Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Hubungan Tingkat Stress Dengan Kejadian Hipertensi Pada Usia Dewasa Awal Di Puskesmas Kecamatan Kebon Jeruk Hidayati Putri, Jeny; Sukamti, Nita; Helen, Millya
Nursing Inside Community Vol. 5 No. 2 (2024): Nursing Inside Community (NIC)
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah peningkatan tekanan darah di atas 140/90 mmHg. Dewasa awal ini memiliki perubahan ataupun ciri-ciri dari masa kematangan fisik maupunp sikologis dan cenderung lebih mudah mengalami stres. Stres yang dialami seseorang akan meningkatkan resistensi pembuluh darah perifer dan curah jantung sehingga akan menstimulasi aktivitas saraf simpatis yang akan memicu kerja jantung dan menyebabkan peningkatan tekanan darah. Tujuan dari penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kejadian hipertensi pada dewasa awal yang disebabkan karena kurangnya pengetahuan dan tingkat stress. Metode penelitian ini kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional dengan 54 responden. Teknik pengambilan sampel dengan Total Sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan kuisoner. Analisis secara univariat dan bivariat dengan distribusi frekuensi dan bivariat dengan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara tingkat stress dengan kejadian hipertensi dengan nilai p = 0,016 dengan demikian p < 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stress dengan kejadian hipertensi.
Hubungan Pengetahuan Sikap Dan Perilaku Seksual Dengan Ketertarikan Mengakses Media Pornografi Pada Remaja Di SMK X Jakarta Dhia Hanifah, Feni; Sukamti, Nita; Helen, Millya
Nursing Inside Community Vol. 5 No. 2 (2024): Nursing Inside Community (NIC)
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kematangan seksual mengakibatkan remaja mulai tertarik terhadap teman sebayanya yang berlawan jenis. Media pornografi adalah mengakses gambar, video, ataupun suara yang berhubungan dengan aktivitas seksual dan yang di dalamnya terdapat unsur pornografi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan sikap dan perilaku seksual dengan ketertarikan mengakses media pornografi pada remaja. Penelitian ini menggunakan desain korelasi dengan metode penelitian cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling, dengan jumlah sampel dalam penelitian 82 responden. Hasil penelitian dengan uji non parametric chi square diperoleh angka signifikan 0,559 artinya tidak terdapat hubungan antara pengetahuan seksual dengan mengakses media pornografi, nilai signifikan 0,024 artinya terdapat hubungan antara sikap seksual dengan mengakses media pornografi, dan nilai signifikan 0,000 artinya terdapat hubungan antara perilaku seksual dengan mengakses media pornografi.
The Effect of Relaxation Techniques and Distraction Techniques on Reducing Pain Scale in Postoperative Patients at UKI Hospital East Jakarta in 2020 rohyani, dwi; Helen, Millya
JOURNAL EDUCATIONAL OF NURSING(JEN) Vol 4, No 2 (2021): Journal Educational of Nursing (JEN)
Publisher : Akademi Keperawatan RSPAD Gatot Soebroto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37430/jen.v4i2.97

Abstract

The purpose of this study was to determine the effect of relaxation techniques and distraction techniques on reducing pain scale in postoperative patients at UKI Hospital in 2020. This study used a cross sectional study approach which aims to determine the effect of relaxation and distraction techniques on postoperative patients at UKI Hospital. Cross sectional is a method for approaching respondents (point time approach) which is carried out at one time. the independent variable is relaxation technique and the dependent variable distraction is the decrease in pain scale in postoperative patients. The results of the study concluded that there were differences in the results of the pain scale between the pre-test and post-test with the Relaxation technique in postoperative patients. Most of the respondents had moderate pain scale results as many as 77% of postoperative patients, the group after intervention with Relaxation showed that most respondents had mild pain scale results as many as 86% of postoperative patients. There is a difference in the results of the pain scale between the pre-test and post-test with the Distraction technique in postoperative patients. Most of the respondents had controlled severe pain scale results as many as 88% of patients, the group after the distraction intervention showed that most of the respondents had moderate pain scale results as many as 79% of patients.
Progressive muscle relaxation as a Non Pharmacological Intervention For Mild Insomnia in adolescents Helen, Millya; Mariyana, Rina
REAL in Nursing Journal Vol 8, No 2 (2025): REAL in Nursing Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/rnj.v8i2.3503

