Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Exploration and Antimicrobial Activity Test of Secondary Metabolites from Endophytic Fungi of Curcuma Zedoaria from West Nusa Tenggara Mario Mario; Sylvia Rizky Prima; Gian Primahana
Journal of World Science Vol. 4 No. 9 (2025): Journal of World Science
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jws.v4i9.1505

Abstract

Antibiotic resistance has become a significant public health issue in Indonesia, prompting the search for alternative antimicrobial agents from natural sources. Endophytic fungi symbiotically living inside medicinal plants such as Curcuma zedoaria (temu putih) have the potential to produce bioactive secondary metabolites that could serve as new antibacterial agents. This study aimed to isolate endophytic fungi from the rhizome of temu putih originating from West Nusa Tenggara (NTB), evaluate the antibacterial activity of isolates grown on Potato Dextrose Broth (PDB) and Yeast Malt Broth (YMB), and identify as well as elucidate the structure of the secondary metabolite compounds produced. This experimental comparative study involved isolation of endophytic fungi by surface sterilization, culturing on PDB and YMB media, extraction with ethyl acetate, and antibacterial testing against Staphylococcus aureus ATCC 6538 and Escherichia coli ATCC 8739 using the microdilution method. Metabolite profiling was performed using HPLC-DAD, preparative HPLC for fractionation, LC-HRMS for molecular mass identification, and NMR spectroscopy for structural elucidation. Five endophytic fungal isolates were successfully obtained from the temu putih rhizome. Antibacterial activity was stronger in isolates cultured on PDB compared to YMB. From isolate TP 3 cultured in PDB, several secondary metabolite fractions were isolated, with fraction 4 (F4) containing linoleic acid as the pure compound. F4 demonstrated a Minimum Inhibitory Concentration (MIC) of 200 µg/mL against S. aureus, comparable to the TP 3 PDB isolate, while against E. coli, F4 showed MIC > 200 µg/mL and TP 3 PDB isolate showed an MIC of 100 µg/mL.
Perbandingan Efektivitas Video Edukasi Berbahasa Banjar dan Pemberian Informasi Obat Oleh Apoteker Terhadap Pengetahuan dan Perilaku Penggunaan Antibiotik Di Salah Satu Apotek di Kota Martapura Muhammad Rizaldi; Sylvia Rizky Prima
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.60535

Abstract

Penggunaan antibiotik yang tidak rasional masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang berkontribusi terhadap peningkatan resistensi antibiotik. Edukasi kesehatan yang efektif diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan dan perilaku masyarakat terkait penggunaan antibiotik. Penelitian ini bertujuan membandingkan efektivitas video edukasi berbahasa Banjar dan pemberian informasi obat oleh apoteker terhadap pengetahuan dan perilaku penggunaan antibiotik di salah satu apotek di Kota Martapura. Penelitian menggunakan desain quasi-experimental pretest–posttest dengan melibatkan 300 responden yang dibagi ke dalam dua kelompok intervensi. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan dan perilaku, kemudian dianalisis dengan uji Wilcoxon, Mann–Whitney, dan Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa video edukasi berbahasa Banjar maupun pemberian informasi obat oleh apoteker memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan pengetahuan pasien mengenai penggunaan antibiotic. Kedua intervensi juga berpengaruh signifikan terhadap perbaikan perilaku penggunaan antibiotic. Analisis perbandingan menunjukkan bahwa video edukasi berbahasa Banjar lebih efektif dibandingkan pemberian informasi obat oleh apoteker dalam meningkatkan pengetahuan dan perilaku penggunaan antibiotic.
ISOLASI DAN IDENTIFIKASI SECARA MOLEKULER JAMUR ENDOFIT DARI UMBI BAWANG RAMBUT (Allium Chinense G. Don) Sylvia Rizky Prima
JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 6 No 3 (2019): Jurnal Farmasi Galenika Volume 6 No. 3
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70410/jfg.v6i3.155

