Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

The Effect of Enforcement Of Mayor Regulation No. 888 Of 2012 On Street Vendors' Compliance (PKL) In Bandung Kulon District Dewi, Yunita Fourina; Susilawati, Susilawati; Saputra, Ginanjar Wira
Pasundan Social Science Development Vol. 5 No. 1 (2024): Pasundan Social Science Development (PASCIDEV)
Publisher : Doctoral Program of Social Science Pasundan University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56457/pascidev.v5i1.191

Abstract

This study aims to examine the Effect of Enforcement of Major Regulation No. 888 of 2012 on Compliance with Street Vendors (PKL). The research method used a descriptive method with a quantitative approach, while the data collection technique was carried out by distributing questionnaires to several samples. The sample used was 85 people. From the results of the respondent's response variable (X) obtained a score of 3272 while variable (Y) obtained a score of 4608 from the results of the hypothesis test t_count 7.347 and t_table 1.988 then t_count> t_table so that Ho is rejected and Ha is accepted, which means the Enforcement of Major Regulation No. 888 of 2012 has an effect Against the Compliance of Street Vendors (PKL). Based on the coefficient of determination (KD), it is known that the achievement of the ability of the X variable affects the Y variable, namely 39.44%, while the remaining 60.56% is influenced by other variables that are not included. Suggestions in this study, especially Satpol PP personnel who apply regulations can be friendly and not arrogant in terms of taking action or imposing sanctions for street vendors who violate and are stubborn but be cooperative and it is also hoped that street vendors can follow the rules applied so that the beauty of the city of Bandung is maintained.
Edukasi Pencegahan Penyakit Tidak Menular Berbasis Komunitas di Kabupaten Bandung Barat Nurachma, Evy; Dewi, Yunita Fourina; Rahim, Abdul; Lestari, Putri Ayu
Jurnal Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat (September)
Publisher : CV. Era Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59066/jppm.v4i3.1683

Abstract

Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti hipertensi, diabetes mellitus, dan penyakit jantung menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat, termasuk di Kabupaten Bandung Barat. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertema Edukasi Pencegahan Penyakit Tidak Menular Berbasis Komunitas dilaksanakan pada 18 Agustus hingga 12 September 2025 dengan metode edukasi interaktif dan praktik fisik melalui Senam Prolanis. Hasil pre-test menunjukkan bahwa hanya 45% peserta memahami faktor risiko utama PTM, sementara hasil post-test meningkat menjadi 88%. Tingkat partisipasi senam warga juga meningkat dari 30% menjadi 72%. Selain peningkatan pengetahuan, warga menunjukkan perubahan sikap dan komitmen untuk menerapkan pola hidup sehat, seperti mengurangi konsumsi makanan manis, membiasakan sarapan bergizi, serta aktif berolahraga. Temuan ini menegaskan efektivitas pendekatan berbasis komunitas dalam meningkatkan kesadaran dan mendorong perubahan perilaku pencegahan PTM. Program ini berpotensi direplikasi di wilayah lain sebagai upaya mendukung pembangunan kesehatan nasional.
Penguatan Komunikasi Publik Aparatur Desa Jambudipa Dewi, Yunita Fourina; Suryani, Lilis; Haviana, Evan; Asri, Yoana Nurul
Jurnal Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat (September)
Publisher : CV. Era Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59066/jppm.v4i3.1689

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat mengenai penguatan komunikasi publik aparatur desa dilaksanakan di Kampung Gandrung, Desa Jambudipa, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, pada 18 Agustus hingga 12 September 2025. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kualitas komunikasi publik aparatur desa agar mampu menciptakan interaksi yang lebih terbuka, partisipatif, dan harmonis dengan masyarakat. Metode pelaksanaan meliputi tahap perizinan dan koordinasi dengan perangkat desa, sosialisasi program kepada masyarakat, diskusi interaktif antara aparatur dan warga, serta pemanfaatan momentum peringatan HUT RI untuk memperkuat solidaritas sosial. Hasil kegiatan menunjukkan adanya perubahan positif baik dari sisi aparatur maupun masyarakat. Aparatur desa lebih terbuka dalam mendengarkan aspirasi dan merespons dengan empati, sementara warga semakin berani menyampaikan pendapat secara langsung. Kehadiran aparatur dalam kegiatan sosial mempererat kedekatan emosional, mengurangi jarak sosial, dan mendorong terciptanya hubungan yang egaliter. Selain itu, terbentuk kanal komunikasi sederhana melalui media digital yang membantu mempercepat distribusi informasi. Kegiatan ini membuktikan bahwa komunikasi publik yang baik berperan penting dalam mengurangi potensi kesalahpahaman, memperkuat rasa kebersamaan, serta mendukung tercapainya tata kelola pemerintahan desa yang transparan dan akuntabel.