Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Behavioral analysis of childbearing age women against IVA screening using health belief model Yustina Ananti; Fatimah Sari
JNKI (Jurnal Ners dan Kebidanan Indonesia) (Indonesian Journal of Nursing and Midwifery) Vol 9, No 3 (2021)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/jnki.2021.9(3).164-174

Abstract

Background: In Indonesia, cervical cancer is the second most common cancer that attacks women of childbearing age. VIA screening (acetic acid visual inspection) is a cervical cancer prevention and control program with the aim of detecting pre-cancerous and cancerous conditions at an early stage. Based on the fact that more than 50% of women diagnosed with cancer have never been screened. Objective: the purpose of this study was to explain the behavior of women of childbearing age towards VIA screening using the health belief model. Methods: the study used a cross sectional approach, conducted from October to December 2019. Data were collected using interview questionnaires, geographic area, occupation, VIA screening, individual knowledge and perception using the Health Belif Model on 160 female respondents of childbearing age in the Puskesmas area. Bantul Regency, Yogyakarta. Descriptive analysis, chi-square logistic regression, univariate, bevariate and multivariate. Results: From 160 respondents, based on geographic area 50% were in cities and plains and 50% in coastal and hilly areas, 55.6% had had IVA screening, 66.9% were unemployed and 53.1% had good knowledge. Perceived susceptibility of being diagnosed with cervical cancer = 0.011<0.05, perceived saverity = 0.023<0.05, perceived thread = 0.015<0.05, perceived benefit = 0.023 <0.05, perceived barriers = 0.030<0 .05 and cues to action = 0.045<0.05 on VIA screening. The Negelkerke R Square test is 0.186 and the effect of the independent variable on the dependent variable is perceived susceptibility = 0.028, perceived benefit = 0.043 and perceived barriers = 0.050. Conclusion: There is a relationship between the behavior of women of childbearing age on VIA screening using the health belief model, namely perceived susceptibility, perceived saverity, perceived thread, perceived benefits, perceived barriers, cues to action with R Square 0.186 and the influential variables are perceived susceptibility, perceived benefit and perceived barriers.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Pengetahuan Sikap Perilaku Pada Lansia Dengan Hipertensi Di Upt Rps Lanjut Usia Terlantar Budhi Dharma Yogyakarta Arita Murwani; Anna Nur H; Fatimah Sari; Riza Yulina; Ani Mashunatul M
MEDICAL JURNAL OF AL-QODIRI Vol. 9 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Program Studi Keperawatan dan Kesehatan, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Bhakti Al-Qodiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52264/jurnal_stikesalqodiri.v9i1.363

Abstract

Pendahuluan: Hipertensi merupakan penyakit yang sering muncul di negara berkembang seperti Indonesia. Lansia mengalami berbagai masalah dalam kesehatan, terutama yang berkaitan dengan proses penuaan diantaranya: hipertensi,kanker,gangguan jiwa, dan penyakit degeneratif lainnya yang semakin meningkat. Pendidikan kesehatan adalah upaya terencana untuk mengubah perilaku individu, kelompok, atau masyarakat dari perilaku yang tidak sehat menjadi sehat pendidikan kesehatan merupakan kesempatan dapat dibangun secara sadar untuk meningkatkan literasi kesehatan, termasuk untuk meningkatkan pengetahuan bagi kesehatan. Metode: jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan pendekatan pre eksperiment menggunakan desain one group pretest posstest. Populasi pada penelitian ini berjumlah 61 orang lansia. Sampel dilakukan dengan metode purposive sampling. Responden dalam penelitian sebanyak 30 responden sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan. Data yang diambil menggunakan lembar kuesioner. Kemudian data dianalisis dengan menggunakan analisis univariat, bivariat dan multivariat menggunakan uji statistik Wilcoxon karena data tidak terdistribusi normal. Hasil: Berdasarkan uji multivariat diketahui untuk nilai sign untuk pengaruh pendidikan kesehatan pada lansia dengan hipertensi terhadap pengetahuan adalah 0,023<0,05, sikap adalah sebesar 0,021<0,05, perilaku adalah 0,040<0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan, sikap, perilaku pada lansia dengan hipertensi. Kesimpulan: Ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan, sikap, perilaku pada lansia dengan hipertensi di UPT RPS Lanjut Usia Terlantar Budi Dharma Yogyakarta.
Baby SPA Relationship With Baby Weight Changes In PMB Herviza Fatimah sari; Lili Yuliana Tambunan; Rodinih, Rodinih; Ni Nyoman Widya Pradani
Jurnal EduHealth Vol. 15 No. 03 (2024): Jurnal EduHealt (September), Year 2024
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: low birth weight babies (LBW) is oneof the causes of infant mortality in Indonesia. The purpose of this study was to determine the relationship of infant massage to weight gain in lbw infants. Type of analytical survey research with cross sectional design. Subjects consisted of infants who were given massage treatment and infants who were not given treatment. The total sample of 36 babies who were massaged. Data collection is taken from the documentation sheet of medical records in PMB Herviza. Data analysis using Chi-Square. The characteristics of the baby in the massage is the weight before the massage and weight after the massage and the characteristics of the baby who is not in the massage is the initial weight and weight after 1 month. The results of Pearson Chi-Square value is 40.783 by comparing using the confidence level ③ = 0.05, the results of X2 table is 3.84146 so that the results obtained are X2 count > x2 table (40.783 > 3.84146). Based on the value of significance obtained, it can also be seen that the X2 count of 0.000 < the value of ③ =0.05. There is a relationship between infant massage to weight gain in infants with low birth weight category based on the results of OR = 5,500. Babies who are massaged have the potential to gain weight >140 grams 5.5 times greater than those who are not massaged.
Evaluasi Kritis Pendekatan Diagnosis, Terapi, Dan Faktor Prediktif Hiperbilirubinemia Neonatal: Sebuah Tinjauan Literatur Sistematis Fitriani, Fitriani; Nuari Andolina; Fatimah Sari
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v7i2.135

