Pattipeiluhu, Krislina
Sekolah Tinggi Agama Kristen Protestan Negeri Sentani

Published : 10 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Pengaruh Kebiasaan Membaca Dan Koleksi Buku Terhadap Prestasi Belajar Mahasiswa Stakpn Ambon Krislina Pattipeiluhu
INSTITUTIO : JURNAL PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN Vol 5, No 1 (2019): Pendidikan Karakter
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51689/it.v5i1.158

Abstract

Education must produce quality human beings who are capable of facing global competition. Therefore, education institutions need to improve the quality of their graduates. In the development of education today both in developed countries and in developing countries, the interest in reading plays a significant role. Success in learning is largely supported by read interest. It is not enough that a study only exerts its power to listen and then memorize it, but it also has to be supported by many personal collections and library support books. By collecting books privately or being good library visitors and being able to use them well, chances are that one's learning achievements will increase. The high culture is fond of reading, resulting in increased interest in reading. The purpose of the study is to know the impact of the reading habits and collection of books on student learning achievements at the STAKPN campus Ambon. The influence of the reading and collection of books on STAKPN Ambon student learning Achievement in tests using existing regression, and begins with knowing the size of the variable donation habits (X1) and book Collection (X2) to variables Learning achievement (Y) is seen that the value of KP = 57%, meaning that the reading habits and books collection gave the contribution to the learning achievement of STAKPN Ambon students by 57% and the remaining 43% is determined by other variablesKeyword: Reading habits, book collections, Learning Achievements
Fungsi Kontrol Keluarga Kristen dan Pembentukan Karakter Anak Generasi Alpha: Sebuah Studi Kasus di GKI EL-ROI Sentani Pattipeiluhu, Krislina; Tasijawa, Riski
Real Kiddos: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 3, No 1: September 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/realkiddos.v3i1.589

Abstract

This study aims to explore the control functions within Christian families at the GKI El Roi Church in Sentani, Papua, in shaping the character of Generation Alpha children. Using a qualitative descriptive method, the research identifies four main functions: religious, affection, supervision, and social-educational. Data were collected through interviews and observations of 25 families with Generation Alpha children, and analyzed through transcript data, data reduction, and presentation to draw conclusions. The findings show that the religious function is well-implemented, shaping children's morals and spirituality from an early age. However, the affection function is not fully optimized due to parents' time constraints and family environment influences. Supervision within the community is adequate, but control over gadget use remains insufficient. Meanwhile, the social and educational functions are carried out effectively. Optimization of the control function is necessary to shape children's character according to parental expectations. Better supervision of gadget use would also reduce children's dependency and promote healthier interactions. In conclusion, a holistic approach to the control function in Christian families at GKI El Roi is essential to shaping strong and wise children capable of facing the challenges of the digital era. Keywords: control function; Christian family; character; Generation Alpha; GKI El-Roi SentaniAbstrakPenelitian ini bertujuan mengeksplorasi fungsi kontrol dalam keluarga Kristen di Jemaat GKI El Roi Sentani, Papua, dalam membentuk karakter anak Generasi Alpha. Melalui metode deskriptif kualitatif, penelitian ini mengidentifikasi empat fungsi utama: keagamaan, cinta kasih, pengawasan, serta sosial dan pendidikan. Data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi terhadap 25 keluarga yang memiliki anak Generasi Alpha, lalu dianalisis melalui transkrip data, reduksi data, dan penyajian hingga mencapai kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi keagamaan diterapkan dengan baik, membentuk moral dan spiritual anak sejak dini. Namun, fungsi cinta kasih belum maksimal karena keterbatasan waktu orang tua dan pengaruh lingkungan keluarga. Pengawasan di lingkungan berjalan cukup baik, namun kontrol penggunaan gadget masih kurang optimal. Sementara itu, fungsi sosial dan pendidikan dilaksanakan dengan baik. Optimalisasi fungsi kontrol diperlukan agar karakter anak terbentuk sesuai harapan orang tua. Pengawasan lebih baik terhadap penggunaan gadget juga akan mengurangi ketergantungan anak dan mendorong interaksi yang lebih sehat. Kesimpulannya, pendekatan holistik dalam fungsi kontrol keluarga Kristen di Jemaat GKI El Roi diperlukan untuk membentuk karakter anak yang kuat dan bijaksana dalam menghadapi tantangan era digital.Kata Kunci: fungsi kontrol; keluarga kristen; karakter; generasi alpha; GKI El-Roi Sentani
Optimization of Early Childhood Motor Development (AUD) through Interactive Games at PAUD and Bethel Kindergarten Sentani Tasijawa, Riski; Ugadje, Evelin F; Pattipeiluhu, Krislina; Wangguway, Yustinus; Kadio, Yarsenita; Rorimpandey, Enjeli; Suwarni, Maria T
Abdi Masyarakat Vol 6, No 1 (2024): Abdi Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/abdi.v6i1.7094

