Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PENGARUH PERBEDAAN UKURAN MATA PANCING TERHADAP HASIL TANGKAPAN PANCING ULUR DI PERAIRAN PULAU SABUTUNG PANGKEP (Effects of Difference of Hook Size on the Catch of Handline in Sabutung Island Waters of Pangkep Regency) Muhammad Kurnia; . Sudirman; Muhammad Yusuf
Marine Fisheries : Journal of Marine Fisheries Technology and Management Vol. 6 No. 1 (2015): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (593.895 KB) | DOI: 10.29244/jmf.6.1.87-95

Abstract

ABSTRACTEffort to exploitation the fishery resources can do in various ways, catching effort by use of hand line is one of the efforts in the field of fisherie. The study was conducted in the Sabutung Island Waters of Pangkep Regency, aims was to investigate the effect of different of hook size and the species composition of the catch of hand line using different of hook size. The effectiveness of hook size is determined by the highest of catches.The method used is experimental fishing on the fishing operation of hand line during 30 trips. Data analysis used normality test and ANOVA test done with SPSS 16.0. The results showed that the differences between hook size number 10 with number 8 and 12 gave influences to the amount of catch. It’s showed by sig score hook size no.10 is 0,00 and sig score hook size no.8 and 12 is 0,00 which them have sig score less than 0,05 and it meant H0 pushed away so it concluded that the hook size influenced the fishing catch. The compositions of fish catch during the study based on the amount and weight were short mackerel, Bigeye scad, Indian scad, yellow tail and diodon histrix. Short mackerel were the most species of fish caught during the research that is equal to 41,2% of the 364 tail of the total catch.Keywords: hand line, hook size, small pelagic fish-------ABSTRAKUsaha mengeksploitasi sumber daya perikanan dapat dilakukan dengan berbagai macam cara, salah satu diantaranya adalah usaha perikanan tangkap dengan menggunakan pancing ulur (hand line). Penelitian dilakukan pada September-Nopember 2012 di Perairan Pulau Sabutung Kabupaten Pangkep, bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan ukuran mata pancing dan komposisi hasil tangkapan dari tiga ukuran mata pancing yang berbeda sehingga diperoleh ukuran mata pancing yang efektif. Efektifitas ukuran mata pancing ditentukan berdasarkan jumlah tangkapan terbanyak. Metode yang digunakan adalah metode experimental fishing, dengan operasi penangkapan ikan sebanyak 30 trip. Analisis data menggunakan uji kenormalan dan uji ANOVA dengan SPSS 16.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan mata pancing no.10 dengan no.8 dan 12 berpengaruh terhadap jumlah dan berat hasil tangkapan pancing ulur. Hal ini dilihat dari nilai sig mata pancing no.10 sebesar 0,00 dan sig mata pancing no. 8 dan 12 sebesar 0,00 yang menunjukan nilai sig kurang dari 0,05. Ini menunjukan H0 ditolak sehingga disimpulkan bahwa ukuran mata pancing berpengaruh terhadap hasil tangkapan. Komposisi hasil tangkapan selama penelitian berdasarkan jumlah dan berat terdiri atas kembung lelaki, selar bentong, layang, ekor kuning dan ikan buntal. Ikan kembung lelaki adalah jenis ikan yang paling banyak tertangkap selama penelitian yaitu sebesar 41,2% yaitu 364 ekor dari keseluruhan hasil tangkapan.Kata kunci: pancing ulur, ukuran mata pancing, ikan pelagis kecil
PEMANFAATAN TEKNOLOGI ALAT BANTU RUMPON UNTUK PENANGKAPAN IKAN DI PERAIRAN KABUPATEN JENEPONTO Nurul Hikmah; Muhammad Kurnia; Faisal Amir
Jurnal IPTEKS Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan Vol. 3 No. 6 (2016)
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (919.56 KB) | DOI: 10.20956/jipsp.v3i6.3056