Abstract

Hiperbilirubinemia neonatal merupakan kondisi klinis umum yang dapat menyebabkan komplikasi serius seperti ensefalopati bilirubin jika tidak ditangani secara tepat. Literatur review ini bertujuan untuk mengevaluasi berbagai pendekatan diagnosis, pengobatan, serta faktor risiko yang berkaitan dengan hiperbilirubinemia pada neonatus berdasarkan tinjauan kritis terhadap delapan artikel penelitian terkini dari berbagai negara dan desain studi. Metode yang digunakan meliputi studi potong lintang, kohort retrospektif, uji klinis acak terkontrol, studi kualitatif, dan studi kasus. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa teknologi skrining berbasis mobile seperti Picterus Jaundice Pro menunjukkan potensi sebagai alat skrining di negara dengan sumber daya terbatas, meskipun validasi lebih lanjut diperlukan. Kadar bilirubin juga ditemukan berhubungan dengan risiko terjadinya Acute Kidney Injury (AKI) pada neonatus. Terapi fototerapi tetap menjadi intervensi utama yang efektif, sementara suplementasi seperti Ursodeoxycholic Acid (UDCA) pada neonatus dengan defisiensi G6PD menunjukkan penurunan angka readmisi meskipun tidak signifikan terhadap kadar bilirubin. Pengalaman orang tua terhadap fototerapi di rumah juga menunjukkan dampak positif secara emosional dan peran pengasuhan. Faktor-faktor risiko seperti inkompatibilitas ABO/Rh, prematuritas, sepsis, dan jenis kelamin laki-laki diidentifikasi secara signifikan berhubungan dengan kejadian hiperbilirubinemia. Meskipun sebagian studi menunjukkan inkonsistensi dalam akurasi alat ukur seperti Roche TBiL, keseluruhan data memberikan pandangan yang komprehensif mengenai pentingnya deteksi dini, validasi alat ukur, serta strategi penanganan berbasis bukti untuk hiperbilirubinemia neonatal.
Hubungan Karakteristik Pasien, Kepatuhan Minum Obat dengan Kualitas Hidup Pasien Jantung Koroner : Relationship between Patient Characteristics, Medication Compliance with the Quality of Life of Coronary Heart Disease Patients Surya Bakti, Agus; Putri Purnamasari; Ani Rahmadhani Kaban; Fatimah Sari
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 7 No 2 (2025): EDISI AGUSTUS
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v7i2.157