Abstract

Community service activities conducted by the Department of Early Childhood Christian Education (PKAUD) at STAKPN Sentani aim to enhance early childhood motor skills at PAUD and TK Bethel Sentani through interactive games. These activities include coconut shell stilts (egrang batok kelapa), role-playing with the theme of "buyers and sellers," and alphabet arranging with the theme of "arranging one's own name." The implementation of these games is expected to improve both gross and fine motor skills in children, as well as their cognitive and social abilities. Observations indicate that coconut shell stilts help with body balance and coordination, while role-playing and alphabet arranging enhance creativity, communication, and early literacy skills. This program not only provides practical benefits to PAUD and TK Bethel Sentani but also enriches academic insights in early childhood education literature. 
Peran Keluarga Kristen Terhadap Pembentukan Karakter Anak Usia Dini di Jemaat GKI EL-ROI Sentani Jayapura Papua Bernard Labobar; Pattipeiluhu, Krislina
REI MAI: Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Kristen Vol. 1 No. 1 (2023): REI MAI: Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Kristen
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAKPN Sentani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69748/jrm.v1i1.21

Abstract

Peran keluarga sangat dominan dalam mendukung dan membangun karakter anak. Hubungan positif yang dibangun sejak dini dalam keluarga memberikan kontribusi pada kemampuan anak dalam menjalin hubungan dengan orang lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran keluarga kristen dalam mengembangkan karakter anak usia dini di Jemaat GKI Elroi Sentani Kabupaten Jayapura Papua. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik mengumpulkan data yaitu observasi and wawancara. Wawancara dilakukan dengan teknik wawancara terfokus terhadap 20 keluarga yang memilki anak usia dini. Sedangkan observasi dilakukan terhadap anak usia dini di lingkungan keluarga, gereja, sekolah, dan sosial. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa peran keluarga Kristen terhadap pembentukan karakter anak kurang optimal. Ada empat acuan yang digunakan dalam melihat pembetukan karakter anak yaitu kebiasaan beribadah, berdoa, pengenalan firman Tuhan, dan Penanaman Kasih. Keempat acuan tersebut belum menunjukkan kontribusi positif orangtua untuk memenuhinya. Pokok persoalan yang terjadi di Jemaat Elroi Sentani adalah, orang tua lebih sibuk dengan pekerjaan sehari-hari mereka sehingga megakibatkan perkembangan pembentukan karakter anak usia dini tidak berkembang dengan baik. Hal itu nampak dari perilaku anak terhadap orang tua/keluarga  dan sesamanya seperti, suka melawan orang tua, malas mengikuti ibadah sekolah minggu, mengucapkan kata tabuh, dan sebagainya
Fungsi Kontrol Keluarga Kristen dan Pembentukan Karakter Anak Generasi Alpha: Sebuah Studi Kasus di GKI EL-ROI Sentani Pattipeiluhu, Krislina; Tasijawa, Riski
Real Kiddos: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 3 No. 1: September 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/realkiddos.v3i1.589

