Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Efektivitas Perawatan Tali Pusat dengan Metode Mengunakan ASI terhadap Durasi Waktu Pelepasan Tali Pusat di Ruang VK RS Siloam Kebon Jeruk Hardiati, Iis Sri; Fitrianti, Ajeng Kartika
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 11 (2025): Volume 5 Nomor 11 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i11.19745

Abstract

ABSTRACT Efforts to prevent Omphalitis infection or umbilical cord infection and Tetanus Neonatorum are umbilical cord care. Good and proper umbilical cord care will have a positive impact, namely the umbilical cord will fall off on the 5th and 7th days without any complications, while the negative impact of improper umbilical cord care is that the baby will experience Tetanus Neonatorum. Based on the results of a preliminary study at Siloam Hospital Kebon Jeruk, the results of the last 2 months of data in October were obtained from 33 mothers giving birth and in November 19 mothers gave birth, each mother had a different way of caring for her baby's umbilical cord. The results of interviews conducted with 10 mothers showed that 7 mothers cared for the umbilical cord by leaving it open and 3 mothers using alcohol gauze. The general objective of this study is to determine the effectiveness of umbilical cord care using the method of using breast milk on the duration of umbilical cord release. Quantitative research type with research design using quasi experiment with control group pre-test post-test approach. Parallel design is used to compare between two independent groups (group comparison), namely control group and intervention group. has been conducted at Siloam Hospital Kebon Jeruk in December 2024 - January 2025. The population in this study were babies born at Siloam Hospital Kebon Jeruk totaling in the period December 2024 - January 2025. Sample calculation using Lemeshow formula totaling 52 respondents. Sampling using total sampling divided into 2 control and intervention groups. Data collection using observation sheets is calculated in days. Data analysis is univariate (frequency distribution) and bivariate (mannwithney). It is known that respondents showed the time of umbilical cord release in the control group (open) an average of 5.85 median 6, standard deviation 1.084, and a minimum release time value of 4 days and a maximum of 7 days. In the intervention group (ASI) the average value was 4.58, a median value of 4 standard deviation 0.703, and a minimum release time value of 4 days and a maximum of 6 days. There is a difference between the ASI method and the open method on the length of umbilical cord release in newborns at Siloam Hospital Kebon Jeruk p value <0.001 (P<0.05). There is a difference in the length of time for the umbilical cord to fall off between the ASI method and the open method, namely that the ASI method falls off 1.27 days faster than the open method. Keywords: Effectiveness, ASI and Open Methods, Umbilical Cord Release ABSTRAK Upaya untuk mencegah infeksi Omphalitis atau infeksi tali pusat dan Tetanus Neonatorum adalah perawatan tali pusat. Perawatan tali pusat yang baik dan benar akan menimbulkan dampak positif yaitu tali pusat akan puput pada hari ke-5 dan hari ke-7 tanpa ada komplikasi, sedangkan dampak negatif dari perawatan tali pusat yang tidak benar adalah bayi akan mengalami penyakit Tetanus Neonatorum. Berdasarkan hasil studi pendahuluan RS Siloam kebon jeruk diperoleh hasil dari data 2 bulan terakhir pada bulan oktober diperoleh 33 ibu melahirkan dan bulan november 19 ibu melahirkan  masing-masing ibu memiliki cara yang berbeda dalam merawat tali pusat bayinya. Hasil wawancara yang dilakukan pada 10 ibu diperoleh hasil bahwa 7 orang ibu  merawat tali pusat dengan membiarkanya terbuka dan 3 orang ibu  dengan menggunakan kassa alkohol. Tujuan umum penelitian ini adalah mengetahui efektivitas perawatan tali pusat.dengan metode mengunakan asi terhadap durasi waktu pelepasan tali pusat. jenis penelitian kuantitatif dengan desain penelitian menggunakan quasi eksperiment dengan pendekatan control group pre-test post- test. Desain pararel digunakan untuk membandingkan antar dua kelompok (group comparison) independen yaitu kelompok kontrol dan kelompok intervensi. telah dilakukan di RS Siloam Kebon Jeruk bulan Desember 2024 – Januari 2025 .Populasi pada penelitian ini adalah bayi yang lahir di Rumah Sakit Siloam Kebon Jeruk berjumlah dalam rentang waktu Desember 2024 – Januari 2025. Perhitungan sampel menggunakan rumus Lemeshow berjumlah 52 responden. Pegambilan sampel mengunakan total sampling dibagi menjadi 2 kelompok kontrok dan intervensi.Pengambilan data menggunakan lembar observasi dihitung dalam hari. Analisis data secara univariat (distribusi frekuensi) dan bivariat (mannwithney).  Diketahui responden menunjukan waktu pelepasan tali pusat pada kelompok kontrol ( terbuka )  rata- rata 5,85  median 6, standar devisiasi 1,084, serta nilai waktu lepas minimum 4 hari dan maksimal 7 hari. Pada kelompok ntervensi ( ASI ) didapatkan nilai rata 4,58, nilai median 4 standar devisiasi 0,703, serta nilai waktu lepas minimum 4 hari dan maksimal 6 hari. Ada perbedaan dengan metode ASI dan metode terbuka terhadap lama pelepasan tali pusat pada bayi baru lahir di RS Siloam Kebon Jeruk  p value < 0,001 (P<0,05). Metode ASI dengan metode terbuka terdapat selisih lama tali pusat puput yaitu metode ASI lebih cepat puput 1,27 hari dibandingakn metode terbuka. Kata Kunci: Efektifitas, Metode  ASI  dan Terbuka, Pelepasa Taali Pusat
Peran Perawat dalam Deteksi Dini Kanker Serviks Melalui Program PAP Smear pada Wus di Poli Kebidanan RSUD Karawang Dewi, Nunik Kurnia; Hardiati, Iis Sri
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 12 (2025): Volume 5 Nomor 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i12.19750

