Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Transformasi Digital: Mengoptimalkan Website Desa Made Jombang sebagai Media Informasi dan Layanan Publik Hidayat, Rohmat; Stianto, Mitayakuna; Mardiani, Novita; Mahmud, Mohammad Ikhfian; Bachtiar, Tegar Puji; Febriana, Khoirul Annisa; Turohmah, Latifah; Pusponegoro, Raden Issaga
Jumat Informatika: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2024): Desember
Publisher : LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/abdimasif.v5i3.5220

Abstract

The need for a village website is increasingly urgent in the digital era, especially as a tool to manage various aspects of village life more effectively. As a government unit that plays an important role in serving the community, villages need a platform that is transparent, easily accessible, and reliable. This community service program aims to optimize the website of Made Village, Jombang, so that it can function as an effective and efficient information system. Through a series of activities such as interface design improvement, SEO (Search Engine Optimization) optimization, and training for website managers, the Made Village website is expected to become a more attractive, informative, and useful promotional media. The approach used in this program is *Community Based Participatory Research* (CBPR), which emphasizes close collaboration between researchers and village communities. This approach involves the active participation of village communities in every stage of activities, from planning to evaluation, so that they have a strong sense of ownership of the results. This participation not only strengthens collaboration, but also encourages communities to be more involved in their village's digital transformation. The results of the program showed an increase in the number of website visitors and user interactions. In addition, this program has succeeded in increasing community awareness of the importance of information technology. It is hoped that the optimization of the village website will not only encourage local economic development through the promotion of products and tourism, but also strengthen the identity of the Made Village community. Through a participatory approach, this program contributes to broader and sustainable social change
FAKTOR RESIKO KEJADIAN KETUBAN PECAH DINI PADA KEHAMILAN: LITERATURE REVIEW Alfira fitriana; Siti Fatimah; Mitayakuna Stianto; Melinda Damayanti
Jurnal Insan Cendekia Vol 10 No 1 (2023): Jurnal Insan Cendekia
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jic.v10i1.1137

Abstract

Pendahuluan : Ketuban Pecah Dini (KPD) merupakan kondisi pecahnya selaput pada ketuban sebelum tahap bersalin. KPD tetap menjadi disease of materi dikarenakan belum dimengerti penyebab yang pasti, tetapi terdapat beberapa keadaan internal/ eksternal nan dicurigai berkaitan pada KPD. Pemicu internal penyebab pada KPD meliputi paritas, umur ibu, inkompetensi serviks, polihidramnion maupun presentasi pada janin. Komplikasi penyebab KPD yaitu terinefeksi pada persalinan maupun nifas, partus yang lama, tindakan operatikf obstetric mengalami peningkatan. Di Dunia angka terjadinya KPD mencapai 1,.3%. Pada kondisi stabil 8-10% wanita hamil aterm mengalami KPD. Tujuan : Untuk mengetahui faktor risiko terjadinya ketuban pecah dini pada kehamilan. Subjek dan Metode : Pengamatan tersebut merupakan pembelajaran literatur dari bermacam artikel jurnal internasional dan nasional. Pencarian artikel menggunakan database: PubMed, dan Google Scholar. Metode ini bertujuan dalam penambahan untuk memahami tentang topik yang dibahas dengan cara topik pembahasan dirangkum. Metode tersebut bisa memberi informasi realita/ analisis serta tinjuan literature memberi rangkuman publik yang baik maupun relevan selanjutnya pembandingan hasil yang disajikan pada artikel. Hasil : dari 10 artikel nasional maupun internasional didapatkan bahwa faktor resiko terjadinya KPD diantaranya adalah paritas, riwayat KPD, usia ibu, jarak kehamilan, anemia, status pekerjaan, infeksi, paparan asap dan perilaku merokok. Dan ada beberapa artikel yang di dapat bahwa faktor yang tidak berhubungan dengan KPD diantaranya kehamilan kembar,riwayat keturunan, status keguguran, letak janin, pembesaran uterus, umur kehamilan, dan DKP. Kesimpulan : Faktor penyebab KPD yang paling banyak di sebabkan karena paritas, riwayat KPD, usia ibu, jarak kehamilan, status pekerjaan, anemia, infeksi
Pembinaan Kader dalam Meningkatkan Penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang Wanita Usia Subur Mitayakuna Stianto
Jurnal Abdi Medika Vol 3 No 1 (2023): Jurnal Abdi Medika Mei 2023
Publisher : INSTITUT TEKNOLOGI SAINS DAN KESEHATAN INSAN CENDEKIA MEDIKA JOMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Indonesia cakupan peserta kb aktif metode jangka panjang masih tergolong rendah, yaitu : AKDR (7,4%), AKBK (7,4%), MOW (2,7%), dan MOP (0,5%) yang masih berada jauh dibawah target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) yaitu 66%. Sementara itu untuk Provinsi Jawa Timur cakupan peserta kb aktif masih belum mencapai target yaitu 60,5%. Di Desa Dapur Kejambon salah satu desa di wilayah Puskesmas Tambakrejo dimana cakupan metode kontrasepsi jangka panjang masih rendah. Sebagian besar peserta KB aktif memilih suntikan dan pil sebagai alat kontrasepsi, bahkan sangat dominan yaitu 80%, padahal suntikan dan pil merupakan metode kontrasepsi jangka pendek sehingga tingkat efektifitas dalam pengendalian kehamilannya pun rendah. Luaran wajib adalah publikasi jurnal. Penyuluhan kepada kader dan pelatihan cara melakukan konseling. Sebelum sosialisasi/penyuluhan dilakukan pre test didapatkan hasil pengetahuan kader KB kurang yaitu 66,67%, sedangkan setelah dilakukan sosialisasi/penyuluhan pengetahuan kader meningkat yaitu 83,33% Kader yang telah ditunjuk oleh pusat pelayanan kesehatan setempat bekerjasama dengan tim kesehatan untuk dapat melaksanakan tugasnya sesuai dengan petunjuk yang diberikan.
PENGARUH PEMBERIAN JUS JAMBU BIJI MERAH TERHADAP ANEMIA DALAM KEHAMILAN Fitriana, Alfira; Stianto, Mitayakuna; Fatimah, Siti; Fatma, Inge Devita; Santika, Tifani Hani
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.44122

