Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pelatihan Perhitungan Pajak Penghasilan Pasal 21 dan Penyusunan laporan keuangan yang seuai dengan PSAK Terbaru Karang Taruna Balekambang Jakarta Timur Supandi, Agus; Lestari, Witri; Ningsih, Rita; Johan, Ria Susanti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI) Vol. 1 No. 2 (2023): Desember
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jpmi.v1i2.222

Abstract

Pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta terkait perhitungan pajak penghasilan Pasal 21 dan penyusunan laporan keuangan sesuai dengan PSAK terbaru. Peserta pelatihan telah berhasil meningkatkan pengetahuan mereka tentang peraturan perpajakan terkait Pasal 21, termasuk pemahaman mendalam tentang tarif pajak, potongan, dan perubahan terbaru dalam kebijakan perpajakan. Selain itu, peserta juga mampu menerapkan prinsip-prinsip PSAK terbaru dalam praktiknya, terutama dalam konteks organisasi Karang Taruna Balekambang Jakarta Timur. Mereka dapat mengidentifikasi dan mengelola aspek-aspek kunci dalam penyusunan laporan keuangan, seperti pengakuan pendapatan, penilaian aset, dan kewajiban, sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku. Melalui evaluasi dan umpan balik yang berkelanjutan, peserta dapat terus mengembangkan keterampilan mereka, sementara rencana pengembangan selanjutnya telah diidentifikasi untuk memastikan pemeliharaan dan peningkatan pengetahuan di masa depan. Pelatihan ini diharapkan memberikan dampak positif dan berkelanjutan pada kemampuan manajerial dan keuangan organisasi, serta memberikan landasan yang kokoh untuk keberlanjutan pertumbuhan dan keberlanjutan Karang Taruna Balekambang Jakarta Timur.
Peran Penggunaan Bank Digital dan Digital Marketing Dalam Meningkatkan Penjualan UMKM (Studi kasus UMKM di Serang Banten) Septariani, Desy; Widiyarini, Widiyarini; Asikin, Iin; Johan, Ria Susanti; Amalia, Riski
Jurnal Warta Dharmawangsa Vol 18, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/wdw.v18i2.4468

Abstract

Pengaruh Pajak dan Inflasi terhadap Daya Beli Masyarakat di Pulau Jawa Periode 2014–2023 Supandi, Agus; Widiyarini, Widiyarini; Asikin, Iin; Septariani, Desy; Johan, Ria Susanti
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4178

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pajak dan inflasi terhadap daya beli masyarakat di Pulau Jawa pada periode 2014–2023 menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori dengan data panel 6 provinsi secara seimbang (balanced panel). Pajak diproksikan melalui indikator fiskal konsumsi dan pendapatan daerah, sementara inflasi menggunakan laju inflasi tahunan (%). Estimasi model dilakukan dengan metode Panel Least Squares (PLS) pada EViews 12, disertai pengujian asumsi klasik untuk memastikan validitas dan reliabilitas estimasi. Hasil regresi menunjukkan bahwa variabel pajak (koefisien −0,4864; p = 0,0000) dan inflasi (−3,4896; p = 0,0000) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap daya beli, menegaskan bahwa kenaikan beban pajak menekan pendapatan siap konsumsi (disposable income contraction), sedangkan inflasi mengikis nilai riil uang melalui kenaikan harga kebutuhan dasar. Model memiliki daya jelas sangat tinggi (R² = 0,9702; Adj. R² = 0,9680) dengan error regresi rendah (Root MSE 2,30). Residual model lolos uji normalitas (Jarque-Bera p = 0,2871 > 0,05), bebas heteroskedastisitas (Likelihood Ratio p = 0,1252 > 0,05), serta minim korelasi antar-independen (−0,1352 < 0,80) yang mengonfirmasi tidak terdapat multikolinearitas. Nilai Durbin-Watson 1,9067 ≈ 2 menunjukkan tidak ada autokorelasi serius, sehingga model memenuhi prinsip BLUE dalam kerangka panel klasik. Temuan riset relevan bagi kawasan Jawa sebagai barometer konsumsi nasional, menegaskan urgensi kebijakan fiskal yang tidak kontraktif dan pengendalian inflasi yang pro-daya beli untuk menjaga kekuatan konsumsi publik sebagai fondasi permintaan dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.