Abstract

Jamur endofit Byssochlamys spectabillis telah berhasil diisolasi dari umbi bawang rambut ( Allium chinense G. Don). Pemilihan tanaman bawang rambut dikarenakan penggunaan tanaman ini sebagai obat tradisional oleh masyarakat Bulungan, Kalimantan Utara. Masyarakat Bulungan menggunakan tanaman ini sebagai obat sakit kepala, radang tenggorokan, sinusitis dan jantung koroner. Hasil penelitian terdahulu diketahui bawang rambut memiliki aktivitas antibakteri, antioksidan, antiinflamasi, antikanker dan antikolesterol. Jamur endofit diyakini dapat memiliki aktivitas dan menghasilkan metabolit sekunder yang mirip dengan tanaman inangnya. Hal inilah yang mendasari penelitian ini.Jamur endofit diperoleh dari jumlah sampel tanaman yang sangat sedikit tetapi dapat menghasilkan rendemen yang tinggi. Dalam penelitian ini, isolasi jamur endofit dilakukan dengan melakukan penanaman sampel tanaman didalam media potato dextrose agar. Sedangkan identifikasi dilakukan secara molekuler.
AKTIVITAS ANTIDIABETIK TEH HERBAL KOMBINASI BUNGA TELANG (Clitoria ternatea) DAN MENIRAN (Phyllanthus niruri) PADA MENCIT (Mus muculus) YANG DIINDUKSI ALOKSAN Rabima Rabima; Sylvia Rizky Prima; Anisa Dita Ikrana
INDONESIA NATURAL RESEARCH PHARMACEUTICAL JOURNAL Vol 9, No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/inrpj.v9i1.6222

Abstract

Diabetes adalah suatu penyakit gangguan metabolisme kronis yang ditandai dengan meningkatnya kadar gula darah. Bunga telang dan meniran merupakan salah satu tanaman yang memiliki aktivitas sebagai antidiabetes. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antidiabetik teh herbal kombinasi bunga telang (Clitoria ternatea) dan meniran (Phyllanthus niruri) serta persentase penurunan kadar gula darah pada mencit putih (Mus muculus) yang diinduksi aloksan. Hewan uji yang digunakan yaitu 25 mencit jantan dan dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan yaitu kelompok negatif, kelompok positif diberi glibenklamid, dan kelompok teh herbal. Teh herbal dibuat menjadi 3 formulasi yaitu, 200 mg bunga telang dan 800 meniran, 350 mg bunga telang dan 650 mg meniran, serta 500 mg bunga telang dan 500 mg meniran. Masing-masing formulasi dikemas dalam kantong teh sebanyak 1 g dan diseduh dalam 200 ml air panas. Data dianalisis menggunakan metode One Way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teh herbal kombinasi bunga telang dan meniran pada formulasi 200 mg bunga telang dan 800 mg meniran merupakan formulasi paling optimal diantara kedua formulasi lainnya. Persentase yang didapatkan yaitu sebesar 33,56% dengan selisih antara kontrol positif dan teh herbal 200 mg bunga telang dan 800 mg meniran yaitu sebesar 9,05%. Dari penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa teh herbal kombinasi 200 mg bunga telang dan 800 mg meniran memiliki aktivitas sebagai antidiabetik yang paling baik diantara kedua formulasi lainnya.
IDENTIFIKASI KANDUNGAN KIMIA DENGAN GC-MS DARI FRAKSI UMBI BAWANG BATAK (Allium chinense G.Don) Sylvia Rizky Prima
INDONESIA NATURAL RESEARCH PHARMACEUTICAL JOURNAL Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/inrpj.v9i2.7663

Abstract

Batak onions (Аllium chinense G. Don) are an onion that local from Samosir Island, North Sumatera. This plant is used empirically as a cooking spice. Previous research reported that this plant has several bioactivities such as antimicrobial. This research aims to determine the chemical content of several fractions of Batak onion bulbs using the Gаѕ Сhrоmаtоgrарhy Mаѕѕ Ѕресtrоmеtry (GС-MЅ) method. Extraction was carried out using a maceration technique and continued with a fractionation process using the solvents n-hexane, ethyl acetate and butanol. The results of the analysis showed that the compound content of several of the onion tuber fractions was 13 compounds obtained h from the n-Hexane fraction, 9 compounds obtained from the ethyl acetate fraction, and having 7 y compounds which is obtained from the butanol fraction. Oleic acid compound is the most dominant compound contained in Batak onion bulbs from local Samosir island, with the percentage of its content in the n-hexane, ethyl acetate and butanol fractions being 22.05%, 52.42% and 59.38%, respectively.