Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

MENELISIK KONSEP PENDIDIKAN ISLAM MULTIKULTURAL MELALUI POTRET SIRAH NABAWIYAH Agustina, Mardhiya; Fatimah, Siti
FIKRUNA: Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Kemasyarakatan Vol 6 No 2 (2024): FIKRUNA : JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN DAN KEMASYARAKATAN
Publisher : STIT Ibnu Rusyd Tanah Grogot

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56489/fik.v7i2.148

Abstract

Indonesia sebagai negara majemuk dengan keberagaman suku, agama, ras dan budaya memiliki kemiripan dengan kondisi yang dihadapi Rasulullah SAW saat berdakwah di tanah Arab. Penelusuran melalui sirah nabawiyah terkait konsep pendidikan multikultural yang telah beliau terapkan merupakan hal yang urgen jika melihat kondisi saat ini dimana perlu adanya eksplorasi lebih dalam tentang konsep ideal pendidikan Islam multikultural bagi dunia pendidikan Indonesia demi mecegah perpecahan dan menjaga kesatuan dalam kemajemukan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan dengan mengumpulkan data dari kitab sirah nabawiyah karya Syeikh Shafiyurrahman Al-Mubarakfuri, kemudian menganilis dan menyimpulkannya. Penelitian ini menemukan 3 konsep pendidikan Islam multikultural ala Rasulullah SAW., yaitu: (1) konsep toleransi beragama, yang meliputi: toleransi hidup berdampingan, saling menyayangi, menciptakan aturan yang tidak memihak, mencintai dan menghormati di dalam perbedaan; (2) konsep kesamaan, yang meliputi: persamaan derajat, hak asasi, solidaritas; (3) konsep keadilan, yang meliputi: melaksanakan hak dan kewajiban, merawat keseimbangan antara hak dan kewajiban, membela keadilan. Konsep ini dapat dijadikan acuan dalam pengimplementasian pendidikan Islam multikultural.
UNIVERSALITAS ISLAM: MELURUSKAN PANDANGAN BIFURKASI ANTAR ILMU Hasanah, Noor; Agustina, Mardhiya
TASHWIR Vol. 10 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jt.v10i2.7511

Abstract

ABSTRACTThe classification of knowledge is not intended as a bifurcation between general science and religious science. Bifurcation can lead to the misconception that non-religious science is separate from Islam. Whereas in the Islamic intellectual tradition, harmonious unity between science is always maintained. Science is a single entity because the source of all knowledge is the One (al-ahad). The meaning is the concept of science in Islam boils down to the concept of monotheism. Science must be able to bring people closer to the Creator, acknowledge His greatness, encourage people to do good deeds, transform people to be authoritative and respected and be able to offer solutions to crises. So, studying a science does not mean leaving a study of other sciences. This is what is meant by the holistic integration of science. This research is a qualitative research with library method. The focus of this research is to reread the basic principles of science, trace their roots and prove their integration.  Keywords: Universality of Islam, Bifurcation, SciencesABSTRAKKlasifikasi ilmu pengetahuan bukan dimaksudkan sebagai bifurkasi antara ilmu umum dan ilmu agama. Bifurkasi dapat memunculkan kesalahan konsepsi bahwa ilmu non agama adalah terpisah dari Islam. Padahal dalam tradisi intelektual Islam, kesatuan yang harmonis antar ilmu senantiasa dijaga. Ilmu adalah kesatuan tunggal karena sumber dari segala ilmu adalah Yang Esa (al-ahad). Maknanya, konsep ilmu dalam Islam bermuara pada konsep tauhid. Ilmu harus dapat mendekatkan manusia kepada Sang Khalik, mengakui keagungan-Nya, mendorong manusia untuk melakukan amal shaleh, mentransformasikan umat menjadi berwibawa dan disegani serta mampu menawarkan solusi terhadap krisis. Sehingga, mempelajari suatu ilmu tidak berarti meninggalkan kajian atas ilmu yang lainnya. Inilah yang dimaksud dengan integrasi ilmu secara holistik. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode pustaka riset. Fokus penelitian ini adalah untuk membaca ulang prinsip dasar ilmu pengetahuan, melacak akar dan membuktikan keterpaduannya.  Kata Kunci: Universalitas Islam, Bifurkasi, Ilmu
Mengeksplorasi Konsep Pendidikan Anak dalam Keluarga Berdasarkan Sudut Pandang Tafsir Al-Misbah Agustina, Mardhiya; Luthfiah, Luthfiah
Al-Muhith: Jurnal Ilmu Qur'an dan Hadits Al-Muhith Vol. 3, No. 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/am.v3i2.4170