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian jus jambu biji merah dan tablet Fe terhadap peningkatan kadar Hb pada ibu hamil trimester II dan III yang mengalami anemia. Penelitian ini menggunakan quasi-experiment dengan model pre-test dan post-test dengan kontrol group. Populasi adalah seluruh ibu hamil trimester II dan III yang mengalami anemia. Pengambilan sampel menggunakan total sampling sebanyak 56 responden yang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi yang dibagi menjadi 28 kelompok eksperimen dan 28 kelompok kontrol. Pengumpulan data dilakukan dengan mengukur kadar Hb sebelum dan Setelah dilakukannya pemberian jus jambu biji dengan tablet fe sebanyak 250ml/hari selama 14 hari pada kelompok eksperimen dan mengukur kadar Hb sebelum dan setelah dilakukannya pemberian tablet Fe saja selama 14 hari pada kelompok kontrol. Hasil analisis menggunakan uji t dependent menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan kadar hemoglobin (Hb) sebelum dan sesudah pemberian tablet Fe dan jus jambu biji merah pada ibu hamil di Puskesmas Tambakrejo Jombang. Hasil analisis rata-rata Hb pada ibu hamil kelompok intervensi sebelum diberikan jus jambu biji merah dan tablet Fe sebesar 10.39 gr/dl dan sesudah diberikan jus jambu biji merah plus tablet Fe sebesar 11.67 gr/dl. Sedangkan rata-rata Hb pada ibu hamil kelompok kontrol sebelum diberikan tablet Fe sebesar 10.45 gr/dl dan sesudah diberikan tablet Fe sebesar 11.31 gr/dl. Analisis bivariat didapatkan nilai p-value 0.000 (p<0.05). Dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara konsumsi jus jambu biji merah dan tablet Fe terhadap peningkatan kadar Hb ibu hamil trimester II dan III yang mengalami anemia di wilayah kerja Puskesmas Tambekrejo Kabupaten Jombang.
Metode Mendongeng Mengatasi Masalah Keterlambatan Bicara Dan Bahasa Pada Anak Usia 4-6 Tahun Di TK Muslimat NU 02 Desa Tambak Rejo Kecamatan Jombang Kabupaten Jombang Mitayakuna Stianto; Siti Fatimah; Fatmawati; Inge Devita Fatma; Novi Lailatul Hikmah
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 8 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v8i2.422

