Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Pembelajaran Berbasis Masalah Berpendekatan Socioscientific Issue Terhadap Sikap Peduli Lingkungan dan Hasil Belajar Siswa Muhammad Nur Khozin; Atik Rahmawati; Teguh Wibowo
Phenomenon : Jurnal Pendidikan MIPA Vol 10, No 1 (2020): Jurnal Pendidikan MIPA
Publisher : Faculty of Science and Technology, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/phen.2020.10.1.6039

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran berbasis masalah berpendekatan socioscientific issue terhadap sikap peduli lingkungan dan hasil belajar siswa pada materi minyak bumi di MAN 2 Rembang. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dan menggunakan desain penelitian noneqivalent control group design. Teknik pengumpulan sampel dengan menggunakan teknik cluster random sampling, didapatkan dua kelas sampel yaitu kelas eksperimen (XI MIPA 1) dan kelas kontrol (XI MIPA 2). Data penelitian dianalisis dengan menggunakan uji perbedaan rata-rata, uji efektivitas variabel, dan uji korelasi antar variabel. Hasil penelitian diperoleh peningkatan rata-rata sikap peduli lingkungan dan hasil belajar kelas ekperimen 43,04 dan 44,74 sedangkan kelas kontrol 26,23 dan 24,38. Uji efektivitas variabel menghasilkan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 nilai probabilitas 0,05 untuk sikap peduli lingkungan dan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 nilai probabilitas 0,05 untuk hasil belajar. Uji korelasi antar variabel menghasilkan nilai rxy = 0,617 dan dinyatakan signifikan dengan korelasi cukup kuat. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran berbasis masalah berpendekatan socioscientific issue efektif digunakan pada pembelajaran untuk meningkatkan sikap peduli lingkungan dan hasil belajar siswa pada materi minyak bumi di MAN 2 Rembang.
KEMAMPUAN LITERASI SAINS PADA SISWA SMA MENGGUNAKAN PEMBELAJARAN KIMIA BERBASIS ETNOSAINS Teguh Wibowo; Ariyatun Ariyatun
EDUSAINS Vol 12, No 2 (2020): EDUSAINS
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/es.v12i2.16382

Abstract

SCIENTIFIC LITERACY OF SENIOR HIGH SCHOOL STUDENTS USING ETHNOSCIENCE BASED LEARNING CHEMISTRY Scientific literacy skills are needed to understand science issues, the risks, and benefits of science, and understand the nature of science, including its relationship to culture. This study aimed to determine students' scientific literacy in using ethnoscience-based learning-chemistry. The study Method used quasi-experimental by nonequivalent control group design. The subject was grade XI-MIPA  of SMAN 1 Kendal. The data collection techniques are test instruments to know students' scientific literacy. The analysis data technique is descriptive and inferential statistical analysis (independent sample t-test and N-gain). The results showed that the ethnoscience based learning-chemistry could increase students' scientific literacy. The mean score of students' scientific literacy on experiment and control class was 72% (high category) and 65% (medium category), and count -3,551 and table -1,995. N-gain score experiment class of 0,47 (medium) and control class of 0,28 (low). Ethnoscience-based chemistry learning can be used in chemistry learning to develop students' chemical literacy skills. AbstrakKemampuan literasi sains dibutuhkan untuk memahami isu-isu sains, resiko dan manfaat sains, serta untuk memahami sifat sains, termasuk hubungannya dengan budaya. Penelitian ini bertujuan mengetahui kemampuan literasi sains siswa melalui pembelajaran kimia berbasis etnosains. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi experimental dengan desain nonequivalent control group design. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI MIPA SMAN 1 Kendal. Teknik pengumpulan data berupa tes untuk mengetahui kemampuan literasi siswa. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dan statistik inferensial (independent sample t-test dan uji N-gain). Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat dilihat bahwa pembelajaran kimia berbasis etnosains dapat meningkatkan kemampuan literasi sains siswa. Rerata skor kompetensi literasi sains siswa kelas eksperimen dan kontrol secara berturut-turut mendapat 72% dengan kategori tinggi dan  65% dengan kategori sedang, serta thitung sebesar -3,551, dan ttabelnya -1,995. Adapun nilai N-gain pada kelas eksperimen adalah 0,47 (kategori sedang) sedangkan kelas kontrol adalah 0,28 (kategori rendah). Pembelajaran kimia berbasis etnosains dapat digunakan dalam pembelajaran kimia untuk mengembangkan kemampuan literasi kimia siswa. 
PENERAPAN PEMBELAJARAN BERORIENTASI CHEMOENTREPRENEURSHIP (CEP) TERHADAP KREATIVITAS SISWA SMA MODERN PONDOK SELAMAT PADA MATERI KELARUTAN DAN KSP Teguh Wibowo; Ariyatun Ariyatun
Jurnal Tadris Kimiya Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Department of Chemistry Education, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jtk.v3i1.2030

