Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Qaryah Thayyibah: Reposisi Eco-Literacy Melalui Pendidikan Berbasis Masyarakat Elina Lestariyanti; Mohammad Andi Hakim
BRILIANT: Jurnal Riset dan Konseptual Vol 5, No 3 (2020): Volume 5 Nomor 3, Agustus 2020
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.447 KB) | DOI: 10.28926/briliant.v5i3.483

Abstract

Eco-literacy menunjukan kesadaran tentang pentingnya lingkungan hidup. Kesadaran betapa pentingnya menjaga dan merawat bumi, ekosistem, alam sebagai tempat tinggal dan berkembangnya kehidupan. Pendidikan merupakan piranti paling ideal dalam menumbuhkan kesadaran tersebut, salah satunya melalui ilmu biologi. Bidang ilmu yang begitu dekat dengan fenomena keseharian manusia dan relasinya dengan lingkungan hidup. Namun, proses pembelajarannya sejauh ini hanya dibebankan dan terbatas pada institusi formal. Masyarakat sebagai bagian dari sistem sosial anak tidak saling terhubung dengan sekolah. Praktik pembelajaran biologi di sekolah menjadi terbatas pada konseptual-hafalan bukan kontekstual-penerapan. Sekolah Alternatif Qaryah Thayyibah adalah sekolah yang menerapkan sistem pendidikan berbasis pada masyarakat (Community Based Education). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Subjek penelitian adalah kepala sekolah sekaligus pendiri sekolah, pendamping belajar, warga belajar, orang tua dan masyarakat desa setempat. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pendidikan berbasis masyarakat di sekolah alternatif Qaryah Thayyibah diwujudkan melalui akses, kontrol, partisipasi aktif dan keberterimaan manfaat masyarakat Desa Kalibening. Proses mempelajari ilmu biologi dijalankan melalui pembelajaran aktif, kontekstual dan aplikatif yang berbasis kebutuhan anak melalui optimalisasi sumber daya desa dan potensi masyarakat desa.
MINI-REVIEW PEMBELAJARAN DARING SELAMA PANDEMI COVID-19: KEUNTUNGAN DAN TANTANGAN Elina Lestariyanti
Jurnal Prakarsa Paedagogia Vol 3, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/jpp.v3i1.4989

Abstract

The emergence of COVID-19 has an impact on the world of education. The learning process that is commonly carried out face-to-face in class must change to distance learning using online learning. This article aims to review research articles on the advantages and challenges of online learning during the COVID-19 pandemic. The research method uses the literature review method of research articles on the application of online learning during the COVID-19 pandemic published in 2020. The results of the review show the advantages of using online learning can be classified into two categories, namely the advantages in the area of processes and area of impacts. The challenges of using online learning are internet access, the burden of quota costs, the availability and support of technology or devices. Teacher creativity, student characteristics, environmental support and geographical conditions are also challenges that need to be considered so that the achievement of learning outcomes through online learning can be optimized.
Women and Resilience on Pandemic Covid-19 Disaster: Feminist Participatory Action (FPA) elina lestariyanti; Ahmad Fauzan Hidayatullah; Haryani Saptaningtyas; Isa Aulia Rohman
PALASTREN: Jurnal Studi Gender Vol 15, No 1 (2022): PALASTREN
Publisher : IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v15i1.11161

Abstract

Women are the group that receives double impacts than men in disaster situations, including the Covid-19 pandemic. On the other hand, women have bigger potentials to participate in the implementation of the Covid-19 pandemic disaster management. This article explores women's resilience initiatives in the face of the Covid-19 pandemic disaster situation. This study used a descriptive narrative method to explain the initiative of the women community assisted by LRC-KJHAM in Central Java, Indonesia. The results showed that the women's community through the feminist participatory action (FPA) took the initiative and adaptive activities during the Covid-19 pandemic, including through education consist online discussions, counseling and campaigns and promote economic empowerment such as online markets, MSMEs, health protocol equipment, women's planting movements). In this article,  Feminists Participatory Action means the collection of some actions which is based on the data collected by vulnerable women and following by distributing some actions as part of their social assistance, such as through the provision of temporary shelters for women victims of domestic violence during the pandemic.
PENGGUNAAN MIND MAPPING SEBAGAI ALAT EVALUASI DALAM PEMBELAJARAN MATAKULIAH BIOLOGI SEL Alysia Nurul Faizah; Leilana Octaviani; Muhammad Faiz Mubarok; Nur Khasanah; Elina Lestariyanti
Wiyata Dharma: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 9 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/wd.v9i2.10360

