Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

PENGARUH ELECTRONIC WORD OF MOUTH (E-WOM) DAN INFLUENCER MARKETING TERHADAP PERILAKU PEMBELIAN KONSUMEN BERKAITAN DENGAN PRODUK MENANTEA (ANALISIS KONTEN AKUN INSTAGRAM @MENANTEA TOKO) Orlando, Figo Salius Hadi; Fajarini, Sri Dwi
Jurnal MADIA (Jurnal Humas dan Media Kontemporer) Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Humas dan Media Kontemporer (MADIA)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/madia.v5i1.7876

Abstract

Penelitian ini meneliti dampak dari Electronic Word of Mouth (E-WOM) dan Influencer Marketing pada perilaku pembelian konsumen yang terkait dengan produk Menantee. Menggunakan metodologi penelitian kuantitatif,, penelitian ini mengumpulkan data terstruktur melalui survei dari demografis yang representatif. Populasi yang diminati terdiri dari pengikut profil Instagram resmi Menantee, @menantea shop, yang membanggakan pengikut 535.000 orang. Untuk mengamankan ukuran sampel yang memadai, 100 responden dipilih menggunakan rumus Slovin, pendekatan yang diakui secara luas untuk memastikan ukuran sampel yang tepat. Akuisisi data dilakukan melalui kuesioner menggunakan skala Likert, yang memungkinkan peserta untuk mengevaluasi berbagai pernyataan yang terkait dengan E-WOM dan Pemasaran Influencer. Variabel independen yang diidentifikasi dalam analisis ini adalah E-WOM (X1) dan Pemasaran Influencer (X2), Sebaliknya, variabel yang dipengaruhi adalah keputusan untuk membeli (Y). Data yang dikumpulkan menjadi sasaran analisis melalui metode regresi linier ganda yang difasilitasi oleh perangkat lunak IBM SPSS Statistic 27, sehingga memungkinkan peneliti untuk secara komprehensif mengeksplorasi interaksi antara variabel independen dan dependen. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa pemasaran dari mulut ke mulut elektronik (E-WOM) dan pemasaran influencer memberikan dampak besar pada perilaku pembelian konsumen yang terkait dengan produk Menantee. . Persamaan regresi yang diturunkan adalah Y = a + B1x1 + B2x2 + e, yang mengartikulasikan hubungan kuantitatif di antara variabel-variabel ini. Selain itu, koefisien determinasi (R Square) sebesar 98,7% menandakan bahwa E-WOM dan Influencer Marketing memperhitungkan variasi dalam keputusan pembelian hingga tingkat yang sangat tinggi. Hasil ini menggarisbawahi relevansi penting dari strategi pemasaran digital, terutama yang memanfaatkan E-WOM dan Pemasaran Influencer, dalam membentuk perilaku konsumen dan memfasilitasi keputusan pembelian. Keywords Electronic Word of Mouth (E-WOM), Influencer Marketing, Keputusan Pembelian, Perilaku Konsumen
ANALISIS FOTO JURNALISTIK SELEBRASI SEPAK BOLA PADA AKUN INSTAGRAM @TIMNASINDONESIA Amri, Abdillah Rahma; Fajarini, Sri Dwi
Jurnal MADIA (Jurnal Humas dan Media Kontemporer) Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Humas dan Media Kontemporer (MADIA)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/madia.v5i1.7877

Abstract

Sepak bola memiliki peran penting dalam membangun nasionalisme, tidak hanya sebagai olahraga, tetapi juga sebagai simbol kebersamaan dan identitas bangsa. Penelitian ini menganalisis foto jurnalistik selebrasi sepak bola dalam foto-foto yang diunggah di akun Instagram @TimnasIndonesia menggunakan metode semiotika Roland Barthes. Melalui analisis denotatif, konotatif, dan mitos, penelitian ini mengungkap bagaimana elemen visual seperti warna, gestur, simbol, dan narasi dalam foto dapat membentuk pemaknaan foto. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis semiotika Roland Barthes. Metode ini dipilih karena mampu mengungkap makna tersembunyi dalam foto-foto yang diunggah oleh akun Instagram @TimnasIndonesia, baik dari segi makna denotatif maupun konotatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa foto-foto yang diunggah tidak hanya merekam momen pertandingan, tetapi juga menjadi alat propaganda visual yang membangkitkan semangat kebangsaan. Foto-foto tersebut memperlihatkan makna kebersamaan, perjuangan, serta kemenangan sebagai cerminan dari identitas nasional. Studi ini berkontribusi dalam memahami bagaimana media sosial berperan dalam membentuk nasionalisme digital di era modern. Keywords Semiotika, Sepak Bola,Instagram, Fotografi
ANALISIS SEMIOTIKA MAKNA CINTA DALAM LIRIK LAGU ‘AKAD’ KARYA PAYUNG TEDUH Ferdyan, Ahmad; Fajarini, Sri Dwi
Jurnal MADIA (Jurnal Humas dan Media Kontemporer) Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Humas dan Media Kontemporer (MADIA)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/madia.v5i1.7878

