Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PENYULUHAN CARA MENYIKAT GIGI YANG BENAR DI TK DAYAH ISYRAFI DARUSSA’DAH ALUE KECAMATAN BANDAR BARU KABUPATEN PIDIE JAYA Salamah Salamah; Masyitah H; Ita Maulita; Mutia Mutia; Khairani Khairani
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 2, No 1 (2020): VOL. 2 NO. 1, APRIL 2020
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKesehatan mulut dan gigi merupakan bagian dari kesehatan tubuh secara keseluruhan. Kesehatan mulut dan gigi dapat mencerminkan kesehatan tubuh secara keseluruhan, termasuk pada saat terjadi kekurangan nutrisi dan gejala penyakit lain pada tubuh. Gangguan kesehatan mulut bisa jadi menyeluruh, termasuk bila terjadi kekurangan nutrisi dan gejala penyakit lain pada tubuh. Gangguan kesehatan mulut dapat berdampak negatif pada kehidupan sehari-hari, antara lain menurunnya kesehatan umum, penurunan harga diri, serta gangguan kinerja dan kehadiran di sekolah atau tempat kerja. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan pengetahuan tentang pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut serta cara menggosok gigi yang benar. Metode pelayanan ini menggunakan penyuluhan (ceramah dan tanya jawab) serta demonstrasi cara menggosok gigi yang benar. Kesimpulan: terdapat peningkatan pengetahuan siswa tentang cara menggosok gigi dengan benar dan mampu mempraktikkan cara menggosok gigi dengan benar. Saran dari penulis adalah lebih sering melakukan kegiatan penyuluhan dan pelatihan untuk anak dan didampingi oleh orang tua agar mengetahui pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut, serta memberikan pemahaman kepada orang tua untuk melakukan pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut secara rutin.Kata kunci: Pendidikan, cara menyikat gigi
PENYULUHAN PADA IBU NIFAS TENTANG PERAWATAN LUKA PERENIUM DENGAN MENGGUNAKAN DAUN SIRIH MERAH DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TEUPIN RAYA KECAMATAN GLUMPANG TIGA KABUPATEN PIDIE TAHUN 2023 Zaitun Zaitun; Salamah Salamah
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 5, No 2 (2023): OKTOBER 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perawatan luka perineum bertujuan untuk mencegah terjadinya infeksi, meningkatkan rasa nyaman, dan mempercepat penyembuhan. Perawatan kebersihan pada daerah kelamin bagi ibu bersalin secara normal lebih kompleks dari pada ibu bersalin secara operasi karena akan mempunyai luka episiotomi pada daerah perineum. Bidan mengajarkan kepada ibu bersalin bagaimana membersihkan daerah genital dengan sabun dan air. Bidan mengajarkannya untuk membersihkan daerah di sekitar vulva terlebih dahulu dari depan ke belakang, kemudian baru membersihkan daerah di sekitar vulva terlebih dahulu dari depan ke belakang, kemudian baru membersihkan daerah sekitar anus. Sarankan kepada ibu untuk mencuci tangan menggunakan sabun dan air sebelum dan sesudah membersihkan daerah kelaminnya (Andina VS, 2018). Penyembuhan luka pada robekan perineum ini akan sembuh secara bervariasi, ada yang sembuh normal dan ada yang mengalami keterlambatan dalam penyembuhannya. Hal tersebut dapat dipengaruhi oleh beberapa hal diantaranya infeksi nifas yang berasal dari perlukaan jalan lahir yang merupakan media untuk berkembangnya kuman. Hal ini terjadi karena perawatan yang kurang baik dan kebersihan yang kurang terjaga. Sehingga perlunya melakukan perawatan perineum untuk mempercepat proses penyembuhan luka perineum (Walyani ES, 2016) Tujuan dilakukan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberi pengetahuan tentang perawatan luka perenium dengan menggunakan daun sirih merah. Metode pengadian masyarakat ini menggunakan penyuluhan (keramah dan Tanya jawab) serta peningkatan cara melakukan perawatan perenium dengan daun sirih merah. Kesimpulannya terdapat peningkatan pengetahuan ibu tentang perawatan luka dan efektif mempercepat penyembuhan luka perenium dan sangat mudah dilakukan. Saran yang diharapkan kepada ibu perawatan daun sirih mereh ini dapat menjadi salah satu cara yang efektif dan mudah yang bisa dilakukan untuk mempercepat penyembuhan luka perenium.Kata Kunci: Perwatan luka perenium, Daun sirih merahPerineal wound care aims to prevent infection, increase comfort, and speed healing. Hygiene care in the genital area for mothers giving birth normally is more complex than for mothers giving birth surgically because they will have an episiotomy wound in the perineal area. Midwives teach birthing mothers how to clean the genital area with soap and water. The midwife taught her to clean the area around the vulva first from front to back, then clean the area around the vulva first from front to back, then clean the area around the anus. Advise mothers to wash their hands using soap and water before and after cleaning their genital area (Andina VS, 2018). Healing of wounds in perineal tears will heal in various ways, some heal normally and some experience delays in healing. This can be influenced by several things, including postpartum infections originating from injuries to the birth canal which is a medium for the growth of germs. This happens due to poor maintenance and poor hygiene. So it is necessary to carry out perineal care to speed up the healing process of perineal wounds (Walyani ES, 2016). The aim of this community service is to provide knowledge about treating perineal wounds using red betel leaves. This community service method uses counseling (friendliness and questions and answers) as well as improving how to care for the perenium with red betel leaves. In conclusion, there is an increase in maternal knowledge about wound care and it is effective in accelerating perennial wound healing and is very easy to do. The advice that mothers hope to give to care for red betel leaves is that it can be an effective and easy way to speed up the healing of perennial woundsKeywords: Perennial wound treatment, red betel leaves
