Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Analisis Dampak Integrasi Ekonomi terhadap FDI di Asean Firdaus, M. Iskandar; Marseto, Marseto; Sishadiyati, Sishadiyati
Jurnal Indonesia Sosial Sains Vol. 2 No. 09 (2021): Jurnal Indonesia Sosial Sains
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jiss.v2i09.404

Abstract

Integrasi ekonomi adalah sebuah proses dimana sekelompok negara berupaya untuk meningkatkan tingkat kemakmurannya, integrasi ekonomi merupakan  salah satu teori makro ekonomi dasar untuk memperkirakan efek integrasi ekonomi yang  mempercepat pertumbuhan ekonomi. Adanya integrasi ekonomi dapat mendorong negara-negara untuk meningkatkan daya saing, sehingga kesejahteraan negara-negara tersebut dapat meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh integrasi ekonomi terhadap Foreign Direct Investment di negara-negara anggota ASEAN. Dalam penelitian ini data yang digunakan adalah data sekunder. Data sekunder dapat diperoleh dari berbagai sumber misalkan dari sebuah publikasi web secara resmi. Data sekunder menggunakan data antar Negara yang merupakan data crossection yang ada di wilayah Negara ASEAN seperti Brunnei Darussalam, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Philipina, Singapore, Thailand, dan Vietnam. Untuk data antar waktunya (time series) yang diambil dari tahun 2005-2019. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan data panel (pooled data) yaitu gabungan dari data runtut waktu (time series) dan data silang (cross section). Kemudian Pengujian hipotesis dilakukan dengan model regresi data panel. Kesimpulan dari penelitian adalah pertama, dari segi variabel demografi, ditemukan bahwa populasi memiliki dampak negatif terhadap investasi asing langsung dari negara-negara anggota ASEAN. Kedua, variabel GDP menunjukkan bahwa GDP tidak berpengaruh terhadap penanaman modal asing langsung. Ketiga, variabel ekspor neto menunjukkan bahwa ekspor neto tidak berpengaruh terhadap penanaman modal asing langsung dari negara-negara anggota ASEAN. Terakhir, adanya integrasi ekonomi ASEAN tidak serta merta meningkatkan arus investasi asing langsung, karena dalam melakukan investasi asing langsung, suatu negara harus mempertimbangkan kondisi nasional yang akan diselesaikan, seperti stabilitas ekonomi dan pendapatan nasional.
ANALISIS PENGARUH JUMLAH PENDUDUK, TINGKAT PENDIDIKAN DAN UPAH MINIMUM KABUPATEN TERHADAP TINGKAT PENGANGGURAN TERBUKA DI KABUPATEN PANDEGLANG Ningtias, Cantika Dwi Maharani; Marseto, Marseto; Utami, Anisa Fitria
Jurnal Ekonomi Pembangunan STIE Muhammadiyah Palopo Vol 11, No 2 (2025)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/jep.v11i2.2609

Abstract

ABSTRAKDi Indonesia, tantangan pengangguran masih menjadi persoalan serius, terutama di daerah dengan pertumbuhan penduduk tinggi dan keterbatasan lapangan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh jumlah penduduk, tingkat pendidikan, dan upah minimum kabupaten terhadap tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten Pandeglang. Ketidaksesuaian antara keterampilan pencari kerja dengan kebutuhan dunia industri menyebabkan rendahnya tingkat penyerapan tenaga kerja formal. Sebagian besar tenaga kerja akhirnya hanya mampu terserap di sektor informal, yang cenderung tidak stabil dan berproduktivitas rendah. Faktor lain yang juga mempengaruhi adalah kebijakan Upah Minimum Kabupaten (UMK). Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan analisis regresi linear berganda menggunakan data sekunder time series tahun 2010–2024 yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Pandeglang. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah tingkat pengangguran terbuka, sedangkan variabel independennya adalah jumlah penduduk, tingkat pendidikan, dan upah minimum kabupaten. Nilai R² sebesar 0,943 menunjukkan bahwa model regresi mampu menjelaskan 94,3% variasi tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten Pandeglang. Hasil analisis menunjukkan bahwa jumlah penduduk, tingkat pendidikan, dan upah minimum kabupaten berpengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat pengangguran terbuka. Artinya, peningkatan jumlah penduduk, tingkat pendidikan, dan upah minimum cenderung mendorong kenaikan pengangguran terbuka karena tekanan pasar tenaga kerja semakin besar, keterampilan tenaga kerja tidak selalu sesuai kebutuhan lapangan kerja, serta kenaikan upah minimum dapat menekan perekrutan tenaga kerja baru.ABSTRACTIn Indonesia, unemployment remains a serious problem, especially in areas with high population growth and limited job opportunities. This study aims to analyze the effect of population size, education level, and district minimum wage on the open unemployment rate in Pandeglang District. The mismatch between job seekers' skills and industry needs has resulted in low formal employment rates. Most workers end up being absorbed only in the informal sector, which tends to be unstable and low in productivity. Another influencing factor is the District Minimum Wage (UMK) policy. The method used is a quantitative method with multiple linear regression analysis using secondary time series data from 2010 to 2024 obtained from the Pandeglang District Statistics Agency. The dependent variable in this study is the open unemployment rate, while the independent variables are population size, education level, and the county minimum wage. The R² value of 0.943 indicates that the regression model is able to explain 94.3% of the variation in the open unemployment rate in Pandeglang County. The analysis shows that the population size, education level, and minimum wage of a district have a positive and significant effect on the open unemployment rate. This means that an increase in population size, education level, and minimum wage tends to drive up open unemployment because labor market pressures increase, labor skills do not always match job requirements, and an increase in the minimum wage can discourage the recruitment of new workers.
Satu ANALISIS FAKTOR HARGA INTERNASIONAL GANDUM, PENGGUNAAN GANDUM, PDB, DAN JUMLAH PENDUDUK INDONESIA TERHADAP IMPOR GANDUM HS (1001) DI INDONESIA TAHUN (2000-2022): Impor Gandum Indonesia Alfiansyah, Arif Alfiansyah; MArseto, Marseto
OIKOS: Jurnal Kajian Pendidikan Ekonomi dan Ilmu Ekonomi Vol 10 No 1 (2025): OIKOS: Jurnal Kajian Pendidikan Ekonomi dan Ilmu Ekonomi
Publisher : Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/oikos.v10i1.16585