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kreativitas siswa setelah mendapatkan penerapan pembelajaran kimia berorientasi chemoentrepreneurship (CEP). Penelitian ini menggunakan metode pre-experimental design melalui one group pre-test – post-test design. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI-IPA SMA Modern Pondok Selamat Kendal, pada materi kelarutan dan Ksp. Adapun teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling. Teknik pengumpulan data berupa observasi untuk mengetahui kreativitas siswa. Teknik analisis data dilakukan secara analisis deskriptif dan statistik inferensial (paired sample t-test dan uji N-gain). Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat dilihat bahwa pembelajaran kimia berorientasi CEP dapat meningkatkan kreativitas siswa dalam pembelajaran. Rerata skor kreativitas siswa pada post-test lebih baik daripada pre-test yaitu dengan nilai 41,5 dan 27,8 serta thitung sebesar -27,738 dan ttabel sebesar 2,034 (thitung < ttabel = -27,738<-2,034) dan nilai N-gain = 0,62.
Pengembangan Modul Kimia Socio-Scientific Issues (SSI) Materi Reaksi Reduksi Oksidasi Sofiana Sofiana; Teguh Wibowo
Journal of Educational Chemistry (JEC) Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Chemistry Education Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jec.2019.1.2.4382

Abstract

Penelitian pengembangan ini dilatarbelakangi oleh kesulitan belajar pada materi reaksi reduksi oksidasi yang dialami peserta didik akibat terbatasnya jumlah bahan ajar yang dapat digunakan secara mandiri, kurangnya variasi bahan ajar yang digunakan guru, dan rendahnya motivasi belajar peserta didik karena menganggap mata pelajaran kimia adalah mata pelajaran yang sulit, dan  tidak berkaitan langsung dengan kehidupan, khususnya materi reaksi reduksi oksidasi. Hal ini ditunjukkan oleh adanya 58,9% peserta didik yang menyatakan materi reaksi reduksi oksidasi adalah materi yang sulit. Bahan ajar yang memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk belajar menurut kecepatan masing-masing adalah modul. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan modul yang memuat pembelajaran kontekstual dengan pendekatan socio-scientific issues (SSI). Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model pengembangan ADDIE (Analyze, Design, Develop, Implement, Evaluate). Subjek penelitian pengembangan ini adalah 9 peserta didik kelas X MIA 2 MA Al-Irsyad Gajah. Hasil penilaian kualitas modul yang dilakukan oleh validator ahli materi diperoleh sebesar 84,60% dengan kategori sangat valid. Penilaian validator ahli media sebesar 91,00% dengan kategori sangat valid, dan respon peserta didik sebesar 80,69%. Sedangkan rata-rata skor untuk uji keterbacaan modul sebesar 68,88% dengan kategori keterbacaan tinggi. Hasil tersebut menunjukkan bahwa modul yang dikembangkan layak digunakan dan diimplementasikan pada kelas besar.
Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Daun Jambu Biji Ratna Purwandari; Sidiq Subagiyo; Teguh Wibowo
Walisongo Journal of Chemistry Vol 1, No 2 (2018): Walisongo Journal of Chemistry
Publisher : Department of Chemistry Faculty of Science and Technology Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/wjc.v2i2.3104