PENYULUHAN CARA MENGURANGI DISMENORE DENGAN KOMPRES AIR HANGAT DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MUTIARA BARAT KABUPATEN PIDIE Salamah Salamah; Zaitun Zaitun; Ajirna Ajirna; Cindi Amalia Varis
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 5, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prevalensi dismenore di Indonesia diperkirakan 55% perempuan dengan usia reproduktif kesulitan beraktifitas karena mengalami nyeri selama menstruasi. Angka kejadian prevalensi nyeri menstruasi berkisar 45-95% dikalangan wanita usia produktif. Dari tiga perempat jumlah wanita tersebut mengalami dismenore dengan intensitas yang ringan atau sedang. Prevalensi dismenore di Aceh cukup besar, penderita dismenore mencapai 50-60%. Angka kejadian dismenore primer berkisar 54,89% sedangkan sisanya 45,11% adalah dismenore sekunder. Tujuan dilakukan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberi pengetahuan tentang cara mengurangi dismenore dengan kompres air hangat pada remaja. Metode pengadian masyarakat ini menggunakan penyuluhan (ceramah dan Tanya jawab) serta demonstrasi cara melakukan kompres hangat. Kesimpulan: terdapat peningkatan pengetahuan remaja tentang kompres air hangat dan efektif mengurangi dismenore pada remaja. Saran: Diharapkan kepada remaja terapi kompres air hangat ini dapat menjadi salah satu cara yang efektif dan mudah yang bisa dilakukan untuk mengurangi nyeri haid sehingga tidak mengganggu aktifitas sehari.hari.Kata Kunci: Dismenore, kompres air hangatThe prevalence of dysmenorrhea in Indonesia is estimated at 55% of women of reproductive age who have difficulty carrying out activities because they experience pain during menstruation. The prevalence rate of menstrual pain ranges from 45-95% among women of productive age. Three-quarters of these women experience dysmenorrhea with mild or moderate intensity. The prevalence of dysmenorrhea in Aceh is quite large, with dysmenorrhea sufferers reaching 50-60%. The incidence of primary dysmenorrhea is around 54.89%, while the remaining 45.11% is secondary dysmenorrhea. The aim of this community service is to provide knowledge about how to reduce dysmenorrhea with warm water compresses in teenagers. This community service method uses counseling (lectures and questions and answers) as well as demonstrations on how to apply warm compresses. Conclusion: there is an increase in teenagers' knowledge about warm water compresses and they are effective in reducing dysmenorrhea in teenagers. Suggestion: It is hoped that warm water compress therapy for teenagers can be an effective and easy way to reduce menstrual pain so that it does not interfere with daily activities.Keywords: Dysmenorrhea, warm water compress
EDUKASI POSISI DALAM PROSES PERSALINAN di PMB JAMALIAH KABUPATEN PIDIE Salamah Salamah; Zaitun Zaitun
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 6, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Penyebab utama kematian ibu dan bayi adalah komplikasi persalinan, seperti perdarahan dan persalinan yang berkepanjangan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat sebanyak 69.000 kasus persalinan berkepanjangan di seluruh dunia pada tahun 2020, yang menyebabkan 2,8% kematian ibu secara global dan menjadi penyebab utama terjadinya komplikasi persalinan. Posisi ibu saat mengejan merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan proses persalinan. Posisi setengah duduk dapat memberikan kenyamanan bagi ibu karena membantu ibu beristirahat di antara kontraksi, memperpendek jalur lahir, memastikan suplai oksigen dari ibu ke janin tetap optimal, serta memanfaatkan gaya gravitasi untuk memperlancar proses kelahiran bayi. Tujuan dilakukan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberi pengetahuan ibu tentang posisi dalam proses persalinan.  Metode pengadian masyarakat ini menggunakan penyuluhan (ceramah, tanya jawab) serta demonstrasi posisi dalam persalinan.  Kesimpulannya terdapat peningkatan pengetahuan ibu hamil tentang beberapa posisi persalinan kala II (posisi meneran). Saran yang diharapkan ibu dapat menerapkan posisi persalinan  yang nyaman bagi ibu sehingga dapat mempercepat proses persalinan serta dengan fasilitasi bidan dan dengan dukungan keluarga.Kata Kunci: Edukasi, Posisi PersalinanBackground: The primary causes of maternal and infant mortality are childbirth complications, such as hemorrhage and prolonged labor. According to the World Health Organization (WHO), in 2020, there were 69,000 cases of prolonged labor globally, contributing to 2.8% of maternal deaths worldwide, making it one of the leading causes of childbirth complications. The mother's position during pushing is a crucial factor in determining the success of the delivery process. The semi-sitting position can provide comfort to the mother as it helps her rest between contractions, shortens the birth canal, ensures optimal oxygen supply from the mother to the fetus, and utilizes gravity to facilitate the baby's delivery. Objective: The objective of this community service activity is to educate mothers on various positions during the childbirth process. Method: This community service activity was conducted through health education, including lectures, Q&A sessions, and demonstrations of childbirth positions. Conclusion: There was an increase in pregnant mothers' knowledge regarding various childbirth positions during the second stage of labor (pushing positions). It is recommended that mothers adopt comfortable childbirth positions to expedite the delivery process, with the support of midwives and family members.Keywords: Education, Childbirth Positions.