Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

EDUKASI TENTANG PEMBENTUKAN PERSONAL BRANDING MELALUI PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL BAGI GEN Z Hayati, Kumala; Wardani, Ayu; Suprayitno, Dede; Hartanto, Hartanto
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 7 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i7.2426-2434

Abstract

Perkembangan internet dan media sosial telah membawa generasi Z atau biasa disebut gen Z ke babak baru dalam berkomunikasi. Kedekatan gen Z dengan media sosial mempermudah mereka berkomunikasi dengan sesamanya karena mereka memang tumbuh di era teknologi. Kondisi tersebut disayangkan karena media sosial dapat memberikan manfaat lebih besar seperti membentuk personal branding.Membentuk personal branding sendiri berguna bagi siswa/i untuk mengembangkan diri sesuai bidang yang ingin digeluti terutama ketika sudah lulus. Lebih jauh, hal tersebut dapat menjadi portofolio yang membantu mereka dalam bidangnya. Sehingga, edukasi ini diperlukan siswa/i agar meningkatkan pengetahuan tentang personal branding. Lokasi pelakasanaan kegiatan berada di SMAN 34 Jakarta. Metode penyelenggaraan kegiatan adalah ceramah yang dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab. Hasil dan pembahasan adalah terjadinya komunikasi digital sebagai bentuk baru dalam berkomunikasi pada Gen Z. Hal ini turut memberi corak dalam membentuk personal branding melalui pemanfaatan media sosial. Terdapat tiga poin yang dapat diterapkan ketika membentuk personal branding: (1) menentukan niche; (2) sikap konsisten; (3) optimalisasi fitur yang ada di media sosial seperti feeds dan hashtag. Saran untuk kegiatan selanjutnya adalah adanya keberlanjutan dari pengetahuan yang sudah disampaikan dengan melakukan praktik membentuk personal branding dalam media sosial.
Pembuatan Modul Dampak Opini Publik Yang Dihasilkan Media Massa Terkait Pemilu 2024 Pada Anggota Koperasi Bingkai Perubahan Nusantara Yuliandri, Putrawan; Indrawan, Jerry; Hartano; Suprayitno, Dede; Hirzia, Atrasina; Salsabila, Anindya Rasya; Rosalia Rumfabe, Berlian
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i3.21006

Abstract

Background: Opini publik berperan penting dalam demokrasi karena membentuk persepsi masyarakat terhadap isu politik dan kebijakan. Media massa memengaruhi opini publik melalui framing dan agenda setting, sehingga masyarakat sering kesulitan membedakan fakta dan opini. Kegiatan ini bertujuan menyusun serta mensosialisasikan modul literasi media-politik bagi anggota Koperasi Bingkai Perubahan Nusantara pada Pemilu 2024. Metode: Program dilakukan melalui tiga tahap yakni, penyuluhan konsep dasar opini publik, pelatihan analisis berita untuk memisahkan fakta dan opini, serta diskusi reflektif guna menumbuhkan sikap kritis. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, pre-test, dan ­dengan analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif sederhana. Hasil: Pemahaman peserta meningkat signifikan; jawaban benar tentang opini publik naik dari 33,3% menjadi 86,7%, sedangkan kesadaran bahaya hoaks meningkat dari 46,7% menjadi 90%. Kesimpulan: Modul terbukti efektif memperkuat literasi politik komunitas secara berkelanjutan.
Strengthening Pancasila-Based Digital Ethics Among Gen Z: A Community Service Program in SMA Negeri 34 Jakarta Hartanto; Suprayitno, Dede; Wardani, Ayu; Hayati, Kumala
Warta Pengabdian Andalas Vol 33 No 1 (2026)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jwa.33.1.56-66.2026

Abstract

As Indonesia’s foundational ideology, Pancasila faces considerable challenges in the digital age, particularly among Generation Z, who, as digital natives, often struggle to embody its values in online interactions. This study examines both the comprehension and application of Pancasila values among students at SMA Negeri 34 Jakarta, while evaluating the effectiveness of a community service program aimed at reinforcing digital ethics through a Pancasila-based framework. Namely by using the quasi-experimental one group pre-post design method. The program adopted an interactive pedagogical approach, integrating real-world case analyses and digital challenges to reconceptualize Pancasila from an abstract normative ideal into a practical moral compass. Empirical findings reveal that prior to the intervention, students demonstrated a limited grasp of Pancasila’s principles, reflected in an average pre-test score of 5.1 out of 10. Following participation in the program, the average post-test score rose significantly to 8.9 out of 10, representing a 74.5% improvement. This substantial increase highlights the efficacy of contextual and practice-oriented methodologies in bridging the gap between ideological principles and behavioral practices. The findings affirm the enduring relevance of Pancasila as a moral framework for Generation Z within digital environments, while offering a replicable model for the integration of Pancasila-based character education in secondary schools across Indonesia. However, this study has causal limitations, as it only measured student outcomes in urban areas and public schools. Different outcomes may be found in rural or religious schools.