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak daun jambu biji terhadap Esherichia coli dan Bacillus subtilis. Senyawa antioksidan dalam daun jambu biji diperoleh dengan cara ekstraksi menggunakan metode Soxhletasi dengan pelarut n-heksana dan metanol. Subjek dalam penelitian ini adalah ekstrak daun jambu biji. Sedangkan objek dalam penelitian ini adalah aktivitas antioksidan ekstrak daun jambu biji. Identifikasi senyawa antioksidan menggunakan metode kromatografi paper disc. Dari hasil penelitian ekstraksi daun jambu biji tersebut membuktikan bahwa ekstrak daun jambu biji mempunyai aktivitas antioksidan terhadap Esherichia coli dan Bacillus subtilis. Sehingga daun jambu biji dapat dimanfaatkan untuk mengobati berbagai jenis penyakit
PENGOLAHAN LIMBAH KULIT SINGKONG SEBAGAI UPAYA MENGURANGI PENCEMARAN LINGKUNGAN Octavina Indriyanti White; Vina Nurrahmania; Teguh Wibowo
Jurnal Pengolahan Pangan Vol 7 No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Alkhairaat Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/pangan.v7i1.64

Abstract

Sentra produksi singkong di Provinsi Jawa Tengah dihasilkan oleh daerah Kabupaten Pati. Selama ini sampah kulit singkong hasil produksi tepung tapioka sangat melimpah. Jika dibiarkan, maka setiap tahunya akan membusuk dan menimbulkan bau tak sedap yang mengganggu aktivitas masyarakat. Kulit singkong tergolong sebagai limbah dari tanaman yang memiliki karbohidrat tinggi, yaitu sekitar 72,49%-85,99% yang dapat digunakan sebagai bahan tambahan pakan ternak. Dan kulit singkong tergolong sebagai sampah organik, karena sampah ini sangat membantu dan meminimalisasi sampah yang ada dimasyarakat. Pengolahan limbah kulit singkong menjadi keripik kulit singkong dapat dijadikan solusi untuk mengatasi limbah kulit singkong. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini dibuat dalam 2 tahap, yaitu tahap pendekatan yang dilakukan dengan mengidentifikasi masalah dan tahap pelaksanaan pengolahan limbah kulit singkong. Setelah dilakukan pengolahan hasil yang diperoleh adalah limbah kulit singkong dapat diolah menjadi makanan ringan yang sehat dan aman untuk dikonsumsi.
PEMBUATAN BIOPORI UNTUK RESAPAN AIR HUJAN DAN PEMANFAATAN SAMPAH ORGANIK Teguh Wibowo; Anif Istiana; Etik Zakiyah Etik Zakiyah
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2022)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.868 KB) | DOI: 10.31949/jb.v3i3.1798

Abstract

Banjir sering melanda kota – kota di Indonesia yang salah satu penyebabnya adalah fungsi tanah yang beralih fungsi karena banyaknya pembangunan yang dilakukan tanpa memikirkan fungsi penting tanah atau lahan terbuka sebagai sumber resapan. Selain itu juga terdapat masalah lain berupa sampah organik rumah tangga yang hanya dibuang saja dan menumpuk. Dari hal itu muncullah ide untuk membuat lubang resapan biopori untuk resapan air yang juga bisa memanfaatkan sampah organik rumah tangga yang sebelumnya tidak dimanfaatkan dengan baik. Lubang biopori adalah rongga dalam tanah yang akibat aktivitas akar tanaman dan organisme yang dihup dalam tanah. Lubang tersebut diisi sampah organik yang kemudian akan terurai menjadi kompos. Kompos pada lubang biopori meningkatkan aktivitas organisme dalam tanah yang membentuk rongga untuk meresapkan air dalam tanah. Lubang biopori akan berfungsi dengan maksimal apabila dibuat dalam jumlah banyak karena akan semakin besar pula daya resap air. Namun masyarakat masih banyak yang belum mengetahui tentang lubang resapan biopori ini apalagi melakukannya padahal apabila diterapkan dengan baik banjir yang terjadi selama ini akan terminimalisir.Kata Kunci: Biopori, Intensitas Air Hujan, Resapan Air
Flipped Classroom: Inovasi Pembelajaran untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Termokimia Siswa Teguh Wibowo; Sidiq Subagiyo
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sains Indonesia (JPPSI) Vol. 5 No. 2 (2022): JPPSI, Oktober 2022
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPA, FMIPA Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppsi.v5i2.52786

