Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

PENYULUHAN DETEKSI DINI KANKER SERVIKS PADA WANITA USIA SUBUR (WUS) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PARIAMAN  KOTA PARIAMAN Dini Qurrata Ayuni; Waldi Rahman; Ramaita Ramaita
Jurnal Abdimas Saintika Vol 2, No 2 (2020): November Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v2i2.814

Abstract

Kanker merupakan salah satu penyakit yang paling ditakuti dan dipandang sebagai penyebab utama kematian diseluruh dunia. Organisasi Kesehatan Dunia menyatakan, pada tahun 2015 diperkirakan ada 9 juta orang yang meninggal karena kanker dan tahun 2030 diperkirakan ada 11,4 juta kematian karena kanker. World Health Organization (WHO) mengungkapkan terjadi peningkatan jumlah penderita kanker setiap tahunnya hingga mencapai 6,25 juta orang dan dua pertiganya berasal dari negara berkembang termasuk Indonesia. (KEMENKES RI, 2017) Penyakit yang bisa menyebabkan kematian ini masih merupakan ancaman bagi kesejahteraan dan kesehatan manusia secara umum, masih tingginya insiden kanker serviks diindonesia disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya kurangnya pengetahuan dan informasi tentang deteksi dini kanker serviks. Puskesmas Pariaman merupakan salah satu wilayah kerja yang ada di kota pariaman yang paling tinggi kejadian kanker serviks pada wanita usia subur ( WUS ). Kegiatan penyuluhan ini dilaksanakan di Puskesmas Pariaman berjalan dengan lancar mulai dari persiapan,pelaksanaan dan tahap evaluasi, semua Wus antusias dalam mengikuti kegiatan ini yang mana terlihat dari banyaknya pertanyaan – pertanyaan yang mereka ajukan. Kegiatan ini efektif dilakukan dalam meningkatkan pengetahuan Wus dimana sebelum dan sesudah mendapatkan penyuluhan dilihat dari hasil kuesioner pre dan post tes meningkat sekitar 45%.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP KELUARGA DENGAN PERAWATAN POST OPERASI KATARAK DI POLI MATA RSUD PARIAMAN dini qurrata ayuni; Mechi Silvia Dora
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 9, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.196 KB) | DOI: 10.30633/jkms.v9i2.207

Abstract

Kebutaan dan gangguan penglihatan merupakan masalah kesehatan masyarakat. Kebutaan karena katarak atau kekeruhan lensa mata merupakan masalah kesehatan global yang harus segera diatasi. Penelitian ini berjenis kuantitatif dengan menggunakan rancangan penelitian cross sectional study.Tujuan Penelitian mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap keluarga. rata-rata kunjungan post operasi katarak sebanyak 107 orang perbulannya. Untuk mengetahui dukungan keluarga dalam merawat pasien post operasi katarak tersebut dilakukan suatu metode dalam penelitian dengan penyebaran kuesioner dan wawancara terpimpin mengenai dukungan keluarga. Populasi dalam penelitian ini sebanyak rata-rata 150  kunjungan per bulan dan pengambilan sampel di lakukan dengan teknik accidental sampling yang berjumlah sebanyak 45 responden. Berdasarkan hasil di peroleh Sebagian besar responden berpengetahuan rendah tentang perawatan post operasi katarak (53,3%), Sebagian besar responden memiliki sikap negatif tentang perawatan post operasi katarak (51,1%), Sebagian besar responden tidak sesuai melakukan perawatan post operasi katarak (51,1%), terdapatnya hubungan yang bermakna antara Pengetahuan Keluarga dengan Perawatan Pasien Post Operasi Katarak di  Poli Mata RSUD Pariaman tahun 2018, terdapatnya hubungan yang bermakna antara Sikap Keluarga dengan Perawatan Pasien Post Operasi Katarak di  Poli Mata RSUD Pariaman tahun 2018.Terdapatnya hubungan antara Pengetahuan dan sikap Keluarga dengan Perawatan Pasien Post Operasi Katarak di RSUD Pariaman tahun 2018. Kepada responden hendaknya mencari tahu informasi tentang bagaimana perawatan yang di lakukan setelah post operasi katarak, agar responden dapat memberikan perawatan yang sesuai kepada keluarga mereka yang telah menjalani operasi katarak.
Pengaruh Pemberian Pendidikan Tentang Kanker Serviks Terhadap Pengetahuan Deteksi Dini Kanker Serviks Pada Wanita Usia Subur Dini Qurrata Ayuni; Ramaita Ramaita
JURNAL KESEHATAN PERINTIS Vol 6 No 2 (2019): DESEMBER 2019 : Jurnal Kesehatan Perintis (Perintis's Health Journal)
Publisher : LPPM UNIVERSITAS PERINTIS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (627.87 KB) | DOI: 10.33653/jkp.v6i2.270