Abstract

This study aims to explore the control functions within Christian families at the GKI El Roi Church in Sentani, Papua, in shaping the character of Generation Alpha children. Using a qualitative descriptive method, the research identifies four main functions: religious, affection, supervision, and social-educational. Data were collected through interviews and observations of 25 families with Generation Alpha children, and analyzed through transcript data, data reduction, and presentation to draw conclusions. The findings show that the religious function is well-implemented, shaping children's morals and spirituality from an early age. However, the affection function is not fully optimized due to parents' time constraints and family environment influences. Supervision within the community is adequate, but control over gadget use remains insufficient. Meanwhile, the social and educational functions are carried out effectively. Optimization of the control function is necessary to shape children's character according to parental expectations. Better supervision of gadget use would also reduce children's dependency and promote healthier interactions. In conclusion, a holistic approach to the control function in Christian families at GKI El Roi is essential to shaping strong and wise children capable of facing the challenges of the digital era. Keywords: control function; Christian family; character; Generation Alpha; GKI El-Roi SentaniAbstrakPenelitian ini bertujuan mengeksplorasi fungsi kontrol dalam keluarga Kristen di Jemaat GKI El Roi Sentani, Papua, dalam membentuk karakter anak Generasi Alpha. Melalui metode deskriptif kualitatif, penelitian ini mengidentifikasi empat fungsi utama: keagamaan, cinta kasih, pengawasan, serta sosial dan pendidikan. Data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi terhadap 25 keluarga yang memiliki anak Generasi Alpha, lalu dianalisis melalui transkrip data, reduksi data, dan penyajian hingga mencapai kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi keagamaan diterapkan dengan baik, membentuk moral dan spiritual anak sejak dini. Namun, fungsi cinta kasih belum maksimal karena keterbatasan waktu orang tua dan pengaruh lingkungan keluarga. Pengawasan di lingkungan berjalan cukup baik, namun kontrol penggunaan gadget masih kurang optimal. Sementara itu, fungsi sosial dan pendidikan dilaksanakan dengan baik. Optimalisasi fungsi kontrol diperlukan agar karakter anak terbentuk sesuai harapan orang tua. Pengawasan lebih baik terhadap penggunaan gadget juga akan mengurangi ketergantungan anak dan mendorong interaksi yang lebih sehat. Kesimpulannya, pendekatan holistik dalam fungsi kontrol keluarga Kristen di Jemaat GKI El Roi diperlukan untuk membentuk karakter anak yang kuat dan bijaksana dalam menghadapi tantangan era digital.Kata Kunci: fungsi kontrol; keluarga kristen; karakter; generasi alpha; GKI El-Roi Sentani
MANAJEMEN PROGRAM PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PEMBENTUKAN MORAL SISWA TASIJAWA, RISKI; PATTIPEILUHU, KRISLINA; YAAS, ELISABETH
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v4i2.3015

Abstract

Education from the perspective of children's moral formation can be interpreted as a process of consolidating values and ethics in children through teaching, practice, and experience. This is an attraction for Angkasa Silas Papare School as a school that prioritizes the formation of students' morals, striving to be able to strengthen values and ethics in each student. To realize the consolidation of good values and ethics, various programs that have been established to support moral development are implemented, one of which is the character space program. This study aims to explore the management of character education programs as an effective strategy in shaping students' morals. Research data was collected through observation, interviews, and analysis. Data analysis was carried out using a qualitative approach, which was presented in a descriptive manner. The results of the study show that the strengthening of students' morals through values and ethics tends to support the formation of morals which can be seen in student discipline in various activities including the habit of shaking hands when entering the school environment in an orderly and neat manner, caring for others, and responsibility in participating in socialization and maintaining health. However, effective character education program management in shaping students' morals involves several important stages, namely careful planning, proper organization, consistent implementation, and periodic evaluation. ABSTRAKPendidikan dari perspektif pembentukan moral anak dapat diartikan sebagai suatu proses pemantapan nilai dan etika dalam diri anak melalui pengajaran, latihan, dan pengalaman. Hal ini menjadi daya tarik bagi sekolah angkasa silas papare sebagai sekolah yang mengedepankan pembentukan moral siswa berupaya agar dapat memantapkan nilai dan etika dalam diri setiap siswa. Untuk mewujudkan pemantapan nilai dan etika yang baik maka dilaksanakan berbagai program yang telah ditetapkan demi mendukung pengembangan moral, salah satunya adalah program angkasa berkarakter. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi manajemen program pendidikan karakter sebagai strategi efektif dalam pembentukan moral siswa. Data penelitian dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan analisis. Analisis data dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif, yang disajikan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemantapan moral siswa melalui nilai dan etika cenderung mendukung pembentukan moral yang terlihat dalam kedisiplinan siswa pada berbagai kegiatan diantaranya kebiasaan bersalaman saat masuk lingkungan sekolah dengan tertib dan rapi, peduli kasih terhadap sesama, serta tanggung jawab dalam mengikuti sosialisasi dan menjaga kesehatan. Namun, manajemen program pendidikan karakter yang efektif dalam pembentukan moral siswa melibatkan beberapa tahapan penting, yaitu perencanaan yang matang, pengorganisasian yang tepat, pelaksanaan yang konsisten, dan evaluasi secara berkala.
ANALISIS KEMAMPUAN KLASIFIKASI DAN POLA MATEMATIS ANAK MELALUI PERMAINAN MANIPULATIF ANAK USIA 5-6 TAHUN Pattipeiluhu, Krislina; Tasijawa, Riski; Insyur, Alberthina
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.10216

