Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Persepsi Siswa Terhadap Pemanfaatan Gamifikasi Quizizz dalam Pembelajaran di MAN 5 Agam Efendi, Dedi; Sesmiarni, Zulfani; Putri, Dini
at-Tarbiyah al-Mustamirrah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : IAIN Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31958/atjpi.v3i2.7626

Abstract

This study aims to demonstrate how students view the use of Quizizz gamification in the classroom at MAN 5 Agam. The population and respondents of the study were 180 students of MAN 5 Agam from grades 10, 11, and 12 in the 2022–2023 academic year. There were 67 respondents that provided questionnaire responses via Google Forms. A Likert scale was used for the analysis of the data. The Google Forms tool was used to distribute online questionnaires to students through the Whatsapp group, which provided the data for the whole research. The findings revealed that most students believed using Quizizz to complete assigned tasks before in-person instruction in class had a positive effect on learning activities. Students believe Quizizz to be a user-friendly tool that makes learning more enjoyable, improves content mastery, and boosts students' enthusiasm and engagement in their studies. However, according to students, there are several restrictions and issues in utilizing Quizizz, such as time constraints and internet connection issues.
HUBUNGAN KOORDINASI TERHADAP KETERAMPILAN MENGGIRING BOLA PADA PEMAIN SEPAK BOLA Rizky, Elfera; Putri, Dini; Fitria, Aidilla; Zahran, Arisy; Fitra, Zahfa Aidil; Tavilia, Ilhamril; Putra, Adrian Maulana
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 5 No. 1 (2022): Volume 5 Nomor 1 Juni Tahun 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v5i1.47721

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kemampuan koordinasi dan keterampilan menggiring bola pada pemain sepak bola. Koordinasi merupakan salah satu aspek motorik yang penting dalam permainan sepak bola, karena keterampilan menggiring bola membutuhkan perpaduan gerakan tubuh yang sinkron, keseimbangan, serta kecepatan respons terhadap situasi permainan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Subjek dalam penelitian ini adalah 30 pemain sepak bola dari salah satu klub sepak bola usia remaja. Instrumen yang digunakan untuk mengukur koordinasi adalah tes koordinasi mata-tangan dan mata-kaki, sedangkan keterampilan menggiring bola diukur melalui tes dribbling standar. Data dianalisis menggunakan teknik analisis korelasi Pearson untuk mengetahui hubungan antara kedua variabel. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kemampuan koordinasi dengan keterampilan menggiring bola, dengan nilai koefisien korelasi sebesar r = 0,68 (p < 0,05), yang mengindikasikan hubungan positif yang kuat. Temuan ini menunjukkan bahwa pemain dengan kemampuan koordinasi yang baik cenderung memiliki keterampilan menggiring bola yang lebih tinggi. Kesimpulannya, peningkatan koordinasi tubuh, baik secara umum maupun spesifik terhadap gerakan sepak bola, dapat memberikan dampak positif terhadap penguasaan teknik dasar, khususnya menggiring bola. Oleh karena itu, pelatih disarankan untuk memasukkan latihan koordinasi secara rutin dalam program latihan agar keterampilan teknis pemain, termasuk dribbling, dapat berkembang secara optimal.
Z GENERATION BELIEFS AND PRACTICES ON EARLY ENGLISH LANGUAGE DEVELOPMENT FOR THEIR CHILDREN Yulmiati, Yulmiati; Melvina, Melvina; Putri, Dini
TELL - US JOURNAL Vol 11, No 4 (2025): A Study on Attitudes and the Role of Technology in Language Education
Publisher : Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22202/tus.2025.v11i4.9748

Abstract

This study explored the Z Generation's beliefs and practices on early English language development for their children. The research aimed to understand parents' beliefs and practices in supporting early English language development for their children. A qualitative research design was employed, utilizing semi-structured interviews and observations to gather in-depth data from Generation Z as parents with varying educational backgrounds. The findings indicate that Generation Z parents have a positive outlook on early English language learning, recognizing its importance for future educational and career opportunities. They belief that starting English education early is advantageous because children can learn new languages more effectively during their formative years. Parents also emphasized the importance of making the learning process enjoyable and engaging, using strategies aligned with Bruner's modes of learning, enactive, iconic, and symbolic. This study highlights the proactive role Generation Z parents play in their children's early English education and provides insights into effective practices that could benefit educators and policymakers in promoting early language learning. 
BAGAIMANA MUSEUMSCAPE MEMBENTUK VISITOR HAPPINESS: PERAN MEDIASI SATISFACTION DALAM KONTEKS PARIWISATA BUDAYA Putri, Dini; May Roni
Jurnal Kompetitif Bisnis Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Kompetitif Bisnis
Publisher : Jurusan Administrasi Bisnis, FISIP, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.0120/jkb.v3i4.483

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengaruh museumscape terhadap kebahagiaan pengunjung di Museum Lampung, dengan kepuasan sebagai variabel mediasi. Menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif, data dari 120 pengunjung dianalisis dengan Structural Equation Modeling (SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa museumscape berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan (β = 0,994; P < 0,001), namun tidak memiliki pengaruh langsung yang signifikan terhadap kebahagiaan pengunjung (β = −0,242; P = 0,656). Sebaliknya, kepuasan terbukti berpengaruh positif dan signifikan dalam meningkatkan kebahagiaan pengunjung (β = 1,169; P = 0,030) serta berperan sebagai mediator penuh dalam hubungan tersebut (P = 0,04). Temuan ini mengindikasikan bahwa lingkungan fisik museum harus terlebih dahulu mampu menciptakan rasa puas agar dapat menghasilkan dampak emosional yang transformatif terhadap kesejahteraan pengunjung. Secara praktis, pengelola museum perlu memprioritaskan keterlibatan sensorik dan emosional dalam perancangan pengalaman berkunjung guna meningkatkan kebahagiaan pengunjung dan mendukung keberlanjutan pariwisata budaya.