Abstract

Keluarga mempunyai fungsi penting bagi anak, terlebih dalam pembentukan karakter kepribadian dan penguatan pendidikan. Kurangnya pemahaman orang tua dalam mendidik anak bahkan dapat menyebabkan bullying oleh orang tua terhadap anak, terjadinya depresi pada anak, kekerasan fisik, kenakalan anak dan lain sebagainya. Kondisi yang memprihatinkan ini menuntut adanya penggalian konsep yang dapat dijadikan acuan dalam pendidikan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi konsep Al-Quran tentang pendidikan anak dalam keluarga berdasarkan penafsiran M. Quraish Shihab dalam kitab tafsir Al-Misbah. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan dengan pendekatan tafsir maudhu’i. Berdasarkan hasil eksplorasi, ditemukan 3 konsep utama dan 20 konsep turunannya: Pertama, konsep tarbiyah (pengasuhan dan pemeliharaan) yang terdapat pada Qs. Al-Isra ayat 24 dan Qs. As-Syu’ara ayat 18 meliputi: mengajarkan kasih-sayang, mendidik/ memelihara, mengasuh. Kedua, konsep ta’lim (pengajaran) yang terdapat pada Qs. An-Nahl ayat 78, Qs. Al-Alaq ayat 1-5, dan Qs. Luqman ayat 13 dan 17 meliputi: mengajarkan pendengaran, penglihatan dan hati, mengajarkan syukur, membaca, penggunaan nama Tuhan, mengajarkan sikap pemurah, penggunaan media ajar, menasehati, penggunaan panggilan sayang, mengajarkan tauhid, mengajarkan sholat, mengajarkan amar ma’ruf nahi munkar, mengajarkan kesabaran. Ketiga, konsep ta’dib (Mendisiplinkan akhlak dan budi pekerti) yang terdapat pada Qs. Luqman ayat 18 dan 19 meliputi: melarang bersikap sombong, melarang bersikap angkuh, melarang bersikap sombong dan bangga diri, mengajarkan kesederhanaan, mengajarkan adab berbicara. Konsep ini dapat dijadikan referensi bagi orang tua maupun pendidik dalam melaksanakan proses mendidik anak.
BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM PENDIDIKAN ISLAM Husin, Husin; Agustina, Mardhiya
FIKRUNA Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Kemasyarakatan Vol 1 No 1 (2019): FIKRUNA : JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN DAN KEMASYARAKATAN
Publisher : STIT Ibnu Rusyd Tanah Grogot

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.328 KB) | DOI: 10.56489/fik.v1i1.2

Abstract

Tujuan paling penting dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi bagaimana bentuk dan peran apa yang bisa dilakukan oleh orang-orang yang terlibat dalam kegiatan bimbingan dan konseling. Jenis penelitian yang diambil peneliti adalah library research atau studi pustaka yang kemudian dianalisis menggunakan content analysis guna mengungkapkan makna bimbingan konseling secara Islami. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa bimbingan konseling bisa saja juga menggunakan pendekatan langkah-langkah takhalli, tahalli dan tajalli yang sering digunakan dalam dunia tasawuf. Tujuan paling akhir dari bimbingan konseling yang dilakukan dalam pendidikan Islam adalah agar tumbuh kesadaran yang mendalam terkait dengan keberadaannya sebagai hamba Allah yang eksistensinya bukan hanya sebagai ‘Abdullah melainkan juga sebagai khalifatullah yang nantinya akan dituntut pertanggung jawabannya.
TATHWÎR MAWÂD AL-MUTHÂLA’AH AL-MUTADARIJAH LI AL-TA’ALLUM AL-DZÂTÎ LI AL-THULLÂB AL-MUTAKHARIJÎN FI MADÂRIS ‘ÂMMAH Darmawaty, Ridha; Saidi, Ahmad; Muthmainnah, Inna; Agustina, Mardhiya
Arabiyat : Jurnal Pendidikan Bahasa Arab dan Kebahasaaraban Vol. 8 No. 1 (2021)
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University of Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/a.v8i1.15021