Abstract

This study aims to provide an in-depth description of how manipulative play is utilized to enhance the classification skills and mathematical pattern abilities of children aged 5–6 years at PAUD Bintang Harapan Arso. Using a qualitative descriptive approach with a case study design, the research involved eight children and four teachers as participants. Data were collected through direct observations of classroom activities, interviews with teachers regarding instructional strategies, and documentation in the form of field notes and children’s work samples. These data were then analyzed systematically through the processes of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that children’s engagement with manipulative play creates concrete, interactive, and enjoyable learning experiences that support their ability to group objects based on characteristics such as color, shape, and size, as well as recognize and extend simple mathematical patterns. In addition, children demonstrated increased activeness and enthusiasm throughout the learning process, indicating that manipulative materials contribute not only to cognitive development but also to learning motivation. Overall, the study suggests that manipulative play serves as an effective instructional strategy for strengthening foundational mathematical concepts among young children. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam pemanfaatan permainan manipulatif dalam mendukung perkembangan kemampuan klasifikasi serta pola matematis pada anak usia 5–6 tahun di PAUD Bintang Harapan Arso melalui pendekatan deskriptif kualitatif dengan desain studi kasus yang melibatkan delapan anak dan empat guru sebagai partisipan, di mana data dikumpulkan melalui observasi langsung terhadap aktivitas pembelajaran, wawancara dengan guru terkait strategi yang digunakan, serta dokumentasi berupa catatan dan hasil kegiatan anak, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara sistematis; hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan anak dalam permainan manipulatif mampu menghadirkan pengalaman belajar yang konkret, interaktif, dan menyenangkan sehingga membantu mereka dalam mengelompokkan objek berdasarkan karakteristik seperti warna, bentuk, dan ukuran, sekaligus memahami serta melanjutkan pola sederhana secara lebih mudah, selain itu anak juga menunjukkan peningkatan keaktifan dan antusiasme selama proses pembelajaran berlangsung, yang mengindikasikan bahwa penggunaan media berbasis permainan tidak hanya berdampak pada aspek kognitif tetapi juga pada motivasi belajar anak, sehingga secara keseluruhan permainan manipulatif dapat dipandang sebagai salah satu strategi pembelajaran yang efektif dalam memperkuat dasar kemampuan matematika anak usia dini.
Upaya Meningkatkan Sosial Emosional Anak melalui Program Funshare: Inovasi Pengabdian Kolaboratif di SD Inpres Doyo Baru Riski Tasijawa; Krislina Pattipeiluhu; Dorce Bu’tu; Santy Layan; Yustinus Polhaupessy; Yansa Anse Pattipeiluhu; Kornelia Maryanti Da Silva; Cristian Msen; Albertina Insyur
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 5 No 4 (2025): JPMI - Agustus 2025
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpmi.3704

Abstract

Masalah sosial emosional anak di SD Inpres Doyo Baru, seperti rendahnya keberanian berbicara, interaksi yang terbatas antar kelompok budaya, dan kurangnya empati, mendorong perlunya intervensi berbasis kontekstual. Program Funshare dikembangkan sebagai upaya pengabdian masyarakat untuk meningkatkan keterampilan sosial emosional anak melalui pendekatan partisipatif dan kolaboratif. Kegiatan dilaksanakan selama tiga hari, terdiri dari enam sesi tematik yang melibatkan permainan edukatif, diskusi kelompok, dan aktivitas berbagi. Evaluasi dilakukan melalui observasi langsung, catatan fasilitator, dan wawancara dengan guru. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada aspek kerja sama (80%), kemampuan bersosialisasi (75%), ekspresi emosi (70%), dan empati (60%). Anak-anak menjadi lebih terbuka, berani berbicara, dan aktif menjalin hubungan sosial lintas kelompok. Kegiatan ini berdampak pada terciptanya lingkungan belajar yang inklusif dan mendukung pengembangan karakter anak. Funshare terbukti sebagai model efektif dalam menumbuhkan keterampilan sosial emosional anak di lingkungan pendidikan dasar.
Community empowerment for Sentani language preservation and cultural strengthening in Papua Bernard Labobar; Yustinus Wangguway; Evelien F. Ugadje; Christina A. Jeujanan; Riski Tasijawa; Krislina Pattipeiluhu
Jurnal Abmas Vol. 26 No. 1 (2026): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v26i1.143