Abstract

Keterlambatan  bicara  dan  bahasa  dapat  mengakibatkan  kesulitan  belajar,  kesulitan membaca dan menulis serta mempengaruhi pencapaian akademik anak hingga dewasa. Menurut World Health Organization (WHO) 2019, gangguan perkembangan bahasa diseluruh  dunia   memiliki  angka   kejadian   sebanyak   27,5%  dari  149.000.000  yang mengalami keterlambatan  bicara  dan  bahasa.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas metode mendongeng dalam meningkatkan kemampuan bahasa anak usia dini yang mengalami keterlambatan bicara. Sampel terdiri dari 61 anak usia 4–6 tahun dari populasi 154 anak. Pre-test menunjukkan bahwa hanya 18 anak (29,51%) yang mampu menjawab pertanyaan bahasa dengan benar, sedangkan pada post-test meningkat menjadi 43 anak (70,49%). Analisis bivariat menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks menghasilkan nilai Z = -4,279 dan p = 0,000 (p < 0,05), menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan setelah intervensi. Hasil ini menunjukkan bahwa metode mendongeng  pada anak usia 4-6 tahun di TK Muslimat NU 02 Desa Tambak Rejo Kecamatan Jombang Kabupaten Jombang efektif dalam menstimulasi perkembangan bahasa dan bicara pada anak usia dini.
MOTIVASI IBU TERHADAP PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN PADA BAYI USIA 6-9 BULAN DI PUSKESMAS TAMBAKREJO KABUPATEN JOMBANG Fatimah, Siti; Stianto, Mitayakuna
WELL BEING Vol 5 No 2 (2020): Well Being
Publisher : LPPM STIKes Bahrul Ulum Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51898/wb.v5i2.85

Abstract

One of the factors thatiican causeiimalnutrition iniichildren underiifive are the bad behavior of the mother in providing food assistance to their children breast milk, so the children do not get enough nutrients for growth and development. Theiaim of researah to determineiithe effectiiof motivation and attitudes of mothers towards supplementary feeding behavior in infants aged 6 months in health Tambakrejo Jombang. The study designiwas observationaliiwith cross sectionaliiapproach. Respondentsiiwere drawn by simpleirandom samplingitechnique. PopulationiAll mothers ofichildren aged 6-9 months were 63 people, a sampleiiof 51 respondents. The independentiivariable of motivation and attitudes, behaviors dependent variable supplementary feeding, and then analyzed using logisticiiregression statistical test. The resultsiishowed most respondents are motivated to give breastfeeding categories were as many as 32 (62.7%) of respondents, most respondents have the attitude to giving breastfeeding with negative category as many as 31 (60.8%) respondents, and almost a half of respondents have a behavior in the provision of breastfeeding by category quite as many as 23 respondents (45.1%) of the total 51 respondents. Data analysis results show the value of p - value = 0.001 to influence the motivation of the behavior andiithe provision of breastfeeding p - value = 0,029 to influence attitudes towards the provision of breastfeeding behavior <α 0,05 so H1iiaccepted whichiimeans thereiiis influenceiiof motivation and attitudes of mothers towards supplementary feeding behavior in infants aged 6-9 months in health Tambakrejo Jombang. High motivation may encourage mothers to exclusively breastfeed, as well as positive attitudes will encourage mothers to exclusively breastfeed because mothers assume that exclusive breastfeeding is good for the baby.
FAKTOR RESIKO PREEKLAMSIA PADA IBU HAMIL: LITERATURE REVIEW: FAKTOR RESIKO PREEKLAMSIA PADA IBU HAMIL: LITERATURE REVIEW Stianto, Mitayakuna; fitriana, Alfira; Fatimah, Siti
WELL BEING Vol 7 No 1 (2022): Well Being
Publisher : LPPM STIKes Bahrul Ulum Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51898/wb.v7i1.153

