Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

ISOLASI DAN IDENTIFIKASI SECARA MOLEKULER JAMUR ENDOFIT DARI UMBI BAWANG RAMBUT (Allium Chinense G. Don) Prima, Sylvia Rizky
JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 6 No 3 (2019): Jurnal Farmasi Galenika Volume 6 No. 3
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jamur endofit Byssochlamys spectabillis telah berhasil diisolasi dari umbi bawang rambut ( Allium chinense G. Don). Pemilihan tanaman bawang rambut dikarenakan penggunaan tanaman ini sebagai obat tradisional oleh masyarakat Bulungan, Kalimantan Utara. Masyarakat Bulungan menggunakan tanaman ini sebagai obat sakit kepala, radang tenggorokan, sinusitis dan jantung koroner. Hasil penelitian terdahulu diketahui bawang rambut memiliki aktivitas antibakteri, antioksidan, antiinflamasi, antikanker dan antikolesterol. Jamur endofit diyakini dapat memiliki aktivitas dan menghasilkan metabolit sekunder yang mirip dengan tanaman inangnya. Hal inilah yang mendasari penelitian ini.Jamur endofit diperoleh dari jumlah sampel tanaman yang sangat sedikit tetapi dapat menghasilkan rendemen yang tinggi. Dalam penelitian ini, isolasi jamur endofit dilakukan dengan melakukan penanaman sampel tanaman didalam media potato dextrose agar. Sedangkan identifikasi dilakukan secara molekuler.
SKRINING DAN OPTIMALISASI VITAMIN D PADA IBU HAMIL DALAM PENCEGAHAN STUNTING DI RW 06 KEBON BAWANG, JAKARTA UTARA Ramatillah, Diana Laila; Prima, Sylvia Rizky; Susilowati, Sri Endah; fitriani, Fitriani; Lestari, Mega; Ghassani, Fatiha Azka; Luthfiana, Farisa; Darsono, Michelle; Sumardiyanto, Didit
BERDIKARI Vol 8, No 2 (2025): Jurnal Berdikari
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/berdikari.v8i2.8871

Abstract

Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia yang berdampak pada kualitas sumber daya manusia di masa depan. Vitamin D berperan penting dalam metabolisme kalsium, sistem imun, serta pertumbuhan janin, sehingga kekurangannya pada ibu hamil dapat meningkatkan risiko stunting pada anak. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan ibu hamil mengenai peran vitamin D dalam pencegahan stunting melalui edukasi gizi berbasis komunitas. Kegiatan dilaksanakan di RW 06 Kebon Bawang, Jakarta Utara, dengan melibatkan 50 responden ibu hamil. Metode yang digunakan meliputi skrining dasar kesehatan, penyuluhan dengan media booklet, leaflet, poster, dan video, pelatihan kader Posyandu, serta penerapan teknologi tepat guna berupa alat pemanggang kacang kedelai. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan hasil pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan rata-rata dari 55% menjadi 84%, dengan peningkatan tertinggi pada pemahaman mengenai kedelai sebagai sumber vitamin D (dari 46% menjadi 80%). Program ini juga menghasilkan media edukasi, pelatihan kader, dan inovasi teknologi sederhana yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan partisipatif berbasis komunitas efektif untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil dan mendukung upaya pencegahan stunting di wilayah perkotaan padat penduduk.
Evaluasi Efektivitas Metode Uji Dan Terapeutik Outcome Pada Pasien Malaria Di Kabupaten Kepulauan Tanimbar Sorluri, Florentina; Prima, Sylvia Rizky; Sabrina, Maiyeni
JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 13 No 1 (2026): Jurnal Farmasi Galenika Volume 13 No 1
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70410/jfg.v13i1.439

Abstract

Malaria remains a significant public health problem in tropical countries, including Indonesia. According to the World Health Organization (WHO) report in 2021, there were approximately 229 million malaria cases and 409,000 deaths worldwide in 2019. In Indonesia, malaria remains endemic in several regions, including the Tanimbar Islands Regency, where tropical environmental conditions support the breeding of Anopheles mosquitoes as the primary vector. This study aimed to evaluate diagnostic methods and therapeutic outcomes among malaria patients in this region. The study employed a cross-sectional design with a total sample size of 200 respondents (n = 200). Statistical analysis was conducted using the McNemar test and chi-square test.The results showed that the majority of respondents were female, aged 15–49 years (71%). Based on occupation, malaria cases were most commonly found among individuals in informal sectors such as fishermen, farmers, and laborers (33.5%), with most respondents having a senior high school level of education (54.5%). The predominant infection was caused by Plasmodium vivax, with most patients exhibiting moderate levels of parasitemia. Most patients achieved recovery after receiving treatment. Statistical analysis indicated a significant difference between Rapid Diagnostic Test (RDT) and microscopic examination methods in malaria diagnosis. Furthermore, there was a significant association between the diagnostic methods used and patients’ therapeutic outcomes (p < 0.05), as well as between parasitemia levels and RDT results in determining the effectiveness of malaria diagnosis.
Profil Metabolomik dan Studi Molecular Docking Senyawa Aktif Eco Enzyme dari Kulit Buah Jeruk Nipis dan Kulit Buah Manggis Sebagai Kandidat Antibakteri Untuk Formulasi Hand Sanitizer Alami Putu Irwan Mambre Wipranata; Sylvia Rizky Prima; Iyan Hardiana
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55921

