Articles
Kampanye Partai Nasdem Pasca Deklarasi Anies Baswedan di Instagram
Yuliandri, Putrawan
PRoMEDIA Vol 9, No 1 (2023): PROMEDIA
Publisher : UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52447/promedia.v9i1.6823
Penelitian ini berusaha mendeskripsikan bagaimana penggunaan Instagram oleh Partai Nasdem sebagai salah satu instrumen kampanye politik yang strategis dalam menghadapi Pemilu 2024. Dengan menggunakan analisis isi kuantitatif deskriptif, penelitian ini berhasil menemukan bahwa Instagram telah dimanfaatkan oleh Partai NasDem sebagai saluran strategis kampanye politik digital. Bentuk kampanye politik yang dilakukan dengan dua cara, pertama mobilisasi tidak langsung kepada khalayak digital dengan menonjolkan pernyataan-pernyataan politik yang dominan. Kedua, melakukan personalisasi kandidat interal maupun figur politik yang diusung (Anies Baswedan) dengan memunculkan elemen-elemen visual (kolase foto dengan tambahan teks) yang artistik untuk menarik perhatian khalayak digital dalam rangka membangun opini yang positif.
The Effort of the Election Supervisory Agency (Bawaslu RI) in Preventing Black Campaign on Digital Media During the 2019 Election
Anwar Ilmar;
Bahirah, Hilda Indah;
Rahmawati, Restu;
Yuliandri, Putrawan
EKSPRESI DAN PERSEPSI : JURNAL ILMU KOMUNIKASI Vol 7 No 1 (2024): January
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33822/jep.v7i1.7231
This research is motivated by the black campaign phenomenon that has occurred since the 2014 eletion and the 2017 DKI regional election, and has become increasingly widespread in the 2019 election. Bawaslu is a state institution that has the duty to monitoring the implementation of the campaign which is often filled with black campaign practices. In its implementation, Bawaslu often has difficulty to prevent the spread of black campaigns on social media. This research aims to see what makes Bawaslu unable to be optimal in preventing black campaigns on social media. This research uses a qualitative approach and the type of research used is descriptive-analytical. The concepts used are participatory supervision strategies and Michel Foucault's theory of power and knowledge. This research uses data collection techniques through interviews and literature studies in the form of books, news, and previous research journals that are relevant to this research. The results of the research show that there are determinant factors that make Bawaslu not optimal in preventing and supervising black campaigns on social media, such as the weak participatory supervision strategies made by Bawaslu. There is a power relationship that occurs between Bawaslu, social media and hoax. Because the presence and spread of hoax on social media is still stronger than the prevention efforts carried out by Bawaslu. This is because social media platforms have community standards which limit the movement and supervision of Bawaslu in dealing with hoax issues.
PENDIDIKAN POLITIK BAGI PEMUDA SEBAGAI HAK PEMENUHAN DEMOKRASI KECAMATAN ALALAK, BARITO KUALA
Abdurrohim, Muhammad;
Tayibnapis, Radita Gora;
Indrawan, Jerry;
Yuliandri, Putrawan;
Ekalia, Ermita;
Ayu, Andina Mustika
ABDI KAMI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 2 (2023): (Oktober 2023)
Publisher : LPPM Institut Agama Islam (IAI) Ibrahimy Genteng Banyuwangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.69552/abdi_kami.v6i2.1889
Community service activities with the theme of political education targeting youth in Handil Bakti Urban Village as target groups in the form of socialization. This service activity is included in the direct political socialization theme like the development of Indonesia politics, media and politics and political communication because the evolution of Indonesian political campaign nowadays. Survey and socialising are the two steps of this service's implementation. The survey was conducted to learn more about the target group's perceptions of political engagement, and the socialisation process sought to improve political literacy and raise awareness of young people's responsibilities as citizens. Because political engagement is one of the key indicators of democracy and is crucial to renewing a nation's democratic spirit, the goal of this political education is to increase both the quantity and quality of involvement in the election cycle.