Abstract

ABSTRACT Cervical cancer is one of the number one causes of death caused by cancer in women in developing countries. Cervical cancer cases in Indonesia increased to 36,633 (17.2%) with 234,511 deaths. Cervical cancer cases can actually be prevented in several ways, one of which is early detection with the pap smear method and also supported by nurse support when undergoing a screening procedure with the pap smear method. The support of nurses as health workers is also an important role in increasing women's interest or willingness to carry out early detection examinations with the pap smear method. To analyze the role of nurses in women of childbearing age in decision-making for early detection of cervical cancer by the pap smear method. This research was conducted with a quantitative approach, with a cross sectional research design. Sampling was taken by Simple Random Sampling of 24 people. The quantitative approach analysis was carried out using frequency distribution for univariate analysis and T-test test for bivariate analysis. The relationship between the role of nurses and decision-making in women of childbearing age in carrying out pap smears is seen from the results of the T-test test of 0.467 with a p-value of 0.000 which means that there is a significant relationship between the role of nurses and decision-making in women of childbearing age in early detection with the pap smear method.From the results of the study, it is known that there is a significant influence between the role of nurses or health worker support in the decision-making of women of childbearing age in early detection of cervical cancer using the pap smear method. The majority of women of childbearing age have a supportive attitude towards the implementation of pap smear as much as 83.3%, full support from health workers, especially nurses as much as 100%, and the implementation of pap smear for women of childbearing age as much as 58.3%. Keywords: Cervical cancer, Pap Smear, Nurse Support  ABSTRAK Kanker serviks merupakan salah satu penyebab kematian nomor satu yang disebabkan oleh kanker pada wanita di negara berkembang. Kasus kanker serviks di Indonesia meningkat berjumlah 36,633 (17,2%) dengan kematian sejumlah 234.511. Kasus kanker serviks sebenarnya dapat dicegah dengan melakukan beberapa cara salah satunya dengan deteksi dini dengan metode pap smear dan juga ditunjang dengan dukungan perawat saat menjalani prosedur skrining dengan metode pap smear. Dukungan perawat sebagai tenaga kesehatan juga merupakan suatu peran penting dalam meningkatkan minat atau kemauan wanita untuk melakukan pemeriksaan deteksi dini dengan metode pap smear.Untuk menganalisis peran perawat pada wanita usia subur dalam pengambilan keputusan deteksi dini kanker serviks dengan metode pap smear. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif, dengan rancangan penelitian cross sectional. Pengambilan sampel diambil secara Simple Random Sampling sebanyak 24 orang. Analisis pendekatan kuantitatif dilakukan dengan menggunakan distribusi frekuensi untuk analisis univariat dan uji T-test untuk analisa bivariat. Adanya hubungan antara peran perawat dengan pengambilan keputusan wanita usia subur dalam melaksanakan pap smear dilihat dari hasil uji T-test sebesar 0,467 dengan p-value 0,000 yang berarti adanya hubungan yang signifikan antara peran perawat dengan pengambilan keputusan pada wanita usia subur dalam deteksi dini dengan metode pap smear. Dari hasil penelitian diketahui adanya pengaruh yang signifikan antara peran perawat atau dukungan tenaga kesehatan pada pengambilan keputusan wanita usia subur dalam melakukan deteksi dini kanker serviks menggunaan metode pap smear. Mayoritas wanita usia subur memiliki sikap yang mendukung pada pelaksanaan pap smear sebanyak 83,3%, dukungan penuh dari tenaga Kesehatan khususunya perawat sebanyak 100%,  dan pelaksanaan pap smear pada wanita usia subur sebanyak 58,3%. Kata Kunci: Kanker serviks, Dukungan Perawat, Pap Smear 
Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Sikap Remaja Terhadap Perilaku Pencegahan Kehamilan Dini di Kelas XI SMA Negeri 2 Setu Tahun 2025 Iis Sri Hardiati; Elsya Ayu Mustika Ramadhan
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55348

Abstract

Latar Belakang: Masa remaja merupakan periode transisi penting dalam siklus kehidupan manusia, ditandai dengan perubahan fisik, psikologis, dan sosial yang pesat. Periode ini seringkali dibarengi dengan rasa ingin tahu yang tinggi, termasuk mengenai seksualitas dan kesehatan reproduksi. Kehamilan dini membawa dampak negatif yang signifikan, baik dari sisi kesehatan maupun sosial-ekonomi. Salah satu resiko kehamilan usia dini yaitu keguguran, infeksi, keracunan kehamilan, kematian ibu, serta masalah perkembangan dan pertumbuhan janin. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan sikap remaja terhadap perilaku pencegahan kehamilan dini di Kelas XI SMA Negeri 2 Setu Tahun 2025. Metode Penelitian: Desain penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan desain Cross-Sectional (potong lintang). dengan jumlah sampel 64 responden, analisis bivariat menggunakan uji statistik yang digunakan: Uji Chi-Square. Hasil Penelitian: Berdasarkan hasil analisis bivariat menggunakan uji Chi Square diperoleh nilai p-value = 0,000 artinya p-value < 0,05 maka dapat dinyatakan HO ditolak HI diterima. Kesimpulan Dan Saran: Terdapat hubungan tingkat pengetahuan dan sikap remaja terhadap perilaku pencegahan kehamilan dini di Kelas XI SMA Negeri 2 Setu Tahun 2025. Dari hasil penelitian diharapkan dapat meningkatkan kesadaran siswa akan pentingnya pengetahuan kesehatan reproduksi dan sikap preventif terhadap kehamilan dini bagi remaja.