Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Growth Giant Prawns (Macrobracium Rosenbergii) With Different Stock Densities On The Minapadi System: English Mahendra, Mahendra; Farah Diana; Dini Islama; Citra Dina Febrina
International Journal of Science, Technology & Management Vol. 2 No. 5 (2021): September 2021
Publisher : Publisher Cv. Inara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46729/ijstm.v2i5.329

Abstract

Minapadi is a fish rearing system in rice fields that is carried out with rice plants. This study aims to increase the income of farmers with high productivity of rice yields and increase the production of giant prawns. The method used is a Completely Randomized Design (CRD) experiment with 3 treatments and 3 replications. The treatments were: P1 = stocking density of 100 birds/plot, P2 = stocking density of 200 birds/plot, P3 = stocking density of 300 birds/plot. This research was conducted for 90 days. Parameters observed were rice productivity and growth. The results showed that the best treatment was P2 = stocking density of 200 birds/plot. by producing an average value of rice productivity of 5 kg/50 m2 and an average value of growth of giant prawns of 4.72%.
Sosialisasi Dan Demonstrasi Pembuatan Pupuk Kompos Menggunakan Substrat Limbah Sedimen Tambak Pada Masyarakat Pesisir Omar Muktaridha; S Irhami; Agusriati Muliyana; Fitria Rahmayanti; Firza Hasibuan; Alfis Syahril; Citra Dina Febrina; Faliqul Isbah
Marine Kreatif Vol 7, No 1 (2023): Marine Kreatif
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/mk.v7i1.7955

Abstract

Limbah sedimen tambak merupakan sisa pakan dan feses organisme air yang mengendap di dasar tambak selama proses budidaya berlangsung. Sedimen tersebut secara umum menjadi permasalahan besar dalam budidaya karena dapat mengeluarkan zat yang berbahaya bagi organisme air seperti amonia, nitrit/nitrat, dan lain-lain. Zat tersebut seyogyanya merupakan unsur hara yang sangat dibutuhkan oleh tanaman, sehingga dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk tujuan tersebut. Pengomposan menggunakan limbah sedimen tambak sebagai bahan baku utama disertai limbah ampas tebu dan rumput basah telah dilakukan di Gampong Pasi Pinang, Meulaboh, Aceh Barat. Proses tersebut berlangsung melalui edukasi dan demonstrasi proses pengolahan pupuk kompos. Mayoritas peserta yang mengikuti memahami konsep dan pelaksanaannya dengan baik, sehingga dapat dilanjutkan secara berkesinambungan secara mandiri untuk mengelola limbah di sekitarnya. 
PENINGKATAN KAPASITAS MASYARAKAT MELALUI WORKSHOP PENENTUAN STANDAR MUTU HASIL PERIKANAN BERBASIS UJI ORGANOLEPTIK Irhami S; M Barru Airil Fizra Hasibuan; Alfis Syahril; Fitria Rahmayanti; Farah Diana; Dini Islama; Citra Dina Febrina; Agusriati Muliyana; Muktaridha; Khairul Samuki
Indonesian Journal of Fisheries Community Empowerment Vol 6 No 2 (2026): Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppi.v6i2.10796

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat Desa Ranto Panyang Timur, Aceh Barat, dalam menentukan standar mutu hasil perikanan berbasis uji organoleptik. Permasalahan utama mitra adalah rendahnya literasi mutu ikan segar, sehingga masyarakat sering mengalami kerugian finansial dan risiko kesehatan akibat mengonsumsi ikan yang telah mengalami pembusukan. Metode pelaksanaan meliputi tiga tahap: (1) penyuluhan tentang karakteristik kesegaran ikan dan mekanisme pembusukan; (2) workshop pelatihan teknis uji organoleptik menggunakan parameter mata, insang, lendir, tekstur, dan bau berdasarkan SNI 2729:2013 serta pendekatan Quality Index Method (QIM); dan (3) evaluasi efektivitas melalui pre-test, post-test, serta praktik langsung penilaian dua sampel ikan (A dan B). Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta secara signifikan. Peserta mampu membedakan ikan segar (total skor 18, kategori "sangat segar") dan ikan tidak segar (total skor 12, kategori "cukup") dengan tingkat akurasi tinggi. Sebanyak 85% peserta berhasil memberikan skor yang tepat (deviasi ≤1 poin) pada minimal 4 dari 6 parameter. Kegiatan ini berhasil mentransformasikan paradigma masyarakat dari konsumen pasif menjadi konsumen cerdas yang mampu melakukan kontrol kualitas mandiri.