Abstract

Indonesia needs to meet the food needs of its citizens because its population continues to increase. Because it is difficult to produce, Indonesia imports a lot of wheat to meet consumption needs. This research aims to: 1) Examine the factors that influence the volume of Indonesian wheat imports, 2) Analyze the influence of world international wheat prices, wheat use, GDP and Indonesian population on Indonesian wheat imports. This research uses secondary data sourced from the Directorate General of Agriculture, Central Statistics Agency (BPS), and the World Bank in the form of world international wheat prices, wheat use, GDP and Indonesia's population for the last 23 years (2000-2022). SPSS 25 was used to process the data. This research uses quantitative methods with multiple linear regression analysis which uses classical assumption tests and hypothesis testing. The results of the research show that international wheat prices have a negative and not significant influence on the volume of Indonesian wheat imports, the use of wheat has a positive and significant influence on the volume of Indonesian wheat imports, Indonesian GDP has a negative and insignificant influence on the volume of Indonesian wheat imports. And the population of Indonesia has a positive and insignificant influence. Keywords: Wheat Import, HGI, use of wheat, GDP, Population
Analisis Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi, Tenaga Kerja Dan Upah Minimum Terhadap Indeks Pembangunan Manusia Di Kabupaten Kendal Rahadian, Meidy Alesya Putri; Marseto, Marseto
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 5 No. 4: Mei 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v5i4.16425

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh anomali pertumbuhan ekonomi makro di Kabupaten Kendal yang belum berbanding lurus dengan akselerasi Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Tujuan penelitian adalah menganalisis pengaruh pertumbuhan ekonomi, jumlah tenaga kerja, dan upah minimum terhadap IPM periode 2015–2024. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan analisis regresi linier berganda melalui perangkat lunak EViews 13. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, pertumbuhan ekonomi berpengaruh positif namun tidak signifikan, mengindikasikan distribusi kesejahteraan yang belum inklusif. Sebaliknya, variabel tenaga kerja dan upah minimum memiliki pengaruh positif dan signifikan, dengan upah minimum sebagai determinan paling dominan. Secara simultan, variabel ketiga tersebut menjelaskan variasi IPM sebesar 98,7%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan kebijakan pengupahan dan optimalisasi penyerapan tenaga kerja lokal merupakan instrumen paling krusial untuk menjamin pertumbuhan ekonomi yang lebih berdampak nyata pada pembangunan manusia di Kabupaten Kendal.
Monetary Policy Transmission and Inflation Dynamics in Indonesia: Evidence from BI7DRR, Money Supply, Exchange Rate, and Structural Breaks Lutfiyah, Vera; Marseto, Marseto
Journal of Business, Social and Technology Vol. 7 No. 2 (2026): Journal of Business, Social and Technology
Publisher : Politeknik Siber Cerdika Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59261/jbt.v7i2.632

Abstract

Background: Several monetary policy instruments can influence inflation; however, in the case of Indonesia, the transmission of these policies is highly dependent on external shocks, such as wars and oil price fluctuations. Objective: The purpose of this study is to investigate the monetary policy transmission mechanism affecting inflation in Indonesia using the BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR), money supply (M2), exchange rate, and structural breaks over the period 2019–2024. Methods: This study employs monthly time-series data from January 2019 to December 2024, along with Ordinary Least Squares (OLS) regression, the Augmented Dickey–Fuller (ADF) unit root test, classical assumption tests, and the Bai–Perron multiple structural break test. Results: The results indicate that BI7DRR, M2, and the exchange rate jointly affect inflation in Indonesia. The ADF test confirms that all variables are stationary at the first difference level, while the Bai–Perron test detects multiple structural breaks around 2020 and 2022, which were largely associated with the emergence of COVID-19 and global monetary tightening, respectively. Conclusion: The conclusion drawn from this study essentially reflects a time-structural model of how monetary policy transmission affects inflation dynamics in Indonesia. Maintaining price stability requires adaptive monetary policy, exchange rate stabilization, and fiscal–monetary coordination.