Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

The Effect Of Garlic Extract (Allium Sativum Linn) in Healing Wistar Rats Wound Through Assesment Of Collagen Wa Ode Megasari; Irfan; Yulia Y.Djabi
Journal of sciences and health Vol. 1 No. 1 (2021): Journal of Sciences and Health
Publisher : Politeknik Karya Persada Muna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (764.417 KB) | DOI: 10.54619/jsh.v1i1.15

Abstract

Baground: The severity of injuries is influenced by the wound surface area and structure of damaged tissue include skin tissue , blood vessels , nerves , muscles , bones to internal organs. The aim of this research is to determine the effect of 10 % concentration of garlic extract in healing wistar rats wound through assessment of collagen. Method: This research method is laboratory experimental study was conducted using the Randomized Post Test Control Group design with 45 wistar rats as the research subjects. The rats were divide into three groups; negative control, positive control and treatment groups. Each group was then divide based on the time dimension: 3rd, 7th, 14th day. The resulth were analysed using the Post Hoc Way Anova and Kruskall Wallis tests. Results: The result showed aquick decrease in collagen in the group treated with garlic extract. The level of decrease was not significant compared with the negative and positive control group. Conclusions: The study confirms that garlic extract contribute to the healing of wound although the comparison of change towards control group did not show a significant rate Keywords: Garlic Extract, collagen Pendahuluan: Tingkat keparahan luka dipengaruhi oleh luas permukaan luka dan struktur jaringan yang rusak meliputi jaringan kulit, pembuluh darah, saraf, otot, tulang sampai organ dalam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh salep ekstrak bawang putih dengan konsentrasi 10% terhadap proses penyembuhan luka tikus wistar dengan model perlukaan akut melalui penilaian kolagen. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratoris dengan menggunakan desain Randomized Post Test Control Group yang menggunakan tikus Wistar sebagai subyek penelitian. Penelitian ini menggunakan 45 tikus wistar yang dibagi dalam 3 kelompok yaitu kontrol negatif, kontrol positif,dan perlakuan. Selanjutnya masing-masing kelompok dibagi 3 berdasarkan dimensi waktu yakni hari ke-3, hari ke-7, dan hari ke-14. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan kepadatan Kolagen pada kelompok yang diberi ekstrak bawang putih mengalami kepadatan kolagen dari hari ke hari . Namun, derajat kepadatan yang ditimbulkan tidak menunjukkan nilai yang bermakna jika dibandingkan dengan kelompok kontrol negatif dan kontrol positif. Kesimpulan: salep ekstrak bawang putih dapat mempercepat penyembuhan luka, tetapi perbandingan perubahannya terhadap kelompok kontrol tidak menunjukkan nilai yang signifikan Kata kunci: Ekstrak bawang putih, kolagen
Relationship of Length of Work and Nutritional Status with Work Fatigue at Gold Craftsmen Nur Juliana; Firnasrudin Rahim; Hamzah B; Wa Ode Megasari
MIRACLE Journal Of Public Health Vol 4 No 1 (2021): Miracle Journal of Public Health
Publisher : Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36566/mjph/Vol4.Iss1/230

Abstract

The problem that often arises for workers in the industrial sector, including household industries such as gold craftsmen, is work fatigue. Data shows the prevalence of work fatigue in workers reaches from 10% to 40%. Gold craftsmen who are still working manually, working longer than 8 hours/day and having a body posture that is not ideal so they are at risk of experiencing work fatigue. This study aims to determine the relationship between length of work and nutritional status with work fatigue on gold craftsmen in Malimongan Village, Wajo District, Makassar City. This type of analytic observational research uses a cross sectional study approach, involving 30 gold craftsmen as respondents who were taken by simple random sampling. Collecting data using questionnaires, body scales and stature meters which are then analyzed using non-parametric methods with the Kruskal Wallis test. The results showed that the length of work 8 hours/day was 44,3%, normal nutritional status was 70% and work fatigue was 60%. Statistical analysis showed that there was a relationship between length of work and work fatigue for gold craftsmen (p-value=0,016) while nutritional status and work fatigue were obtained (p-value=0,311). In conclusion, it is known that there is a relationship between length of work and work fatigue, and there is no relationship between nutritional status and work fatigue in gold craftsmen.
Analysis Of Humidity, Temperature, Working Period, And Personal Protective Equipment In Home Industry At Gold Craftsmen Nur Juliana; Anwar Mallongi; Wa Ode Megasari
Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 9 No 2 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30650/jik.v9i2.2995

