Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Analysis of Cardboard Quality Improvement Using The Taguchi Method Siahaan, Yohana; Harahap, Uun Novalia; Hasibuan, Yetti Meuthia
JiTEKH Vol. 13 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Harapan Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35447/jitekh.v13i2.1257

Abstract

The company faces a recurring issue related to product defects, which affect both production efficiency and customer satisfaction. To address this problem, this study applies a causal and experimental research approach using the Taguchi Method as a systematic tool for process optimization and quality improvement. The Taguchi Method is employed to identify the optimal combination of process parameters that significantly influence the quality of cardboard boxes while minimizing defects and production variability. Based on the results of data processing and analysis, it can be concluded that the optimal combination of factor levels that significantly influence the improvement of carton box product quality, as determined through the Taguchi experimental design, is Speed at level 2 (280 mpm), Air Supply at level 2 (0.88 MPa), and Steam Supply at level 2 (5 MPa). These optimal conditions demonstrate the most effective balance between production efficiency and product consistency, and must be properly maintained to ensure stable and high-quality output. Furthermore, improvement efforts based on the Taguchi method emphasize the importance of the human factor or operator in sustaining these optimal settings. Operators must be trained to respond appropriately to changes in process parameters and to maintain consistent conditions during production. The results of this research confirm that the Taguchi Method provides a robust, data-driven framework for continuous improvement, helpingĀ  reduce defects, optimize process performance, and achieve sustainable quality enhancement in its cardboard manufacturing operations
Penerapan Metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) Untuk Meningkatkan Efektivitas Mesin Produksi Sabun Di PT. Best Wahyudi, Ilham; Utama, Denny Walady; Hasibuan, Yetti Meuthia; Zaharuddin
Industrial Engineering System and Management Journal Vol. 7 No. 1 (2026): Vol 7 No 1 Februari 2026
Publisher : LPPM Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22303/iesm.7.1.2026.09-21

Abstract

PT. Berlian Eka Sakti Tangguh merupakan perusahaan yang bergerak dalam produksi sabun membutuhkan kefektivitasan mesin dalam menjalankan produksi nya. Mesin produksi yang kurang dijaga pemeliharaan nya adalah salah satu penyebab utama tingginya downtime akibat kerusakan mesin cutting yang terjadi saat produksi berlangsung, dimana tiap bulannya tingkat kerusakan sebanyak 5 kali/bulan dengan waktu breakdown 540 menit/bulan. Tingginya downtime pada mesin merupakan masalah yang banyak dihadapi perusahaan. Kondisi tersebut mengakibatkan proses produksi pada perusahaan menjadi menurun. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis berbagai penyebab menurunnya efektivitas mesin cutting dengan menggunakan konsep Overall Equipment Effectiveness (OEE). Hasilnya menunjukkan bahwa nilai efektivitas peralatan keseluruhan (OEE) berkisar antara 59% - 82% jauh diatas target yakni 95%. Penyebab terjadinya pemborosan yang paling dominan berdasarkan Six Big Losses adalah reduced speed losses. Dengan persentase sebesar 24% atau sebesar 58% terhadap persentase losses yang lain. Sehingga perlu adanya perbaikan untuk meningkatkan nilai OEE agar menjadi kategori kelas dunia
Analisis Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Dengan Metode Hira Dan Hazop Pada PT. AGM Sihombing, Audrey Iva Novia; Hasibuan, Yetti Meuthia; Utama, Denny Walady
Industrial Engineering System and Management Journal Vol. 7 No. 1 (2026): Vol 7 No 1 Februari 2026
Publisher : LPPM Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22303/iesm.6.1.2025.34-46

Abstract

Proses produksi pupuk NPK memiliki potensi risiko. Karyawan masih kurang menyadari pentingnya menggunakan alat pelindung diri. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bahaya yang mungkin terjadi, serta faktor-faktor yang menyebabkan bahaya tersebut terjadi. Selain itu, penelitian ini akan memberikan saran untuk menurunkan risiko kecelakaan kerja. Penelitian ini menggunakan dua pendekatan: Hazard Identification and Risk Assessment (HIRA) dan Hazard and Operability Study (HAZOP). Metode HIRA digunakan untuk menemukan bahaya yang mungkin terjadi dan memberikan penilaian risiko berdasarkan kemungkinan terjadi dan tingkat keparahan risiko. Namun, metode HAZOP digunakan untuk mengevaluasi kesalahan, sumbernya, efek, dan solusi perbaikan yang disarankan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 32 bahaya yang ditemukan, yang dibagi menjadi empat sumber bahaya: 15 bahaya untuk prosedur kerja, 11 bahaya untuk sikap kerja, 4 bahaya untuk tempat kerja, dan 2 bahaya untuk lingkungan kerja. Perbaikan administrasi dan teknis adalah bagian dari perbaikan kerja yang diusulkan. Menurut PP RI No. 50 Tahun 2012, upaya pengendalian risiko yang sudah dilakukan termasuk rekayasa teknik, pemasangan rambu K3, pemeliharaan peralatan dan instalasi, pelatihan, penyediaan APD, APAR, dan peralatan tanggap darurat.
Penerapan Metode AHP Dan TOPSIS Untuk Pemilihan Supplier Pada Industri Manufaktur Bahan Baku Sabun Hasibuan, Yetti Meuthia; Zaharuddin; Kurniawan, M. Ade
Industrial Engineering System and Management Journal Vol. 7 No. 1 (2026): Vol 7 No 1 Februari 2026
Publisher : LPPM Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Berlian Eka Sakti Tangguh Medan merupakan perusahaan manufaktur yang memproduksi Soap Plant (pabrik sabun) dan melakukan seleksi awal dalam menentukan supplier bahan baku. Saat ini terdapat lima supplier yang bekerja sama dengan perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem pendukung keputusan guna menentukan supplier terbaik dari 5 supplier utama berdasarkan kemampuan dalam memenuhi kebutuhan bahan baku perusahaan. Metode yang digunakan adalah Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk menentukan bobot kriteria dan Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) untuk melakukan pemeringkatan alternatif supplier. Hasil penelitiandengan metode AHP dan TOPSIS samamenunjukkan bahwa PT. Sumber memperoleh nilai preferensi tertinggi sebesar 0,6996 dan menempati peringkat pertama. Selanjutnya diikuti oleh PT. Seikishin (0,5742), PT. Duta Foam (0,5257), PT. Bustico (0,4022), dan PT. Tiga Saudara (0,2980). Hasil ini menunjukkan bahwa kombinasi metode AHP dan TOPSIS mampu memberikan rekomendasi pemilihan supplier secara objektif, sistematis, dan terukur.