Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

SIMULASI: PERBANDINGAN TURBIN ANGIN DAN TURBIN AIR MENGGUNAKAN APLIKASI QBLADE PADA AIRFOIL NACA 4412 Harmiansyah, Harmiansyah; Prastyo, Adi; Arinjani, Putri; Oktaviani, Cinthya Ayu; Sirait, Sylvrina Margareth; Taufiq, Habib M; Syifa, Jovita Delphia; Prayudah, Mahessa Z.W.; Efendi, Rustam
Jurnal Mekanova : Mekanikal, Inovasi dan Teknologi Vol 9, No 1 (2023): April
Publisher : universitas teuku umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jmkn.v9i1.7697

Abstract

Pemanfaatan energi terbarukan terjadi karena kurangnya sumber daya bahan bakar fosil, sehingga diperlukan tindakan untuk memanfaatkan sumber energi terbarukan. Salah satu sumber energi terbarukan yang dapat dimanfaatkan adalah angin dan air. Pemanfaatan energi angin dan air sebagai sumber pembangkit listrik dapat berupa turbin. Kendala dalam pembuatan turbin angin dan air adalah lokasi pemasangan, karena melihat kecepatan dan arah angin serta air yang berbeda-beda. Kelebihan airfoil NACA 4412 adalah koefisien angkat yang tinggi, koefisien seret yang rendah dan moment pitching yang rendah. Perbandingan antara Cp terhadap TSR dan Ct terhadap TSR pada masing-masing turbin angin dan turbin air tidak berbeda. Perbandingan antara power (watt) terhadap TSR dan Torque (Nm) terhadap TSR yang dimiliki turbin angin jauh lebih besar daripada turbin air. NACA 4412 lebih baik digunakan sebagai turbin angin daripada turbin air.
Perancangan Sistem PLTS on Grid pada Asrama Mahasiswa TB 2 Institut Teknologi Sumatera Menggunakan Software PVSyst Harmiansyah, Harmiansyah; Prastyo, Adi; Rohman, Idzan Fathur; Muhammad, Ghaffar; Julio, Apriansyah; Muarif, Widodo Wahyu; Lestari, Aisyah Viji; Sitio, Forwenli; Sianturi, Intan Sari; Efendi, Rustam
Jurnal Mekanova : Mekanikal, Inovasi dan Teknologi Vol 9, No 2 (2023): Oktober
Publisher : universitas teuku umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jmkn.v9i2.8609

Abstract

Kebutuhan energi listrik setiap tahun mengalami peningkatan yang signifikan, pemanfaatan energi baru terbarukan menjadi solusi untuk memenuhi kebutuhan listrik yang meningkat salah satunya yaitu teknologi pembangkit listrik tenaga surya menggunakan konfigurasi on-grid pada objek atap bangunan. Penelitian ini bertujuan merancang dan menganalisa pembangkit listrik tenaga surya pada atap Gedung asrama TB 2 Institut Teknologi Sumatera. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen menggunakan Software PVSyst untuk memberikan gambaran simulasi hasil rancangan. Hasil simulasi yang telah dilakukan pada atap gedung Asrama TB 2 didapatkan jumlah PV yang dapat dipasang berjumlah 72 unit dengan 3 buah inverter 8 KW dan di pasang menghadap utara dengan kemiringan mengikuti atap, dapat menghasilkan energi sebesar 33.31 MWh/tahun. Sistem PLTS yang dirancang dapat memenuhi 29,9% kebutuhan energi pada bangunan dan jika harga listrik saat ini Rp.1.444,70/kWh, maka penghematan yang didapatkan mencapai Rp 48.122.957/tahun.
The Effect Of Mechanical Properties Of Polyester Resin In Powdered Basalt Composites On Compression Tests Marjuni, Teuku; Prastyo, Adi; Ansyori, Anang
Jurnal Rekayasa Teknologi dan sains Vol 8, No 1 (2024): Jurnal Rekayasa, Teknologi, dan Sains
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jrets.v8i1.13983