Abstract

The decline in local language use and in children's awareness of local culture pose challenges for non-formal education. This community service activity aims to strengthen preservation of the Sentani language and promote local culture through contextual, participatory learning. The program was implemented at the Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Rotehbu, Sentani, Papua, involving faculty members, students from the Early Childhood Education Program, and learners through a Participatory Action Research (PAR) approach that emphasizes a collaborative cycle of action, observation, and reflection. The activity was designed to integrate Sentani language learning and local cultural practices by preparing papeda as an experiential, context-based learning medium. The results showed increased participants' engagement in using the Sentani language, strengthened understanding of local culture, and growing awareness and pride in cultural identity. Furthermore, this activity strengthened the partnership between academics and the community and provided students with a culturally-based learning experience within the context of community service. These findings confirm that integrating local languages, cultural practices, and non-formal education within the PAR framework is an effective strategy for supporting community empowerment and sustainable cultural preservation.   Abstrak Penurunan penggunaan bahasa daerah dan melemahnya pengenalan budaya lokal pada anak usia sekolah menjadi tantangan dalam pendidikan nonformal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat pelestarian bahasa Sentani dan penguatan budaya lokal melalui pembelajaran kontekstual dan partisipatif. Program dilaksanakan di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Rotehbu, Sentani, Papua, dengan melibatkan dosen, mahasiswa Program Studi PKAUD, serta murid melalui pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang menekankan siklus aksi, observasi, dan refleksi secara kolaboratif. Kegiatan dirancang dengan mengintegrasikan pembelajaran bahasa Sentani dan praktik budaya lokal melalui pengolahan papeda sebagai media pembelajaran kontekstual berbasis pengalaman. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keterlibatan aktif peserta dalam penggunaan bahasa Sentani, penguatan pemahaman budaya lokal, serta tumbuhnya kesadaran dan kebanggaan terhadap identitas budaya. Selain itu, kegiatan ini memperkuat kemitraan antara akademisi dan komunitas serta memberikan pengalaman pembelajaran berbasis budaya bagi mahasiswa dalam konteks pengabdian masyarakat. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi bahasa daerah, praktik budaya, dan pendidikan nonformal dalam kerangka PAR merupakan strategi efektif dalam mendukung pemberdayaan komunitas dan pelestarian budaya secara berkelanjutan. Kata Kunci: bahasa Sentani; budaya lokal; pelestarian bahasa daerah; pendidikan nonformal; pengabdian masyarakat
ANALISIS TANTANGAN MANAJERIAL DAN STRATEGI PENINGKATAN DAYA SAING PADA SEKOLAH MENENGAH TEOLOGI KRISTEN (SMTK) DI KABUPATEN JAYAPURA Dorce Butu; Krislina Pattipeiluhu; Amsi Talo; Nonik D. Y. Koib; Deysi Olvie Mulder
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i2.10920

Abstract

This study aims to analyze the managerial challenges faced by Christian Theological High Schools (SMTK) in Jayapura Regency and to formulate strategies to enhance their competitiveness. Using a qualitative approach with a case study design, data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation involving foundation leaders, school principals, and teachers. The findings reveal that SMTKs face systemic managerial challenges, including chronic financial crises, inadequate infrastructure, a predominance of honorary staff, and centralistic foundation leadership. Distinct from previous studies that predominantly focus on program evaluation (CIPPO model) and character education, this study offers theoretical novelty by integrating transformational leadership models and Total Quality Management (TQM) contextualized within the socio-cultural dynamics of peripheral regions, Furthermore, it positions the strengthening of religious moderation as a unique strategic variable to enhance social legitimacy and school competitiveness in pluralistic societies, Key strategies include diversifying funding through partnerships, vocational-based curriculum innovation, and the utilization of information technology. In conclusion, the synergy between adaptive leadership and governance reform is crucial for improving the quality and competitiveness of SMTKs in Jayapura. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan manajerial yang dihadapi Sekolah Menengah Teologi Kristen (SMTK) di Kabupaten Jayapura dan merumuskan strategi peningkatan daya saingnya. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap pimpinan yayasan, kepala sekolah, serta guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SMTK menghadapi tantangan manajerial sistemik, meliputi krisis finansial kronis, keterbatasan sarana prasarana, dominasi tenaga pendidik honorer, serta kepemimpinan yayasan yang sentralistik. Berbeda dengan penelitian terdahulu yang mayoritas berfokus pada evaluasi program (model CIPPO) dan pendidikan karakter, studi ini menawarkan kebaruan teoretis melalui integrasi model kepemimpinan transformasional dan manajemen mutu (TQM) yang dikontekstualisasikan dengan dinamika sosiokultural wilayah periferal. Selain itu, penelitian ini memosisikan penguatan moderasi beragama sebagai variabel strategis unik untuk meningkatkan legitimasi sosial dan daya saing sekolah di tengah masyarakat pluralistik. Strategi kunci lainnya mencakup diversifikasi pendanaan melalui kemitraan, inovasi kurikulum berbasis vokasi, serta pemanfaatan teknologi informasi. Kesimpulannya, sinergi antara kepemimpinan yang adaptif dan reformasi tata kelola sangat krusial untuk meningkatkan mutu SMTK di Jayapura.