Abstract

Background: The maternal mortality rate in Indonesia in 2020 reached 462 per 100,000 live births. Preeclampsia is some specific symptoms that only appear during pregnancy at 20 weeks of gestation (except for trophoblastic problems), these symptoms include hypertension accompanied by the presence of protein in the urine. The impact of preeclampsia on pregnant women can cause a decrease in consciousness, if preeclampsia is severe it can be accompanied by seizures. The purpose of this study is to determine the risk factors that influence the occurrence of preeclampsia. Subjects and Methods: This was a literature reviews study. The articles used were obtained from PubMed, and Google Scholar. Several passwords were used: "pregnant women" OR "mothers in labor" AND preeclampsia OR eclampsia OR eclampsia AND "risk factors" OR "risk factors" This method aims to increase understanding of the topics discussed by summarizing the topics to be discussed. This method provides insight into new facts/analyses as well as a literature review providing a summary of good and relevant publications that are further compared with the results that have been presented in the article. Results: of 11 articles that met the inclusion and exclusion criteria, 8 articles with a case-control study design, 2 cross-sectional articles, and 1 retrospective cohort study article. Conclusion: Risk triggers that have a relationship with the incidence of preeclampsia include the age of pregnant women at risk for nulliparity, primigravida, economic factors, previous history of preeclampsia, parity, level, education, use of ANC, gestational period, BMI before pregnancy, history of abortion, history of hormonal contraceptive use, Heredity, Multiple pregnancies, Medical history (chronic hypertension, diabetes, kidney disease, and obesity), Hypertension, Diabetes, Obesity
Pemberdayaan Perangkat Desa dan UMKM Desa Tawangsari Mojokerto melalui Workshop YouTube dan Desain Visual Hidayat, Rohmat; Sufaidah, Siti; Afidah, Nurul; Bahtiar, Yuyun; Muzakki, Muhammad Dliyaurrahman; Choiruddin, Rendy; Fitrotuzzahwannisa, Fitrotuzzahwannisa; Aini, Aisyatul Izzah Putri; Stianto, Mitayakuna; Falesta, Octo Gyan
Jumat Informatika: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/abdimasif.v6i2.6219

Abstract

This community service program was conducted in Tawangsari Village, Trowulan District, Mojokerto Regency, focusing on empowering village officials and local UMKM through digital technology utilization. The main objective was to enhance digital literacy among village officials in managing a YouTube channel as a means of public communication, while strengthening UMKM’ visual identity through logo and banner design. The program applied the Participatory Action Research (PAR) approach, consisting of several stages: needs assessment, planning, workshop implementation, intensive mentoring, and evaluation. The workshop was divided into two sessions, namely YouTube channel management (content creation, video editing, and account management) and visual design (logo and banner production for UMKM products). Evaluation was carried out through pre-test and post-test assessments, satisfaction questionnaires, and portfolio evaluation of participants’ outputs. The results revealed significant improvements in both digital literacy and visual design skills, as indicated by the increase of average scores from 55 to 83 for digital literacy, and from 50 to 80 for visual design. Furthermore, the village officials successfully launched the official YouTube channel of Tawangsari Village, while UMKM actors produced professional logos and banners to represent their product identity. The program not only improved technical skills but also raised awareness of the importance of branding and digital literacy as a strategy for strengthening competitiveness. In conclusion, ICT-based workshops proved effective in strengthening village community capacity. The main recommendation is the need for program sustainability through consistent content publication on YouTube, continuous use of UMKM logos, and advanced digital marketing training to expand market reach.  
Efektivitas Zinc Untuk Atasi Diare Pada Balita UTOMO, Fatmawati; Fatmawati, Fatmawati; Siti Fatimah; Mitayakuna Stianto; Sindy Veronila
Judika (Jurnal Nusantara Medika) Vol 9 No 2 (2025): Judika Volume 9 No. 2 Oktober 2025
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/judika.v9i2.27115

Abstract

Abstrak—Latar Belakang: Diare merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada balita, terutama di negara berkembang. Pemberian zinc telah direkomendasikan WHO dan UNICEF sebagai bahan dari tata laksana standar diare anak, karena terbukti mempercepat kesembuhan dan mencegah kambuhnya diare.Tujuan: Menganalisis efektivitas suplementasi zinc terhadap kesembuhan balita dengan diare Metode: Studi observasional analitik potong lintang pada 40 balita (usia 6-59 bulan). Dua puluh balita mendapatkan zinc (10-20mg/hari sesuai usia + oralit, sedangkan 20 balita lainnya hanya mendapat oralit. Kesembuhan di evaluasi pada hari ke-7. Analisis menggunakan uji Chi-square. Hasil: Dari 20 balita yang diberi zinc , 15(75%) sembuh; sedangkan dari 20 balita tanpa zinc hanya 7 (355) sembuh. Uji Chi-square menunjukan perbedaan bermakna (X2 = 4,85; p = 0,028). Kesimpulan: Suplementasi zinc terbukti efektif mempercepat kesembuhan pada balita yang sedang mengalami diare.
Factors Associated With Diaper Rash In Infants Aged 0-12 months Stianto, Mitayakuna; Fatimah, Siti; Fitriana, Alfira
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 6 (2024): Volume 10,No.6 Juni 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i6.15467