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan desain dan konstruksi teknologi rumpon yang digunakan nelayan (2) menentukan sebaran pemanfaatan rumpon berdasarkan alat tangkap yang digunakan (3) mengidentifikasi jenis alat tangkap yang menggunakan teknologi alat bantu rumpon dan komposisi jenis ikan yang tertangkap. Penelitian ini dilaksanakan di perairan Kabupaten Jeneponto pada bulan Desember 2015 - Januari 2016. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan teknik pengambilan data yaitu melakukan pengukuran langsung, mengikuti operasi penangkapan, dan wawancara nelayan. Hasil menunjukkan bahwa konstruksi rumpon terdiri dari pelampung berbahan styrofoam tinggi 100 cm dan lebar 60 cm, badan rumpon  terdiri dari tali utama berbahan polyethylene dengan panjang berkisar 15-35 meter dan attraktor daun lontar, dan batu sebagai pemberat. Jumlah rumpon yang tersebar sebanyak 28 unit. Alat tangkap yang digunakan di sekitar rumpon adalah pancing ulur dengan hasil tangkapan terdiri enam jenis ikan dengan komposisi hasil tangkapan Tembang (Sardinella gibbosa) 36%, Selar Kuning (Selaroides leptolepis) 28%, Layang (Decapterus macrosoma) 16%, Kembung lelaki (Rostrellinger kanagurta) 8 %, Kuwe (Carangoides talamparoides) 11 %, dan Peperek (Leiognathus equulus) 1%. Rumpon memiliki peran dan konstribusi dalam peningkatan jumlah hasil tangkapan dan perekonomian nelayan.
ANALISIS PRODUKTIVITAS PURSE SEINE YANG MENGGUNAKAN ALAT BANTU PENANGKAPAN IKAN RUMPON DI PERAIRAN TELUK BONE Nurwahidin Nurwahidin; Musbir Musbir; Muhammad Kurnia
Jurnal IPTEKS Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan Vol. 3 No. 6 (2016)
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (703.99 KB) | DOI: 10.20956/jipsp.v3i6.3061

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan antara panjang atraktor rumpon, kedalaman perairan, dan jarak rumpon dari garis pantai dengan produktivitas purse. Metode survei dilaksanakan dengan mengumpulkan data primer meliputi: titik koordinat lokasi rumpon, panjang atraktor,  kedalaman perairan dan jarak rumpon dari garis pantai terdekat dan produktivitas jumlah hasil tangkapan purse seine setiap hauling serta data tambahan melalui wawancara dengan nelayan purse seine. Data sekunder berupa peta lokasi penelitian dan data statistik dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. Bone.  Data diolah dengan menggunakan program Excel dan ArcGIS 10.1 yang kemudian divisualisasikan dalam bentuk deskriptif (Peta dan grafik).  Hasil penelitian menunjukkan bahwa 107 unit  rumpon berhasil dipetakan di perairan Teluk Bone.   Hubungan antara panjang atraktor dan kedalaman perairan dengan produktivitas purse seine tidak signifikan, dan tidak hubungan  antara jarak  rumpon dari garis pantai dengan produktivitas purse seine. Produktivitas purse seine tertinggi diperoleh pada rumpon kode A2B2C1.
TINGKAT KEBISINGAN YANG DIHASILKAN DARI AKTIVITAS TRANSPORTASI (STUDI KASUS PADA SEBAGIAN RUAS JALAN : MANEK ROO, SISINGAMANGARAJA DAN GAJAH MADA MEULABOH) Muhammad Kurnia; Muhammad Isya; Muhammad Zaki
Jurnal Arsip Rekayasa Sipil dan Perencanaan Vol 1, No 2 (2018): Jurnal Arsip Rekayasa Sipil dan Perencanaan
Publisher : Prodi Magister Teknik Sipil Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jarsp.v1i2.10936

