Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Potensi Algoritma Berbasis Neural Network dan Turunannya sebagai Prediktor Kadar PM2,5 dan PM10 Alexander, Leonardo; Soetedjo, Robby; Tobian, Nikolaus
Bahasa Indonesia Vol 24 No 2 (2025): Damianus Journal of Medicine
Publisher : Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/djm.v24i2.3314

Abstract

Pendahuluan: Polusi udara merupakan penyebab utama Penyakit Tidak Menular (PTM) di Asia Tenggara dan telah diidentifikasi sebagai masalah kesehatan global terbesar kedua pada tahun 2016. Strategi prediksi yang efektif sangat penting untuk mengurangi dampak buruknya. Studi ini secara sistematis meninjau penerapan algoritma berbasis Artificial Neural Network (ANN) dalam memprediksi konsentrasi polutan udara, khususnya PM2.5 dan PM10. Metode: Tinjauan sistematis ini mengikuti pedoman PRISMA. Pencarian sistematis dilakukan pada 4 basis data untuk menemukan studi yang menerapkan model ANN dalam prediksi polusi udara dengan menggunakan data meteorologi dan/atau geografis sebagai input. Ekstraksi data difokuskan pada struktur model, akurasi prediksi, serta perbandingan dengan algoritma kecerdasan buatan lainnya. Model ANN dievaluasi berdasarkan kemampuannya menangani interaksi variabel non-linear yang kompleks, fleksibilitas pada berbagai dataset, dan kinerja prediktif dibandingkan metode lain. Hasil: Algoritma berbasis ANN secara konsisten menunjukkan performa lebih baik dibandingkan model alternatif dalam memprediksi kadar PM2.5 dan PM10. Kemampuan ANN dalam pembelajaran adaptif serta integrasi berbagai input meningkatkan akurasi prediksi. Beberapa studi melaporkan adanya peningkatan lebih lanjut ketika ANN dikombinasikan dengan metode turunannya. Simpulan: ANN merupakan alat yang andal dan akurat untuk memprediksi polusi udara serta mendukung kebijakan berbasis bukti dalam pencegahan dan pengelolaan lingkungan. Peran ANN dalam ilmu lingkungan menyoroti inovasi dalam pemodelan prediktif dan membuka peluang integrasi dengan teknologi berkelanjutan.
PERBANDINGAN METODE TEKNOLOGI HIBRIDOMA DAN KROMATOGRAFI BERBASIS PROTEIN A DENGAN KOLOM NANOFIBER DALAM MEMPRODUKSI ANTIBODI MONOKLONAL UNTUK PASIEN COVID-19 Irawan, Alvin; Halley, Carmine Sebastian; Dharmalau, Richanda Surya; Tobian, Nikolaus; Saputra, Rivaldo
Farmaka Vol 23, No 3 (2025): Farmaka (November) (In Press)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v23i3.64112

Abstract

Pandemi COVID-19 yang dimulai pada akhir 2019 telah memengaruhi berbagai aspek kehidupan secara global, termasuk kesehatan, ekonomi, dan sosial. Dalam upaya mengatasi pandemi ini, antibodi monoklonal menjadi salah satu solusi terapi yang terus dikembangkan karena kemampuannya yang spesifik dalam mengenali dan melawan antigen virus. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dua metode produksi antibodi monoklonal, yaitu teknologi hibridoma dan kromatografi protein A. Artikel yang relevan diambil dari database PubMed menggunakan kata kunci seperti COVID-19, hibridoma, antibodi monoklonal, dan kromatografi protein A. Hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa teknologi hibridoma memungkinkan produksi antibodi monoklonal dengan spesifisitas tinggi melalui penggabungan sel limfosit B dan sel mieloma. Teknik ini memiliki keunggulan seperti kemampuan produksi tanpa batas, efektivitas biaya, serta penyimpanan jangka panjang melalui kriopreservasi. Namun, metode ini membutuhkan waktu produksi yang lama dan persyaratan sterilitas yang tinggi. Di sisi lain, metode kromatografi protein A memanfaatkan resin protein A untuk menangkap imunoglobulin G, menghasilkan produk dengan kemurnian tinggi. Kelebihan metode ini meliputi sensitivitas tinggi terhadap kontaminasi, efisiensi waktu, dan biaya produksi yang lebih rendah. Namun, risiko pembentukan agregat antibodi akibat perubahan pH mendadak menjadi tantangan yang perlu diatasi. Secara keseluruhan, kromatografi protein A lebih efisien dan berpotensi menjadi metode standar produksi antibodi monoklonal berskala besar. Namun, penelitian lanjutan diperlukan untuk mengatasi keterbatasan dalam membandingkan kedua metode secara langsung, terutama pada skala produksi massal. Dengan mengintegrasikan teknologi baru, pengembangan antibodi monoklonal dapat semakin mendukung upaya melawan pandemi dan meningkatkan kesiapan dalam menghadapi penyakit menular di masa depan.
The Potential of Alpha-Lipoic Acid Supplementation for Non-Alcoholic Fatty Liver Disease: A Systematic Review Prasetya, Alver; Tobian, Nikolaus; Tanjaya, Hendri; Tenggara, Riki; Loe, Luse
The Indonesian Journal of Gastroenterology, Hepatology, and Digestive Endoscopy Vol 26, No 3 (2025): VOLUME 26, NUMBER 3, December, 2025
Publisher : The Indonesian Society for Digestive Endoscopy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24871/2632025204-211

Abstract

Background: Insulin resistance, genetic susceptibility, oxidative stress, and inflammation lead to the development of non-alcoholic fatty liver disease (NAFLD). Alpha lipoic acid (ALA) has demonstrated benefits in enhancing insulin sensitivity and reducing inflammatory reactions in both human and animal studies. This study aims to determine the effectiveness of ALA against NAFLD.Methods: Detailed searches were conducted across several databases, including PubMed, CENTRAL, Europe PMC (medRxiv and bioRxiv), EBSCOhost (Medline), and ProQuest, using keywords such as lipoic acid, metabolic-associated fatty liver disease, steatohepatitis, and non-alcoholic fatty liver disease. Risk of bias was assessed using the Cochrane risk-of-bias tool for randomized trials.Result: Four studies were included in which the ALA effect was compared with placebo or no intervention. A significant reduction in BMI (p0.001), lipid profiles (p0.05), glycemic markers (p0.05), liver enzymes (p0.05), oxidative stress (p0.05), and fibrosis score (p0.05) was seen in NAFLD patients with ALA supplementation.Conclusion: This study shows that ALA may help manage NAFLD. However, further research is required to establish robust evidence.