Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Hubungan Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Remaja Dengan Penanganan Nyeri Dismenore Di SMK Kesehatan FISH Bekasi Tahun 2023 Dhea Aprilia Prasetyo; Iis Sri Hardiati
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 2 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research (Special Issue)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i2.1820

Abstract

Pendahuluan : Dismenore berasal dari kram rahim yang timbul akibat kontraksi distrimia miometrium yang dapat menimbulkan nyeri ringan sampai berat. Kontraksi yang terhitung sering dapat menyebabkan otot menegang, meliputi otot perut serta otot-otot penunjang yang ada dibagian punggung bawah, pinggang, panggul, dan paha hingga betis. Selain itu dismenore biasanya disertai dengan mual, muntah, diare, sakit kepala, emosi yang labil hingga pingsan. Tujuan umum : penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan kesehatan reproduksi remaja dengan penanganan nyeri dismenore di SMK Kesehatan FISH Bekasi tahun 2023. Metode : penelitian ini menggunakan pendekatan crossectional dengan teknik pengumpulan sampel quota sampling. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah univariat dan bivariat serta menggunakan uji chi-square. Dengan jumlah sampel sebanyak 30 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Hasil : Hasil univariat 63,3% responden berusia 14-16 tahun, 36,7% responden berusia 16-18 tahun, 66,7% responden berada di kelas X, 33,3% responden berada di kelas XI, 53,3% responden dengan jurusan keperawatan, dan 46,7% responden dengan jurusan farmasi. Hasil analisis bivariat pada uji chi-square p-value (0,003) < 0,05 dengan nilai OR 13. Simpulan : Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan kesehatan reproduksi remaja dengan penanganan nyeri dismenore. Responden dengan pengetahuan kesehatan reproduksi yang tinggi akan berisiko 13 kali lebih baik dalam mengalami nyeri dismenore.
HUBUNGAN KETUBAN PECAH DINI DENGAN KEJADIAN ASFIKSIA PADA BAYI BARU LAHIR DI RUANG PERINATOLOGI : The Relationship between Early Rupture of Amniotic Fluid and Asphyxia in Newborn in The Perinatology Room Mardiyanti, Laela; Iis Sri Hardiati
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 9 No. Supp-1 (2023): JIKep | Edisi Khusus 1 2023
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v9i3.1601

Abstract

Pendahuluan: UNICEF melaporkan terdapat 54/1000 kelahiran hidup kematian bayi neonatal di seluruh dunia pada 2020 Di wilayah Asia Selatan sebesar 23 kematian, dan Asia Tenggara 12 kematian per 1.000 kelahiran hidup. Jumlah kematian balita di Indonesia pada tahun 2021 sebanyak 27.566 kematian balita, penyebabnya ntara lain BBLR (34%), asfiksia (24%), infeksi (23%), prematur (11%), dan lain-lain (8%). DKI Jakarta juga ditemukan angka kematian neonatus sebanyak 300 neonatus yang sebagian besar disebabkan oleh asfiksia dan BBLR. Tujuan Penelitian : Mengetahui hubungan ketuban pecah dini dengan kejadian asfiksia pada bayi baru lahir. Metode Penelitian : Metode analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian ibu bersalin dan bayi yang dilahirkan di RSUD Pademangan pada bulan Juli-September 2022 sebanyak 100 orang., teknik pemgambilan sampel yaitu Systematic Random Sampling. Hasil Penelitian : Analisis uji statistik menunjukkan bahwa distribusi frekuensi kejadian asfiksia pada bayi baru lahir sebagian besar tidak asfiksia 65,0% dan sebagian besar ibu bersalin mengalami KPD 87,0%. Ada hubungan KPD dengan kejadian Asfiksia pada bayi baru lahir (p value. 0,004). Kesimpulan dan Saran : Ada hubungan KPD dengan kejadian Asfiksia pada bayi baru lahir. Tenaga kesehatan hendaknya memberikan konseling kepada ibu hamil untuk meningkatkan wawasan dengan menganjurkan ibu untuk membaca dan memahami buku KIA tentang tanda bahaya kehamilan.
PENGARUH EDUKASI MENJAGA KEBERSIHAN GENETALIA EKSTERNA REMAJA MELALUI MEDIA ELEKTRONIK TERHADAP PENCEGAHAN KEPUTIHAN PADA MAHASISWI ABDI NUSANTARA JAKARTA Dhea Safira; Iis Sri Hardiati
Jurnal Medika Malahayati Vol 7, No 3 (2023): Volume 7 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v7i3.10695