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah potensi eco enzyme hasil fermentasi limbah kulit jeruk nipis (Citrus aurantiifolia) dan kulit manggis (Garcinia mangostana) sebagai sumber antibakteri alami. Pendekatan integrasi metabolomik dan molecular docking digunakan untuk mempercepat identifikasi senyawa aktif dalam pengembangan hand sanitizer alami yang aman dan efektif. Penelitian bertujuan menilai potensi antibakteri eco enzyme melalui pemetaan metabolomik, uji in silico, dan verifikasi in vitro. Limbah kulit difermentasi selama ±3 bulan, kemudian dikarakterisasi secara organoleptik dan pH. Profil kimia dianalisis menggunakan LC-HRMS, dan kandidat senyawa didocking terhadap DNA gyrase E. coli serta PBP2a S. aureus. Aktivitas antibakteri diuji dengan metode difusi cakram pada MHA (37 °C, 18–24 jam), termasuk pada formulasi hand sanitizer berbasis etanol, gliserol, H₂O₂, dan air dengan variasi kadar eco enzyme. Mutu fisik sediaan juga dievaluasi. Data dianalisis menggunakan ANOVA/regresi dan analisis jalur sederhana. Hasil LC-HRMS mengidentifikasi 35 senyawa, seperti xanthone dan limonene. Uji in silico menunjukkan dua senyawa dengan afinitas pengikatan tertinggi terhadap target enzim, mengindikasikan potensi inhibisi secara teoritis.
Mikroorganisme Adaptif dalam Ekstrak dan Minuman Sebagai Sumber Senyawa Bioaktif: Review Artikel Meinanda Grabilia; Sylvia Rizky Prima
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.56033

Abstract

Fermentasi merupakan proses bioteknologi yang berperan penting dalam meningkatkan kualitas sensori, keamanan, serta nilai fungsional pangan dan minuman. Perkembangan penelitian terbaru menunjukkan bahwa mikroorganisme adaptif seperti bakteri asam laktat, khamir, bakteri asam asetat, dan komunitas simbiotik pada kombucha mampu menghasilkan berbagai senyawa bioaktif melalui mekanisme respons terhadap tekanan lingkungan fermentasi. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis secara sistematis peran mikroorganisme adaptif dalam ekstrak tanaman dan minuman fermentasi sebagai sumber senyawa bioaktif berdasarkan 25 studi ilmiah periode 2019–2025. Metode yang digunakan adalah systematic literature review dengan penelusuran pada database terindeks internasional. Hasil kajian menunjukkan bahwa adaptasi mikroba terhadap kondisi seperti pH rendah, tekanan osmotik, dan keterbatasan nutrien memicu perubahan jalur metabolisme yang menghasilkan metabolit sekunder bernilai biologis tinggi, antara lain polifenol terkonversi, asam organik, peptida bioaktif, eksopolisakarida, vitamin B, serta gamma-aminobutyric acid (GABA). Senyawa-senyawa tersebut terbukti memiliki aktivitas antioksidan, antimikroba, antiinflamasi, imunomodulator, serta potensi probiotik. Selain itu, interaksi sinergis antar mikroorganisme dalam sistem fermentasi campuran, seperti pada kombucha dan kefir, turut memperkuat pembentukan bioaktivitas produk akhir. Penelitian ini menegaskan bahwa fermentasi tidak hanya berfungsi sebagai metode pengawetan tradisional, tetapi juga sebagai strategi inovatif dalam pengembangan pangan fungsional dan nutraseutikal berbasis mikroorganisme adaptif. Temuan ini memberikan landasan ilmiah bagi optimalisasi proses fermentasi untuk meningkatkan kualitas dan manfaat kesehatan produk berbasis ekstrak dan minuman fermentasi.