Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Peran Perawat dalam Deteksi Dini Kanker Serviks Melalui Program PAP Smear pada Wus di Poli Kebidanan RSUD Karawang Dewi, Nunik Kurnia; Hardiati, Iis Sri
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 12 (2025): Volume 5 Nomor 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i12.19750

Abstract

ABSTRACT Cervical cancer is one of the number one causes of death caused by cancer in women in developing countries. Cervical cancer cases in Indonesia increased to 36,633 (17.2%) with 234,511 deaths. Cervical cancer cases can actually be prevented in several ways, one of which is early detection with the pap smear method and also supported by nurse support when undergoing a screening procedure with the pap smear method. The support of nurses as health workers is also an important role in increasing women's interest or willingness to carry out early detection examinations with the pap smear method. To analyze the role of nurses in women of childbearing age in decision-making for early detection of cervical cancer by the pap smear method. This research was conducted with a quantitative approach, with a cross sectional research design. Sampling was taken by Simple Random Sampling of 24 people. The quantitative approach analysis was carried out using frequency distribution for univariate analysis and T-test test for bivariate analysis. The relationship between the role of nurses and decision-making in women of childbearing age in carrying out pap smears is seen from the results of the T-test test of 0.467 with a p-value of 0.000 which means that there is a significant relationship between the role of nurses and decision-making in women of childbearing age in early detection with the pap smear method.From the results of the study, it is known that there is a significant influence between the role of nurses or health worker support in the decision-making of women of childbearing age in early detection of cervical cancer using the pap smear method. The majority of women of childbearing age have a supportive attitude towards the implementation of pap smear as much as 83.3%, full support from health workers, especially nurses as much as 100%, and the implementation of pap smear for women of childbearing age as much as 58.3%. Keywords: Cervical cancer, Pap Smear, Nurse Support  ABSTRAK Kanker serviks merupakan salah satu penyebab kematian nomor satu yang disebabkan oleh kanker pada wanita di negara berkembang. Kasus kanker serviks di Indonesia meningkat berjumlah 36,633 (17,2%) dengan kematian sejumlah 234.511. Kasus kanker serviks sebenarnya dapat dicegah dengan melakukan beberapa cara salah satunya dengan deteksi dini dengan metode pap smear dan juga ditunjang dengan dukungan perawat saat menjalani prosedur skrining dengan metode pap smear. Dukungan perawat sebagai tenaga kesehatan juga merupakan suatu peran penting dalam meningkatkan minat atau kemauan wanita untuk melakukan pemeriksaan deteksi dini dengan metode pap smear.Untuk menganalisis peran perawat pada wanita usia subur dalam pengambilan keputusan deteksi dini kanker serviks dengan metode pap smear. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif, dengan rancangan penelitian cross sectional. Pengambilan sampel diambil secara Simple Random Sampling sebanyak 24 orang. Analisis pendekatan kuantitatif dilakukan dengan menggunakan distribusi frekuensi untuk analisis univariat dan uji T-test untuk analisa bivariat. Adanya hubungan antara peran perawat dengan pengambilan keputusan wanita usia subur dalam melaksanakan pap smear dilihat dari hasil uji T-test sebesar 0,467 dengan p-value 0,000 yang berarti adanya hubungan yang signifikan antara peran perawat dengan pengambilan keputusan pada wanita usia subur dalam deteksi dini dengan metode pap smear. Dari hasil penelitian diketahui adanya pengaruh yang signifikan antara peran perawat atau dukungan tenaga kesehatan pada pengambilan keputusan wanita usia subur dalam melakukan deteksi dini kanker serviks menggunaan metode pap smear. Mayoritas wanita usia subur memiliki sikap yang mendukung pada pelaksanaan pap smear sebanyak 83,3%, dukungan penuh dari tenaga Kesehatan khususunya perawat sebanyak 100%,  dan pelaksanaan pap smear pada wanita usia subur sebanyak 58,3%. Kata Kunci: Kanker serviks, Dukungan Perawat, Pap Smear 
Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Sikap Remaja Terhadap Perilaku Pencegahan Kehamilan Dini di Kelas XI SMA Negeri 2 Setu Tahun 2025 Iis Sri Hardiati; Elsya Ayu Mustika Ramadhan
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55348