Abstract

Kanker merupakan salah satu penyakit yang paling ditakuti dan dipandang sebagai penyebab utama kematian diseluruh dunia. Penyakit yang bisa menyebabkan kematian ini masih merupakan ancaman bagi kesejahteraan dan kesehatan manusia secara umum, masih tingginya insiden kanker serviks diindonesia disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya kurangnya pengetahuan dan informasi tentang deteksi dini kanker serviks. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui Apakah ada Pengaruh Pemberian Pendidikan Kesehatan Tentang Kanker Serviks Terhadap Pengetahuan Deteksi Dini Kanker Serviks Pada Wanita Usia Subur (WUS) Di Wilayah kerja Puskesmas Pariaman 2019. Jenis penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif dengan Pre and Post test Without control. Penelitian ini dilakukan dipuskesmas pariaman dengan jumlah populasi 233 orang dengan sampel sebanayak 15 orang wanita usia subur. Hasil Penelitian terdapat 53,3% responden berpengetahuan rendah sebelum diberi pendidikan kesehatan tentang deteksidini kanker serviks, 93,3% responden berpengetahuan tinggi setelah diberikan pendidikan kesehatan tentang deteksi dini kanker serviks. Ada pengaruh yang signifikan terhadap pengetahuan wanita usia subur tentang deteksi dini kanker serviks setelah dilakukan pemberian pendidikan secara penyuluhan. Sebagai informasi dan bahan masukan bagi Puskesmas Pariaman sehingga dapat lebih diidentifikasi kebutuhan akan pelayanan keperawatan yang spesifik dan konkrit, dalam rangka memberikan pelayanan yang optimal terhadap deteksi dini kanker serviks sehingga meningkatkan derajat kesehatan wanita usia subur ( WUS )
PENGARUH TERAPI BOARD GAME TERHADAP FUNGSI KOGNITIF PADA LANSIA DI PSTW SABAI NAN ALUIH SICINCIN TAHUN 2022 Dini Qurrata Ayuni; Yenni Yenni; Rizka Nada Audiva
Ensiklopedia Education Review Vol 4, No 3 (2022): Volume 4 No 3 Desember 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/eer.v4i3.1436

Abstract

One of the health problems that often occurs in the elderly is a decline in cognitive function. According to the World Health Organization (WHO), in 2015, there were 35.6 million elderly people worldwide experiencing cognitive function disorders. Cognitive function includes the process of learning, perception, understanding, understanding, attention, and others, causing the reaction and behavior of the elderly to become slower. The prevalence of the elderly in Indonesia is included in the top five countries with the largest number of elderly people in the world, reaching 18.1 million people in 2010 to 28.8 million in 2020, or doubled (36 million) in 2025. West Sumatra Province has an elderly population reaching 44,403 people. In PSTW the population is 110. The purpose of the study was to determine the effect of playing the Dakon board game therapy on the cognitive function of the elderly.The research method is a quasi experiment using a pre and post test approach without a control design. This research was carried out at PSTW Sabai Nan Aluih Sicincin, the time of the study was from August-September 2022. The population in this study were all patients who were treated, totaling 110 people and the technique was sampling used purposive sampling. Collecting data by guided interviews, with the number of respondents 16 people. The data were then processed computerized and analyzed univariately in the form of frequency distribution and bivariate analysis using paired sample t test statistic test with p value < 0.05.The results showed that the average cognitive function before the intervention was 1.25 and after the intervention was 2.44. The result of p value obtained is 0.000, this means that there is a significant influence between cognitive function before and after the intervention.It is recommended for health workers at PSTW Sicincin to make this therapy as a procedure in overcoming the decline in cognitive function in the elderly. It is recommended for further researchers to continue this research using a control group.
Implementasi Form Pendokumentasian SBAR terhadap Komunikasi Perawat saat Serah Terima Pasien Yusnaini Yusnaini; Mariza Elvira; Dini Qurrata Ayuni; Sontina Saragih
Journal of Telenursing (JOTING) Vol 5 No 2 (2023): Journal of Telenursing (JOTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/joting.v5i2.6990

Abstract

This study aims to analyze the implementation of the SBAR documentation form on nurse communication during patient handover. The method used is quasi-experimental, using a research design in the form of pre and post-test without control. The results showed an effect of implementing the SBAR documentation form on nurse communication during patient handover in the Bunda Thamrin General Hospital Medan inpatient room with an Asymp—Sig (2-tailed) value of 0.015. In conclusion, there has been an increase in SBAR-based nurse communication after implementing the SBAR documentation form. Therefore, it is recommended that hospital management be able to stimulate and provide rewards for nurses dedicated to realizing SBAR documentation and communication during patient handover. Keywords: Communication, Documentation, SBAR, Patient Handover
EFEKTIFITAS TERAPI AKUPRESUR DALAM MENGATASI NYERI KEPALA LANSIA HIPERTENSI Marlina, Leni; Yenni, Yenni; Ayuni, Dini Qurrata
Ensiklopedia of Journal Vol 6, No 4 (2024): Vol. 6 No. 4 Edisi 3 Juli 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/eoj.v6i4.2427

