Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Sari Pediatri

Faktor Risiko Mortalitas Anak dengan Sepsis dan Disseminated Intravascular Coagulation: Peran Penanda Inflamasi dan Koagulasi di Rumah Sakit Zainoel Abidin Banda Aceh Nuriyanto, Alivia Rizky; Edward, Eka Destianti; Andid, Rusdi; Sovira, Nora; Herdata, Heru Noviat; Thaib, Teuku Muhammad
Sari Pediatri Vol 27, No 1 (2025)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp27.1.2025.9-17

Abstract

Latar belakang. Sepsis yang tidak tertangani dapat berlanjut menjadi Disseminated Intravascular Coagulation (DIC). Apabila DIC tidak segera ditangani dapat menimbulkan kegagalan organ dan meningkatkan mortalitas. Memahami pemeriksaan penanda inflamasi dan faktor koagulasi memegang peranan penting dalam prognosis dan upaya mencegah mortalitas pada anak dengan sepsis dan DIC. Tujuan. Untuk mengetahui faktor risiko mortalitas berdasarkan penanda inflamasi dan faktor koagulasi pada anak dengan sepsis disertai DIC di RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh.Metode. Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional pada anak usia 1 bulan sampai 18 tahun di ruang rawat inap dan Pediatric Intensive Care Unit (PICU) RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh sejak Januari sampai Desember 2023 dengan menggunakan data rekam medis 104 anak yang memenuhi kriteria penelitian. Analisa data Bivariat menggunakan uji chi-square dan uji fisher serta uji regresi logistik untuk data multivariat.Hasil. Insiden sepsis dan DIC pada anak sebanyak 104 subjek dengan kelompok meninggal paling banyak dijumpai pada kelompok usia <5 tahun, jenis kelamin perempuan, gangguan respirasi, ? 2 komorbid, lama rawatan yang lebih lama, skor PELOD-2 yang lebih dari 13, skor ISTH yang lebih dari 5, gizi baik dan penggunaan ventilasi mekanik. Faktor risiko mortalitas berdasarkan penanda inflamasi dan faktor koagulasi pada anak dengan sepsis dan DIC adalah Neutrofil to Lymphocyte Ratio (NLR) (p < 0,001) dengan OR 16,16 (IK95%: 4,43-154,42), leukosit (p=0,006) dengan OR 9,05 (IK95%: 1,83-43,79), D-dimer (p=0,006) dengan OR 6,25 (IK95%: 1,67-23,39) dan trombosit (p=0,026) OR 0,22 (IK95%: 0,06-0,835).Kesimpulan. Nilai NLR merupakan faktor risiko mortalitas pada anak dengan sepsis dan DIC.
Nilai Rasio Neutrofil Limfosit dan Red Cell Distribution Width pada Neonatus Sepsis Machya, Farish; Darussalam, Dora; Herdata, Heru Noviat; Haris, Syafruddin; Edward, Eka Destianti; Dimiati, Herlina
Sari Pediatri Vol 26, No 3 (2024)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp26.3.2024.146-51

Abstract

Latar belakang. Insiden sepsis pada negara berkembang sampai saat ini masih tinggi. Banyaknya faktor risiko yang memengaruhi, menjadikan sepsis sebagai penyumbang tingginya angka kematian pada bayi. Diagnosis yang seringkali terlambat ditegakkan karena pemeriksaan kultur darah sebagai Gold Standard baru bisa didapatkan hasilnya setelah beberapa hari. Deteksi dini sepsis neonatorum dapat diltegakkan salah satunya dengan pemeriksaan rasio neutrofil limfosit dan red cell distribution width.Tujuan. Menilai rasio neutrofil limfosit, red cell distribution width, dan faktor risiko pada neonatus dengan diagnosis sepsis di neonatal intensive care unit - NICU Rumah Sakit Zainoel Abidin Banda Aceh dengan luaran kematian.Metode. Penelitian desain kohort retrospektif dengan data rekam medis neonatus di NICU Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Zainoel Abidin, Banda Aceh, dari Februari hingga Oktober 2023. Sebanyak 43 neonatus dengan diagnosis sepsis yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis. Data yang dikumpulkan meliputi karakteristik demografis, hasil laboratorium, serta luaran klinis. Analisis dilakukan menggunakan uji Chi-square dan analisis multivariat dengan SPSS versi 20.0.Hasil. Diperoleh 88,3% neonatus menunjukkan peningkatan NLR, dan 86,05% mengalami peningkatan RDW. Terdapat hubungan signifikan antara metode persalinan sectio caesaria (p<0,03) dengan peningkatan risiko mortalitas. Neonatus dengan berat badan ?2500 gram dan usia gestasi preterm lebih sering mengalami peningkatan NLR dan RDW. Kesimpulan. Peningkatan nilai rasio neutrofil limfosit lebih banyak terjadi pada neonatus sepsis dibandingkan nilai red cell distribution width.
Korelasi Neutrophil Gelatinase-Associated Lipocalin Urin dan Laju Filtrasi Glomerulus pada Anak dengan Penyakit Kritis di Rumah Sakit dr Zainoel Abidin Banda Aceh Agustin, Amelia Wijaya; Sovira, Nora; Edward, Eka Destianti; Haris, Syafruddin; Ismy, Jufitriani; Andid, Rusdi
Sari Pediatri Vol 27, No 6 (2026)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp27.6.2026.408-14