Abstract

Penelitian ini memfokuskan untuk mengetahui efektivitas penerapan model pembelajaran flipped classroom untuk meningkatkan pemahaman konsep termokimia pada siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode quasi eksperimental dengan model nonequivalent control group design. Subyek pada penelitian ini adalah siswa SMA Negeri 1 Lasem. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik tes dengan instrumen soal uraian pretest dan posttest. Pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling. Teknik analisis data menggunakkan analisis uji t-test related pada pretest dan posttest setiap kelas dan N-Gain. Hasil dan analisis yang telah dilakukan menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran flipped classroom efektif untuk meningkatkan pemahaman konsep termokimia siswa, hal ini ditunjukkan pengujian ttest didapatkan hasil yaitu thitung = -3,542 dan ttabel = -2,126 (α = 5%) sehingga thitung < ttabel, maka H0 ditolak dan nilai N-Gain sebesar 0,43 (kategori sedang).
Flipped Classroom: Inovasi Pembelajaran untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Termokimia Siswa Teguh Wibowo; Sidiq Subagiyo
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sains Indonesia (JPPSI) Vol. 5 No. 2 (2022): JPPSI, Oktober 2022
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPA, FMIPA Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppsi.v5i2.52786

Abstract

Penelitian ini memfokuskan untuk mengetahui efektivitas penerapan model pembelajaran flipped classroom untuk meningkatkan pemahaman konsep termokimia pada siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode quasi eksperimental dengan model nonequivalent control group design. Subyek pada penelitian ini adalah siswa SMA Negeri 1 Lasem. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik tes dengan instrumen soal uraian pretest dan posttest. Pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling. Teknik analisis data menggunakkan analisis uji t-test related pada pretest dan posttest setiap kelas dan N-Gain. Hasil dan analisis yang telah dilakukan menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran flipped classroom efektif untuk meningkatkan pemahaman konsep termokimia siswa, hal ini ditunjukkan pengujian ttest didapatkan hasil yaitu thitung = -3,542 dan ttabel = -2,126 (α = 5%) sehingga thitung < ttabel, maka H0 ditolak dan nilai N-Gain sebesar 0,43 (kategori sedang).
PENGUATAN PERAN PEREMPUAN MELALUI PEMBUATAN ECOENZYME LINGKUNGAN RUMAH TANGGA Mutista Hafshah; Teguh Wibowo; Amrizarois Ismail; Khoirin Nida
RESWARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v4i2.2839

Abstract

Limbah rumah tangga merupakan penyumbang limbah terbesar. Sebagian besar limbah rumah tangga adalah limbah organik yang jika tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan dampak negatif. Berdasarkan hal tersebut maka pengelolaan limbah organik perlu dilakukan secara komprehensif. Pelatihan pembuatan eco-enzyme bertujuan untuk menambah wawasan, pengetahuan, dan keterampilan masyarakat, khususnya ibu-ibu rumah tangga dalam mengolah sampah organik rumah tangga menjadi produk eco-enzyme. Metode pengabdian ini adalah sosialisasi dan diskusi terkait teknologi eco-enzyme, demonstrasi teknologi eco-enzyme, dan praktik langsung pembuatan eco-enzyme bersama peserta pelatihan. Eco-enzyme dapat dibuat dari campuran limbah organik, molase dan air dengan perbandingan 3:1:10. Kegiatan pelatihan tersebut mendapatkan respon yang baik dari peserta, diantaranya jumlah kehadiran peserta lebih dari 85%, antusias dan semangat peserta baik, tanggapan masyarakat terkait kegiatan pelatihan positif. Produk eco-enzyme yang dihasilkan oleh peserta baik dan sesuai indikator eco-enzyme, yaitu warna kecoklatan, bau khas buah dan sedikit beraroma alkohol, pH asam (3-4), dan tidak ditumbuhi jamur atau belatung