Abstract

Musik adalah ekspresi seni universal yang tidak terpaku sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media untuk menyatakan gagasan, emosi, dan nilai sosial. Lirik lagu berperan penting dalam merefleksikan aspek budaya dan emosional kehidupan. Lagu “Akad” menarik perhatian karena mengangkat tema cinta dan komitmen dalam pernikahan. Studi ini menerapkan pendekatan kualitatif deskriptif dengan memanfaatkan analisis semiotika sebagai teknik penelitiannya. Dengan menggunakan kerangka semiotika yang dikembangkan Ferdinand De Saussure, peneliti berupaya mengungkap dan mengidentifikasi berbagai makna yang lain di balik lirik lagu yang menjadi objek kajian. Hasil penelitian memperlihatkan bahwasannya lirik lagu “Akad” membentuk makna melalui hubungan antara penanda dan petanda dalam sistem bahasa. Lagu ini mengekspresikan cinta yang tulus, kesiapan untuk berkomitmen, serta sikap terbuka dalam menghadapi berbagai kemungkinan dalam hubungan. Struktur tanda dalam lirik ini juga menunjukkan bagaimana makna diciptakan melalui sistem bahasa yang saling berkaitan, baik secara paradigmatik maupun sintagmatik. Keywords Representasi Cinta, Lirik Lagu, Akad, Semiotika
MEME KOMUNIKASI POLITIK ATAS GIBRAN RAKABUMING RAKA DI MEDIA SOSIAL X : (Studi pada akun X @nepo_baby) Baharudin, Usuf; Fajarini, Sri Dwi
Jurnal MADIA (Jurnal Humas dan Media Kontemporer) Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Humas dan Media Kontemporer (MADIA)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/madia.v5i1.7934

Abstract

Investigasi ilmiah ini berpusat pada pemeriksaan semiotik meme Gibran Rakabuming Raka yang lazim di platform media sosial X. Dengan menggunakan metodologi kualitatif, penelitian ini berusaha untuk menjelaskan cara meme-meme ini beroperasi sebagai instrumen kritik sosial dan politik. Temuan penyelidikan menunjukkan bahwa meme ini berfungsi tidak hanya sebagai sumber hiburan tetapi juga sebagai kendaraan untuk mengartikulasikan ketidakpuasan publik mengenai kandidat wakil presiden 2024. Analisis dilakukan melalui identifikasi komponen visual dan tekstual dalam meme, di samping konteks sosiokultural yang menyelimuti mereka. Hasilnya mengungkapkan bahwa meme Gibran merangkum spektrum perspektif masyarakat, mulai dari dukungan hingga celaan tajam. Tiga kategori sarkasme yang digambarkan — kepahitan, celaan pahit, dan luka menggambarkan cara-cara di mana penduduk menyampaikan ketidakpuasannya dengan lanskap politik yang berlaku. Wahyu ini menegaskan kembali pentingnya meme sebagai mekanisme komunikasi politik, yang mampu memupuk wacana publik. Selain itu, penelitian ini menekankan fungsi media sosial dalam mempercepat transmisi informasi dan mempengaruhi sentimen publik, yang semakin relevan mengingat pemilihan yang akan datang. Akibatnya, penelitian ini diantisipasi untuk berfungsi sebagai referensi dasar untuk penyelidikan selanjutnya ke dalam fenomena meme dalam bidang komunikasi politik
PRESENTASI BUDAYA PATRIARKI DALAM DRAMA KOREA “WHEN LIFE GIVES YOU TANGERINES” Kurnia Fadhillah, Sarrah; KN , Jamiati; Kardiati, Depita; Fajarini, Sri Dwi
Jurnal Sarjana Ilmu Komunikasi (J-SIKOM) Vol 6 No 1 (2025): Vol.6 No.1 Mei 2025
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jsikom.v6i1.8141