Abstract

Abstrak: Pengaruh Edukasi Menjaga Kebersihan Genetalia Eksterna Remaja Melalui Media Elektronik Terhadap Pencegahan Keputihan Pada Mahasiswi Abdi Nusantara Jakarta. Menjaga kebersihan genetalia eksterna merupakan langkah awal dalam pencegahan keputihan pada remaja, maka diperlukan pengetahuan atau edukasi tentang menjaga kebersihan genetalia eksterna, Untuk mengetahui pengaruh edukasi menjaga kebersihan genetalia eksterna remaja melalui media elektronik terhadap pencegahan keputihan pada mahasiswi Abdi Nusantara Jakarta. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian quasi eksperimen. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah pre test – post test with control desain. Teknik  pengambilan sampel yang akan digunakan adalah accidental sampling dengan 46 responden. Hasil penelitian menunjukan uji statistik chi-square diperoleh nilai p value 0.037 (p, value <0.50) yang berarti ada pengaruh edukasi melalui media elektronik terhadap pencegahan keputihan di STIKes Abdi Nusantara. Edukasi melalui media elektronik memiliki pengaruh terhadap  tingkat pengetahuan, sikap dan tindakan remaja dalam pencegahan keputihan. Setelah diberikan edukasi melalui media elektronik yang dibagikan melalui group whatapp banyak responden mengalami peningkatan pengetahuan dibuktikan dengan banyak responden yang dapat menjawab soal post- test lebih baik dari pada sebelum diberikan edukasi saat pre-test 
Hubungan Skor Peringatan Dini Maternal dengan Lembar Balik Elektronik terhadap Pengetahuan Perawat dan Bidan Farida Murtiani; Harmayanti Harmayanti; Iis Sri Hardianti; Nuraidah Nuraidah; Aninda Dinar Widiantari
Jurnal Keperawatan Vol 16 No 1 (2024): Jurnal Keperawatan: Maret 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/keperawatan.v16i1.1564

Abstract

Penggunaan Skor Peringatan Dini Maternal mampu mengurangi tingkat kesakitan dan kematian pada ibu. Skor Peringatan Dini Maternal diciptakan dengan mempertimbangkan perubahan fisiologis selama masa kehamilan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi dampak dari pendidikan menggunakan Skor Peringatan Dini Maternal melalui lembar kerja elektronik terhadap pengetahuan para perawat dan bidan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain quasi-eksperimental tanpa kelompok kontrol, melibatkan sampel perawat dan bidan yang bekerja di ruang bersalin dan memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Sebanyak 30 partisipan diambil sebagai sampel menggunakan teknik total sampling. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa sebelum intervensi, skor pengetahuan rata-rata adalah 5,71 dengan mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan rendah (n=17 orang,56,7%). Setelah intervensi, skor pengetahuan meningkat menjadi 8,77 dan mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik (n=22 orang, 73,3%). Penelitian ini membuktikan perbedaan yang signifikan dalam skor pengetahuan sebelum dan setelah pemberian lembar kerja elektronik Skor Peringatan Dini Maternal (nilai p = 0,0001).
PENGARUH EDUKASI PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI MELALUI MEDIA ELEKTRONIK TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA SMK PELITA ALAM BEKASI Febriani, Risa Erfina; Hardiati, Iis Sri
Jurnal Medika Malahayati Vol 8, No 1 (2024): Volume 8 Nomor 1
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v8i1.10749