Abstract

Introduction: Sleep disorders in adolescents vary, but some studies suggest quite a high number. Around 39% of teenagers reported experiencing insomnia or difficulty sleeping. sleep. Another study stated that up to 73.4% of adolescents experience sleep disorders. Aim: evaluating the effects of progressive muscle relaxation training (PMRE) applied to patients in improving sleep quality in adolescentsMethod: The design of this research isPre-Eksperiment Intack Group Comparison. In this study there is one group but divided into two, namely half the group for the experiment (treated) and half for the control group. The sampling technique in this study was carried out by adolescents. Determination of the sample in this study was by purposive random sampling technique, which amounted to 20 people, namely 10 experimental people and 10 control people in adolescents who experience insomnia who have met the inclusion criteria and exclusion criteria. Sample criteria Inclusion criteria: adolescents aged 11-13 years, have complaints of insomnia, do not receive pharmacological therapy, do not experience significant psychological trauma, depression, withdraw, Not consuming alcohol.Findings: The average level of difficulty sleeping in female adolescents in the control group was (2.60), meaning the level of difficulty sleeping was mild (95% CI: 1.37-2.43), with a standard deviation of 0.516.Conclusion and recommendation:  In line with these findings, it has been determinedthat PMRE improves sleep quality in adolescents. It is recommended that education about PMRE be provided and that the exercises be taught.Keywords: sleep quality, progressive muscle relaxation exercises, adolescents
HUBUNGAN GAYA KEPEMIMPINAN, DISIPLIN, DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA PERAWAT DI RUANGAN RAWAT INAP RUMAH SAKIT XYZ Annisa, Nur; Helen, Millya; Saputri, Milla Evelianti
Scientica: Jurnal Ilmiah Sains dan Teknologi Vol. 2 No. 3 (2024): Scientica: Jurnal Ilmiah Sains dan Teknologi
Publisher : Komunitas Menulis dan Meneliti (Kolibi)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/scientica.v2i3.943

Abstract

Latar  Belakang: Peningkatan derajat Kesehatan optimal di pengaruhi oleh adanya pelayanan yang optimal dan berkualitas dengan pola pengorganisasian yang baik. Organisasi akan berhasil atau gagal sebagai besar bentuk dintentukan Oleh gaya kepemimpinan. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara gaya kepemimpinan, displin, dan lingkungan kerja dengan kinerja perawat di ruangan rawat inap Rumah Sakit XYZ. Metodologi: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analitik korelasional.Metode pendekatan pengambilan data dilakukan dengan cara crosssectional. Hasil Penelitian: Penelitian ini menunjukan adanya hubungan gaya kepemimpinan dengan kinerja perawat di RS hal ini dibuktikan dengan dengan uji chi-square diperoleh nilai p – value : 0,000 (p<0,05). Adanya hubungan antara disiplin dengan kinerja perawat perawat di RS hal ini dibuktikan dengan dengan uji chi-square diperoleh nilai p – value: 0,000 (p<0,05). Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara gaya kepemimpinan dengan kinerja perawat. Terdapat hubungan yang signifikan antara displin dengan kinerja perawat.kali dibanding disiplin yang cukup.terdapat hubungan yang signifikan antara lingkungan kerja dengan kinerja perawat. kali dibanding lingkungan kerja yang cukup. Saran: Diharapkan kinerja pelayanan rumah sakit akan meningkat sebagai hasil dari hasil kualitas sumber daya manusianya, menciptakan lingkungan kerja yang lebih kondusif.
ANALISIS HUBUNGAN PENERAPAN MODEL ASUHAN KEPERAWATAN PROFESIONAL (MAKP) TIM DENGAN KEPUASAN PASIEN DI RS XYZ Melia Fitriani; Millya Helen; Milla Evelianti Saputri
Scientica: Jurnal Ilmiah Sains dan Teknologi Vol. 2 No. 3 (2024): Scientica: Jurnal Ilmiah Sains dan Teknologi
Publisher : Komunitas Menulis dan Meneliti (Kolibi)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/scientica.v2i3.1142