Abstract

Abstract. Korean dramas, as a form of popular cultural product, play a significant role in representing social and cultural values, including gender constructions rooted in patriarchal systems. This study aims to examine how patriarchal culture is represented in the Korean drama When Life Gives You Tangerines using a descriptive qualitative approach and Roland Barthes’ semiotic analysis method. The drama is analyzed as a cultural text rich in meaning, where symbols, narratives, and characters reflect patriarchal ideologies. The findings reveal that the drama reinforces patriarchal myths, such as gender role division, educational discrimination, and social legitimacy of gender inequality, as well as the reinforcement of traditional values that position women in subordinate roles. This representation demonstrates that popular media like Korean dramas play a major role in reproducing patriarchal ideology through seemingly natural cultural portrayals. Keywords: Korean drama, patriarchy, semiotics, When Life Gives You Tangerines, representation
NILAI BUDAYA DALAM BAIT PERTAMA LIRIK LAGU “BULAN TABOT” KARYA FIRDAUS BURHAN Soeseno, Bima; Fajarini, Sri Dwi
Jurnal Sarjana Ilmu Komunikasi (J-SIKOM) Vol 6 No 1 (2025): Vol.6 No.1 Mei 2025
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jsikom.v6i1.8186

Abstract

“Nilai budaya dalam bait pertama pada lirik lagu “Bulan tabot” karya firdaus burhan” ini adalah hasil dari penelitian yang bertujuan adalah untuk mengeksplorasi nilai budaya yang terkandung dalam lirik lagu "Bulan Tabot" karya Firdaus Burhan. Penelitian ini menggunakan Teori Semiotika Ferdinand de Saussure untuk memahami tanda dan makna yang terdapat di lirik lagu tersebut melalui pendekatan sintagmatik dan paradigmatik. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif, di mana data dikumpulkan menggunakan teknik observasi non-partisipan dan Dokumentasi. Hasil penelitian dari penelitian ini, pada lagu Bulan tabut. Hasil dari penelitian ini ialah ditemukan nilai budaya yang terkandung pada lirik lagu “Bulan Tabot” dari karya budayawan asal Bengkulu yaitu Firdaus Burhan. Dari lirik ini beberapa bait diteliliti dan sesuai dengan nilai budaya yang terdiri dari 3 hubungan manusia dengan tuhan, alam, orang lain, dan masyarakat yang dilihat dari nilai budaya yang menonjol dari masing – masing hubungan. Dengan penelahaan semiotika ditemukan bait pertama di lirik lagu Bulan tabot ada nya nilai budaya dalam semiotika Ferdinand de Saussure seperti, sintagmatik pada lirik lagu ini penanda & petanda yang menunjukan bentuk budaya yang terlihat dalam lirik ini. Paradigmatik pada lirik ini hubungan lirik tersebut dari nilai budaya. Dan tujuan penelitian menemukan nilai - nilai budaya dari lirik lagu tersebut. KeywordsSemiotika, Lirik lagu, Nilai budaya, Bulan Tabot
PERAN ALGORITMA MEDIA SOSIAL DALAM MEMBENTUK FILTER BUBBLE DAN ECHO CHAMBER DI KALANGAN MILENIAL DAN GEN Z KOTA BENGKULU Fajarini, Sri Dwi; Yuliani, Fitria; Kurniawati, Juliana
Jurnal Sarjana Ilmu Komunikasi (J-SIKOM) Vol 6 No 1 (2025): Vol.6 No.1 Mei 2025
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jsikom.v6i1.8456

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran algoritma media sosial dalam membentuk filter bubble dan echo chamber di kalangan generasi milenial dan Gen Z di Kota Bengkulu. Dengan menggunakan pendekatan campuran (mixed methods), penelitian ini menggabungkan survei kuantitatif, analisis jaringan sosial, serta wawancara mendalam untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai bagaimana algoritma media sosial memengaruhi pola konsumsi informasi dan interaksi sosial pengguna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa algoritma berperan penting dalam menyajikan konten yang sesuai dengan preferensi pengguna, sehingga memperkuat bias konfirmasi, membatasi keragaman informasi, dan mendorong terbentuknya lingkungan digital yang homogen. Fenomena ini tidak hanya membentuk pola pikir yang tertutup terhadap perspektif lain, tetapi juga berpotensi memperburuk polarisasi sosial dan sikap intoleran di masyarakat. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan literasi digital serta pengembangan algoritma yang lebih inklusif untuk menciptakan ekosistem informasi yang lebih sehat dan terbuka Kata Kunci: Algoritma media sosial, filter bubble, echo chamber, milenial, Gen Z
Optimalisasi Kemampuan Desain Grafis Remaja Dengan Pelatihan Aplikasi Canva di SMAN 01 Bengkulu Tengah Fajarini, Sri Dwi; Adriadi, Rekho; Razika, Lucky
Abdimas Awang Long Vol. 8 No. 2 (2025): Juni, Abdimas Awang Long
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Awang Long