Abstract

Abstrak: Pengaruh Edukasi Pemeriksaan Payudara Sendiri Melalui Media Elektronik Terhadap Tingkat Pengetahuan dan Sikap Remaja SMK Pelita Alam Bekasi. SADARI adalah pemeriksaan payudara sendiri, adapun hal ini dilakukan setelah masa menstruasi selesai pada hari ke 7 dan 10. Pemeriksaan payudara sendiri dilakukan guna untuk mengetahui secara dini gejala kanker payudara terutama pada wanita usia 16-18 tahun keatas rutin melakukan SADARI. Untuk mengetahui pengaruh edukasi pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) melalui media elektronik terhadap tingkat pengetahuan dan sikap remaja SMK Pelita Alam Bekasi. Pengambilan data dilakukan dengan menyebarkan lembar kuesioner pretest dan posttest, desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kuantitatif, dengan pendekatan probability sampling. Uji stastitic yang digunakan adalah uji paired T test, adapun hasil pengetahuan saat dilakukan pretest sebesar 47% bernilai baik dan hasil posttest menunjukan peningkatan pengetahuan menjadi 83%. Terdapat pengaruh setelah diberikan edukasi SADARI terhadap pengetahuan dan sikap siswa dengan nilai p value 0.000 (sign <0.05). 
EFEK RELAKSASI AUTOGENIC TRAINING TERHADAP KEBERHASILAN LAKTASI PADA IBU POSTPARTUM Nursanti, Irna; Hardiati, Iis Sri; Anggraini, Dewi; Widakdo, Giri
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32419/jppni.v5i2.228

Abstract

Salah satu penyebab kegagalan menyusui pada ibu antara lain kurangnya kepercayaan diri pada ibu. Relaksasi autogenic training (RAT) merupakan metode untuk meningkatkan rasa percaya diri dan membangun pikiran positif ibu.  Hal ini sesuai dengan teori keperawatan self-care dari Orem yang bertujuan membantu ibu mencapai kemandirian untuk mempertahankan hidup, kesehatan, perkembangan, dan kesejahteraan. Tujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek RAT terhadap keberhasilan menyusui pada ibu postpartum.  Metode: Desain penelitian ini menggunakan quasi experiment dengan rancangan nonequivalent control group design.  Sampel terdiri dari masing-masing 15 responden untuk kelompok intervensi dan kelompok kontrol.  RAT diberikan melalui media audio voice selama 10-15 menit sebanyak 2-3 kali sehari selama 7 hari.  Posttest dilakukan dengan cara observasi melalui kunjungan pada hari ketujuh. Instrumen Via Christi Breastfeeding Assessment Tool yang telah valid dan reliabel digunakan untuk menilai keberhasilan menyusui. Analisis data menggunakan t-test. Hasil: ibu yang melakukan RAT bisa menyusui lebih efektif dibanding kelompok kontrol (p=0,000). Diskusi: RAT memberikan ketenangan dan kemudahan kepada responden dalam membantu meningkatkan keberhasilan menyusui karena memiliki efek relaksasi. Kesimpulan: RAT efektif terhadap keberhasilan menyusui. Oleh karena itu RAT dapat digunakan oleh perawat sebagai sebuah asuhan keperawatan dalam program dukungan ibu menyusui di rumah sakit atau fasilitas kesehatan.Kata Kunci: autogenic training, menyusui, relaksasiRelaxation Effects of Autogenic Training on Lactation Success in Post Partum MothersABSTRACTOne of the causes of failure to breastfeed, among others, is a lack of confidence in mothers. Autogenic relaxation training (RAT) is a method to increase self-confidence and build positive thoughts for mothers. This is in accordance with Orem's self-care nursing theory, which aims to help mothers achieve independence to maintain life, health, development, and well-being. Objective: This research aims to reveal the effect of RAT on breastfeeding success in postpartum mothers. Methods: This research employed a quasi-experimental design with a nonequivalent control group design. The samples consisted of an intervention group and a control group, with 15 respondents for each. RAT was given through audio voice media for 10-15 minutes 2-3 times a day for 7 days. The posttest was conducted using observation through visits on the seventh day. A valid and reliable instrument of the Via Christi Breastfeeding Assessment Tool was used to assess breastfeeding success. Data were analyzed using a t-test. Results: Mothers who did RAT could breastfeed more effectively than the control group (p=0.000). Discussion: RAT provides comfort and convenience to respondents in helping to increase breastfeeding success because it has a relaxing effect. Conclusion: RAT is effective for breastfeeding success. Therefore, nurses can use RAT as nursing care in breastfeeding mother support programs in hospitals or health facilities.Keywords: autogenic training, breastfeeding, relaxation
Hubungan Kualitas Tidur pada Ibu Hamil Trimester III dengan Kejadian Preeklamsi di Poli Kandungan RS. Mekar Sari Bekasi Fitria, Maulida; Hardianti, Iis Sri
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 3 (2025): Volume 5 Nomor 3 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i3.16764

