Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KORELASI ANTARA SIFAT LISTRIK DENGAN SIFAT FISIKA DAN SIFAT KIMIA DARI MINYAK TRANSFORMATOR: Corelation Oil Transformer properties Seniari, NI Made; Citarsa, IB Fery; Ningsih, Arya
DIELEKTRIKA Vol 8 No 2 (2021): DIELEKTRIKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Minyak transformator (trafo) merupakan komponen penting dari trafo yang berfungsi sebagai isolator dan pendingin. Kelayakan minyak trafo harus memenuhi standart sifat listrik, fisika dan kimia. Seiring dengan usia pengoperasian, minyak trafo mengalami kemunduran kualitas (deterioration) akibat tegangan lebih transient (electrical stress) dan pemanasan (thermal stress) di dalam trafo. Kegagalan isolasi minyak berakibat terciptanya busur api, sedangkan pemanasan akan mengoksidasi minyak trafo. Kedua peristiwa tersebut mengurangi kemampuan disipasi panas dan kekuatan isolasi minyak trafo. Pengujian rutin yang dilakukan oleh PT. PLN umumnya terbatas pada pengujian tegangan sifat listrik yaitu tembus saja. Apabila nilai tegangan tembus masih layak, maka minyak trafo tersebut akan terus digunakan. Untuk itu perlu diketahui bagaimana korelasi antara sifat listrik, sifat fisika dan sifat kimia, serta menganalisis hubungan dan pengaruh antara sifat yang satu dengan sifat yang lain dari minyak trafo. Untuk tujuan tersbut dilakukan studi korelasi menggunakan perangkat lunak SPSS yang merupakan aplikasi program statistik. Nilai korelasi tegangan tembus terhadap viskositas, titik nyala, kandungan asam dan kandungan air masing-masing -0,921, 0,977 , -0,977 dan -0,944 Nilai ini mengindikasikan antara tegangan tembus dengan viskositas, titik nyala, kandungan asam dan kandungan air berkorelasi sangat erat. Semakin inggi tegangan tembus maka viskositas, kandungan asam dan kandungan air semakin rendah, sedangkan titik nyala semakin tinggi. Hasil ini mengindikasikan bahwa pengujian kelayakan tegangan tembus tidak mewakili kelayakan viskositas, titik nyala dan kandungan asam, tetapi mewakili hasil kelayakan pengujian kandungan air.
Perbandingan Pengujian Kadar Aspal Metode Centrifuge Dengan Metode Reflux Insani Fitri, Insira; Sulmadianti, Dika; Ningsih, Arya
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 1 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i1.8379

Abstract

Perbandingan Pengujian Ekstraksi aspal menunjukan bahwa gradasi agregat berubah menjadi lebih halus dari gradasi semula.Berbagai macam metode yang bisa digunakan untuk melakukan pengujian ekstraksi aspal. Diantaranya Metode Centrifuge, Metode Quick, Metode Vacum, dan Metode Reflux, namun dalam pengujian ekstraksi ini hanya akan menggunakan dua metode, yaitu Metode Centrifuge dan Metode Reflux dengan mengguankan satu buah campuran perkerasan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kadar aspal hasil ekstraksi pada Metode Centrifuge dengan Metode Reflux. Perhitungan berat mineral dapat ditentukan dengan cara : BT – BTM. Sampel yang di gunakan adalah campuran Asphalt Concrete-B.inder Course (AC-BC). Prosedur pengujian metode centrifuge menggunakan SNI 03-6894-2002 dan metode reflux menggunakan SNI–03-3640-1994Hasil Pengujian Kadar Aspal dengan Metode Centrifuge didapatkan nilai kadar aspal rata-rata sebesar 5,960%, 6,021% dan 5,977% sehingga didapatkan hasil rata – rata pengujian kadar aspal metode centrifuge adalah 5,986%. sHasil Pengujian Kadar Aspal dengan Metode Reflux didapatkan nilai kadar aspal rata-rata sebesar 6,035%, 6,050% dan 6,092% sehingga didapatkan hasil rata – rata pengujian kadar aspal metode reflux adalah 6,059%.hasil penelitian tersebut diperoleh perbedaan yang signifikan bahwa nilai kadar aspal metode reflux lebih mendekati kadar aspal asli sedangkan nilai kadar aspal metode centrifuge lebih jauh dari kadar aspal asli namun dalam batas toleransi kadar aspal asli sehingga dalam hal ini bahwa pengujian kadar aspal metode reflux jauh lebih akurat dibandingkan pengujian kadar aspal metode centrifuge.Kata Kunci : Aspal, metode centrifuge, Metode reflux
PENINGKATAN KOMPETENSI PENELITIAN GURU DAN SISWA KELOMPOK ILMIAH REMAJA MELALUI PELATIHAN KARYA TULIS ILMIAH DI SMAN 1 EMPANG, KABUPATEN SUMBAWA Ayu, Ieke Wulan; Widiarta, I Made; Ningsih, Arya
Jurnal Pengembangan Masyarakat Lokal Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Pengembangan Masyarakat Lokal
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jpml.v8i2.2258

Abstract

Kemampuan pendidik maupun peserta didik dalam melaksanakan penelitian dan menghasilkan karya tulis ilmiah merupakan kompetensi fundamental dalam pendidikan menengah. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat adalah untuk memberikan pelatihan karya tulis ilmiah pada guru dan siswa SMAN 1 Empang. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan di Laboratorium Fisika Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Empang, yang berlokasi di Jalan Raya Bonto - Empang, Desa Bunga Eja, Kecamatan Empang, Kabupaten Sumbawa, NTB pada bulan Desember 2025. Peserta kegiatan adalah guru mata pelajaran dan siswa yang tergabung dalam KIR. Alat dan bahan yang digunakan dalam kegiatan,yaitu: a) Alat terdiri dari laptop,proyektor lcd, papan tulis, mikrofon; b) Bahan terdiri dari materi persentasi. Metode kegiatan yaitu metode ceramah interaktif, metode diskusi, dan praktik. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan peserta dalam merumuskan permasalahan, menyusun rancangan penelitian sederhana, dan menuliskan hasil penelitian secara sistematis sesuai kaidah ilmiah. Selain meningkatkan kompetensi teknis, kegiatan mendorong tumbuhnya motivasi dan kepercayaan diri guru dan siswa untuk terlibat aktif dalam kegiatan penelitian dan pengembangan budaya ilmiah di lingkungan sekolah. Pelatihan karya tulis ilmiah ini dapat dikembangkan sebagai model penguatan kompetensi penelitian di tingkat SMA, khususnya dalam mendukung pembelajaran berbasis riset dan pengembangan sumber daya manusia yang unggul.