Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENERAPAN TEKNOLOGI BUDIDAYA JENUH AIR UNTUK MENINGKATKAN PENDATAPATAN PETANI KEDELAI HITAM DI KABUPATEN TANJUNG JABUNG TIMUR: PENERAPAN TEKNOLOGI BUDIDAYA JENUH AIR UNTUK MENINGKATKAN PENDATAPATAN PETANI KEDELAI HITAM DI KABUPATEN TANJUNG JABUNG TIMUR Weni Lestari
Khazanah Intelektual Vol. 2 No. 2 (2018): Khazanah Intelektual
Publisher : Balitbangda Provinsi Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37250/newkiki.v2i2.21

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar perubahan pendapatan petani kedelai hitam dengan penerapan teknologi Budidaya Jenuh Air di Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli hingga Oktober 2017.di tiga kecamatan yaitu Kecamatan Berbak, Dendang dan Rantau Rasau. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder.Data primer diperoleh dari 86 responden yang diambil secara purposive sementara data sekunder diperoleh dari instansi terkait dan beberapa publikasi yang relevan dengan penelitian. Pendapatan dihitung dengan analisis pendapatan yang juga dapat melihat tingkat efisiensi yang dihitung dengan membandingkan penerimaan yang diterima petani dengan biaya yang dikeluarkan. Kelebihan teknologi budidaya jenuh air adalah produksi kedelai hitam yang dihasilkan lebih tinggi dibandingkan dengan produksi dari usahatani konvensional dan teknologi ini sesuai untuk diterapkan di lahan sub optimal seperti lahan pasang surut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pendapatan petani kedelai hitam yang menerapkan teknologi BJA Rp. 2.140.000 lebih tinggi dari pendapatan yang diperoleh dari usahatani konvensional Rp1.810.000. Nilai R/C-Ratio pada budidaya BJA (1,2) lebih kecil dibanding nilai R/C-Ratio pada budidaya kedelai konvensional (1,3).
FAKTOR PREDIKSI STUNTING DI KABUPATEN TANJUNG JABUNG TIMUR: STUDI WILAYAH PADA KATEGORI WILAYAH STUNTING BERAT DI PROVINSI JAMBI Novia Susianti; Weni Lestari
Khazanah Intelektual Vol. 4 No. 2 (2020): Khazanah Intelektual
Publisher : Balitbangda Provinsi Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37250/newkiki.v4i2.71

Abstract

Stunting pada masa balita akan menjadi hambatan paling signifikan bagi tumbuh kembang anak dan akan menurunkan kualitas kesehatannya di masa depan. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting serta faktor prediksi stunting di Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif desain cross sectional, dan bagian dari penelitian determinan stunting pada wilayah dengan prevalensi berat di Provinsi Jambi. Penentuan lokasi penelitian dan sampel penelitian dilakukan secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi stunting sebesar 27,9%, lebih banyak terjadi pada usia < 3 tahun, jenis kelamin perempuan dan lebih sering mengalami ISPA dibandingkan diare. Faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting ditemukan adalah usia ibu, tinggi badan ibu, pola asuh makan (usia pemberian MP ASI), pola asuh kesehatan (perilaku mencuci tangan dan penimbangan balita ke posyandu) dan sanitasi (SPAL, jamban keluarga dan ketersediaan air bersih). Sedangkan faktor prediktor terkuat dalam memprediksi kejadian stunting yaitu perilaku merokok, dimana keluarga dengan anggota keluarga yang merokok meningkatkan resiko memiliki balita stunting sebesar 7 kali, yang tidak memiliki jamban sehat beresiko 5 kali, ibu atau pengasuh yang tidak mencuci tangan dalam menyiapkan makanan bagi balita beresiko 4 kali, dan balita yang sering mengalami ISPA beresiko 2,5 kali menderita stunting. Perlunya peningkatan cakupan rumah tangga bebas rokok di dalam rumah, meningkatkan konvergensi pemerintahan desa dengan pihak swasta mewujudkan gerakan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) dalam menciptakan jamban sehat melalui Teknologi Tepat Guna (TTG) jamban septik tank system over flow serta ketersediaan air bersih.
AKTIVITAS ANTIFUNGI EKSTRAK DAUN KEMANGI (Ocimum americanum L.) TERHADAP FUNGI Fusarium oxysporum Schlecht Zainal Berlian; Fitratul Aini; Weni Lestari
Biota Vol 2 No 1 (2016): Vol 2 No.1 Januari 2016
Publisher : Faculty of Science and Technology Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fusarium oxysporum Schlecht. a parasitic fungus that cause leaf wilt disease in plants. Meanwhile, basil (Ocimum americanum L.) is a plant that contains of the active compound in the form of phenols which have antifungal activity. This study aimed to test whether the extract of leaves of basil have antifungal activity againts Fusarium oxysporum Schlecht. and determine the optimum concentration to inhibit the growth of the fungus Fusarium oxysporum Schlecht. Antifungal test is done by using paper disc diffusion method. The study design used was a completely randomized design with 4 treatments and 6 replications. The treatment is K0 (0% w/v), K1 (5% w/v), K2 (10% w/v), and K3 (15% w/v). The results showed that the leaf extract of basil have antifungal activity against Fusarium oxysporum Schlecht. Inhibition zone on K0, K1, K2, and K3 are each 0,0 mm, 1,49 mm, 2,46 mm, and 2,01 mm. The optimum concentration of antifungal activity of extract of basil, namely the K2 concentration (10% w/v). Based on analysis of variance (ANOVA), the concentration of basil leaf extract provides significant differences (p > 0,05) on fungus Fusarium oxysporum Schlecht., where Fcount > Ftable is 4,5 > 3,1.
Effect Of NAA And Kinetin Administration On Callus Induction In Vanilla Plant Stem Explants (Vanilla planifolia Andrews) Dhavin, Muhammad; Nurokhman, Amin; Ummi Hiras Habisukan; Yustina Hapida; Anggun Wicaksono; Weni Lestari; Arif Yachya
STIGMA: Jurnal Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Unipa Vol 18 No 01 (2025)
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/stigma.18.01.10574.%p

Abstract

Vanilla (Vanilla planifolia Andrews) is a plantation plant that is used for its fruit. Indonesia is one of the countries that exports vanilla and has climate factors that support increasing vanilla production to meet global demand, One of the efforts that can be made in vanilla propagation is through plant tissue culture. This research aims to induce calluses. This study used a Random Design using stem explants and several different hormone concentrations, namely: 0.0 ppm NAA and 0.0 ppm Kinetin, 1.0 ppm NAA and 0.5 ppm Kinetin, 1.0 ppm NAA and 1.0 ppm Kinetin, 2.0 ppm NAA and 0.5 ppm Kinetin, 2.0 ppm NAA and 1.0 ppm Kinetin, 2.0 ppm NAA and 2.0 ppm Kinetin. There was an effect on the administration of NAA and Kinetin on callus induction in the explants of the vanilla plant (Vanilla planifolia Andrews). It is based on the Anova one-way Hypothesis Test with a significance value of 0.000 (Asymp. Sig <0.05) then Ho was rejected and H1 was accepted. The optimal concentration to induce callus in stem explants is the administration of 1.0 ppm NAA + 0.5 ppm Kinetin with an average callus growth rate of 7 HST and a 100% callus growth percentage of explants.   Keywords: Vanilla, induction, callus, tissue culture, hormones