Abstract

ABSTRACT Preeclampsia is the leading cause of death in pregnant women worldwide. Preeclampsia is an event with one of the symptoms, namely increased blood pressure in pregnant women. Many factors cause increased blood pressure in pregnant women, one of which is the quality of sleep for pregnant women. The purpose of this study is to determine the relationship between sleep quality and the incidence of Preeclampsia in the Hospital Obstetrics and Gynaecology Room. Mekar Sari Bekasi. This research method is analytical using the cross sectional method with a quantitative approach. With a total of 30 respondents with inclusion and exclusion criteria. The sampling was carried out using the Purposive sampling technique. This study used the Pittsburgh Sleep Quality Index and Sphygnomanometer questionnaires. The data techniques included univariate analysis using frequency distribution and bivariate analysis using the SPSS program chi-square test. The results of the study showed that there was a relationship between sleep quality in pregnant women and the incidence of preeclampsia, showing that the results of the statistical test obtained a value of p value = 0.04 (p<0.05), the conclusion was that Ho was rejected and Ha was accepted, which means that there is a meaningful relationship between sleep quality and maternal pregnancy to the incidence of preeclampsia. Sleep pattern disorders in pregnant women in the third trimester occur due to changes in physiological and psychological adaptation. Poor sleep quality will cause complications for the mother and fetus. Keywords: Pregnant Women in the Third Trimester, Sleep Quality, Preeclampsia  ABSTRAK Preeklamsia merupakan penyebab utama kematian pada ibu hamil di seluruh dunia. Preeklamsia adalah kejadian dengan salah satu tanda gejala yaitu meningkatnya tekanan darah pada ibu hamil. Banyak faktor yang menyebabkan meningkatnya tekanan darah pada ibu hamil, salah satunya adalah kualitas tidur ibu hamil. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan kualitas tidur dengan kejadian Preeklamsia di Ruang Poli Kandungan RS. Mekar Sari Bekasi. Metode penelitian ini bersifat analitik menggunakan metode cross sectional dengan pendekatan kuantitatif. Dengan jumlah responden sebanyak 30 responden dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Adapun pengambilan sample menggunakan teknik Purposive sampling. Penelitian ini menggunakan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index dan Sphygnomanometer. Teknik data termasuk dalam analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi dan analisis bivariat menggunakan uji chi-square program SPSS. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan antara kualitas tidur pada ibu hamil dengan kejadian preeklamsia, menunjukkan hasil uji statistic diperoleh nilai p value = 0.04 (p<0,05), kesimpulannya Ho ditolak dan Ha diterima, yang artinya adanya hubungan yang bermakna antara kualitas tidur terhadap kehamilan ibu terhadap kejadian Preeklamsia.Gangguan pola tidur pada ibu hamil trimester III terjadi karena perubahan adaptasi fisiologis dan psikologis. Kualitas tidur buruk akan menimbulkan komplikasi pada ibu dan janin. Kata Kunci: Ibu Hamil Trimester III, Kualitas Tidur, Preeklamsia
Hubungan Tingkat Pengetahuan Kesehatan Reproduksi dengan Perilaku Personal Hygiene Saat Menstruasi pada Remaja Putri Kelas VII di SMPI Darul Mu,Minin Silvia, Mega; Hardiati, Iis Sri
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 1 (2025): Volume 5 Nomor 1 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i1.16550

