Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Perilaku Kuat Tekan Beton Normal Terhadap Penambahan Serat Botol Plastik Jenis PET Noviyanthy Handayani; Amelia Faradila; Imam Juari; Dian Larasati
Borneo Engineering : Jurnal Teknik Sipil Volume 5 Nomor 1 Tahun 2021
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/be.v5i1.1594

Abstract

PET (Polyethylene Terephthalate) plastic bottle waste is a material that takes a long time to decompose and will accumulate in the world for a long time. Therefore we need the utilization of the plastic waste. One way to reuse PET plastic bottle waste is to use it as an additive to the concrete mixture. The purpose of this study is to determine how much increase in the compressive strength of concrete to the addition of shredded PET plastic waste at 28 days of concrete. The variations in the addition of 0%, 0,2%, 0,4%, 0,6%, 0,8%, and 1% to the volume of concrete cylinders with 3 samples of concrete variations each. The results showed that the concrete with the addition of PET fibers by 0.2% experienced an increase in the compressive strength value of 1.31% from the compressive strength of normal concrete which was originally 22.251 MPa to 22.650 MPa. While the variation in the percentage of PET 0.4%, 0.6%, 0.8% and 1% decreased the compressive strength of the concrete. In PET fiber concrete 0.6% and 1.0%, although there is a decrease in the average compressive strength of the concrete, the value obtained exceeds the compressive strength value of the concrete plan, which is 20 MPa.
PENINGKATAN LITERASI DIGITAL MULTIMEDIA VIDEO EDITING BAGI SISWA-SISWI SMAN 1 KAHAYAN TENGAH Sutami Sutami; Muhammad Haris Qamaruzzaman; Amelia Faradila; sam' ani
Jurnal Abdimas Gorontalo (JAG) Vol 5 No 2 (2022): Jurnal Abdimas Gorontalo (JAG), November 2022
Publisher : UPPM Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30869/jag.v5i2.936

Abstract

Pesatnya kemajuan dan keberadaan teknologi di tangan para generasi millenial tidak serta-merta menjadikan teknologi informasi dan komunikasi bermanfaat terutama bagi siswa menengah atas. Untuk itu perlu dilakukan berbagai kegiatan guna makin meningkatkan pengetahuan literasi digital para siswa-siswi menengah atas tentang pemanfaatan teknologi informasi salah satunya dalam bidang multimedia video editing khususnya bagi para siswa-siswi Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Kahayan Tengah. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di SMAN 1 Kahayan Tengah Kabupaten Pulang Pisau Kalimantan Tengah dan ditujukan bagi siswa-siswi kelas X dan XI. Metode pelaksanaan kegiatan terdiri dari persiapan, pelaksanaan dan pelaporan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kompetensi siswa dalam hal literasi digital multimedia video editing. Manfaat dari kegiatan pengabdian ini adalah agar supaya para siswa-siswi memiliki pengetahuan dan pengalaman langkah demi langkah membuat multimedia video editing dengan aplikasi Adobe Premiere Pro dan AutoCAD. Kegiatan ini diikuti sekitar 50 peserta siswa-siswi kelas X dan XI. Para peserta sangat antusias dan juga aktif selama kegiatan berlangsung.
Studi Mekanisme Interaksi Tanah-Matras Cerucuk Bambu sebagai Perkuatan Tanah Lunak Amelia Faradila
Buletin Profesi Insinyur Vol 6, No 1 (2023): Buletin Profesi Insinyur (Januari-Juni)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bpi.v6i1.174

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai mekanisme interaksi antara struktur bambu/minipile dan tanah dimana data didapatkan dari proyek uji timbunan lapangan yang diperkuat dengan bambu di Tambak Oso, Surabaya. Data-data dianalisa menggunakan metode elemen hingga (MEH) yang dibantu dengan software Plaxis 3D Foundation. Variasi panjang cerucuk bambu yaitu 5 dan 10 meter  dan variasi ketebalan yang digunakan yaitu 1,3 dan 5 lapis untuk perkuatan grid/matras bambu. Hasil studi memperlihatkan bahwa untuk cerucuk panjang 5 meter, daya dukung selimut bambu lebih kecil dari pada beban yang diberikan, sehingga ujung cerucuk bambu ikut menahan sebagian besar beban yang bekerja dimana untuk bambu panjang 10 meter, beban hampir seluruhnya didukung oleh selimut tiang. Sedangkan jika ditambah dengan perkuatan grid/matras, semakin banyak jumlah lapisan, semakin besar kekakuan, dan semakin besar kontribusi matras dalam menahan beban.Kata kunci : cerucuk bambu, matras bambu, minipile, analisis 3D, penurunan
Beton Serat Limbah Pengolahan Besi Norseta Ajie Saputra; Noviyanthy Handayani; Amelia Faradila
Buletin Profesi Insinyur Vol 6, No 3 (2023): Buletin Profesi Insinyur (Juli-Desember)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bpi.v6i3.184

