Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Doktrin Poros Maritim Dunia dan Keamanan di Bidang Maritim Studi Kasus: Perdagangan Narkotika di Jalur ALKI II Nilasari, Sri Rahmi; Marzaman, Atika Puspita; Kurniasari, Riska
Journal of Political Issues Vol 6 No 1 (2024): Journal of Political Issues (February - July)
Publisher : Jurusan Ilmu Politik Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/jpi.v6i1.156

Abstract

Indonesia, yang bercita-cita menjadi negara maritim yang kuat, mandiri, progresif, dan memberikan kontribusi positif terhadap keamanan dan perdamaian regional dan global dengan tetap menjunjung tinggi kepentingan nasional, menghadapi tantangan yang signifikan. Visi yang dikenal dengan Poros Maritim Dunia ini diuji dengan realitas jalur ALKI II, jalur perairan penting di Indonesia bagian tengah. Jalur ini, meskipun penting untuk perdagangan, juga merupakan jalur perdagangan narkoba. Penelitian ini mengeksplorasi dampak doktrin Poros Maritim Dunia terhadap perdagangan dan peredaran narkoba di sepanjang jalur ALKI II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun doktrin tersebut telah diterapkan, namun peredaran narkotika masih tetap tinggi. Kompleksitas jaringan obat-obatan terlarang, luasnya lingkungan laut, dan faktor sosio-ekonomi yang rumit memerlukan pendekatan multi-sisi yang menggabungkan penegakan hukum yang kuat, kerja sama internasional yang kuat, strategi konservasi yang komprehensif, dan inisiatif pembangunan berkelanjutan. Hal ini sangat penting untuk menjaga kehidupan laut dan ekosistem di kawasan ALKI II dan sekitarnya, serta untuk mewujudkan visi Poros Maritim Dunia.
Enhancing Indonesian Maritime Route Security to Prevent Transnational Crime Daniel, Cherryl Gwyneth; Daniel, Christian Gerald; Marzaman, Atika Puspita
Poltanesa Vol 24 No 2 (2023): December 2023
Publisher : P3KM Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/tanesa.v24i2.2943

Abstract

This paper highlights the transnational crime issues that have threatened Indonesia’s maritime security in recent years, then explores the possible challenges and how Indonesia has improved its response to these issues. Major acts that have affected Indonesia's maritime security include the Abu Sayyaf terrorist group, illegal actions by Vietnamese, Malaysian, and Singaporean fishermen, smuggling and human trafficking by Captain Bram, as well as drug trafficking that has developed during the COVID-19 pandemic. From the issue of illegal fishing only, Indonesia has suffered a loss of 477.33 million USD in 2014-2021. Many obstacles limit efforts to find solutions, a combination of internal factors such as Indonesia's lack of quality resources, and external factors such as maritime border disputes and the absence of clear definitions to assess maritime security conditions in various international cooperation. Our government has responded by initiating several national resource development plans, such as the establishment of Bakamla, implementation of presidential regulation no. 16 of 2017, developing infrastructures such as sea tolls and port renewal, as well as created cooperative relationships with various countries, namely Australia, the Philippines, Malaysia, China and other countries in the Southeast Asia and the Indian Ocean regions. Consequently, a trusting relationship with good communication can be formed between Indonesia and other countries to address threats to maritime security and reduce the number of transnational crimes in Indonesian waters, although not yet in large numbers.