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56301/awal.v8i2.1652

Abstract

Di era digital saat ini, remaja dituntut tidak hanya menjadi pengguna media, tetapi juga mampu menciptakan konten visual yang menarik dan bermakna. Salah satu alat yang dapat mendukung kemampuan tersebut adalah aplikasi Canva yang praktis dan mudah digunakan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan di SMAN 01 Bengkulu Tengah dengan tujuan membekali siswa keterampilan dasar desain melalui pelatihan grafis Canva. Program berlangsung dalam tiga sesi yang meliputi diskusi interaktif, pemaparan langsung, latihan mandiri, hingga evaluasi hasil karya peserta. Para siswa belajar mulai dari membuat akun, mengenal fitur Canva, hingga menghasilkan desain seperti poster dan infografis. Hasilnya, siswa menunjukkan perkembangan yang menggembirakan dalam kemampuan mengolah visual serta rasa percaya diri dalam menuangkan ide kreatif secara digital. Kegiatan ini tidak hanya memperkaya keterampilan teknis siswa, tetapi juga memberikan inspirasi bahwa teknologi bisa menjadi ruang ekspresi yang positif. Pelatihan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat literasi digital di kalangan pelajar dan dapat diterapkan di lingkungan pendidikan lainnya.
Maskulinitas dan Peran Ayah dalam Film ‘KAKA BOSS’: Kajian Representasi Media Sugitha, Dhea Moufdi; Fajarini, Sri Dwi
ARKANA: Jurnal Komunikasi dan Media Vol 4 No 01 (2025): Media dan Komunikasi Indonesia
Publisher : Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam Universitas Sains Al-Qur'an Jawa Tengah di Wonosobo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62022/arkana.v4i01.9892

Abstract

This study aims to examine the representation of masculinity and fatherhood in the film “Kaka Boss” through a media representation analysis approach. As a product of popular culture, film functions not only as entertainment but also as a symbolic space that shapes, reproduces, and even challenges social norms, including constructions of masculinity. Using a qualitative approach and semiotic analysis method, this research identifies how the father figure is portrayed in terms of power relations, emotional expression, and domestic roles. The analysis reveals that the film presents a father figure whose masculinity is not entirely traditional, yet still does not fully transcend gender stereotypes. This representation highlights the complexity of fatherhood amid expectations to be firm, hardworking, yet also gentle and caring. The study affirms that media plays a vital role in redefining masculinity in the modern era.
Analisis Semiotika Atas Makna Kesedihan Dalam Lagu “Bunga Terakhir” Akbar, Mulyono; Fajarini, Sri Dwi
ARKANA: Jurnal Komunikasi dan Media Vol 4 No 01 (2025): Media dan Komunikasi Indonesia
Publisher : Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam Universitas Sains Al-Qur'an Jawa Tengah di Wonosobo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62022/arkana.v4i01.9894

Abstract

This study aims to analyze the meaning of sadness in the lyrics of the song "Bunga Terakhir" by Bebi Romeo using Ferdinand de Saussure's semiotic approach. The research problem raised is how the meaning of sadness is represented through signs in the lyrics, both syntagmatically and paradigmatically. This research uses a qualitative descriptive method with documentation and observation as data collection techniques. The lyrics are analyzed using Saussure's semiotic structure: syntagmatic relationships (the arrangement of words in the text) and paradigmatic relationships (word choices within possible alternatives). The results show that sadness in this song is not expressed explicitly, but symbolically through the phrase “bunga terakhir” (the last flower), poetic diction, and a structured emotional narrative. Love is depicted as beautiful but must be released sincerely, leaving memories as the eternal space where that love continues to exist. Sadness arises not from rejection, but from the inability to hold on—while still choosing to give and remember.