Abstract

MAKP (Model Asuhan Keperawatan Profesional) merupakan upaya untuk meningkatkan mutu Asuhan Keperawatan sehingga menjadi efektif dan efisien. Di Rumah Sakit XYZ Jakarta Utara dalam kurung waktu Oktober hingga Desember 2023 menunjukan masih kurang nya tingkat kepuasan pasien pada pelayanan perawatan contoh nya di bulan Oktober 2023 yang mengalami penurunan dengan 60 responden mengatakan Sangat Puas (73,0%), Baik (22,3%), Cukup (1,3%), Kurang (3,3%). Untuk mengetahui Hubungan Model Asuhan Keperawatan Professional (MAKP) Tim dengan kepuasan pasien yang di terapkan di ruang rawat inap Rumah Sakit XYZ. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan Non probability sampling dengan teknik Purposive sampling. Sampel yang diperoleh sebanyak 62 responden menggunakan rumus slovin. Uji statistik yang digunakan adalah chi –square. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Dari hasil uji statistic diperoleh nilai p<0,05 menunjukkan p-value sebesar 0,009 < nilai ɑ (0,05). dengan demikian dapat diartikan ada hubungan bermakna antara MAKP Tim dengan Kepuasan Pasien Rawat Inap dengan Odds Ratio (OR) = 4,429. Penelitian ini adanya hubungan yang signifikan antara jenis kelamin, usia, pendidikan dengan penerapan Model Asuhan Keperawatan Professional (MAKP) Tim dengan kepuasan pasien. Diharapkan kinerja pelayanan rumah sakit akan meningkat sebagai hasil dari kepuasan pasien.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN MOTIVASI PERAWAT DENGAN KEPATUHAN MENCUCI TANGAN DI RUMAH SAKIT XYZ Vina Nursinta; Millya Helen; Milla Evelianti Saputri
Scientica: Jurnal Ilmiah Sains dan Teknologi Vol. 2 No. 3 (2024): Scientica: Jurnal Ilmiah Sains dan Teknologi
Publisher : Komunitas Menulis dan Meneliti (Kolibi)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/scientica.v2i3.1143

Abstract

Latar Belakang : Kepatuhan mencuci tangan merupakan program yang dilakukan oleh WHO untuk mengatasi Healthcare Associated Infections / HAIs. Pelaksanaan program ini dipengaruhi oleh berbagai hal seperti pengetahuan dan motivasi dari perawat. Pada Rumah Sakit Pluit kepatuhan mencuci tangan perawat sudah sebagian tercapai tetapi masih ada penurunan pada bulan Februari 83 %, Mei 80 %, Juni 80 %, November 82% pada penurunan bulan ini salah satu upaya yang ingin dilakukan adalah kesadaran perawat terhadap kepatuhan mencuci tangan. Tujuan : Untuk mengetahui Hubungan pengetahuan dan motivasi perawat dengan kepatuhan mencuci tangan di Rumah Sakit Pluit. Metodologi: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional menggunakan kuesioner dengan uji chi-square. Hasil Penelitian : Hasil uji chi-square didapatkan hubungan antara pengetahuan dengan p-value 0,000 dan motivasi p-value 0,000 dengan Odds ratio 53,750 pengetahuan dan motivasi 23,917. Simpulan: Ada hubungan pengetahuan yang baik dan motivasi yang tinggi terhadap kepatuhan mencuci tangan. Saran: Diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dengan mengedukasi / memberikan pelatihan secara rutin untuk meningkatkan pengetahuan dan motivasi  perawat dengan kepatuhan mencuci tangan agar bisa meningkatkan kualitas pelayanan rumah sakit. Kata Kunci: Pengetahuan, Motivasi, Kepatuhan Mencuci Tangan. Kepustakaan : 40 pustaka (2009 -2022)