Abstract

The research employed a research and development method modified from Borg and Gall, consisting of needs assessment, design, and development. The research objectives were to portray the material of teaching Arabic written in class ten at Islamic senior high school and design a model of enrichment material graded and used independently for the students who graduated from public junior high schools. The study showed that the students who graduated from public junior high school and continued study to Islamic senior high school must be assisted by an enrichment material for their independent study because the existing material did not match their previous knowledge. In this research, a model of teaching material was designed based on three characteristics; first, readability is the main character of supporting teaching material. Secondly, grammar and daily culture made it easier to grab meaning and were thirdly graded and comprehensive. The teaching material was accompanied by audio material for listening, conversation, and reading to the substitute teacher when the student studied independently.
HIJAB: BETWEEN IDEOLOGY AND FASHION (Studi Ekspresi Religiusitas Masyarakat Banjar Pahuluan Melalui Hijab di Hulu Sungai Tengah Kalimantan Selatan) Agustina, Mardhiya; Jannah, Miftahul
TARBIYAH DARUSSALAM: JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN DAN KEAGAMAAN Vol. 7 No. 02 (2023): Tarbiyah Darussalam : Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Keagamaan
Publisher : Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/w6jzjf58

Abstract

Abstract Agama merupakan bagian terpenting dalam kehidupan manusia. Agama adalah keyakinan dan aturan yang diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam Islam salah satu ajaran pentingnya adalah kewajiban menutup aurat dengan hijab. Hijab bagi seorang Muslimah adalah merupakan simbol agama. Dan yang menarik, hijab juga menjadi tren fashion masa kini. Berdasarkan hal ini penelitian tentang ekspresi religiusitas melalui hijab menarik untuk dilakukan. Maka artikel ini akan mengidentifikasi bagaiman masyarakat Banjar Pahuluan Hulu Sungai Tengah Kalimantan Selatan mengekpresikan religiusitasnya melalui pemakaian hijab. Penelitian dilaksanakan melalui studi kasus menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara, pengamatan, dan dokumentasi. Dilaksanakan selama tiga bulan, Januari 2021-Maret 2022. Hasil penelitian ialah : (1) perbedaan internalisasi pengetahuan tentang hijab menyebabkan perbedaan dalam memahami hijab itu sendiri; (2) eksternalisasi pemahaman yang dimiliki tentang hijab terlihat dari bagaimana penggunaan hijab dalam kehidupan sehari-hari (3) simbolisasi penggunaan hijab tidak terlepas dari trend fashion yang berkembang di masyarakat Banjar sendiri maupun di dunia. Ini berarti bahwa masyarakat dalam mengekspresikan religiusitasnya melalui hijab tidak hanya dilandasi oleh pengetahuan dan kesadaran akan perintah agama, namun juga tidak terlepas dari genggaman kemajuan industri yang menjadikan hijab sebagai komoditi trend fashion. Artikel menyimpulkan bahwa melalui internalisasi pengetahuan yang benar tentang hijab, dapat menuntun masyarakat untuk dapat menggunakan hijab yang selaras dengan tuntunan agama meskipun mengikuti trend fashion kekinian. Kata Kunci: Hijab, Fashion, Relegiusitas, Masyarakat Banjar
Penggunaan Buku Digital dalam Pembelajaran oleh Guru di MI Integral Al-Ukhuwwah Rabi'ah, Rabi'ah; Agustina, Mardhiya
Madrasah : Jurnal Pendidikan Madrasah Vol. 2, No. 2 : Madrasah (Juli - Desember 2025)
Publisher : PT. Global Pustaka Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61590/mad.v2i2.240

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan penggunaan buku digital oleh guru di MI Integral Al-Ukhuwwah serta mengidentifikasi manfaat, kendala, dan strategi yang digunakan dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan sumber data utama berupa wawancara mendalam terhadap guru yang telah menggunakan buku digital dalam kegiatan belajar-mengajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menggunakan kombinasi antara buku cetak dan buku digital dalam pembelajaran untuk menyesuaikan dengan kondisi siswa dan ketersediaan fasilitas. Buku digital dinilai memberikan manfaat berupa kemudahan akses, efisiensi waktu, dan peningkatan kreativitas guru dalam penyampaian materi. Namun demikian, masih terdapat kendala, baik teknis seperti keterbatasan jaringan dan perangkat, maupun nonteknis seperti keterampilan digital dan beban kerja tambahan. Untuk mengatasi hal tersebut, guru melakukan berbagai strategi seperti belajar mandiri, mengikuti pelatihan, serta mendorong pengadaan perangkat dan optimalisasi jaringan internet. Temuan ini menegaskan pentingnya dukungan sekolah dalam meningkatkan kompetensi digital guru agar transformasi pembelajaran berbasis teknologi berjalan optimal.