Abstract

Indonesia is one of the countries that has the most volcanoes in the world, namely 129 volcanoes that are still active and 500 that are inactive. Volcanic eruptions produce lava which reaches the earth's surface and solidifies to form igneous rock. The igneous rocks that are formed include granite, andesite and basalt. Basalt is a dark colored rock, fine grained, and is an igneous rock. These rocks most often form as extrusive rocks (lava flows). Basalt rock has a composition similar to gabbro rock. Hand lay-up is the simplest method and is an open method of composite fabrication. The manufacturing process using this method is by pouring the resin by hand into woven fibers, particles or sheets, then applying pressure and spreading it evenly using a roller or brush. This process is carried out repeatedly until the desired thickness. In this research, compressive strength tests were carried out with a total number of samples or specimens, namely 24. Compression testing was carried out using the HT-2402 computer universal testing machine. Of the variety of test object specimens that can be dry printed and tested only polyester resin with a content of 20-25%. The compressive strength test with the highest strength was obtained on basalt powder sample code TK.P.2 which had a maximum compressive strength value of 3477 kgf.
Perhitungan Kapasitas Angkut Bucket Elevator Penggilingan Jagung Dan Padi Marjuni, Teuku; Prastyo, Adi; Ibrahim, Fauzi
Jurnal Rekayasa Teknologi dan sains Vol 8, No 2 (2024): Jurnal Rekayasa, Teknologi, dan Sains
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jrets.v8i2.16395

Abstract

Elevator adalah sebagai alat transport material secara vertikal yang mengangkat material terutama yang berbentuk serbuk, granuar dan lumpy (padi dan jagung), permasalahan yang sering timbul pada elevator ini adalah putusnya pin dan slip pin yang terletak pada chain yang di akibatkan karena kecepatan chain yang terlalu tinggi serta mendapatkan beban yang berlebihan, dan masalah yang terjadi pada bucket dikarenakan chain dan sprocket yang sudah mulai aus sehingga posisi bucket sampai ke dasar lantai sehingga bucket bersentuhan dengan lantai yang mengakibatkan bucket menjadi rusak. Kapasitas angkut juga perlu diperhitungkan untuk memenuhi standar K3 pada perusahaan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan kecepatan bucket elevator pengangkut bahan baku jagung adalah sebesar 47,36 rpm. Kecepatan belt elevator adalah sebesar 0,619 m/s. Kapasitas angkut bucket elevator adalah sebesar 14,8176 ton/jam. Daya serap listrik bucket elevator sebesar 0,436 kw.
PELATIHAN DASAR TEKNIK PENGELASAN SHIELDED METAL ARC WELDING (SMAW) BAGI WARGA UNIVERSITAS MALAHAYATI UNTUK PENINGKATAN KEMAMPUAN SDM TERAMPIL Marjuni, Teuku; Rajagukguk, Tumpal Ojahan; Ibrahim, Fauzi; Ansyori, Anang; Prastyo, Adi; Hadi, Agung Efriyo
Jurnal Bakti Masyarakat Manajemen Vol 3, No 2 (2023): Volume 3 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Manajemen Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jbmm.v4i1.16259

Abstract

Teknik pengelasan SMAW merupakan jenis pengelasan sederhana yang sering dimanfaatkan oleh Sebagian warga untuk menyambungkan berbagai jenis logam. Hingga saat ini Teknik pengelasan SMAW digunakan untuk kegiatan sehari – hari maupun mata pencaharian utama bagi masyarakat luas. Peluang penerapan jenis pengelasan ini akan menunjang produktifitas warga secara efisien. Potensi maupun bakat yang dimiliki setiap orang berbeda ketika melakukan pengelasan. Pelatihan Teknik pengelasan SMAW bagi warga dan mahasiswa muda universitas malahayati ini akan digunakan sebagai tutor serta peningkatan SDM terampil.
Pengaruh Variasi Temperatur Artificial Aging Terhadap Kekerasan Aluminium 6061 Daur Ulang Hartawan, Beny; Marjuni, Teuku; Ansyori, Anang; Prastyo, Adi
Jurnal Mekanova : Mekanikal, Inovasi dan Teknologi Vol 10, No 2 (2024): Oktober
Publisher : universitas teuku umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jmkn.v10i2.10699

