Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Upaya Pencegahan Infeksi Saluran Pernafasan melalui Edukasi Vaksinasi Secara Daring Kambira, Pretty Falena Atmanda; Irawan, Alvin; Noviani, Lusy
Prima Abdika: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): Volume 4 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Flores Ende

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/abdika.v4i1.3426

Abstract

Pneumonia, a severe respiratory disease, can have deadly consequences. Increased air pollution in Jakarta can increase the risk of respiratory tract diseases, including Pneumonia. The risk of Pneumonia infection in adults can be reduced by vaccination. The Pharmacy Department of the Atma Jaya Catholic University of Indonesia held an in-depth seminar on Pneumonia and vaccination to provide information and invite all people to understand the urgency of vaccination. Educational activities are conducted as online seminars using a video conferencing platform. Two speakers gave interactively educational information about Pneumonia and vaccination, and more than 60 people attended the seminar. Demographic data on participants shows that the gender of most participants was female, the age of most participants was 26-45 years old, and the education level of most participants was university level. Of the participants who attended, as many as 63.7% had never been vaccinated against Pneumonia, and 68.1% were willing to be vaccinated against Pneumonia. In conclusion, this seminar successfully increased the knowledge and awareness of the public about Pneumonia and vaccination.
PERBANDINGAN METODE TEKNOLOGI HIBRIDOMA DAN KROMATOGRAFI BERBASIS PROTEIN A DENGAN KOLOM NANOFIBER DALAM MEMPRODUKSI ANTIBODI MONOKLONAL UNTUK PASIEN COVID-19 Irawan, Alvin; Halley, Carmine Sebastian; Dharmalau, Richanda Surya; Tobian, Nikolaus; Saputra, Rivaldo
Farmaka Vol 23, No 3 (2025): Farmaka (November) (In Press)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v23i3.64112

Abstract

Pandemi COVID-19 yang dimulai pada akhir 2019 telah memengaruhi berbagai aspek kehidupan secara global, termasuk kesehatan, ekonomi, dan sosial. Dalam upaya mengatasi pandemi ini, antibodi monoklonal menjadi salah satu solusi terapi yang terus dikembangkan karena kemampuannya yang spesifik dalam mengenali dan melawan antigen virus. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dua metode produksi antibodi monoklonal, yaitu teknologi hibridoma dan kromatografi protein A. Artikel yang relevan diambil dari database PubMed menggunakan kata kunci seperti COVID-19, hibridoma, antibodi monoklonal, dan kromatografi protein A. Hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa teknologi hibridoma memungkinkan produksi antibodi monoklonal dengan spesifisitas tinggi melalui penggabungan sel limfosit B dan sel mieloma. Teknik ini memiliki keunggulan seperti kemampuan produksi tanpa batas, efektivitas biaya, serta penyimpanan jangka panjang melalui kriopreservasi. Namun, metode ini membutuhkan waktu produksi yang lama dan persyaratan sterilitas yang tinggi. Di sisi lain, metode kromatografi protein A memanfaatkan resin protein A untuk menangkap imunoglobulin G, menghasilkan produk dengan kemurnian tinggi. Kelebihan metode ini meliputi sensitivitas tinggi terhadap kontaminasi, efisiensi waktu, dan biaya produksi yang lebih rendah. Namun, risiko pembentukan agregat antibodi akibat perubahan pH mendadak menjadi tantangan yang perlu diatasi. Secara keseluruhan, kromatografi protein A lebih efisien dan berpotensi menjadi metode standar produksi antibodi monoklonal berskala besar. Namun, penelitian lanjutan diperlukan untuk mengatasi keterbatasan dalam membandingkan kedua metode secara langsung, terutama pada skala produksi massal. Dengan mengintegrasikan teknologi baru, pengembangan antibodi monoklonal dapat semakin mendukung upaya melawan pandemi dan meningkatkan kesiapan dalam menghadapi penyakit menular di masa depan.