Abstract

Home industries, especially at gold craftsmen in Malimongan Village, Makassar City, working indoors can experience pressure on hot and cold. In addition, the working period has been decades and used personal protective equipment are rarely used at gold craftsmen as protection from exposure of toxic in the work of environment. This study aims to analyze of humidity, temperature, working period, and used of personal protective equipment in home industry at gold craftsmen. This type of research is a descriptive survey. Direct collection was used a thermohygrometer, Samples of 30 houses, interviews through questionnaires at gold craftsmen amounted to 30 human sample were chosen using the simple random sampling. The analyzed using the frequency distribution of each variable. The results showed that the humidity in the room was mostly 66,7% not eligible requirements and 33,3% qualified requirements, an average of 62,90%. Most of the air temperature 86,7% not eligible requirements and 13,3% qualified requirements, an average of 32,430C. The working period at gold craftsmen >5 years is 96,7% and working <5 years is 3,3%, the working period between 3-32 years, an average of 15,57 years. Respondents never used of personal protective equipment such as face mask 93,3% and 6,7% sometimes used by towel for cover their nose. It is expected in home industry needs to increase ventilation in the workspace so that air of circulation can enter properly. In addition, at gold craftsmen need used of personal protective equipment while working.
EDUKASI DAN SKRINING HIPERTENSI PADA PEKERJA PEMECAH BATU SEKTOR INFORMAL DI DESA PARIDA KECAMATAN LASALEPA Nur Juliana; Endang Sri Mulyawati L; Wa Ode Megasari; Firnasrudin Rahim; Sitti Nurlyanti Sanwar; Sri Ratna Ningsih; Mei Persada Dewi
SIPISSANGNGI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 2 (2022): Sipissangngi Volume 2, Nomor 2, Juni 2022
Publisher : Lembaga Penelitan dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (562.183 KB) | DOI: 10.35329/sipissangngi.v2i2.2894

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu faktor penting sebagai pemicu penyakit tidak menular seperti penyakit jantung, stroke dan lain-lain yang saat ini menjadi penyebab kematian nomor satu di  dunia. Minimnya pengetahuan masyarakat tentang upaya dini mencegah hipertensi dan kurangnya pemeriksaan kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah edukasi dan skrining hipertensi untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat. Pengabdian masyarakat dilakukan pada bulan Maret 2022, sasaran kegiatan adalah pekerja sektor informal pemecah batu berjumlah 26 orang. Kegiatan awal yaitu survei lokasi, pengurusan administrasi, izin pengabdian di desa, menyusun materi edukasi hipertensi, persiapan alat tensimeter, sedangkan tahap pelaksanaan yaitu penyuluhan dalam bentuk ceramah tentang hipertensi serta pemeriksaan tekanan darah. Hasil dari kegiatan ini pekerja mendapatkan pengetahuan yang bermanfaat tentang upaya pencegahan dini dan pengendalian terhadap hipertensi, pekerja lebih mengetahui tekanan darah masing-masing. Hasil pemeriksaan tekanan darah menunjukkan pre hipertensi berjumlah 11 orang (42,3%), normal berjumlah 6 orang (23,1%), hipertensi tahap 1 berjumlah 7 orang (26,9%) dan hipertensi tahap 2 berjumlah 2 orang (7,7%). Terlaksananya kegiatan ini ditunjukkan melalui kemudahan perizinan. Dengan adanyanya edukasi pekerja lebih menyadari pentingnya hidup sehat dan secara berkala melakukan pemeriksaan tekanan darah sehingga membantu membantu masyarakat memahami tentang hipertensi serta mampu dilakukan tindakan pencegahan penyakit.
Analisis Kualitas Tahu Melalui Penerapan Good Manufacturing Practices (GMP) Industri Rumah Tangga UD. Sari Makmur Desa Wakobalu : Analysis Quality of Tofu the Application of Good Manufacturing Practice (GMP) Home Industry UD. Sari Makmur Wakobalu Village Nur Juliana; Wa Ode Megasari
Promotif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 11 No. 2: DESEMBER 2021
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (789.923 KB) | DOI: 10.56338/pjkm.v11i2.2021