Abstract

The increase in population has impacted on various existing resources particularly in transportation sectors. Motorized transport is one of the noise sources that could cause health problems and further interfere comfort to human. In this case, the noise level needs to be controlled based on the established quality standards as mandated by Ministry of Environment on Decree Number KEP-48 / MENLH / 11/1996 regarding Noise Level Standards. Most of the segments on Manek Roo Road, Sisingamangaraja Road and Gajah Mada Road located in Meulaboh, West Aceh District are roads located in government or private office, education and health buildings. Therefore, this study aimed to determine the noise level due to transportation activities. The study was conducted in the part of the Road and evaluated the buildings in part of Manek Roo Road, Sisingamangaraja Road and Gajah Mada Road located in Meulaboh, such as schools and hospitals to noise level concerning the standard of KEP-48 / MENLH / 11/1996. Data collection conducted in this research consist of primary data and secondary data. Primary data is data obtained directly from the observation such as traffic volume and noise level data while the secondary data obtained from the relevant agencies, and used to support the analysis. The result from the analysis reveals that the noise level due to transportation activities on the part of Road: Manek Roo, Sisingamangaraja, and Gajah Mada in Meulaboh West Aceh at 18 points of measurement is still above the quality standard (greater than 55 dBA). This noise level may disrupt the activities of schools, hospitals, etc. located along the road so that there is a need for such efforts so that the noise level received can be reduced and meet the specified quality standards.
Strategi Pengembangan Teknologi Penangkapan Ikan Set Net di Kabupaten Bone Rosmaladewi Rosmaladewi; Muhammad Kurnia; Sudirman Sudirman
Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Vol. 5 (2018): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL V KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.159 KB)

Abstract

Studi ini menguji strategi yang dilakukan untuk mengembangkan usaha penangkapan ikan dengan menggunakan set net yang dioperasikan di perairan Teluk Bone Kabupaten Bone. Analisis data menggunakan analisis SWOT yang mencakup aspek teknologi, biologi, dan manajemen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi dan upaya yang menjadi prioritas utama dalam peningkatan produktivitas hasil tangkapan set net di perairan Teluk Bone adalah meningkatkan pengkayaan stok terkait kesuburan perairan berupa pembuatan terumbu karang buatan disusul secara berurutan adalah meningkatkan jumlah hasil tangkapan, memperbaiki manajemen alat tangkap set net dengan melakukan periodisasi pemeliharaan dan perawatan bagian-bagian set net dan menentukan fishing ground yang tepat untuk pemasangan set net. Kata kunci: Pengembangan Set Net, Analisis SWOT. 
Faktor Yang Mempengaruhi Pemilihan Moda Transportasi Menuju Sekolah Di Kota Tarakan Muhammad Kurnia; Iif Ahmad Syarif; Edy Utomo
Borneo Engineering: Jurnal Teknik Sipil Volume 9 Nomor 3 Tahun 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/be.v9i3.441

Abstract

Abstract Mode Choice of School Transportation is an important decision influenced by various socio-economic factors and travel characteristics. This study aims to analyze the factors influencing students’ choice of transportation modes to school in Tarakan City, North Kalimantan. Data were collected through a questionnaire survey of 250 student respondents using a purposive sampling method. The findings indicate that motorcycles are the dominant mode of transportation (89.3%) chosen by students. The most influential factors in mode choice are speed (67.9%), comfort (60.7%), and low cost (39.3%). The analysis also reveals that the majority of students (82.1%) do not possess a driver’s license, yet they still use motorcycles due to accessibility and flexibility. Willingness to switch to public transportation is low because of the limited availability and poor service quality of public transport in Tarakan City. This study recommends the development of a public transportation system that is comfortable, well-scheduled, and affordable to encourage behavioral change among students in their transportation choices. Keywords: transportation mode, students, mode choice, Tarakan City, motorcycle   Abstrak   Pemilihan moda transportasi menuju sekolah merupakan keputusan penting yang dipengaruhi oleh berbagai faktor sosial-ekonomi dan karakteristik perjalanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan moda transportasi oleh pelajar menuju sekolah di Kota Tarakan, Kalimantan Utara. Data dikumpulkan melalui survei kuesioner kepada 250 responden pelajar dengan menggunakan metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sepeda motor merupakan moda transportasi dominan (89,3%) yang dipilih oleh pelajar. Faktor-faktor yang paling berpengaruh dalam pemilihan moda adalah kecepatan (67,9%), kenyamanan (60,7%), dan biaya yang murah (39,3%). Analisis menunjukkan bahwa mayoritas pelajar (82,1%) tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM), namun tetap menggunakan sepeda motor karena kemudahan akses dan fleksibilitas. Kesediaan beralih ke transportasi umum rendah karena keterbatasan ketersediaan dan kualitas layanan angkutan umum di Kota Tarakan. Penelitian ini merekomendasikan perlunya pengembangan sistem transportasi umum yang nyaman, terjadwal, dan terjangkau untuk mendorong perubahan perilaku transportasi pelajar. Kata kunci: moda transportasi, pelajar, pemilihan moda, kota tarakan, sepeda motor