Abstract

Pemakaian beton sebagai bahan penyusun pada bidang konstruksi memerlukan kualitas beton yang kuat dan efisien, sehingga saat ini banyak dilakukan peningkatan standar kualitas dari pembuatan beton konstruksi. Salah satu cara untuk meningkatkan kualitas beton adalah mencampur bahan penyusun beton dengan material lain, dalam hal ini mencampur beton tersebut dengan limbah hasil mesin bubut berupa potongan serat besi halus memiliki tujuan selain mengurangi limbah hasil mesin bubut, juga menaikkan kuat tarik, kuat lentur serta ketahanan beton terhadap retak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik dan kuat tekan beton saat pencampuran limbah pengolahan besi (besi bubut) dan pengaruhnya terhadap kuat tekan beton pada umur beton 28 hari. Sampel pada penelitian ini berbentuk silinder beton dengan ukuran diameter 15 cm dan tinggi 30 cm dan campuran potongan besi yang digunakan bervariasi, dari 0%, 1%, 2%, 3%, dan 4%. Hasil penelitian memberikan nilai kuat tekan beton tanpa penambahan serat yaitu 20,12 N/mm2, penambahan serat 1%, 2%, 3% dan 4% berturut-turut adalah 20,65 N/mm2, 19,48 N/mm2, 18,43 N/mm2, dan 12,5 N/mm2.Kata kunci : serat bubut, beton serat, kuat tekan beton
Analysis of vehicle emissions due to traffic on the Tambun Bungai Street Palangkaraya Lesmana, Rudy Yoga; Akbar, Reza Zulfikar; Faradila, Amelia
Jurnal Teknika Vol 20, No 1 (2024): Available Online in June 2024
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/tjst.v20i1.22674

Abstract

Tambun Bungai street is located between Ahmad Yani and Diponegoro street. It has a significant level of congestion due to the presence of several schools, view place of worship and District Public Hospital. Motor vehicle activity produces exhaust gas emissions that cause air pollution resulting in a decrease in air quality. The purpose of this research to determine the magnitude of motor vehicle exhaust gas emissions in Tambun Bungai street and compare the results of the analysis of total vehicle emissions with permitted air quality standards. The methods are traffic counting survey and spot speed survey, then the analyze using an empirical calculation. Based on the results of the analysis it is known that the largest emissions of light vehicles occurring on Tambun Bungai street are CO of 1783,15 ppm and HC of 229,95 ppm at 07.45-08.00, PM of 7,14  and NOx of 29,68 pphm at 07.00-07.15. Then for the largest emissions of heavy vehicles occurred on Tambun Bungai street are CO of 0,63 ppm, HC of 0,28 ppm, PM of 257,80  and NOx of 82,71 pphm at 07.00-07.15. Overall the result of emissions total that compared to permitted quality standard shows that the results of the analysis of each type of pollutant exceeded the permissible air quality standards. These results can illustrate the amount of pollution that occurs and has exceeded the specified threshold so that the government can make policies that can be minimized it.
Evaluasi Kinerja Dinding Penahan Tanah (Retaining Wall) Pada Proyek Pembangunan Drainase Mendawai: Performance Evaluation Of Retaining Walls On The Mendawai Drainage Development Project Saleh, Akhmad; Saputra, Norseta Ajie; Faradila, Amelia
Media Ilmiah Teknik Sipil Vol. 12 No. 3 (2024): Media Ilmiah Teknik Sipil
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/mits.v12i3.7375

Abstract

The issue concerning the retaining wall revolves around the potential risk of landslides triggered by soil displacement, primarily observed in the main drainage channel within Mendawai's trading district. Despite the installation of retaining walls along the channel, persistent issues have led to structural failure or even collapse. In response to this challenge, researchers aim to investigate the impact of retaining wall usage on slope stability in the construction project of drainage channels in Mendawai, Palangka Raya, Central Kalimantan. This study will utilize manual calculation methods alongside analysis using geotechnical software, specifically Plaxis 8.6. Analysis of manual calculations reveals a significant discrepancy in safety factors. Manual calculations yield a slope stability value of 1.463 and a shear stability value of 0.834, both falling below the safety standard of 1.5. Meanwhile, Plaxis 8.6 analysis indicates a retaining wall bearing capacity value of 1.599, also below the safety standard set at 3. This indicates that the retaining wall experiences failure and fails to meet the anticipated safety standards.
Analisis Potensi Penambahan Kapur Tohor Dan Variasi Difa Soil Stabilizer Terhadap Stabilisasi Tanah Lempung Saputra, Norseta Ajie Saputra; Rizkan Maulidi Ansyari; Amelia Faradila
AGREGAT Vol 10 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/ag.v10i1.26506

