Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Komunitas Gowes Sebagai Strategi Customer Community Dalam Pengelolaan Jemaah Di Masjid Al Hidayah Depok Zulfikar, Muhammad; Thoha, Ahmad Faiz Khudlari; Wadud, Abdul
Masjiduna : Junal Ilmiah Stidki Ar-Rahmah Vol 6 No 1 (2023): Juni
Publisher : Sekolah Ilmu Dakwah dan Komunikasi Islam (STIDKI) Ar Rahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52833/masjiduna.v6i1.151

Abstract

Partisipasi aktif jemaah dalam komunitas masjid berperan penting dalam membangun hubungan yang kuat antara jemaah dan masjid serta meningkatkan kualitas pengelolaan jemaah. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran Komunitas Gowes Masjid Al Hidayah Depok sebagai strategi customer community dalam pengelolaan jemaah di Masjid Al Hidayah. Dalam penelitian ini, menggunakan pendekatan kualitatif dengan melakukan wawancara dan observasi terhadap anggota komunitas gowes Masjid Al Hidayah Depok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi aktif jemaah dalam komunitas gowes memberikan kontribusi positif pada hubungan yang kuat dan berkesinambungan antara jemaah dan masjid, didukung oleh faktor-faktor kepuasan, kepercayaan, dan komitmen. Penelitian ini memberikan wawasan tentang pentingnya komunitas gowes sebagai strategi customer community dalam meningkatkan keterlibatan dan keterikatan jemaah dengan masjid, dengan implikasi pada pengembangan Customer Relationship Management (CRM) untuk memperkuat hubungan jemaah dengan masjid secara berkelanjutan.
Strategi Pengembangan Budaya Organisasi Surau Duta Munzalan Jakarta Ulum, Muhammad Anfaul; Thoha, Ahmad Faiz Khudlari; Pratama, Yoga Prakusya
Idarotuna Vol 6, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/idarotuna.v6i1.25383

Abstract

Budaya organisasi merupakan elemen penting dalam pembentukan identitas dan operasionalisasi masjid. Dalam konteks kemasjidan, budaya organisasi tidak hanya mencakup praktik ibadah, tetapi juga nilai-nilai dan asumsi dasar yang membimbing interaksi dan kegiatan di masjid. Budaya organisasi merupakan elemen penting dalam pembentukan identitas dan operasionalisasi masjid. Dalam konteks kemasjidan, budaya organisasi tidak hanya mencakup praktik ibadah, tetapi juga nilai-nilai dan asumsi dasar yang membimbing interaksi dan kegiatan di masjid. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis elemen-elemen budaya organisasi di Surau Duta Munzalan serta memahami bagaimana ketiga pilar ini mendukung operasional dan pengembangan masjid. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan analisis dokumen. enelitian ini menyoroti pentingnya tiga pilar utama yang membentuk budaya organisasi di Surau Duta Munzalan, yaitu Cultural Artifacts, Cultural Values, dan Basic Underlying Assumptions. Kontribusi penelitian ini adalah memberikan pemahaman yang mendalam tentang bagaimana budaya organisasi di masjid dapat dibentuk dan dikembangkan untuk meningkatkan kualitas ibadah dan kesejahteraan sosial jamaah.
DIGITAL TRANSFORMATION OF MOSQUE DA’WAH: ORGANIZATIONAL LEARNING AND INNOVATION IN THE DIGITAL AGE Thoha, Ahmad Faiz Khudlari; Ibrahim, Muh Syahril Sidik
al-Balagh : Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol. 8 No. 2 (2023): December 2023
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Dakwah UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/albalagh.v8i2.7634

