Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Hubungan Status Gizi dan Iklim Kerja dengan Tingkat Kelelahan Kerja Restuadi, Hary; Suryati, Tati; Dinaryanti, Ratna Sari; Djupri, Diana Rhismawati
Journal of Language and Health Vol 5 No 1 (2024): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v5i1.2773

Abstract

Kelelahan kerja merupakan situasi tubuh, kegiatan, dan motivasi yang melemah untuk mengerjakan pekerjaan. Status gizi merupakan kebutuhan gizi, yang harus dipenuhi oleh setiap tenaga kerja karena dapat berpengaruh untuk meningkatkan derajat kesehatan dan mengoptimalkan daya kerja pekerja. Iklim kerja adalah hasil perpaduan antara suhu, kelembapan, kecepatan gerakan udara dan panas radiasi dengan tingkat pengeluaran panas dari tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan Status Gizi dan Iklim Kerja dengan Tingkat Kelelahan Kerja di Unit Metalurgi Mentok PT. Timah Tbk. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel 70 responden, teknik sampling dengan consecutive sampling dengan menggunakan Kuisioner FAS, ISBB, dan IMT. Data dianalisis menggunakan uji statistic chi square. Hasil : diperoleh hasil mayoritas Usia (Usia Dewasa) 35 responden 60,0 %, Masa Kerja Lama (> 5 tahun) 58 responden 82,9 %, Status Gizi Gemuk 33 responden 47,1 %, Iklim Kerja Melewati NAB 40 responden 57,1 %, Kelelahan Kerja 42 reponden 60,0 %. Diperoleh nilai p value = 0,002 (p value < 0,05) untuk Status Gizi dan p value = 0,000 (p value <0,05) untuk Iklim Kerja maka H0 ditolak , yang artinya ada hubungan antara Status Gizi dan Iklim Kerja dengan Tingkat Kelelahan Kerja di Unit Metalurgi Mentok PT. TimahTbk. Hasil penelitian ini dapat digunakan untuk acuan untuk memodifikasi lingkungan kerja (Iklim Kerja) dan Status Gizi untuk mengurangi tingkat Kelelahan Kerja.
Pengaruh Pemberian Air Perasan Daun Cincau Hijau Terhadap Penurunan Tekanan Darah pada Penderita Hipertensi Utami, Aningtya Resti; Irawati, Hanik Rohmah; Djupri, Diana Rhismawati
Journal of Nursing and Health Science Vol. 1 No. 3 (2022): Edisi Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Pertamedika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58730/jnhs.v1i3.47

Abstract

Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah sistolik sedikitnya 140 mmHg atau tekanan diastolik sedikitnya 90 mmHg. Hipertensi yang tidak ditangani dengan baik dapat mengakibatkan terjadinya gangguan pada berbagai organ tubuh misalnya stroke, gagal ginjal, penyakit jantung coroner dan gagal jantung kongestif. Penatalaksanaan yang dilakukan yaitu dengan terapi farmakologi dan non farmakologi. Salah satu terapi non farmakologi adalah pemberian air perasan daun cincau hijau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian air perasan daun cincau hijau terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen semu (quasi experiment) dengan rancangan one group pretest posttest without control. Populasi dalam penelitian ini adalah penderita hipertensi yang ada di Dusun Banurejo, sebanyak 60 orang. Sampel pada penelitian ini sejumlah 18 orang penderita hipertensi. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan Non Probability Sampling yaitu Purposive Sampling. Cara pengumpulan data dengan melakukan pendataan dan pengukuran tekanan darah (menggunakan alat sphygmomanometer, stetoskop dan lembar observasi) kepada responden. Bahan yang digunakan untuk intervensi adalah air perasan daun cincau hijau. Uji statistik menggunakan Paired T-test . Hasil uji didapatkan p-value 0,000 (<0,05) maka Ho ditolak, artinya ada pengaruh pemberian air perasan daun cincau hijau terhadap penurunan tekanan darah. Berdasarkan hasil penelitian, perawat diharapkan memberikan pendidikan kesehatan, sebagai intervensi untuk mengatasi masalah hipertensi dengan pemberian air perasan daun cincau hijau yang secara nyata dapat menurunkan tekanan darah secara berkesinambungan tanpa efek samping yang bermakna.
Edukasi Pencegahan Penyebaran Covid-19 di Era Pandemi di Sekolah Menengah Pertama Tirtayasa Djupri, Diana Rhismawati; Syuhada, Muhammad; Defara, Dinda
Journal Community Service of Health Science Vol. 1 No. 1 (2022): February
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Pertamedika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58730/jcshs.v1i1.32