Abstract

PT. Bisma Dharma Kencana Kecamatan Tewang Sanggalang Garing, Kabupaten Katingan Hilir merupakan salah satu perkebunan kelapa sawit yang cukup besar. Permasalahan muncul diakibatkan kondisi jalan perusahaan yang sering dilewati masyarakat memiliki karakteristik tanah yang kurang baik dan mudah rusak apabila terjadi hujan yang cukup sering. Parameter nilai California Bearing Ratio (CBR) yang rendah dan indeks plastisitas yang cukup tinggi dapat menjadi alasan atas apa yang terjadi.   Kondisi ini menunjukkan bahwa tanah tersebut tidak memenuhi persyaratan sebagai lapisan perkerasan jalan, sehingga diperlukan upaya stabilisasi untuk meningkatkan daya dukungnya. Penelitian ini menggunakan metode stabilisasi kimiawi dengan penambahan bahan aditif Difa Soil Stabilizer dan kapur tohor. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi efektivitas bahan stabilisasi dalam memperbaiki sifat fisik dan mekanik tanah, terutama terhadap parameter batas Atterberg, kepadatan, dan nilai CBR. Hasil pengujian menunjukkan bahwa nilai indeks plastisitas tanah asli sebesar 22,05% mengalami penurunan secara signifikan setelah penambahan bahan stabilisasi. Penurunan indeks plastisitas terjadi pada variasi TD1 hingga TD4 masing-masing menjadi 13,00%;  12,78% ; 12,13% dan 11,94%. Peningkatan signifikan juga terjadi pada nilai CBR. Tanah asli yang memiliki nilai CBR sebesar 4,28% mengalami peningkatan setelah dicampur dengan kapur tohor dan variasi Difa Soil Stabilizer sebesar 0%, 1%, 2%, dan 3% yang masing-masing menghasilkan nilai CBR sebesar 10,45%; 11,59%; 12,35%; dan puncaknya sebesar 30,40%. Hasil ini menunjukkan bahwa kombinasi penggunaa kapur tohor dan Difa Soil Stabilizer mampu meningkatkan stabilitas tanah lempung secara signifikan, sehingga layak dijadikan alternatif solusi untuk perbaikan tanah dasar pada konstruksi jalan
Penggunaan Limbah Abu Batu Sebagai Campuran Pada Agregat Halus Terhadap Kuat Tekan Beton: Use Of Stone Ash Waste As A Mixture In Fine Aggregate On Compressive Strength Of Concrete Fatwa, Rinaldi; Handayani, Noviyanthy; Faradila, Amelia
Media Ilmiah Teknik Sipil Vol. 12 No. 2 (2024): Media Ilmiah Teknik Sipil
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/mits.v12i2.7427