Abstract

Mosques play a crucial role in religious development, prompting several to enhance their management systems and religious activities through digital transformation. This study critically examines the digital transformation in da'wah at Masjid Al Irsyad, integrating organizational learning theory and contemporary digital innovation. Employing a case study methodology, the research identifies five key dimensions of transformation: the development of innovative online da'wah initiatives, strategic modifications in da'wah methodologies, increased participant engagement, comprehensive training in multimedia, and the establishment of sustainable financial frameworks. Theoretically, the study enriches our understanding of integrating traditional religious practices with modern technology. Practically, it highlights the strategic use of social media for broader da'wah dissemination, the creation of responsive educational programs, and the implementation of sustainable financial models. These insights are crucial for religious organizations aiming to harmonize traditional values with the digital age's demands.
Peran Perusahaan dalam Fasilitasi Masjid Diaspora : Studi Kasus Masjid Nusantara Akihabara Jepang Ahsan, Abid; Thoha, Ahmad Faiz Khudlari; Mauludi
Journal of Islamic Management Vol. 6 No. 1 (2026): January
Publisher : Program Studi Manajemen Dakwah Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Ampel Surabaya, UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jim.v6i1.2066

Abstract

This research aims to explore the role of a company in facilitating a diaspora mosque by focusing on the case of Masjid Nusantara Akihabara in Japan. Employing a qualitative approach with an intrinsic case study design, data were collected through in- depth interviews, participant observation, and document analysis. The study identifies four key roles of the company: (1) providing free worship space without business interference, (2) engaging company staff as mosque managers, (3) maintaining a transparent and separate financial system for the mosque, and (4) preserving symbolic boundaries between religious and corporate functions. These findings reflect forms of institutional work carried out informally and collectively by internal actors. The study contributes to stakeholder theory by emphasizing value-driven engagement beyond market relations and enriches institutional logic literature through empirical insights into how religious institutions can emerge and sustain themselves within diaspora business environments
SPIRITUAL RETREAT KOMUNITAS DIASPORA: PROGRAM I’TIKAF AKHIR PEKAN DI MASJID AN-NUR NOTOGAWA JEPANG Muhammad Fahmi Muafa; Thoha, Ahmad Faiz Khudlari; Mauludi
HIKMAH : Jurnal Dakwah Dan Sosial Volume 6, No. 1 Maret 2026
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah (Universitas Islam Bandung)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/hikmah.v6i1.9711

Abstract

Abstract. This study analyzes the weekend i’tikaf program at An-Nur Notogawa Mosque, Japan, as a form of spiritual retreat in the Muslim diaspora community, focusing on service quality and the process of creating shared value between administrators and congregants. The research uses a descriptive qualitative approach through interviews, observations, and documentation, and is analyzed using the Service Quality (SERVQUAL) and Service-Dominant Logic (SDL) frameworks. The results show that the i’tikaf program is managed in a structured, adaptive, and participatory manner, and meets the five dimensions of service quality: tangibles, reliability, responsiveness, assurance, and empathy. In addition, spiritual and social values are created through the active involvement of congregants as co-creators of value through the integration of resources and social interaction. This program has an impact on increasing religiosity, community cohesion, and strengthening Islamic identity in minority environments. These findings confirm that i’tikaf is a community-based religious service that is effective in strengthening the spiritual and social resilience of the Muslim diaspora. Abstrak. Penelitian ini menganalisis program i’tikaf akhir pekan di Masjid An-Nur Notogawa, Jepang, sebagai bentuk spiritual retreat dalam komunitas Muslim diaspora, dengan fokus pada kualitas layanan dan proses penciptaan nilai bersama antara pengurus dan jamaah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, serta dianalisis menggunakan kerangka Service Quality (SERVQUAL) dan Service-Dominant Logic (SDL). Hasil penelitian menunjukkan bahwa program i’tikaf dikelola secara terstruktur, adaptif, dan partisipatif, serta memenuhi lima dimensi kualitas layanan: bukti nyata, keandalan, daya tanggap, jaminan, dan empati. Selain itu, nilai spiritual dan sosial tercipta melalui keterlibatan aktif jamaah sebagai co-creator of value melalui integrasi sumber daya dan interaksi sosial. Program ini berdampak pada peningkatan religiusitas, kohesi komunitas, dan penguatan identitas keislaman di lingkungan minoritas. Temuan ini menegaskan bahwa i’tikaf merupakan layanan keagamaan berbasis komunitas yang efektif dalam memperkuat ketahanan spiritual dan sosial Muslim diaspora.