Abstract

Pemetaan pikiran yaitu suatu teknik mencatat yang diciptakan oleh Tony Buzan. Mind mapping ini juga sudah banyak digunakan dalam pembelajaran Biologi salah satunya yaitu dalam mata kuliah Biologi Sel. Salah satu peran utama dari mind mapping dalam pelaksanaan pembelajaran adalah sebagai tolak ukur atau alat evaluasi, yang dipergunakan dalam mengukur seberapa tingkat penguasaan materi peserta didik. Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif yang berarti mendeskripsikan objek penelitian melalui sampel atau populasi penelitian yang akan diambil menggunakan suatu data. Tujuan dari pembuatan artikel ini adalah untuk mengetahui efektifitas penggunaan mind mapping sebagai alat evalusi dalam pembelajaran biologi sel dan mengetahui tanggapan mahasiswa terkait penggunaan mind mapping. Hasil dari penelitian yakni alat evaluasi dengan mind mapping  dapat dijadikan sebagai penilaian secara keseluruhan untuk menilai isi suatu materi dalam proses pembelajaran, mind mapping juga mampu meningkatkan level kognitif bagi setiap mahasiswa.   The use of mind mapping as an evaluation tool in learning cell biology courses   Abstract: Mind mapping is a note-taking technique created by Tony Buzan. Mind mapping has also been widely used in Biology learning, one of which is in Cell Biology courses. One of the main roles of mind mapping in the implementation of learning is as a benchmark or evaluation tool, which is used to measure the level of mastery of the students' material. This study uses descriptive quantitative research methods, which means describing the object of research through the sample or research population to be taken using data. The purpose of this article is to determine the effectiveness of using mind mapping as an evaluation tool in cell biology learning and to determine student responses regarding the use of mind mapping. The results of the research, namely an evaluation tool with mind mapping can be used as an overall assessment to assess the content of a material in the learning process, mind mapping is also able to increase the cognitive level of each student.
PENERAPAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA PENGOLAH SAMPAH (MINI INCENERATOR) UNTUK MENGATASI LIMBAH DIAPERS DI KELURAHAN KEDUNGPANE KOTA SEMARANG Fajrul Falakh; Eko Purnomo; Amri Zarois Ismail; Elina Lestariyanti; M Rikza Chamami; Teguh Wibowo
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNSIQ Vol 10 No 3 (2023): September
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/ppkm.v10i3.4466

Abstract

Kelurahan Kedungpane, Kecamatan Mijen, Kota Semarang terdapat banyak keluarga yang memiliki anak bayi dan balita yang tentunya banyak menggunakan popok sekali pakai. Belum tersedianya mekasnime pengelolaan popok sekali pakai membuat kondisi sampah tidak tertangani dengan baik. solusi yang efektif dalam menangani permasalahan sampah popok sekali pakai yaitu dengan pemanfaatan teknologi tepat guna berupa mini incinerator skala rumah tangga. Pembuatan mini-incinerator ini dimaksudkan untuk menekan sumber daya yang diperlukan dalam membuat dan mengoperasikan insinerator komunal yang umumnya berukuran besar. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan tujuan menyediakan serta memberikan pemhaman kepada masyarakat untuk dapat mengelola sampah sekali pakai dengan pendekatan teknologi tepat guna yang murah, aman dan tepat guna.
Meta-Analysis: Learning Model to Increase HOTS of High School Students in Biology Subject Farras Khirzi Khanifah; Ismail Ismail; Elina Lestariyanti
Bioeducation Journal Vol 7 No 1 (2023): Bioeducation Journal
Publisher : Universitas Negeri Padang Address: Biology Education Study Program Faculty Mathematics and Natural Science (FMIPA) Jl. Prof. Dr. Hamka Air Tawar Barat, Padang-West Sumatera-Indonesia Telp. +62751-7057420 - Fax.+62751-7058772 - Ph. +6281363229286

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/bioedu.v7i1.387

Abstract

Higher order thinking skills are one of the skills needed by students in 21st century learning. Many studies have shown that Indonesian students' higher thinking skills are still low. One way to empower students' higher order thinking skills is to choose the right learning model so that learning objectives can be achieved properly. This research is a quantitative study using descriptive methods and analyzing 15 articles written by researchers or students where the learning model research was conducted in Indonesia. The research method used in the articles was quasi-experimental and supported by data needed to calculate the effect size, including mean data, standard deviation, sample size, and hypothesis testing. The articles focused on the influence of the learning model on HOTS of high school students in biology subjects from 2013-2022, which were sourced from journals accredited by Arjuna. The conclusion drawn was that the learning model can empower HOTS students based on the effect size. This research is quantitative research with descriptive method so that it can be concluded that in general the learning model can empower students' HOTS based on effect size. The learning model that is considered to be able to empower students' HOTS with the greatest effect is the jigsaw cooperative type with an effect size value of 1.5. Followed by the multimedia-assisted discovery learning model with an effect size value of 0.72 having a medium effect category. The next moderate effect is a two problem solving cycles model with an effect size value of 0.67.
Analisis Capaian Pembelajaran pada Mata Pelajaran Biologi Fase E dan Fase F Kurikulum Merdeka Lestariyanti, Elina; Listyono, Listyono
Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol 5 No 3 (2024): Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55241/spibio.v5i3.390

Abstract

Indonesia telah mengalami beberapa kali perubahan kurikulum. Kurikulum Merdeka lahir dari respon pemerintah terhadap kondisi pandemi Covid-19 di Indonesia. Kurikulum Merdeka memiliki sejumlah karakteristik yang berbeda dengan kurikulum 2013. Perbedaan paling mendasar adalah pada perubahan penggunaan istilah Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD) menjadi Capaian Pembelajaran (CP). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ruang lingkup materi dan kompetensi yang termuat dalam Capaian Pembelajaran pada Kurikulum Merdeka khususnya pada materi pelajaran Biologi fase E dan fase F. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan melakukan komparasi antara KD pada kurikulum 2013 dengan CP pada kurikulum merdeka. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui analisa kepustakaan. Hasil analisa menunjukkan bahwa kurikulum merdeka pada mata pelajaran biologi memiliki lingkup materi yang sangat singkat dan padat jika dibandingkan dengan kurikulum 2013. Materi esensial ini menuntut inovasi dan kreativitas guru untuk menjalankan proses pembelajaran. Perubahan lain yang ditemukan yaitu peningkatan level kognitif pada kurikulum merdeka mata pelajaran Biologi.