni menunjukkan 100% untuk seluruh aspek. Kesimpulannya bahwa mahasiswa preklinik dan klinik program studi pendidikan dokter memiliki pemahaman yang baik terkait kurikulum tersembunyi
PERAN PEER ASSISTED LEARNING DALAM PEMBELAJARAN PRAKTIKUM ANATOMI DI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ABULYATAMA Nana Trebna Zulvia; Syarifah Nora Andrianty; Yuni Rahmayanti
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 7, No 3 (2020): Volume 7 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v7i3.2967

Abstract

Metode pembelajaran di fakultas kedokteran bermacam-macam, salah satunya yaitu Peer Assisted Learning (PAL) yang digunakan pada praktikum anatomi. Peer Assisted Learning merupakan pendekatan pembelajaran yang menggunakan peer tutor sebagai pengajar. Sampai sekarang belum ada keseragaman secara nasional dalam kurikulum materi dan model pembelajaran anatomi di Indonesia. Penelitian ini adalah penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini menggunakan Clinical Teaching Preference Questionnaires (CTPQ). Berdasarkan analisis data diperoleh hasil 1. Peran peer mentor dibagi menjadi lima kategori yaitu rendah 6.9%, sedang 23%, tinggi 51.7% dan sangat tinggi 18.4%. Hasil ujian pratikum anatami didapatkan mahasiswa yang ujian praktikum anatomi sebanyak lulus 31% dan tidak lulus (69%). Dilakukan uji chi-square didapatkan nilai (P value =0.775) yang berarti tidak terdapat hubungan antara peran peer assisted learning dengan nilai ujian.
Hubungan Pelatihan Advanced Cardiac Life Support (ACLS) dengan Tingkat Kepercayaan Diri Dokter dalam Penanganan Kasus Kegawatdaruratan Jantung di IGD Rumah Sakit Khairunnisa Khairunnisa; Syarifah Nora Andriaty; Teuku Aditya Kemal
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 20, No 4 (2021): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.20.4.264-267

Abstract

ABSTRAK Latar belakang: ACLS (Advanced Cardiac Life Support) adalah aktivitas sistem tanggap darurat yaitu resusitasi jantung paru (RJP) yang menggunakan pengenalan segera serangan jantung mendadak atau Sudden Cardiac Arrest (SCA) serta keterampilan untuk menyelamatkan jiwa. Kepercayaan diri merupakan suatu sikap dan keyakinan atas kemampuan diri sendiri, sehingga dapat meningkatkan rasa tanggung jawab atas perbuatan dan tindakan yang dilakukan, serta dapat mengenal kelebihan dan kekurangan diri sendiri.Metode:  Penelitian ini dilakukan dengan teknik Acidental sampling, dengan sampel 71 orang yang dilakukan dalam rentang waktu 1 bulan. Metode pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan kuesioner yang telah divalidasi. Lembaran kuesioner berisi 13 pertanyaan mengenai penerapan dan manfaat pelatihan ACLS. Responden menerima lembar informed consent sebagai lembar persetujuan mengikuti penelitian. Pengisian kuesioner menggunakan google form.Hasil: Setelah data dianalisis didapatkan hasil tingkat kepercayaan diri dokter IGD sangat percaya diri (90.1%), percaya diri (5.6%), dan tidak percaya diri (4.2%). Dokter IGD yang mengikuti pelatihan ACLS (80.3%) dan yang tidak mengikuti pelatihan ACLS (19.7%).Simpulan: Dilakukan uji chi-square didapatkan nilai (Pvalue=0.000) yang berarti terdapat hubungan pelatihan Advanced Cardiac Life Support dengan tingkat kepercayaan diri dokter dalam penanganan kasus kegawatdaruratan jantung di IGD RS. Kata kunci: ACLS, Dokter, Kegawatdaruratan Jantung ABSTRACT Background: ACLS (Advanced Cardiac Life Support) is an emergency response system activity, namely cardiac pulmonary resuscitation (CPR) which uses immediate recognition of sudden cardiac arrest or Sudden Cardiac Arrest (SCA) and life-saving skills. Self-confidence is an attitude and belief in one's own abilities, so that it can increase a sense of responsibility for the actions and actions taken, and can recognize one's own strengths and weaknesses.Method: This research was conducted by using the Acidental sampling technique, with a sample of 71 people who were conducted within a period of 1 month. The data collection method in this study used a validated questionnaire. The questionnaire sheet contains 13 questions regarding the implementation and benefits of ACLS training. Respondents received an informed consent form as a consent form to participate in the study. Filling out the questionnaire using google form.Result: After the data were analyzed, the results showed that the emergency room doctor's confidence level was very confident (90.1%), confident (5.6%), and not confident (4.2%). IGD doctors who attended ACLS training (80.3%) and who did not attend ACLS training (19.7%).Conclusion: The chi-square test was conducted to obtain a value (Pvalue = 0.000), which means that there is a relationship between advanced cardiac life support training and the level of confidence of doctors in handling cardiac emergency cases in emergency room hospitals Keywords: ACLS, Doctor, Cardiac Emergency
PREVALENSI PENDERITA KATARAK PADA DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI RUMAH SAKIT UMUM MEURAXA BANDA ACEH TAHUN 2016 Feriyani Feriyani; Syarifah Nora Andriaty
Jurnal Sains Riset Vol 11, No 2 (2021): September 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Jabal Ghafur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47647/jsr.v11i2.742