Abstract

Pasien Jantung Koroner (PJK) adalah terganggunya fungsi jantung akibat penyempitan pada arteri koroner atau pembuluh darah koroner yang dapat dicegah dengan perilaku hidup sehat. Penyempitan pada arteri koroner diakibatkan oleh adanya penumpukan lemak di area pembuluh darah arteri koroner sekitar jantung dan dapat disebut arterosclerosis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Hubungan Karakteristik Pasien Dan Kepatuhan Minum Obat Terhadap Kualitas Hidup Pasien Jantung Koroner Di RSU Mitra Medika Tanjung Mulia. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode Survei Analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien di Poli Jantung yang berjumlah 88 responden. Pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Dengan mengacu pada rumus slovin. Berdasarkan hasil analisa dengan menggunakan uji Chi-Square test memperlihatkan bahwa, terdapat hubungan signifikan antara usia terhadap kualitas hidup PJK (p value=0,054), tidak terdapat hubungan signifikan antara jenis kelamin terhadap kualitas hidup PJK (p value =0,596), terdapat hubungan signifikan antara pendidikan terhadap kualitas hidup PJK (p value=0,001), terdapat hubungan signifikan antara pekerjaan terhadap kualitas hidup PJK (p value=0,035), terdapat hubungan signifikan antara kepatuhan minum obat terhadap kualitas hidup PJK (p value=0,004), semua pasien di Poli Jantung RSU Mitra Medika Tanjung Mulia. Kesimpulan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa secara statistik ada hubungan karakteristik pasien terhadap kualitas hidup pasien penyakit jantung koroner di Poli Jantung yang sangat berhubungan adalah Pendidikan. Saran bagi RSU Mitra Medika Tanjung Mulia agar dapat meningkatkan kualitas pelayanan, promosi kesehatan yang berhubungan dengan karakteristik pasien dan kepatuhan minum obat terhadap kualitas hidup pasien jantung koroner.
EFEKTIVITAS PIJAT BAYI DENGAN AROMA TERAPI PEPPERMINT TERHADAP GEJALA ISPA PADA BALITA Khairani Siregar; Meili Savitri; Fatimah sari; Nuraini
Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer Vol 5 No 4 (2025): Juli 2025
Publisher : Program Studi S1 Ilmu Keperawatan dan Ners IKBIS Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59894/jpkk.v5i4.1033

Abstract

Latar Belakang: ISPA merupakan infeksi saluran pernafasan akut yang ditandai dengan adanya demam, batuk, pilek, sakit tenggorokan dan hidung tersumbat. Perlu dilakukan penelitian bahwa apakah hasil pijat bayi dengan aroma terapi peppermint dapat menyembuhkan gejala ISPA. Pada penelitian ini akan dilakukan namun di WHO belum pernah dilakukan pijat bayi dengan aroma terapi peppermint untuk gejala ISPA. Tujuan Penelitian : Untuk melihat apakah ada pengaruh terhadap gejala ISPA sebelum dan sesudah intervensi Hasil : Diketahui sebelum dilakukan pijat bayi dengan aroma terapi peppermint rata rata balita mengalami ISPA ringan, setelah dilakukan pijat bayi dengan aroma terapi peppermint ternyata hasilnya menunjukkan hal yang signifikan dari 10 responden yaitu 80 % terjadi penyembuhan dan 20 % tidak mengalami penyembuhan Kesimpulan : Ada pengaruh yang signifikan terhadap perlakuan pijat bayi dengan aroma terapi peppermint terhadap gejala ISPA pada balita, dengan nilai p=0,000 (α=0,05). Hasil ini membuktikan bahwa perlakuan pijat bayi dengan aroma terapi peppermint terbukti efektif dalam mempercepat penyembuhan ISPA pada balita. Saran : Menambah informasi dan mengaplikasikannya dalam mengatasi gejala ISPA sehingga Masyarakat serta petugas Kesehatan dapat mengetahui Teknik dan tata cara yang benar dalam melakukan pijat bayi dengan aroma terapi peppermint terhadap gejala ISPA.
Penerapan Model Pembelajaran Conceptual Understanding Procedures Dapat Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa di Kelas IX SMP fatimah Sari; Susi Sulastri Lubis; Andi Saputra Mandopa
JURNAL CERMATIKA Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Cermatika Vol 5 No 1 April 2025
Publisher : Program Studi Matematika Universitas Graha Nusantara Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64168/cermatika.v5i1.1620

Abstract

This research was carried out at SMP Negeri 3 Angkola Timur. The subjects in this research were students in class IX-2 of SMP Negeri 3 East Angkola for the 2023-2024 academic year, totaling 20 students. The object of this research is the application of the Conceptual Understanding Procedures learning model to the sub-subject of cubes and blocks. From the results of the first cycle of observations, it is known that at the first meeting the observation results were 65.5 and the observation results at the second meeting were 75 with an average of 71.25%. Meanwhile, the results of the second cycle of observations showed that at the third meeting the observation results were 80 and the observation results at the fourth meeting were 87.5 with an average of 77.5%. The results of the initial test obtained an average score of 55% with 25% or 5 students completing their studies, while 75% or 15 students did not complete their studies. After taking action in cycle I in class IX-2, carrying out the first learning outcomes test, the average score in cycle I was 65.25, 13 students or 65% completed their studies, while 7 students or 35% did not complete their studies. In cycle II in class IX-2, the implementation of the first cycle learning outcomes test obtained an average score of 74.5, 17 students who completed their studies or 85%, while those who did not complete their studies were 3 people or 15%. By implementing the Conceptual Understanding Procedures learning model, students' mathematics learning outcomes can be improved.