Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Peran Ekonomi Islam Dalam Memberdayakan Ekonomi Perempuan Salwa, Nikmatus; Jalil, Abd
Al-Mizan: Jurnal Ekonomi Syariah Vol 8 No 1 (2025): Al-Mizan: Jurnal Ekonomi Syariah
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat IAI An-Nadwah Kuala Tungkal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54459/almizan.v8i1.995

Abstract

Pemberdayaan perempuan merupakan salah satu kunci untuk meningkatkan pendapatan nasional suatu negara dan dapat mempengaruhi kemajuan negara tersebut. Untuk mendukung pernyataan tersebut, dilansir dari BPS Indonesia, jumlah penduduk perempuan di Indonesia akan mencapai 49,42 persen pada tahun 2020, yang artinya perempuan memiliki kesempatan untuk memajukan bangsa jika diberdayakan dengan baik dan tepat. Islam sebagai agama memiliki konsep ekonomi tersendiri yang kini sering diistilahkan dengan ekonomi Islam atau ekonomi Islam. Konsep ekonomi Islam berbicara tentang dua hal, pertama tentang status hukum transaksi ekonomi, dan kedua tentang siapa yang dapat melakukan transaksi tersebut. Yang menarik dari hal ini adalah sejak awal perkembangannya, Islam tidak pernah menutup ruang bagi perempuan dan laki-laki untuk berkembang di sektor ekonomi. Seperti yang dikatakan oleh istri nabi Muhammad SAW, Khadijah di mana beliau adalah seorang pedagang. Berangkat dari hal tersebut penelitian ini membahas tentang peran perempuan dalam Islam dalam upaya membangun perekonomian. Penelitian normatif merupakan penelitian kepustakaan, di mana penulis akan meneliti bahan pustaka atau data sekunder sebagai bahan dasar penelitian. Sifat penelitian ini adalah deskriptif, yaitu menggambarkan bagaimana kedudukan doktrin agama Islam dalam pemberdayaan ekonomi perempuan. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara dokumentasi. Selanjutnya, pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan doktrinal, yaitu penelitian yang dilakukan dengan cara mengkaji semua peraturan hukum Islam yang terkait dengan permasalahan yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan dalam Islam diberikan ruang yang sama untuk berperan dalam perekonomian.
STATUS KEPEMILIKAN MENURUT EKONOMI SYARIAH Jalil, Abd
Al-Mizan: Jurnal Ekonomi Syariah Vol 5 No II (2022): Al-Mizan: Jurnal Ekonomi Syariah
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat IAI An-Nadwah Kuala Tungkal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54459/almizan.v5iII.451

Abstract

Kepemilikan suatu benda dapat dilakukan dengan berbagai cara akan tetapi ada tata cara yang mesti dilakukan untuk memiliki benda tersebut secara penuh Milk Tamm, baik dengan pemberian, hadiah, shadaqah dan lain sebagainya, akan tetapi yang terpenting adalah dengan cara akad yang dilakukan kedua belah pihak, bias juga dengan cara jalan warisan ketika pemilik benda itu meninggal atau dengan cara jalan wasiat.
Produksi Dalam Ekonomi Islam Jalil, Abd; Khairunnisa, Azwa
Al-Mizan: Jurnal Ekonomi Syariah Vol 6 No I (2023): Al-Mizan: Jurnal Ekonomi Syariah
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat IAI An-Nadwah Kuala Tungkal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54459/almizan.v6iI.500

Abstract

Manusia sebagai khalifah dimuka bumi, penciptaan manusia adalah penciptaan yang sempurna. Selain manusia diberikan akal dan daya, Allah memberikan fasilitas yang dibutuhkan manusia dan semuanya berada di bumi yang diciptakannya. Tujuan manusia dalam memakmurkan bumi adalah agar manusia dapat memenuhi apa yang dibutuhkan dan diinginkannnya selama di bumi, oleh karenanya manusia wajib bekerja dan berusaha. Produksi adalah kegiatan awal dalam aktivitas ekonomi, produksi pada dasarnya bertujuan untuk menghasilkan barang dan jasa atau menghasilkan dan menambah nilai guna barang dan jasa. Produksi bukan hanya sebagai aktivitas dalam memenuhi kebutuhan pribadi tapi juga untuk mendapatkan keuntungan. Produksi tidak hanya bertujuan menciptakan yang tidak ada menjadi ada, melainkan juga menghasilkan kegiatan produksi yang berdaya guna. Produksi dilandasi nilai-nilai islam dengan prinsip maqasid al-syari’ah. Produksi tidak bisa lepas dari faktor sebagai alat produksi berupa faktor alam/tanah, faktor tenaga kerja, faktor modal dan faktor manajemen/organisasi.
Nilai Filosofis Transaksi Dalam Ekonomi Syariah Jalil, Abd
Al-Mizan: Jurnal Ekonomi Syariah Vol 6 No II (2023): Al-Mizan: Jurnal Ekonomi Syariah
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat IAI An-Nadwah Kuala Tungkal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54459/almizan.v6iII.589

