Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

THE EFFECTIVENESS OF USING ENGLISH SONGS TOWARDS STUDENTS’ VOCABULARY MASTERY AT THE ELEVENTH GRADE OF SMAN 1 TEMBILAHAN HULU Hanissa; Edi Ardian; Agus Mustajib
J-Shelves of Indragiri (JSI) Vol 7 No 1 (2025): J-Shelves of Indragiri (JSI)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61672/jsi.v7i1.2905

Abstract

This quasi-experimental study examines the effectiveness of using English songs to enhance vocabulary mastery among eleventh-grade students at SMAN 1 Tembilahan Hulu. The research design involved two groups: the experimental group (class XI MIPA 2) and the control group (class XI MIPA 3), with 32 and 34 students respectively, totaling 66 students. The primary objective of the study was to identify significant differences in English vocabulary mastery between students taught using song media and those taught using conventional methods. Additionally, the study aimed to evaluate the overall effectiveness of using songs as a teaching medium for vocabulary enhancement. Data collection involved administering pre-tests and post-tests to both groups to measure vocabulary mastery before and after the treatment. The experimental group received instruction through English songs, while the control group continued with conventional teaching methods. The data were analyzed using SPSS 27 for Windows, focusing on hypothesis testing and discussions to draw meaningful conclusions. The results revealed a significant improvement in the vocabulary mastery of students in the experimental group compared to those in the control group. The average pre-test score for the experimental group was 22.50, which increased to 45.77 in the post- test, while the control group’s average score increased from 21.34 in the pre-test to 32.98 in the post-test. The statistical analysis showed a significance level of Asymp. Sig. (2-tailed) 0.001, which is less than the threshold of 0.050, indicating a statistically significant difference. These findings suggest that the use of English songs as a teaching medium is more effective than conventional methods in enhancing vocabulary mastery among eleventh-grade students at SMAN 1. Tembilahan Hulu. The study highlights the potential benefits of incorporating music into language instruction to create a more engaging and effective learning experience for students.
Peningkatan Kemampuan Berbahasa Inggris Mahasiswa Universitas Islam Indragiri melalui English Club Maizarah; Sri Erma Purwanti; Agus Mustajib; Salmiati; Dini Qurratu Ayyuni
CEMARA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin Vol 2 No 1 (2024): CEMARA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Indragiri (UNISI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61672/cemara.v2i1.2796

Abstract

Dalam era global, bahasa inggris merupakan bahasa pemersatu seluruh bangsa, selain digunakan sebagai bahasa komunikasi, kemampuan berbahasa inggris juga menjadi salah satu syarat untuk seseorang melanjutkan perkuliahan, ataupun mendapat pekerjaaan, oleh karena itu bahasa inggris sangatlah penting untuk dipelajari oleh mahasiswa. Di Universitas Islam Indragiri masih banyak mahasiswa yang memiliki bahasa inggris yang kurang baik, oleh karena itu salah satu cara meningkatkan kemampuan berbahasa inggris mahasiswa di Unisi adalah melalui kegiatan English Club. Kegiatan PKM ini dilaksanakan oleh beberapa dosen dan satu mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris Unisi. Tujuan dari kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM)  ini adalah untuk meningkatkan kemampuan berbahasa inggris mahasiswa Unisi melalui English Club. Kegiatan PKM ini menggunakan pendekatan partisipatif, yanki perpaduan teori dan praktek di akhir pelatihan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa English Club dapat meningkatkan kemampuan berbahasa inggris mahasiswa baik dari bertambahnya kosakata, pengetahuan tata bahasa, dan kemampuan berbicara. Kegiatan yang dilakukan dalam English Club ialah menjelaskan materi, praktek, dan juga melaukan permainan bahasa Inggris adalah cara penting untuk meningkatkan motivasi mahasiswa dalam belajar bahasa inggris. Melalui kegiatan PKM ini, dapat disimpulkan bahwa English Club dapat dianggap sebagai kegiatan yang efektif untuk meningkatkan kemampuan berbahasa inggris mahasiswa karena memberi mereka sarana untuk mengerjakan soal-soal berbahasa inggris dan melakukan praktek berbicara yang terorganisir dan menyenangkan.
Pelatihan Intensif Expression of Asking and Offering Help untuk Meningkatkan Keterampilan Komunikasi Siswa SMP di Panti Asuhan Puri Kasih Tembilahan Maizarah; Sri Erma Purwanti; Agus Mustajib; Melda Yeni; Lidya Yulanda
CEMARA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin Vol 3 No 2 (2025): CEMARA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Indragiri (UNISI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61672/cemara.v3i2.3393

Abstract

Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterampilan komunikasi bahasa Inggris praktis siswa SMP di Panti Asuhan Puri Kasih Tembilahan, di mana mereka memiliki pengetahuan dasar namun kurang percaya diri untuk berkomunikasi, khususnya dalam mengekspresikan meminta dan menawarkan bantuan. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah untuk meningkatkan keterampilan komunikasi Bahasa Inggris siswa SMP di Panti Asuhan Puri Kasih Tembilahan melalui pelatihan intensif expression of asking and offering help. Metode yang digunakan adalah communicative language teaching dengan pendekatan praktis melalui kegiatan vocabulary building, guided practice, dan real-life simulation. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam kepercayaan diri dan kemampuan siswa menggunakan ekspresi meminta dan menawarkan bantuan secara lisan. Sebanyak 85% peserta mampu menggunakan minimal 5 ekspresi dasar dalam konteks komunikasi nyata setelah mengikuti pelatihan. Selain itu, terjadi peningkatan partisipasi aktif siswa dari 40% menjadi 90% selama proses pembelajaran. Dapat disimpulkan bahwa pelatihan intensif dalam satu pertemuan efektif meningkatkan keterampilan komunikasi bahasa Inggris siswa di lingkungan non-formal seperti panti asuhan.