Pendidikan Politik Bagi Pemilih Pemula
Indrawan, Jerry;
Yuliandri, Putrawan
Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2023): Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33369/jurnalinovasi.v4i1.29172
Program pengabdian masyarakat dalam artikel ini memberikan sosialisasi tentang pendidikan politik, khususnya partisipasi politik dan politik siber, menjelang diselenggarakannya Pemilhan Umum tahun 2024. Pemilihan SMAN 66 Jakarta Pusat adalah karena tingginya tingkat pemilih pemula pada saat Pemilu 2024, sehingga tim merasa perlu unutk memberikan sosialisasi tentang pendidikan politik kepada para pemilih pemula yang banyak ditemui duduk di bangku Sekolah Menengah Atas. Kami ingin siswa SMAN 66 sadar dan memiliki pengetahuan yang memadai berhubungan dengan persiapan menghadapi Pemilu 2024 mendatang. Target luaran yang kami harapkan sebagai pihak penyelenggara dan mitra kerjasama adalah pemahaman siswa SMAN 66 yang bisa didapatkan dari sosialisasi yang kami berikan. Dengan mengikuti sosialisasi ini nantinya kami harapkan siswa mampu memberikan pemahaman terkait materi yang disampaikan kepada teman sebaya ataupun orang-orang yang berada di luar lingkungan sekolah
A Model for Developing Political Training Curriculum for Political Parties in Indonesia
Azhar, Khairil;
Yuliandri, Putrawan;
Hartanto, H;
Indrawan, Jerry
Politika: Jurnal Ilmu Politik Vol 15, No 2 (2024)
Publisher : Magister Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14710/politika.15.2.2024.161-179
This paper presents a model for developing a political training curriculum within the context of a political party in Indonesia. It underscores the importance of incorporating institutional values, system enhancement, autonomy in decision-making, and public interaction within the party. As stipulated in Indonesia’s constitution, there are two possible focuses depending on the subjects of such training either the party's administrators and cadres or the general public or community. The paper highlights the need for different teaching strategies and content, depending on the target audience, and emphasizes the necessity for both formative and summative evaluations to ensure the curriculum's ongoing relevance and effectiveness. Ultimately, it provides a blueprint for political parties to create effective, relevant political education programs, tailored to their unique objectives and the needs of their constituents.
SOSIALISASI PENDIDIKAN POLITIK UNTUK WARGA HANDIL BAKTI, BARITO KUALA
Indrawan, Jerry;
Yuliandri, Putrawan;
Hartanto, Hartanto
SUBSERVE: Community Service and Empowerment Journal Vol. 3 No. 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Prime Identity Publisher
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36728/scsej.v3i1.55
Pasca Pemilihan Umum Serentak tahun 2024, masyarakat Indonesia nampaknya masih membutuhkan banyak pengetahuan mengenai politik. Ketidaktahuan masyarakat tentang politik ditambah banyaknya berita bohong yang ada di sosial media membuat masyarakat yang harusnya paham politik, justru menjadi buta politik. Padahal, setiap warga negara di Indonesia diwajibkan untuk memberikan hak pilihnya dalam setiap pemilihan umum yang diselenggarakan. Untuk itu, kami selaku pengajar ilmu sosial dan ilmu politik di UPN Veteran Jakarta mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat berupa sosialisasi pendidikan politik bagi warga Handil Bakti, Barito Kuala, agar mereka menjadi melek politik dan dapat terlibat secara aktif dalam kontestasi demokrasi di negara ini
Sosialisasi Birokrasi Digital dan Keamanan Siber di Era Masyarakat Digital 5.0 Bagi Warga di Kelurahan Pangkalan Jati, Kota Depok
Aji, M. Prakoso;
Subakdi, Subakdi;
Yuliandri, Putrawan
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31949/jb.v6i1.12608
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) mengenai Sosialisasi Birokrasi Digital dan Keamanan Siber di Era Masyarakat Digital 5.0 merupakan hal yang esensial di tengah perkembangan teknologi informasi yang begitu masif di masyarakat. Kegiatan sosialisasi ini ingin memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai penyelenggaran birokrasi yang saat ini sudah memiliki berbagai inovasi di ruang digital sehingga menjadi penting juga untuk menyadari pentingnya keamanan siber dalam mengoptimalkan peran birokrasi digital. Aktifitas pengabdian masyarakat ini ditujukan secara khusus kepada warga yang bertempat tinggal di lingkungan Kelurahan Pangkalan Jati, Kota Depok. Kegiatan ini memiliki tujuan untuk menjelaskan kepada masyarakat agar dapat memahami urgensi dari birokrasi digital dan keamanan siber. Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini diselenggarakan secara tatap muka yang menggunakan Ruang Serbaguna Kelurahan Pangkalan Jati sebagai tempat acara sosialisasi. Peserta yang menghadiri acara ini sejumlah 30 orang yang sebagian besar merupakan tokoh masyarakat, Ketua RW, Ketua RT, perwakilan PKK, hingga para remaja yang menjadi bagian dari masyarakat di wilayah tersebut. Dalam kegiatan sosialisasi ini dipaparkan materi tentang birokrasi digital dan keamanan siber, karakteristik masyarakat digital, hingga tantangan dan hambatan ke depan. Berdasarkan kegiatan ini, dapat disimpulkan bahwa sosialisasi ini perlu diagendakan dengan rutin untuk mengoptimalkan pemahaman warga
ANALISIS PESAN KAMPANYE POLITIK UYA KUYA DI SOSIAL MEDIA INSTAGRAM DALAM RANGKA PEMENANGAN PEMILU LEGISLATIF 2024
Haryanto, Tiara Julianti;
Alena, Kayla Putri;
Hadinugroho, Dwi Septian;
Yuliandri, Putrawan
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 4 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.6578/triwikrama.v6i4.8894
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pesan kampanye politik yang disampaikan oleh Uya Kuya melalui media sosial dalam rangka memenangkan Pemilu Legislatif. Media sosial telah menjadi platform penting dalam komunikasi politik modern, memungkinkan calon legislatif untuk menjangkau pemilih secara langsung dan efektif. Kajian ini menggunakan pendekatan tinjauan literatur untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi strategi komunikasi yang digunakan Uya Kuya, termasuk pemilihan konten, penggunaan narasi, serta dampak interaksi dengan audiens di media sosial. Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan media sosial tidak hanya memperkuat citra personal, tetapi juga memperluas jangkauan pesan politik secara lebih interaktif dan tersegmentasi. Temuan ini menyoroti pentingnya media sosial sebagai alat strategis dalam kampanye politik modern dan implikasinya bagi keberhasilan pemenangan Pemilu Legislatif.
Kebijakan Keamanan Siber dan Kedaulatan Data: Suatu Kunci Dalam Mewujudkan Digitalisasi Pemilu di Indonesia
Suprayitno, Dede;
Indrawan, Jerry;
Hartanto, Hartanto;
Yuliandri, Putrawan
Kolaborasi : Jurnal Administrasi Publik Vol 10, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Department of Public Administration, Muhammadiyah University of Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26618/kjap.v10i1.11782
Technological advances require Indonesia to transform. In elections, technological advances seem to demand promising changes. Indonesia has also implemented digitalization of elections in stages, starting with the Voter Data Information System (SIDALIH) and the Vote Counting System (SITUNG). This study is peeled through a qualitative approach with a descriptive method. This technique is used to parse research topics and create descriptions in a systematic, factual and accurate manner based on literary sources. The results of the study state that Indonesia has started digitizing elections and has made developments from time to time. The digitization of elections is also an urgent need to improve the quality of democracy in the country and economic efficiency. To support this, it is necessary to strengthen the digitization of elections. Among them are strong cyber security policy regulations to support data sovereignty, strengthening information technology infrastructure that is evenly distributed and the readiness of human resources which is realized by increasing digital literacy.
Mengungkap Narasi Perlawanan Islam: Analisis Wacana Kritis Lirik Lagu Purgatory ‘U.S Sanctimonious’ terhadap Hegemoni Barat
Yuliandri, Putrawan;
Aji, Muhammad Prakoso;
Suprayitno, Dede
PRoMEDIA Vol 11, No 1 (2025): PROMEDIA
Publisher : UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52447/promedia.v11i1.8268
Penelitian ini menganalisis narasi perlawanan Islam dalam lirik lagu ‘U.S Sanctimonious’ dari grup musik Purgatory menggunakan analisis wacana kritis Fairclough. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lirik lagu Purgatory membangun dan merepresentasikan ideologi resisten kelompok Muslim (mikro), berfungsi sebagai alat kontra–hegemoni terhadap dominasi budaya Barat (meso), dan merefleksikan ketegangan Islam-Barat dalam wacana Indonesia (makro). Penelitian ini memberikan kontribusi pada pemahaman hibriditas dan politik identitas dalam musik metal Indonesia sebagai bentuk paradoks globalisasi.