Abstract

Cataract is a condition when the eye lense, which is usually clear and transparent, becomes cloudy or blurry. This kind of abnormality is not a tumour, and nor is it a growth of tissue inside the eye, but rather a condition when the lense becomes foggy. If the lense's haziness keeps increasing, eyesight itself will also turn blurry and this could result in blindness. The disease can be found at every age and in both genders, male and female. 50% of the case is found on patients with the age of 65-74 years old, while 70% is found on patients of more than 75 years old. Cataract usually plagues both eyeballs, with the thickness of the haziness not always existing. The purpose of this research is to perceive the demographic data of the cataract patients with diabetes mellitus type 2 at the Meuraxa general hospital, Banda Aceh. This is an observational descriptive research with cross-sectional program, with observational approach or better known as a method of collecting all data at once and at a specified time. The result of the research shows that the number of cataract occurrences with diabetes mellitus type 2 occurs on 3 male patients (27,3%) and 8 female patients (72,7%). Meanwhile, seeing from the aspect of age, the acquired data shows that cataract infects 4 people from the age group of 48-50 years old (36,4%), followed by 4 more people from the age group of 54-60 years old (36,4%) and 3 people from the age group of 61-64 years old (27,3%). This research concludes that females with diabetes mellitus mostly suffer from cataract.Keywords: cataract,diabetes mellitus type 2
TINGKAT KELULUSAN UJI KOMPETENSI MAHASISWA PROGRAM PROFESI DOKTER (UKMPPD) PERIODE MEI MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ABULYATAMA Syarifah Nora Andriaty; Ade Kiki Riezky
Jurnal Sains Riset Vol 11, No 2 (2021): September 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Jabal Ghafur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47647/jsr.v11i2.759

Abstract

Graduation level of the competency test of the professional doctor program students (UKMPPD) is a test that implemented to select the medical student in order to achieve the competent doctor. Graduation of UKMPPD on Medical Profesi Program Medicine Faculty of Abulyatama until now can be said is still very low, which many graduates who did not pass UKMPPD test. Index cumulative achievement (IPK) is one of component advances or learning achievement. The objective study of this research is to find out the relation between Index cumulative achievement (IPK) profesi with the result of UKMPPD first taker. This study is quantitative research with analytical approach by using croos sectional design. There are 105 samples in this research. In selecting the sample the researcher used total sampling technique. The researcher collected the data needed from 21th June-16th July 2017 in Medical Faculty of Abulyatama University. In analyzing the data, the researcher used Chi Square text by using some Statistical Product and Service Solution (SPSS). The result of study shown that there is no significant relation between IPK Profesi in 2007, 2008, 2010, and 2011 (p-value: 0,352) with the result UKMPPD test. From the results of the research, it is expected that the teaching staff/lecturers can give more attention especially to the students of the doctor's professional education program and to improve the quality of the graduates, the faculty is expected to always provide and improve the educational support facilities and infrastructures.Keywords: IPK Profesi, UKMPPD, Place of KKS
Co-Authors Abdul Wahab Ade Kiki Riezky Ade Kiki Riezky Ade Kiki Riezky Ade Kiki Riezky Ade Kiki Riezky Aditya Candra Aditya Candra, Aditya Ahmad Supandi Ajaratudur Anaiya Lutfia Andri Andri Andri Anggreini, Yulia Anggriani, Yayu Anis Farika, Anis Arif, Muthahir Atika, Ratih Ayu Bastian, Farid Cut Gibdi Suji Denni Hermartin Dilla Santi, Tahara Elmiyati Elmiyati Elmiyati Erlina, Rina Fadhil, Iziddin Fadhilah, Alfina Nur Faidil Akbar Falaah, Muh Miftahul Farid Bastian Fauziah Fauziah Feriyani Feriyani Firdaus, Apriyanti Faidatul Fitri, Ajrina Fuadi Fuadi Ghafur, Baldhan Hafni Zahara Hafsari, Karina Winda Hermawan, Ade Rizky Ika Waraztuty Indriani Indriani Isfanda Isfanda Iziddin Fadhil Iziddin Fadhil Jannah, Ida Miftakhul Kala, Pasyamei Rumbune Khaira, Dinda Varhanil Khairunnisa Khairunnisa Khumairah, Rosika Kumaidi, Haikal Lidiawati, Meri M Baihaqi Majidatun Ahmala Mardhotillah, Azzah Diana Maulana, Alfan Habib Maulanza, Hady Mazaya Sadrina Meri Lidyawati Merisa Muath Bin Aslim Mulyatina, Mulyatina Murni Mustaqim, M. Hendro Nabilah, Bilqis Aqilatun Naira, Alifya Zuriva Nana Trebna Zulvia Nur Huda, Muchammad Nurfitriani Pasyamei Rembune Kala Pratiwi, Hilda Qurratul Ayyuni Rafli, Muhammad Rahmayanti, Yuni Rahmiati Rahmiati Raisah, Putri Ratih Ayu Atika Riezky, Ade Kiki Rizkidawati, Rizkidawati Safirza, Satria Safriza, Satria Said Aandy Saida Saifuddin Sari Fadila Sari, Muliya Satria Safirza Sholehan, Sholehan Suji, Ike Simampat Taufiq Karma Teuku Aditya Kemal Ulfa Ulfa Ulhaq, Nabila Dhiya Wahyudi , Afif Yanti, Murni Yayu Anggraini, Yayu Yuni Rahmayanti Zuheri