Abstract

Seiring dengan peningkatan keanekaragaman pangan yang makin tinggi, apabila tidak diiringi dengan kualitas pangan yang baik, maka akan menyebabkan keracunana makanan dan menimbulkan penyakit. Dampak yang dihasilkan oleh keracunana makanan akan berakibat pada kelangsungan dan ketahanan industri makanan khususnya pada skala rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas tahu melalui penerapan Good Manufacturing Practices (GMP). Penelitian menggunakan studi deskriptif dengan pendekatan observasional. Aspek GMP yang diteliti adalah lokasi dan lingkungan produksi, bangunan dan fasilitas, peralatan produksi, suplai air dan sarana penyediaan air, fasilitas kegiatan hygiene sanitasi, kesehatan dan hygiene karyawan, pemeliharaan program hygiene sanitasi, penyimpanan, pengendalian proses, pelabelan, pengawasan oleh penanggungjawab, penarikan produk, pencatatan dan dokumentasi, dan pelatihan karyawan serta pemeriksaan kualitas tahu yang dihasilkan oleh IRT. Hasil penilaian penerapan GMP pada IRT adalah 54,47%, termasuk dalam kategori penilaian cukup. Pemeriksaan kualitas fisik tahu tidak berasa, berbau, dan berwarna putih normal, hasil uji bakteriologis Eschencia coli adalah 2,7.104 gram dan salmonella adalah 0 gram atau negativ sedangkan hasil uji arsen kimiawi khususnya arsen adalah 0,047 mg/l. Berdasarkan aspek GMP perlu adanya perbaikan proses produksi dari pihak IRT terhadap aspek-aspek yang kurang, yaitu lokasi dan lingkungan produksi, fasilitas dan kegiatan hygiene sanitasi, pelabelan, pencatatan dan dokumentasi, dan pelatihan karyawan sehingga aspek-aspek tersebut sesuai dengan standar operasional prosedur GMP dan menghasilkan kualitas tahu yang dapat memenuhi standar.
Pengaruh Konsumi Jus Sari Buah Okra (Abelmoschus Esculentus) Terhadap Penurunan Kadar Gula Darah pada Penderita Diabetes Melitus (DM) di Wilayah Kerja Puskesmas Katobu Kabupaten Muna : The Effect of Okra (Abelmoschus Esculentus) fruit Juice Consumption on the Reduction of Blood Sugar Level in Diabetes Mellitus (DM) Patients in the Working Area of the Katobu Health Centre Muna District Wa ode Megasari; Nur Juliana
Promotif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 11 No. 2: DESEMBER 2021
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (641.648 KB) | DOI: 10.56338/pjkm.v11i2.2022

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan sekumpulan gangguan metabolik yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah akibat kerusakan pada sekresi insulin, kerja insulin dan atau keduanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsumsi sari buah okra (abelmoschus escullentus) terhadap penurunan kadar gula darah pada penderita Diabetes Melitus (DM). Desain penelitian ini menggunakan metode kuantitatif pendekatan eksperimen dengan desain pre-pot tes dengan kontrol group (One group pre-post desing with control group) pada kelompok penderita DM dengan pemberian glibendclamide sebagai kelompok kontrol dan pada kelompok penderita DM dengan pemberian jus sari buah okra sebagai kelompok perlakuan. Sampel sebanyak 28 responden dianalisis dengan metode komparasi pre-post dengan uji wilcoxon yang dilanjutkan dengan uji Mann_Whitney Tes.Hasil penelitian menunjukan terdapat jus sari buah okra (abelmoschus escullentus) berpengaruh terhadap penurunan kadar gula darah. Kesimpulan Jus sari buah okra dapat menjadi pilihan untuk menurunkan kadar gula darah /allternatif pilihan dalam penyembuhan diabetes mellitus.
Traffic Card Media with Jigsaw Method: Improving Knowledge, Attitude, and Sanitation Hygiene for Stunting Prevention Juliana, Nur; Megasari, Wa Ode; Sarumi, Rasniah; Sari, Elna; Rohmawati, Wahidah; Tamsri, Muhammad Ihsan
Asia Pacific Journal of Management and Education (APJME) Vol 8, No 1 (2025): March 2025
Publisher : AIBPM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32535/apjme.v8i1.3790

Abstract

Indonesia continues to face significant challenges in reducing stunting rates, particularly in rural areas. The primary contributing factors include a lack of parental knowledge, unsupportive lifestyle attitudes, and poor environmental sanitation. Nutrition education plays a crucial role in raising mothers' awareness of stunting. This study sought to evaluate mothers’ knowledge, attitudes, and sanitation hygiene practices regarding toddlers aged 24 to 60 months while incorporating traffic card media and the jigsaw method in group discussions to strengthen these factors for effective stunting prevention. It adopts a quantitative research design with a one-group pretest-posttest approach. The study was conducted in the working area of the Wapunto Health Center from July to October 2023. A simple random sampling technique was used, involving 21 respondents. Data were analyzed using a non-parametric Wilcoxon test. The pretest and posttest average scores for each variable were as follows: knowledge (67.95 to 81.95), attitude (61.43 to 80.05), and sanitation hygiene (80.95 to 90.95), indicating an overall improvement. The p-values were 0.05 for all variables, with knowledge and attitude each at p = 0.000 and sanitation hygiene at p = 0.002, demonstrating a significant effect of the intervention. Traffic card media proves to be an effective educational tool for increasing public awareness of stunting prevention by improving knowledge, attitudes, and sanitation hygiene practices.