Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Artikel : Evaluasi Kualitas dan Kuantitas Penggunaan Antibiotika Pada Pasien Rawat Inap Dengan Demam Tifoid di RSUD Tangerang Selatan Winarni, Gandes; Saputri, Laras Tri; Utami, Anissa; Hidayatri, Nurul
Edu Masda Journal Vol 8, No 2 (2024): EDU MASDA JOURNAL
Publisher : STIKes Kharisma Persada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52118/edumasda.v8i2.239

Abstract

Typhoid fever is an acute infectious disease of the digestive system caused by Salmonella Typhi bacteria. This disease is a global problem, particularly in developing countries. The purpose of this study was to determine the sociodemographics of patients, determine the use of antibiotics based on the type of antibiotic and the quality and quantity of antibiotic use in typhoid fever patients in South Tangerang City Hospital. Methods Observational research was retrospectively analyzed using Gyssens and ATC/DDD methods. The research data were obtained from the medical records of patients who met the inclusion criteria from January to December 2023. The results showed that out of a total of 124 antibiotic prescriptions, ceftriaxone was the most commonly used antibiotic for typhoid fever therapy. The quality of antibiotic use was 21 (12.57%) declared rational (category 0) while others were irrational category IIIA (12.57%), category IIIB (36.53%), category IIA (34.73%) and category IIB (3.59%). The quantity of antibiotic use is in the use of cefixime at 76.4 DDD/100 patient-days, ceftriaxone at 54.3 DDD/100 patient-days, thiamphenicol at 11.5 DDD/100 patient-days, amoxicillin at 2.8 DDD/100 patient-days and ciprofloxacin at 1.4 DDD/100 patient-days. Ampicillin was 0.6 DDD/100 patient-days, in line with WHO standards. The results of this study are expected to be a reference and recommendation for the hospital as an evaluation and improvement material to improve the rationality of antibiotic use, recommendations for the preparation of hospital formularies and drug procurement in the next period with consumption patterns
Edukasi Pemahaman Peningkatan Performance Mesin Bending Melalui Analisis Overall Equipment Effectiveness (OEE) di PT XYZ Rusmiati, Emi; Amrin, Amrin; Utami, Anissa; Aisyah, Siti
Journal of Community Services in Sustainability Vol. 3 No. 1 (2025): Journal of Community Services in Sustainability (April 2025)
Publisher : Politeknik STMI Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52330/jocss.v3i1.372

Abstract

ANALISIS KUALITATIF DAN KUANTITATIF KADAR SAKARIN PADA MINUMAN ES TEH MANIS DI PAMULANG TIMUR Pomalingo, Dwina Ramadhani; Fadhilah, Humaira; Maelaningsih, Firdha Senja; Zulfahrin, LM; Fu'adah, Intan Tsamrotul; Linawati, Linawati; Fauziah, Vina; Utami, Anissa
PHRASE (Pharmaceutical Science) Journal Vol 5, No 1 (2025): Vol 5 No 1 : Pharmaceutical Science Journal
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52031/phrase.v5i1.1073

Abstract

 Sakarin (C7H5NO3S) merupakan pemanis buatan yang digunakan masyarakat sebagai pengganti gula karna rasanya yang manis, sifatnya yang stabil dan bermanfaat bagi penderita diabetes untuk mengurangi kalori, Penggunaan sakarin dapat menimbulkan efek samping akut pada gangguan tenggorokan berupa batuk dan radang serta efek samping kronis seperti mual, muntah dan kanker kandung kemih.  Produk minuman yang menggunakan sakarin di antaranya adalah minuman ringan (soft drinks). Produk minuman ringan salah satunya yaitu minuman teh. Minuman teh masih menjadi peminat konsumen yang unggul, Produk teh ialah minuman mengandung kafein, dibuat dengan cara menyeduh daun, pucuk daun, atau tangkai daun yang dikeringkan dari tanaman Camellia sinensis. Penelitian ini menggunakan 5 (lima) sampel minuman es teh solo yang dijual disekitar wilayah pamulang timur. Penelitian bertujuan untuk mengetahui keberadaan dan konsentrasi sakarin dalam sampel minuman es teh manis di sekitar pamulang timur dengan mengacu pada persyaratan yang ditetapkan oleh Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan No.4 tahun 2014 tentang batas penggunaan maksimum bahan tambahan pangan sakarin yaitu 300 mg/kg. Metode yang digunakan yaitu uji kualitatif menggunakan Metode Uji Reaksi Warna dengan perekasi resorsinol dan uji kuantitaif dengan Metode Spektrofotometri Uv-Vis. Hasil penelitian Uji kualitatif menunjukkan bahwa ke 5 sampel minuman es teh manis semuanya negatif sakarin dengan ditandai tidak adanya perubahan warna hijau fluoresensi pada sampel. Uji kuantitatif menunjukkan Kadar sakarin pada ke 5 sampel yang di uji yaitu sampel 1 sebesar 35,54 mg/kg, sampel 2 sebesar 16,18 mg/kg, sampel 3 sebesar 87,18 mg/kg, sampel 4 sebesar 757,8 mg/kg dan sampel 5 sebesar 542,8 mg/kg dan didapatkan nilai koefisien korelasi yaitu 0,9268 yang memenuhi kriteria 1 dengan nilai LOD sebesar 27,13 mg/ml dan nilai LOQ sebesar 90,45 mg/ml. Untuk sampel teh nilai LOD sebesar 3, 225 mg/ml dan nilai LOQ sebesar 10,753 mg/ml. Kesimpulan penelitian ini yaitu 5 sampel minuman es teh manis yang dijual disekitar pamulang timur tidak mengandung sakarin serta sampel ke 4 dan 5 kadarnya tidak memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan No.4 tahun 2014.