Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Journal of Artificial Intelligence and Digital Business

Rancang Bangun Sistem Alarm dan Shutdown Otomatis Pada Pipa Discharge Gas Kapal Fpso (Floating Production Storage and Offloading) Santoso, Agus Dwi; Bhaskara, Dewa Gede Aditya; Moejiono, Moejiono; Putri, Frita Ayu Sistyana; Joewono, Andrew
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.8122

Abstract

Sistem perpipaan gas bertekanan tinggi pada fasilitas Floating Production Storage and Offloading (FPSO) merupakan komponen kritis yang memiliki risiko tinggi terhadap kebocoran dan ledakan yang dapat mengancam keselamatan awak kapal serta instalasi . Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem proteksi otomatis sebagai langkah preventif terhadap bahaya kebakaran dan kebocoran gas pada pipa discharge gas FPSO. Metode penelitian yang diterapkan adalah Research and Development (R&D) dengan mengintegrasikan sensor gas MQ-2 dan sensor api (flame sensor) berbasis mikrokontroler ESP32 sebagai pusat kendali . Sistem ini dirancang untuk melakukan pemantauan kondisi abnormal secara real-time dan memberikan respons mandiri melalui mekanisme fail-safe. Ketika kadar gas atau keberadaan api terdeteksi melebihi ambang batas aman, sistem secara otomatis memicu alarm buzzer, menyalakan indikator LED merah, dan mengaktifkan mekanisme shutdown dengan memutus aliran gas melalui solenoid valve. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu bekerja secara responsif dengan titik kritis shutdown otomatis pada kadar gas 415 PPM . Deteksi maksimal pada sensor gas tercapai pada jarak 5 cm dengan nilai 987 PPM (4,92 V), sementara sensor api menunjukkan kecepatan respons instan sebesar 0,52 detik pada jarak dekat. Meskipun analisis perhitungan menunjukkan nilai error sebesar 20% pada sensor gas akibat faktor hysteresis dan kondisi lingkungan terbuka, sistem secara keseluruhan memiliki tingkat keberhasilan fungsional sebesar 80% . Implementasi perangkat ini memiliki potensi besar sebagai solusi teknis untuk meningkatkan standar keselamatan kerja maritim dan mencegah kecelakaan kerja fatal pada instalasi pipa gas di lingkungan operasional kapal FPSO
Pengaruh Proses Behandle Oleh Bea Cukai Terhadap Biaya Tambahan Pengguna Jasa Petikemas Impor Di PT. Terminal Petikemas Surabaya Mukhtaruddin, Bika; Rahmawati, Maulidiah; Putri, Frita Ayu Sistyana; Putri, Indah Ayu Johanda
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8822

Abstract

Kegiatan pemeriksaan fisik barang (behandle) merupakan salah satu proses kepabeanan yang dilakukan terhadap petikemas impor untuk memastikan kesesuaian barang dengan dokumen impor. Proses ini memerlukan aktivitas operasional tambahan yang berpotensi menimbulkan biaya tambahan bagi pengguna jasa petikemas impor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh proses pemeriksaan fisik barang (behandle) terhadap biaya tambahan pengguna jasa petikemas impor di PT Terminal Petikemas Surabaya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian causal explanatory. Data yang digunakan merupakan data sekunder berupa data operasional kegiatan behandle dan biaya tambahan selama periode Januari–Desember 2024 dengan total 36 observasi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi, observasi, dan studi pustaka. Analisis data menggunakan regresi linier sederhana dengan bantuan IBM SPSS Statistics. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pemeriksaan fisik barang (behandle) berpengaruh positif dan signifikan terhadap biaya tambahan pengguna jasa petikemas impor. Hasil uji t menunjukkan nilai signifikansi < 0,05, sehingga hipotesis penelitian diterima. Persamaan regresi yang diperoleh yaitu Y = -26.740.770,919 + 1.365.647,007X, yang menunjukkan bahwa setiap peningkatan satu satuan kegiatan behandle meningkatkan biaya tambahan sebesar Rp1.365.647. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,949 menunjukkan bahwa 94,9% variasi biaya tambahan dapat dijelaskan oleh jumlah kegiatan behandle, sedangkan 5,1% dipengaruhi faktor lain di luar model. Dengan demikian, peningkatan jumlah kegiatan behandle terbukti meningkatkan biaya tambahan pengguna jasa petikemas impor.