Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Komunitas Gowes Sebagai Strategi Customer Community Dalam Pengelolaan Jemaah Di Masjid Al Hidayah Depok Zulfikar, Muhammad; Thoha, Ahmad Faiz Khudlari; Wadud, Abdul
Masjiduna : Junal Ilmiah Stidki Ar-Rahmah Vol 6 No 1 (2023): Juni
Publisher : Sekolah Ilmu Dakwah dan Komunikasi Islam (STIDKI) Ar Rahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52833/masjiduna.v6i1.151

Abstract

Partisipasi aktif jemaah dalam komunitas masjid berperan penting dalam membangun hubungan yang kuat antara jemaah dan masjid serta meningkatkan kualitas pengelolaan jemaah. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran Komunitas Gowes Masjid Al Hidayah Depok sebagai strategi customer community dalam pengelolaan jemaah di Masjid Al Hidayah. Dalam penelitian ini, menggunakan pendekatan kualitatif dengan melakukan wawancara dan observasi terhadap anggota komunitas gowes Masjid Al Hidayah Depok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi aktif jemaah dalam komunitas gowes memberikan kontribusi positif pada hubungan yang kuat dan berkesinambungan antara jemaah dan masjid, didukung oleh faktor-faktor kepuasan, kepercayaan, dan komitmen. Penelitian ini memberikan wawasan tentang pentingnya komunitas gowes sebagai strategi customer community dalam meningkatkan keterlibatan dan keterikatan jemaah dengan masjid, dengan implikasi pada pengembangan Customer Relationship Management (CRM) untuk memperkuat hubungan jemaah dengan masjid secara berkelanjutan.
Strategi Pengembangan Budaya Organisasi Surau Duta Munzalan Jakarta Ulum, Muhammad Anfaul; Thoha, Ahmad Faiz Khudlari; Pratama, Yoga Prakusya
Idarotuna Vol 6, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/idarotuna.v6i1.25383

Abstract

Budaya organisasi merupakan elemen penting dalam pembentukan identitas dan operasionalisasi masjid. Dalam konteks kemasjidan, budaya organisasi tidak hanya mencakup praktik ibadah, tetapi juga nilai-nilai dan asumsi dasar yang membimbing interaksi dan kegiatan di masjid. Budaya organisasi merupakan elemen penting dalam pembentukan identitas dan operasionalisasi masjid. Dalam konteks kemasjidan, budaya organisasi tidak hanya mencakup praktik ibadah, tetapi juga nilai-nilai dan asumsi dasar yang membimbing interaksi dan kegiatan di masjid. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis elemen-elemen budaya organisasi di Surau Duta Munzalan serta memahami bagaimana ketiga pilar ini mendukung operasional dan pengembangan masjid. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan analisis dokumen. enelitian ini menyoroti pentingnya tiga pilar utama yang membentuk budaya organisasi di Surau Duta Munzalan, yaitu Cultural Artifacts, Cultural Values, dan Basic Underlying Assumptions. Kontribusi penelitian ini adalah memberikan pemahaman yang mendalam tentang bagaimana budaya organisasi di masjid dapat dibentuk dan dikembangkan untuk meningkatkan kualitas ibadah dan kesejahteraan sosial jamaah.
DIGITAL TRANSFORMATION OF MOSQUE DA’WAH: ORGANIZATIONAL LEARNING AND INNOVATION IN THE DIGITAL AGE Thoha, Ahmad Faiz Khudlari; Ibrahim, Muh Syahril Sidik
al-Balagh : Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol. 8 No. 2 (2023): December 2023
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Dakwah UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/albalagh.v8i2.7634

Abstract

Mosques play a crucial role in religious development, prompting several to enhance their management systems and religious activities through digital transformation. This study critically examines the digital transformation in da'wah at Masjid Al Irsyad, integrating organizational learning theory and contemporary digital innovation. Employing a case study methodology, the research identifies five key dimensions of transformation: the development of innovative online da'wah initiatives, strategic modifications in da'wah methodologies, increased participant engagement, comprehensive training in multimedia, and the establishment of sustainable financial frameworks. Theoretically, the study enriches our understanding of integrating traditional religious practices with modern technology. Practically, it highlights the strategic use of social media for broader da'wah dissemination, the creation of responsive educational programs, and the implementation of sustainable financial models. These insights are crucial for religious organizations aiming to harmonize traditional values with the digital age's demands.
Peran Perusahaan dalam Fasilitasi Masjid Diaspora : Studi Kasus Masjid Nusantara Akihabara Jepang Ahsan, Abid; Thoha, Ahmad Faiz Khudlari; Mauludi
Journal of Islamic Management Vol. 6 No. 1 (2026): January
Publisher : Program Studi Manajemen Dakwah Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Ampel Surabaya, UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jim.v6i1.2066

Abstract

This research aims to explore the role of a company in facilitating a diaspora mosque by focusing on the case of Masjid Nusantara Akihabara in Japan. Employing a qualitative approach with an intrinsic case study design, data were collected through in- depth interviews, participant observation, and document analysis. The study identifies four key roles of the company: (1) providing free worship space without business interference, (2) engaging company staff as mosque managers, (3) maintaining a transparent and separate financial system for the mosque, and (4) preserving symbolic boundaries between religious and corporate functions. These findings reflect forms of institutional work carried out informally and collectively by internal actors. The study contributes to stakeholder theory by emphasizing value-driven engagement beyond market relations and enriches institutional logic literature through empirical insights into how religious institutions can emerge and sustain themselves within diaspora business environments