Abstract

Latar Belakang : Kulit bayi  relatif  tipis sehingga lebih rentan terhadap infeksi, peradangan, dan alergi. Ruam popok merupakan masalah kulit yang umum terjadi pada bayi. Data epidemiologi menunjukkan bahwa ruam popok atau diaper rash terjadi di 65% populasi anak-anak. Kejadian ruam popok dapat dimulai sejak periode neonatus, sejak bayi mulai menggunakan popok (Putri & Ludiana, 2021). Namun, insidensi lebih sering ditemukan pada bayi yang lebih tua, sebab frekuensi penggantian popok lebih jarang dibandingkan neonatus.Tujuan: Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan ruam popok pada bayi.Metode : Penelitian Strategi dalam mencari jurnal yang digunakan dalam literature review, pertanyaan yang digunakan untuk melakukan review jurnal yang disesuaikan dengan PICOT dan istilah pencarian jurnal melalui MESH, batasan mengambil jurnal dan hal lainnya. Jurnal yang digunakan dalam literature review didapatkan melalui database google scholar. Populasi : Bayi yang mengalami ruam popok. Sampling : Sebagian dari bayi yang mengalami ruam popok.Hasil : Berdasarkan 10 penelitian terdapat 4 jurnal penelitian tentang ruam popok terjadi karena kurangnya pengetahuan ibu, terdapat 4 jurnal penelitian tentang ruam popok dikarenakan personal hygiene, terdapat 1 jurnal penelitian tentang ruam popok karena lama pemakaian popok sekali pakai dan terdapat 1 jurnal penelitian tentang ruam popok karena penggunaan bedak tabur pada area genetal. Kesimpulan : dengan penatalaksanaan memberikan edukasi kepada ibu untuk menggunakan popok kain yang memiliki daya serap tinggi dan mengganti sesering mungkin. Masalah teratasi setelah diberikan perawatan selama 5 hari dengan intervensi yang diberikan, kemudian dilakukan pendokumentasian dengan menggunakan manajemen SOAP.Saran : Dalam kasus ruam popok akan sembuh dengan penanganan penggunaan popok tidak lebih dari 4 jam, setelah BAK/BAB segera dibersihkan dengan air atau kapas DTT, menjaga kelembaban area genetal. Kata kunci : bayi, personal hygiene, ruam popok. ABSTRACT Background.Babies' skin is relatively thin, making it more susceptible to infection, inflammation and allergies. Diaper rash is a common skin problem in infants. Epidemiological data shows that diaper rash occurs in 65% of the paediatric population. The incidence of diaper rash can start as early as the neonatal period, from the time an infant starts wearing nappies. However, the incidence is more common in older infants, as the frequency of nappy changes is less frequent compared to neonates.Objective: To determine the factors associated with diaper rash in infants.Methods: Research strategy in finding journals used in the literature review, questions used to review journals tailored to PICOT and journal search terms through MESH, journal retrieval limitations and other matters. Journals used in the literature review were obtained through the google scholar database. Population: Infants with diaper rash. Sampling: Some of the babies who have diaper rash.Results: Based on 10 studies, there are 4 research journals on diaper rash due to lack of maternal knowledge, there are 4 research journals on diaper rash due to personal hygiene, there is 1 research journal on diaper rash due to long use of disposable diapers and there is 1 research journal on diaper rash due to the use of powder on the genetal area. Conclusion: with the management of providing education to the mother to use cloth diapers that have high absorption and change as often as possible. The problem was resolved after being given treatment for 5 days with the interventions provided, then documentation was carried out using SOAP managemenSuggestion: In the case of diaper rash, it will heal by handling the use of diapers for no more than 4 hours, after BAK / BAB immediately cleaned with water or DTT cotton, keeping the genetal area moist. Keywords:baby, diaper rash, personal hygiene.