Abstract

Stone ash is a fine aggregate that passes through sieve no. 4 (diameter 4.75mm) but is retained on sieve no. 200 (0.075mm), thus making stone ash a waste that is useful as a mixture of construction building materials because stone ash can function as a fine aggregate as a substitute for sand in concrete mixtures. The purpose of this research is to find out whether stone ash can be a suitable and good material as a substitute for some of the fine aggregate (sand) in a normal concrete mixture or not, to find out the results of the compressive strength test of concrete by stone ash in a normal concrete mixture, and what percentage composition stone ash which produces optimal concrete compressive strength tests or according to plan. The test object used was a 150 × 300mm cylinder with a total of 36 samples. Stone ash waste with composition ratios of 15%, 25% and 35% has a fairly good bond as an added material to normal concrete mixtures as a substitute for fine aggregate and can even increase the compressive strength of concrete significantly. The composition of stone ash used as a mixture for fine aggregate is 15%, 25% and 35% with a planned concrete quality of 20 MPa and a concrete age of 7, 14 and 28 days. The compressive strength produced by normal concrete without a mixture of stone ash aged 7, 14, and 28 days produces concrete compressive strengths of 13.63 MPa, 19.57 MPa, and 20.53 MPa. Next, for concrete with a rock ash composition of 15% of fine aggregate with an age of 7, 14 and 28 days, the concrete compressive strength is 15.75 MPa, 18.02 MPa, 22.03 MPa. Concrete with a stone ash composition of 25% of fine aggregate with an age of 7.14 and 28 days produces a concrete compressive strength of 15.96 MPa, 19.02 MPa, 21.16 MPa. Concrete with a stone ash composition of 35% of fine aggregate with an age of 7, 14 and 28 days produces a concrete compressive strength of 23.49 MPa, 24.31 MPa, 24.95 MPa. From the research conducted, the 35% composition has the highest compressive strength value of concrete among the other compositions
Evaluasi Efektivitas Penambahan Polimer Dan Biopolimer Terhadap Tanah Lempung Bereng Bengkel Ditinjau Dari Kekuatan Geser Tanah: Evaluation Of The Effectiveness Of Polymer And Biopolymer Additives On Clay In Terms Of Soil Shear Strength Ansyari, Rizkan Maulidi; Faradila, Amelia; Handayani, Noviyanthy; Saputra, Norseta Ajie
Media Ilmiah Teknik Sipil Vol. 13 No. 1 (2025): Media Ilmiah Teknik Sipil
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/mits.v13i1.9312

Abstract

Clay soil has high plasticity and low shear strength characteristics, making it a challenge in construction projects, especially in areas with high water content, such as Bereng Bengkel District, Palangkaraya City. To address this issue, polymers and biopolymers have been used as stabilization materials to enhance the shear strength of the soil. This study aims to evaluate the effect of adding polymers and biopolymers on the mechanical parameters of clay soil, particularly cohesion (CC) and internal friction angle (ϕ). Laboratory experiments were conducted following SNI 2825:2015 standards for direct shear testing. Clay soil samples were collected from Bereng Bengkel and mixed with polymer (polyacrylamide) and biopolymer (xanthan gum) at concentrations of 0.5%, 1.0%, 1.5%, and 2.0%. Shear strength parameters were analyzed to determine the effectiveness of each stabilization material, with the optimal concentration determined based on maximum cohesion and internal friction angle values. The results showed that the addition of polymer could increase cohesion by up to 70% and the internal friction angle by up to 130% at concentrations of 1.0% to 1.5%, while biopolymers could increase cohesion by up to 39% and the internal friction angle by up to 313% at concentrations of 1.0% to 2%, compared to the initial values. These findings indicate that soil stabilization with polymers and biopolymers significantly improves the shear strength of Bereng Bengkel soil. The study concludes that the optimal combination of stabilization materials can significantly enhance the mechanical properties of clay soil and opens opportunities for further research with other additive materials such as lime or cement.
PENINGKATAN KESADARAN MASYARAKAT TENTANG AIR BERSIH UNTUK PENCEGAHAN STUNTING DI DESA TANJUNG TARUNA Faradila, Amelia; Zulfikar Akbar, Reza; Arnisyah, Siti; Imam Santoso, Achmad
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 12 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i12.4521-4527

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Desa Tanjung Taruna, Kota Palangka Raya, yang ditetapkan sebagai lokus stunting berdasarkan data BKKBN Provinsi Kalimantan Tengah (2023) dengan prevalensi mencapai 22,5%. Kondisi masyarakat desa menunjukkan keterbatasan akses air bersih dan sanitasi yang tidak layak, di mana menurut data BPS (2022) hanya 70,03% rumah tangga di Kalimantan Tengah memiliki akses air bersih, sementara di daerah pinggiran seperti Tanjung Taruna angkanya lebih rendah. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemanfaatan air bersih untuk mencegah stunting. Metode yang digunakan berupa edukasi partisipatif, diskusi, serta pre-test dan post-test untuk mengukur efektivitas kegiatan. Sebanyak 40 warga hadir, termasuk kepala desa dan ketua RT. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada seluruh indikator pengetahuan. Pemahaman definisi stunting meningkat dari 45% menjadi 85%, pengetahuan faktor penyebab dari 40% menjadi 80%, pentingnya air bersih dari 50% menjadi 90%, cara menjaga kualitas air dari 35% menjadi 82%, dan dampak stunting jangka panjang dari 38% menjadi 78%. Rata-rata peningkatan mencapai 42 poin persentase. Edukasi kesehatan terbukti efektif meningkatkan kesadaran masyarakat dan dapat dijadikan strategi pencegahan stunting berbasis komunitas.