Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Edukasi dan Pembuatan Handsanitizer Mangrove Api-Api bagi Pelaku UMKM Christian, Yulius Evan; Hananta, Linawati; Wijayanti, Sri Hapsari; Nathalie, Evadia; Dharmalau, Richanda Surya
Amal Ilmiah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): Edisi Maret 2026
Publisher : FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/amalilmiah.v7i1.439

Abstract

Peningkatan kesadaran akan pentingnya kebersihan tangan pasca pandemi mendorong perlunya edukasi berkelanjutan, terutama di wilayah pesisir yang memiliki keterbatasan akses sanitasi. Desa mitra merupakan salah satu wilayah dengan potensi hayati lokal berupa tanaman mangrove (Avicennia marina), namun belum dimanfaatkan secara optimal. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan workshop kepada masyarakat, khususnya ibu-ibu rumah tangga dan pelaku UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah), dalam pembuatan handsanitizer alami berbasis ekstrak daun mangrove jenis api-api. Metode kegiatan meliputi penyuluhan, praktik pembuatan sediaan spray, serta evaluasi pengetahuan melalui pretest dan posttest. Formula yang digunakan terdiri dari ekstrak hasil rebusan 250 gram daun segar dalam 2,5 liter aquades (diambil 750 mL air sari mangrove), yang dikombinasikan dengan etanol 70% sebanyak 2100 mL dan gliserin 150 mL serta penambahan pewangi. Hasil menunjukkan peningkatan nilai rata-rata peserta dari 68,75 (pretest) menjadi 88,75 (posttest), dengan nilai N-Gain sebesar 0,64 (kategori sedang). Kegiatan ini juga diikuti dengan pembinaan pasca pelatihan sebanyak empat kali untuk menjaga kesinambungan praktik. Kesimpulannya, edukasi dan workshop ini berhasil meningkatkan literasi kesehatan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan bahan lokal menjadi produk antiseptik yang aplikatif dan ekonomis.
PERBANDINGAN METODE TEKNOLOGI HIBRIDOMA DAN KROMATOGRAFI BERBASIS PROTEIN A DENGAN KOLOM NANOFIBER DALAM MEMPRODUKSI ANTIBODI MONOKLONAL UNTUK PASIEN COVID-19 Irawan, Alvin; Halley, Carmine Sebastian; Dharmalau, Richanda Surya; Tobian, Nikolaus; Saputra, Rivaldo
Farmaka Vol 23, No 3 (2025): Farmaka (November) (In Press)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v23i3.64112

Abstract

Pandemi COVID-19 yang dimulai pada akhir 2019 telah memengaruhi berbagai aspek kehidupan secara global, termasuk kesehatan, ekonomi, dan sosial. Dalam upaya mengatasi pandemi ini, antibodi monoklonal menjadi salah satu solusi terapi yang terus dikembangkan karena kemampuannya yang spesifik dalam mengenali dan melawan antigen virus. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dua metode produksi antibodi monoklonal, yaitu teknologi hibridoma dan kromatografi protein A. Artikel yang relevan diambil dari database PubMed menggunakan kata kunci seperti COVID-19, hibridoma, antibodi monoklonal, dan kromatografi protein A. Hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa teknologi hibridoma memungkinkan produksi antibodi monoklonal dengan spesifisitas tinggi melalui penggabungan sel limfosit B dan sel mieloma. Teknik ini memiliki keunggulan seperti kemampuan produksi tanpa batas, efektivitas biaya, serta penyimpanan jangka panjang melalui kriopreservasi. Namun, metode ini membutuhkan waktu produksi yang lama dan persyaratan sterilitas yang tinggi. Di sisi lain, metode kromatografi protein A memanfaatkan resin protein A untuk menangkap imunoglobulin G, menghasilkan produk dengan kemurnian tinggi. Kelebihan metode ini meliputi sensitivitas tinggi terhadap kontaminasi, efisiensi waktu, dan biaya produksi yang lebih rendah. Namun, risiko pembentukan agregat antibodi akibat perubahan pH mendadak menjadi tantangan yang perlu diatasi. Secara keseluruhan, kromatografi protein A lebih efisien dan berpotensi menjadi metode standar produksi antibodi monoklonal berskala besar. Namun, penelitian lanjutan diperlukan untuk mengatasi keterbatasan dalam membandingkan kedua metode secara langsung, terutama pada skala produksi massal. Dengan mengintegrasikan teknologi baru, pengembangan antibodi monoklonal dapat semakin mendukung upaya melawan pandemi dan meningkatkan kesiapan dalam menghadapi penyakit menular di masa depan.