Abstract

Kepercayaan konsumen mendapat perhatian cukup besar dari para pelaku bisnis. Dalam transaksi, embrio kepercayaan dimulai dengan pelaksanaan transaksi atau akad yang sesuai dengan Al-Qur'an dan as-Sunnah. Akad adalah salah satu langkah awal mula terjadinya suatu transaksi yang ketika dijalani dengan fair, akan menghasilkan benefit yang halal dan berkah. Segala pelaksanaan transaksi bertujuan untuk meniadakan angka penipuan, persengketaan, ataupun segala macam dampak negatif yang timbul dari keinginan menguasai suatu barang atau memiliki manfaatnya Adapun tujuan akad adalah untuk melahirkan suatu akibat hukum, atau lebih tegasnya lagi tujuan akad adalah maksud bersama yang dituju dan hendak diwujudkan oleh para pihak melalui pembuatan akad. Secara garis besar, pemetaan akad dalam hukum Islam dapat diklasifikasikan dalam tiga bentuk akad berdasarkan kegiatan usaha, yaitu: akad pertukaran, akad kerja sama, dan akad pemberian kepercayaan.
Persepsi Karyawan Tentang Program Pengembangan Karier Dan Motivasi Kerja Di Bank Syariah Kuala Tungkal Humaira, Citra; Jalil, Abd; Kasnelly, Sri
Al - A'mal Vol 5 No 2 (2025): Al-Amal: Jurnal Manajemen Bisnis Syariah
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat IAI An-Nadwah Kuala Tungkal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54459/al-amal.v5i2.1178

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi karyawan terhadap program pengembangan karier dan dampaknya terhadap motivasi kerja di Bank Syariah Indonesia Kantor Cabang Kuala Tungkal. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar karyawan memiliki persepsi positif terhadap program pengembangan karier yang dijalankan oleh lembaga. Kebijakan pelatihan dan pembinaan karier dinilai mampu meningkatkan profesionalitas dan kompetensi pegawai. Namun, terdapat perbedaan persepsi terkait keadilan dan transparansi dalam pelaksanaan program karena belum meratanya kesempatan pelatihan dan promosi. Faktor seperti kejelasan informasi, dukungan pimpinan, serta penerapan nilai-nilai Islam seperti amanah dan adil terbukti memengaruhi motivasi kerja. Lingkungan kerja yang berlandaskan etika Islam juga memperkuat rasa tanggung jawab dan loyalitas karyawan terhadap lembaga. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sistem pengembangan karier yang transparan, komunikatif, dan berbasis nilai-nilai Islam merupakan kunci dalam membangun motivasi kerja yang berkelanjutan di lembaga keuangan syariah.
Community Socialization and Empowerment through Pineapple Stick Processing and Marketing in Jurusen Village, Central Aceh: Sosialisasi dan Pemberdayaan Masyarakat melalui Pengolahan Stik Nanas dan Pemasarannya di Desa Jurusen Aceh Tengah Kamarudin, Anna Permatasari; Dewi, Ratna; Asry, Lenawati; Asri, Rahmadi; Jalil, Abd; Amna, Amna
Room of Civil Society Development Vol. 5 No. 1 (2026): Room of Civil Society Development
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Masyarakat Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59110/rcsd.869

Abstract

Jurusen Village is one of the main pineapple-producing areas in Pegasing, Central Aceh. However, pineapples are predominantly sold fresh, which poses a high risk of post-harvest losses due to their perishable nature. Processing pineapples into more durable products, such as pineapple sticks, offers a potential solution to increase value and reduce losses. This community service program aimed to empower housewives by providing socialization and introductory training on processing fresh pineapples into pineapple sticks to enhance added value and income potential.The program employed a socialization-based approach involving 14 housewives affiliated with the local Majelis Taklim. Activities included lectures, discussions, and evaluations using pre-test and post-test instruments to assess knowledge changes, complemented by participant satisfaction surveys.The results showed a measurable increase in participants’ knowledge, with post-test scores improving by approximately 28–78% compared to pre-test results. Participants also recognized the potential of processed pineapple products as culinary items and local souvenirs that could contribute to household income. Evaluation results indicated high satisfaction, particularly regarding the relevance, clarity, and usefulness of the materials. The program effectively enhanced participants’ knowledge and awareness of pineapple processing as an initial step toward sustainable community empowerment. Further technical training and marketing assistance are recommended to support commercialization.
Community Socialization and Empowerment through Pineapple Stick Processing and Marketing in Jurusen Village, Central Aceh: Sosialisasi dan Pemberdayaan Masyarakat melalui Pengolahan Stik Nanas dan Pemasarannya di Desa Jurusen Aceh Tengah Kamarudin, Anna Permatasari; Dewi, Ratna; Asry, Lenawati; Asri, Rahmadi; Jalil, Abd; Amna, Amna
Room of Civil Society Development Vol. 5 No. 1 (2026): Room of Civil Society Development
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Masyarakat Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59110/rcsd.869

Abstract

Jurusen Village is one of the main pineapple-producing areas in Pegasing, Central Aceh. However, pineapples are predominantly sold fresh, which poses a high risk of post-harvest losses due to their perishable nature. Processing pineapples into more durable products, such as pineapple sticks, offers a potential solution to increase value and reduce losses. This community service program aimed to empower housewives by providing socialization and introductory training on processing fresh pineapples into pineapple sticks to enhance added value and income potential.The program employed a socialization-based approach involving 14 housewives affiliated with the local Majelis Taklim. Activities included lectures, discussions, and evaluations using pre-test and post-test instruments to assess knowledge changes, complemented by participant satisfaction surveys.The results showed a measurable increase in participants’ knowledge, with post-test scores improving by approximately 28–78% compared to pre-test results. Participants also recognized the potential of processed pineapple products as culinary items and local souvenirs that could contribute to household income. Evaluation results indicated high satisfaction, particularly regarding the relevance, clarity, and usefulness of the materials. The program effectively enhanced participants’ knowledge and awareness of pineapple processing as an initial step toward sustainable community empowerment. Further technical training and marketing assistance are recommended to support commercialization.