Abstract

Latar Belakang: Masa remaja merupakan periode transisi penting dalam siklus kehidupan manusia, ditandai dengan perubahan fisik, psikologis, dan sosial yang pesat. Periode ini seringkali dibarengi dengan rasa ingin tahu yang tinggi, termasuk mengenai seksualitas dan kesehatan reproduksi. Kehamilan dini membawa dampak negatif yang signifikan, baik dari sisi kesehatan maupun sosial-ekonomi. Salah satu resiko kehamilan usia dini yaitu keguguran, infeksi, keracunan kehamilan, kematian ibu, serta masalah perkembangan dan pertumbuhan janin. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan sikap remaja terhadap perilaku pencegahan kehamilan dini di Kelas XI SMA Negeri 2 Setu Tahun 2025. Metode Penelitian: Desain penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan desain Cross-Sectional (potong lintang). dengan jumlah sampel 64 responden, analisis bivariat menggunakan uji statistik yang digunakan: Uji Chi-Square. Hasil Penelitian: Berdasarkan hasil analisis bivariat menggunakan uji Chi Square diperoleh nilai p-value = 0,000 artinya p-value < 0,05 maka dapat dinyatakan HO ditolak HI diterima. Kesimpulan Dan Saran: Terdapat hubungan tingkat pengetahuan dan sikap remaja terhadap perilaku pencegahan kehamilan dini di Kelas XI SMA Negeri 2 Setu Tahun 2025. Dari hasil penelitian diharapkan dapat meningkatkan kesadaran siswa akan pentingnya pengetahuan kesehatan reproduksi dan sikap preventif terhadap kehamilan dini bagi remaja.
EFEK RELAKSASI AUTOGENIC TRAINING TERHADAP KEBERHASILAN LAKTASI PADA IBU POSTPARTUM Irna Nursanti; Iis Sri Hardiati; Dewi Anggraini; Giri Widakdo
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32419/jppni.v5i2.228

Abstract

Salah satu penyebab kegagalan menyusui pada ibu antara lain kurangnya kepercayaan diri pada ibu. Relaksasi autogenic training (RAT) merupakan metode untuk meningkatkan rasa percaya diri dan membangun pikiran positif ibu.  Hal ini sesuai dengan teori keperawatan self-care dari Orem yang bertujuan membantu ibu mencapai kemandirian untuk mempertahankan hidup, kesehatan, perkembangan, dan kesejahteraan. Tujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek RAT terhadap keberhasilan menyusui pada ibu postpartum.  Metode: Desain penelitian ini menggunakan quasi experiment dengan rancangan nonequivalent control group design.  Sampel terdiri dari masing-masing 15 responden untuk kelompok intervensi dan kelompok kontrol.  RAT diberikan melalui media audio voice selama 10-15 menit sebanyak 2-3 kali sehari selama 7 hari.  Posttest dilakukan dengan cara observasi melalui kunjungan pada hari ketujuh. Instrumen Via Christi Breastfeeding Assessment Tool yang telah valid dan reliabel digunakan untuk menilai keberhasilan menyusui. Analisis data menggunakan t-test. Hasil: ibu yang melakukan RAT bisa menyusui lebih efektif dibanding kelompok kontrol (p=0,000). Diskusi: RAT memberikan ketenangan dan kemudahan kepada responden dalam membantu meningkatkan keberhasilan menyusui karena memiliki efek relaksasi. Kesimpulan: RAT efektif terhadap keberhasilan menyusui. Oleh karena itu RAT dapat digunakan oleh perawat sebagai sebuah asuhan keperawatan dalam program dukungan ibu menyusui di rumah sakit atau fasilitas kesehatan.Kata Kunci: autogenic training, menyusui, relaksasiRelaxation Effects of Autogenic Training on Lactation Success in Post Partum MothersABSTRACTOne of the causes of failure to breastfeed, among others, is a lack of confidence in mothers. Autogenic relaxation training (RAT) is a method to increase self-confidence and build positive thoughts for mothers. This is in accordance with Orem's self-care nursing theory, which aims to help mothers achieve independence to maintain life, health, development, and well-being. Objective: This research aims to reveal the effect of RAT on breastfeeding success in postpartum mothers. Methods: This research employed a quasi-experimental design with a nonequivalent control group design. The samples consisted of an intervention group and a control group, with 15 respondents for each. RAT was given through audio voice media for 10-15 minutes 2-3 times a day for 7 days. The posttest was conducted using observation through visits on the seventh day. A valid and reliable instrument of the Via Christi Breastfeeding Assessment Tool was used to assess breastfeeding success. Data were analyzed using a t-test. Results: Mothers who did RAT could breastfeed more effectively than the control group (p=0.000). Discussion: RAT provides comfort and convenience to respondents in helping to increase breastfeeding success because it has a relaxing effect. Conclusion: RAT is effective for breastfeeding success. Therefore, nurses can use RAT as nursing care in breastfeeding mother support programs in hospitals or health facilities.Keywords: autogenic training, breastfeeding, relaxation