Abstract

ABSTRACT WHO revealed that around 11,501,707 female adolescents in Indonesia aged 10-14 years, with reproductive health data in the city of Bekasi as many as 46% of female students experience health problems with irregular menstrual cycles, menstrual disorders such as severe abdominal pain, vaginal discharge and itching around the genital area. Urinary tract infections in adolescents and young adults show quite high rates globally, ranging from 35% to 42% in adolescents and 27% to 40% in young adults. Some common infections include candidiasis with a prevalence of around 25% to 50%, bacterial vaginosis around 20% to 40%, and trichomoniasis around 5% to 15%. To determine the relationship between the level of reproductive health knowledge and personal hygiene behavior during menstruation in female adolescents in grade VII at SMPI Darul Mu'minin 2024. This research is a quantitative research with a descriptive design using a cross-sectional method. The sample that will be used in this research is a total probability sampling of 55 respondents. Technical data analysis uses univariate analysis and bivariate analysis using the chi-square test (X2) SPSS version 26 program. Of the 55 respondents aged 13 years, 37 people (67.3%) and 14 years old, 18 respondents (32.7%). Those who have good knowledge are 41 respondents (74.5%) and those who have good personal hygiene behavior during menstruation are 13 respondents (23.6%). There is a relationship between the level of reproductive health knowledge and personal hygiene behavior during menstruation (p value = 0.007). Personal hygiene behavior during menstruation is a significant factor in adolescent reproductive health knowledge. It is hoped that the educational community will improve library facilities and increase insight and knowledge related to reproductive health information for their students. Keywords: Knowledge, Behavior, Personal Hygiene, Reproductive Health  ABSTRAK WHO mengungkapkan sekitar 11.501.707 remaja Perempuan di Indonesia berusia 10-14 tahun, dengan data kesehatan reproduksi di kota Bekasi sebanyak 46% siswi mengalami masalah kesehatan pada siklus menstruasi tidak teratur, gangguan menstruasi seperti nyeri perut yang parah, keputihan dan gatal sekitar area kemaluan. Infeksi saluran kemih pada remaja dan dewasa muda menunjukkan angka yang cukup tinggi secara global, berkisar antara 35% hingga 42% pada remaja dan 27% hingga 40% pada dewasa muda. Beberapa infeksi yang umum terjadi meliputi candidiasis dengan prevalensi sekitar 25% hingga 50%, bacterial vaginosis sekitar 20% hingga 40%, dan trichomoniasis sekitar 5% hingga 15%.Mengetahui hubungan tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi dengan perilaku personal hygiene saat menstruasi pada remaja putri kelas VII di SMPI Darul Mu,minin 2024. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif menggunakan metode cross-sectional. Sampel yang akan digunakan pada penelitian ini yaitu Probability total sampling sebanyak 55 responden. Teknis analisa data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji chi-square (X2) program SPSS versi 26. Dari 55 responden yang berusia 13 tahun sebanyak 37 orang (67,3%) dan berusia 14 tahun sebanyak 18 responden (32,7%). Yang memiliki pengetahuan baik sebanyak 41 responden (74,5%) dan yang memiliki perilaku personal hygiene saat menstruasi yang baik sebanyak 13 responden (23,6%). Adanya hubungan antara tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi dengan perilaku personal hygiene saat menstruasi (p value = 0,007). Perilaku personal hygiene saat menstruasi merupakan faktor yang signifikan terhadap pengetahuan kesehatan reproduksi remaja. Diharapkan bagi civitas pendidikan meningkatkan lagi sarana kepustakaan dan menambah wawasan dan pengetahuan terkait informasi kesehatan reproduksi bagi siswa/i nya. Kata Kunci: Pengetahuan, Perilaku, Personal Hygiene, Kesehatan Reproduksi
Efektivitas Edukasi Kesehatan Reproduksi terhadap Peningkatan Pengetahuan Remaja tentang Penyakit Menular Seksual di SMA Corpatarin Jakarta Dewi, Yusra; Hardiati, Iis Sri
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 8 (2025): Volume 5 Nomor 8 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i8.19155