Abstract

Virus Corona atau severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) adalah virus yang menyerang sistem pernafasan. Seseorang dapat terinfeksi Covid-19 melalui penyebaran dengan cara kontak langsung atau tidak langsung melalui droplet/percikan saluran napas orang yang terinfeksi. Dalam perkembangannya, seluruh masyarakat harus mampu mengubah kebiasaan lama dengan kebiasaan baru yang disebut New Normal . New normal  merupakan perubahan perilaku masyarakat akibat mengalami krisis yang berkepanjangan. Pandemi COVID 19 telah mengubah perilaku masyarakat, organisasi dan para pemangku kepentingan untuk menerapkan protokol kesehatan guna memutus penyebaran Covid-19 serta menjaga kesehatan keselamatan banyak orang. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada siswa berupa edukasi kesehatan agar tidak terjadi penyebaran Covid-19. metode dilakukan secara Daring dengan menggunakan zoom meeting, dengan jumlah peserta sebanyak 40 siswa, evaluasi dilakukan pre test dan post test dengan menggunakan instrumen kuesioner mengenai Covid-19. Uji yang digunakan adalah paired t test. Mayoritas peserta adalah Kelas 9 yaitu sebanyak 26 siswa (65%), terjadi peningkatan nilai rata-rata pengetahuan sebelum dilakukan edukasi nilai rata-rata 9,02 dan setelah dilakukan edukasi nilai rata-rata menjadi 9,90 dengan nilai p-Value (0,002). Edukasi ini dapat memberikan wawasan bagi peserta tentang pencegahan penyebaran COVID-19 di era pandemi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat mendapatkan respon yang antusias dari peserta.
Edukasi Pertolongan Pertama pada Keracunan Makanan dan Zat Korosif yang Tertelan di SMK Tirtayasa Jakarta Djupri, Diana Rhismawati; Hanifah, Muchlida Zaki; Muchlid, Muchlid
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Kesehatan Vol 3, No 2 (2022): Edisi Juli
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/.v3i2.5608

Abstract

Keracunan makanan sangat mudah terjadi apabila tidak cermat dalam menyimpan ataupun memasak makanan. Gejala keracunan makanan dapat terlihat setelah beberapa menit, jam, atau hari setelah mengonsumsi makanan yang terkontaminasi. Gejala dan tanda keracunan seperti mual, muntah, sakit tenggorokan dan pernafasan, kejang perut, diare, gangguan penglihatan, perasaan melayang, paralysis, demam, menggigil, rasa tidak enak, letih, pembengkakan kelenjar limfe, wajah memerah dan gatal – gatal akibat mengkonsumsi pangan yang diduga mengandung cemaran biologis atau kimia. Kondisi keracunan dan tertelan zat korosif dapat membahayakan dan membutuhkan penanganan segera. Sehingga penting sekali kita dapat melakukan pertolongan pertama pada keracunan makanan dan zat korosif yang tertelan untuk mencegah kecacatan organ bahkan kematian. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan guru dan siswa/i mengenai pertolongan pertama pada keracunan makanan dan zat korosif yang tertelan sehingga kejadian tersebut dapat dikendalikan dengan cepat karena keracunana makanan merupakan keadaan darurat medis yang dapat menyebabkan kerusakan sel dan fungsi tertentu tubuh akibat konsumsi zat atau makanan yang mengandung racun. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu daring dengan penyampaian edukasi penyuluhan melalui zoom meeting dan pembagian leaflet dalam bentuk soft file yang dibagikan ke email masing-masing peserta pengabdian masyarakat dan diakhiri dengan tanya jawab.