Abstract

Recycling is an effective way of utilising scrab ships waste in aluminium 6061. One of the alternative ways of utilisation is by casting. Increasing the hardness of the material after casting is done by artificial aging. The purpose of the study was to determine the material of the castings after the aging process. The research method was sand casting, 450°C heat treatment, quenching with (used) oil cooling media and artificial aging at 190°C with varying resistance times of 1, 5 and 11 hours. The test results after the aging process showed an increase in hardness. The average hardness without heat treatment is 38.6 HRB, then the average hardness of sample AA 1 is 39 HRB. When compared to the average without heat treatment and after aging, it has increased by 1.03%. Then, the average hardness of sample AA 5 is 45 HRB, which is greater than the hardness value of AA 1 hour. Meanwhile, the average hardness of sample AA 11 experienced a decrease in hardness of 40.4 HRB. Structural observations of samples without heat treatment have quite large pores and porosity. The addition of holding time during aging is thought to have no effect on grain size, but changes the grain shape. At the grain boundary of the aluminium matrix, the alloying element Si forms a precipitate that is thought to be a Mg2Si compound. This precipitate is likely to form during the aging process.A maximum 250 word abstract in English in italics with Times New Roman 11 point. Abstract should be clear, descriptive, and should provide a brief overview of the problem studied. Abstract topics include reasons for the selection or the importance of research topics, research methods and a summary of the results. Abstract should end with a comment about the importance of the results or conclusions brief.
REVIEW ON TITANIUM-BASED ALLOYS AS BIOMATERIALS FOR IMPLANT APPLICATIONS Prastyo, Adi; Ibrahim, Fauzi; Efriyo Hadi, Agung; Febrina, Rina; Winarno, Rudi; Ermasari, Anissa; Wahyudi, Retno
Jurnal Rekayasa Teknologi dan sains Vol 7, No 1 (2023): Jurnal Rekayasa, Teknologi, dan Sains
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jrets.v7i1.8762

Abstract

ABSTRACT Technological updates in the field of advanced materials research now tend to focus on biomedical materials application and utilization of Titanium and its alloys. Various of implant materials have been employed in various disciplines of medical science depending on the requirements of a particular application. Metals, alloys, ceramics, and polymers are the commonly used biomaterials. Titanium and its alloys are commonly used in almost all disciplines of medicine because of their sufficient biocompatibility and meeting of mechanical requirements. The main focus of this study is to review the various structural and microstructural properties of titanium and titanium-based alloys used as orthopedic implants. Orthopedic implants need to possess certain important qualities to ensure their safe and effective use. These properties like the biocompatibility, relevant mechanical properties, high corrosion and wear resistance and osseointegration are summarized in this review. Various attempts to improve upon these properties like different processing routes, surface modifications have also been inculcated in the paper to provide an insight into the extent of research and benefit that has been put into developing a highly superior titanium orthopedic implant. In addition, this paper also discusses in detail the various surface modification techniques to achieve superior biocompatibility, higher wear and corrosion resistance. Overall, an attempt has been made to bring out the current scenario of Ti based materials for biomedical applications. Keywords: titanium, implant, biomaterial.
Pengaruh Penambahan Tembaga (Cu) terhadap Kekerasan Aluminium Berbasis Daur Ulang Limbah Otomotif Ansyori, Anang; Prastyo, Adi; Hartawan, Beny; Marjuni, Teuku
Jurnal Mekanova : Mekanikal, Inovasi dan Teknologi Vol 11, No 2 (2025): Oktober
Publisher : universitas teuku umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jmkn.v11i2.11921

Abstract

Perkembangan industri otomotif berbanding lurus dengan peningkatan komponen kendaraan, khususnya alumunium. Alumunium memiliki sifat kemampuan daur ulang yang baik sehingga dapat dilakukan penambahan tembaga (Cu) untuk meningkatkan sifat mekanis. Limbah alumunium diperoleh dari limbah tromol sepeda motor dan kabel yang berisi tembaga sebagai bahan tambah dilebur menggunakan krusibel garfit pada temperatur 680º C - 723º C diaduk selama 15 menit menggunakan sistem stirrer casting. Penambahan tembaga (Cu) sebanyak 10 dan 20% berat total. Hasil uji, menunjukan penambahan tembaga (Cu) pada aluminium daur ulang berpengaruh terhadap kekerasan dan kekuatan tarik paduan Al-Cu. Kekerasan mikro Vickers meningkat dengan penambahan Cu hingga 10%, mencapai nilai tertinggi rata-rata 132Hv, namun menurun pada penambahan 20% Cu menjadi 130Hv. Kekuatan tarik juga mengalami peningkatan hingga penambahan 10% Cu (6.1 kg/mm2), diikuti penurunan pada penambahan 20% Cu (4.6 kg/mm2). Struktur mikro menunjukkan bahwa peningkatan kandungan Cu meningkatkan jumlah fasa θ (CuAl2) yang dapat berpengaruh sifat mekanik Al-Cu. Penelitian ini dapat berkontribusi penting dalam pengolahan limbah aluminium otomotif dengan menunjukkan potensi penambahan tembaga untuk meningkatkan kekerasan dan kekuatan tarik paduan Al-Cu hasil daur ulang, meskipun perlu diperhatikan penambahan Cu yang optimal agar tidak menurunkan sifat mekanik.