Abstract

ABSTRAK WHO melaporkan bahwa kasus infeksi menular seksual mengalami peningkatan. Pada tahun 2022 diperkirakan terdapat 374 juta infeksi baru pada orang berusia 15–49 tahun. Di Indonesia pada periode Januari-Maret 2023 kasus infeksi menular seksual mencapai 13.067 kasus. Tingginya masalah kesehatan reproduksi remaja di Indonesia semakin mengkhawatirkan dan menjadi masalah serius yang harus segera ditangani oleh pemerintah. Minimnya pengetahuan remaja disebabkan karena kurangnya informasi yang didapatkan terkait dengan penularan infeksi menular seksual. Upaya dalam meningkatkan pengetahuan tentang penyakit menular seksual yaitu dengan memberikan edukasi kepada remaja supaya mereka lebih mengerti tentang masalah kesehatan reproduksi dan penyakit menular seksual.Mengetahui efektivitas  Edukasi  Kesehatan  Reproduksi  Terhadap Peningkatan Pengetahuan Remaja Tentang Penyakit Menular Seksual. Quasi experiment  dengan rancangan one group pretest-posttest design. Teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling. Tingkat pengetahuan remaja tentang PMS sebelum diberikan edukasi kesehatan reproduksi mayoritas berpengetahuan cukup (59.6%) dan sesudahnya berpengetahuan baik (91,5%). Edukasi kesehatan reproduksi efektif terhadap peningkatan pengetahuan remaja tentang penyakit menular seksual p value 0,000.Edukasi kesehatan reproduksi efektif terhadap peningkatan pengetahuan remaja tentang penyakit menular seksual.  Kata Kunci: Edukasi, Pengetahuan, Remaja, Penyakit Menular Seksual  ABSTRACT WHO reports that cases of sexually transmitted infections are increasing. In 2022, it is estimated that there will be 374 million new infections in people aged 15–49 years. In Indonesia, in the period January-March 2023, cases of sexually transmitted infections reached 13,067 cases. The high level of adolescent reproductive health problems in Indonesia is increasingly worrying and is a serious problem that must be addressed immediately by the government. The lack of adolescent knowledge is due to the lack of information obtained regarding the transmission of sexually transmitted infections. Efforts to increase knowledge about sexually transmitted diseases are by providing education to adolescents so that they understand more about reproductive health problems and sexually transmitted diseases. Knowing the effectiveness of Reproductive Health Education on Increasing Adolescent Knowledge About Sexually Transmitted Diseases. Quasi experiment with a one group pretest-posttest design. The sampling technique used random sampling. The level of adolescent knowledge about STDs before being given reproductive health education, the majority had sufficient knowledge (59.6%) and afterward had good knowledge (91.5%). Reproductive health education is effective in increasing adolescent knowledge about sexually transmitted diseases p value 0.000. Reproductive health education is effective in increasing adolescent knowledge about sexually transmitted diseases.  Keywords: Education, Knowledge, Adolescents, Sexually Transmitted Diseases
Hubungan Tingkat Stress dan Perilaku Konsumsi Makanan Cepat Saji terhadap Kejadian Dismenore pada Remaja Putri di Kelas X SMA Anwarul Hidayah Mahdalena, Mahdalena; Hardianti, Iis Sri
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 2 (2025): Volume 5 Nomor 2 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i2.16633