Abstract

Latar belakang.Penyakit kritis merupakan kondisi akut yang mengancam jiwa dan membutuhkan perawatan intensif. Deteksi dini pemeriksaan fungsi ginjal terhadap kejadian Gagal Ginjal Akut (GGA) biasanya dilihat dari penurunan mendadak Laju Filtrasi Glomerulus (LFG). Kondisi GGA dapat menyebabkan peningkatan mortalitas pada pasien kritis. Banyak biomarker dapat digunakan untuk mendeteksi GGA, termasuk Neutrophil Gelatinase-Associated Lipocalin urin (NGALu) sebagai penanda yang lebih cepat untuk mendeteksi GGA. Penelitian ini ingin mengetahui korelasi NGALu dan LFG pada anak dengan penyakit kritis.Tujuan. Mengetahui korelasi NGALu dengan LFG pada anak dengan penyakit kritis.Metode. Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan pendekatan cross sectional retrospektif. Penelitian dilakukan dengan pengambilan data dari rekam medis pada anak usia 1 bulan hingga 18 tahun yang dirawat di Pediatric Intensive Care Unit sejak Agustus 2023 hingga Desember 2023 dengan jumlah sampel 40 anak yang memenuhi kriteria penelitian. Data dianalisis dengan uji korelasi Spearman.Hasil. Penelitian mengikutsertakan 40 anak dengan penyakit kritis. Didominasi oleh anak laki-laki sebanyak 28 anak (70%), dengan rentang usia 6 tahun hingga 18 tahun yaitu 26 anak (65%). Berdasarkan status gizi, anak dengan status gizi baik dan kurang memiliki presentasi yang sama, yaitu masing-masing 18 anak (45%). Adapun penyakit kritis yang mendasari adalah infeksi SSP (35%) yang didapatkan paling banyak, dengan hasil LFG yang tidak normal yaitu hiperfiltrasi pada 19 anak (47,5%) dan AKI pada 2 anak (5%), dengan lama perawatan (?8 hari) sebanyak 52,5% dan banyak luaran yang meninggal yaitu 22 anak (55%). Hasil uji korelasi Spearman menunjukkan korelasi negatif yang bermakna antara kadar NGALu terhadap nilai LFG dengan nilai p = 0,001 dan r=-0,656 pada nilai LFG normal serta r=0,029 dengan nilai p=0,55 pada nilai LFG yang tidak normal.Kesimpulan.Kadar NGALu berkorelasi dengan nilai LFG yang tidak normal pada anak dengan penyakit kritis.
Faktor Risiko Determinan Gagal Napas pada Anak dengan Pneumonia Zuhaira, Zuhaira; Bakhtiar, Bakhtiar; Yusuf, Sulaiman; Safri, Mulya; Sovira, Nora; Edward, Eka Destianti
Sari Pediatri Vol 27, No 6 (2026)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp27.6.2026.401-7

Abstract

Latar belakang. Gagal napas merupakan fase lanjut dari gangguan pernapasan yang menyebabkan kegagalan paru untuk memenuhi kebutuhan oksigen dan mengeluarkan karbondioksida. Infeksi pernafasan, khususnya pneumonia merupakan penyebab paling umum gagal napas yang membutuhkan ventilasi mekanis pada anak. Tujuan. Mengetahui faktor risiko determinan gagal napas pada anak dengan pneumonia.Metode. Penelitian ini merupakan studi analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional pada anak usia 1 bulan sampai < 18 tahun yang dirawat di ruang rawat anak dan Pediatric Intensive Care Unit (PICU) RSUD dr. Zainoel Abidin sejak 1 Januari 2022 sampai 31 Desember 2022 dengan data dari rekam medis yang memenuhi kriteria penelitian. Data dianalisis bivariat dengan uji chi square dan uji fisher dan selanjutnya dilakukan analisis multivariat dengan regresi logistik.Hasil. Total sampel dalam penelitian ini 182 pasien dengan pneumonia, 33 (18,1%) pasien mengalami gagal napas. Faktor risiko determinan gagal napas pada anak dengan pneumonia adalah sepsis (p=0,000) dengan OR 57,62 (IK95%:13,55-245,05), hipoksemia (p=0,002) dengan OR 7,19 (IK95%: 2,04-25,27), anemia (p=0,036) dengan OR 4,17 (IK95%: 1,097-15,87) dan penyakit jantung bawaan (p=0,047) dengan OR 3,86 (IK 95%: 1,02-14,599).Kesimpulan. Faktor risiko determinan gagal napas pada anak dengan pneumonia adalah sepsis, hipoksemia, anemia dan penyakit jantung bawaan.