Abstract

ABSTRACT Dysmenorrhea is a pain that generally occurs during menstruation due to contractions of the uterine muscles due to an imbalance of prostaglandin hormones. Dysmenorrhea is experienced by many women in the world with more than 50% of women in every country known to have dysmenorrhea. In Indonesian society, especially among teenagers, fast food has become a habit and part of the lifestyle. Adolescence is prone to stress due to many changes such as physical, psychological, hormonal and social changes. Based on the above, the researcher is interested in conducting a study entitled "The Relationship Between Stress Levels And Fast Food Consumption Behavior To The Incidence Of Dysmenorrhea In Adolescent Girls In Class X Of Anwarul Hidayah High School In 2024". To Determine The Relationship Between Stress Level And Fast Food Consumption Behavior To The Incidence Of Dysmenorrhea In Adolescent Girls In Class X Of Anwarul Hidayah High School In 2024. This study used quasi-analytical with a cross-sectional research design. Sampling used purposive sampling technique with a sample of 40 respondents. Data collection uses questionnaire sheets. The data techniques included univariate analysis using frequency distribution and bivariate analysis using the SPSS program chi-square test. The results of the study showed that there was a relationship between stress levels and the incidence of dysmenorrhea, showing that the results of the chi-square statistical test obtained a p-value of 0.029 < α (0.05), and the stress level with the incidence of dysmenorrhea showed that the results of the chi-square statistical test obtained a p-value of 0.015 < α (0.05). There is a significant relationship between stress levels and fast food consumption behavior on the incidence of dysmenorrhea. It is hoped that students will maintain a healthier diet and lifestyle. Keywords: Stress Levels, Fast Food, Dysmenorrhe  ABSTRAK Dismenore merupakan rasa nyeri yang umumnya terjadi pada saat menstruasi akibat adanya kontraksi otot uterus karena ketidakseimbangan hormon prostaglandin. Dismenore dialami oleh banyak wanita di dunia dengan lebih dari 50% wanita di setiap negara diketahui mengalami dismenorea. Di masyarakat Indonesia, khususnya di kalangan remaja, makanan cepat saji sudah menjadi kebiasaan dan bagian dari gaya hidup. Konsumsi makanan cepat saji secara berlebihan dapat mempengaruhi status gizi. Status gizi pada remaja mempengaruhi fungsi organ tubuh, pertumbuhan, dan terganggunya fungsi reproduksi. Masa remaja rawan terhadap stres disebabkan banyak terjadinya perubahan seperti perubahan fisik, psikologis, hormonal dan sosial. Berdasarkan hal tersebut diatas maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul “Hubungan Tingkat Stress Dan Perilaku Konsumsi Makanan Cepat Saji Terhadap Kejadian Dismenore Pada Remaja Putri Di Kelas X SMA Anwarul Hidayah Tahun 2024”. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui Hubungan Tingkat Stress Dan Perilaku Konsumsi Makanan Cepat Saji Terhadap Kejadian Dismenore Pada Remaja Putri Di Kelas X SMA Anwarul Hidayah Tahun 2024. Penelitian ini menggunakan quasi analitik dengan desain penelitian cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan sampel 40 responden. Pengambilan data menggunakan lembar kuesioner. Teknik data termasuk dalam analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi dan analisis bivariat menggunakan uji chi-square program SPSS. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan antara tingkat stress dengan kejadian dismenore menunjukkan hasil uji statistik chi-square diperoleh nilai p-value 0,029 < α ( 0,05),dan tingkat stress dengan kejadian dismenore menunjukkan hasil uji statistik chi-square diperoleh nilai p-value 0,015 < α  (0,05). Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stress dan perilaku konsumsi makanan cepat saji terhadap kejadian dismenore. Diharapkan siswi lebih menjaga pola makan dan pola hidup yang sehat. Kata Kunci: Tingkat Stress, Makanan Cepat Saji, Dismenore.