Abstract

Abstract: One of the symptoms of hypertension is headache. If this symptom is not treated, the long-term effect will be the rupture of blood vessels in the brain, causing paralysis and even death. Acupressure is a non-pharmacological therapy that can treat headaches. The aim of the research was to determine the effect of acupressure therapy on headache levels in hypertensive elderly people. Held at the Kemantan Community Health Center. The type of research is Quasy Experiment Design Nonequivalent Control Group. The reseach population was hypertensive elderly who suffered from mild to moderate headache, taken by purposive sampling as many as 12 people in the intervension group and 12 people in the control group. Pain assessment used the Numerical Pain Rating Scale (NPRS) and bivariate analysis used the independent Sample t-test. Statistical tests show that there is an effect of acupressure therapy on the level of headache in hypertensive elderly people. P-value=0,0005 (p value<0,05). It can be concluded that there is an influence of acupressure therapy on the level of headache in hypertensive elderly people. It is hoped that nursing staff at community health centers can improve their ability to carry out acupressure therapy by taking part in training so that they can use this therapy as a nursing implementation to overcome headache symptom eexperiencedby hypertension sufferers.Keywords: Acupressure, Elderly, Headache, Hypertension
Hubungan Cultural Competency Tenaga Kesehatan dalam Layanan Homecare dengan Cultural Safety pada Masyarakat yang Berbeda Suku Yusnaini, Yusnaini; Karo, Dina Andriani Br.; Ayuni, Dini Qurrata; Elvira, Mariza
Journal of Telenursing (JOTING) Vol 6 No 1 (2024): Journal of Telenursing (JOTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/joting.v6i1.8604

Abstract

This research aims to analyze the relationship between the cultural competency of health workers in homecare services and cultural safety in communities of different ethnicities in Babussalam District, Southeast Aceh Regency. The method used is correlation analytical research with a cross-sectional approach. The research results show that there is a relationship between the cultural competency of health workers in homecare services and cultural safety in communities of different ethnicities with a p-value of 0.016. In conclusion, health workers who have good cultural competency can implement good cultural safety. Therefore, it is recommended that health facility managers support health workers by providing cultural competency training and cross-cultural communication skills as well as forming a representative team of health workers from various ethnic groups in the region. Keywords: Cultural Competency, Cultural safety, Homecare.
Dampak Penggunaan Gadget terhadap Gangguan Emosi dan Status Gizi pada Remaja 11 -14 tahun Puthi Dwi Untari; Dini Qurrata Ayuni; Maya Fernanda Dielsa
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 12 (2021): Supplementary 1
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v12i0.538

Abstract

Salah satu wujud perkembangan teknologi yang sedang digemari adalah gadget. Besarnya manfaat perkembangan teknologi tetap membawa dampak negatif seperti kecanduan gadget. Saat ini belum terlalu banyak penelitian yang mengacu pada gangguan mental dan emosional secara lebih luas terutama pada anak di Indonesia yang merupakan dampak dari kecanduan gedget yang merupakan hasil negatif dari perkembagan teknologi yang sedang berkembang saat ini. Kecanduan gadget berdampak pada perkembangan anak dan remaja. Anak atau remaja yang kecanduan gadget akan asyik dengan dirinya sehingga mengabaikan lingkungan sekitar yang dapat mengabaikan jam tidur dan menurunkan prestasi belajar. Berdasarkan hasil studi pendahuluan melalui wawancara pada bulan Mei 2021  di Desa Marunggi terhadap 8 siswa diperoleh bahwa semua remaja menggunakan gadget dengan durasi ≥ 6 jam dalam sehari, 4 remaja mengatakan ketika bermain gadget makan tidak tepat waktu dan emosi tidak sabil, suka marah apabila di ganggu, tidak peduli dengan lingkungannya serta 4 remaja lain mengatakan ketika bermain gadget sambil makan-makanan ringan dan sambil bercanda dengan teman sebaya. Data lain menunjukkan bahwa 2 remaja mengatakan mengalami penurunan berat badan 1 kg, dan 2 remaja lainya mengatakan mengalami kenaikan berat badan 1 kg. Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif menggunakan desain penelitian cross sectional. Penelitian ini menggunakan teknik random sederhana (Proporsional Random Sampling), yaitu pengambilan sampel yang dilakukan dengan memberi peluang yang sama pada seluruh individu atau unit populasi secara acak dengan cara pengambilan yang lazim digunakan peneliti, dengan jumlah 50 responden. Pengolahan data secara Univariat dan Bivariat dengan memakai analisis Chi-Square secara komputerisasi. Hasil univariat ditemukan (52%) remaja menggunakan gadget, (72%) remaja memiliki stautus gizi tidak normal dan (56,3%) remaja memiliki emosi tidak normal. Terdapat hubungan yang bermakna antara penggunaan gadget dengan gizi Remaja. Dan terdapat hubungan yang bermakna antara penggunaan gadget dengan emosi remaja. Diharapakan dapat memberikan manfaat kepada responden tentang penggunaan gadget agar terhindar dari pengaruh buruk gadget. Serta melalui pengetahuan dan sikap yang dimiliki dapat menggunakan gadget secara tepat dan bijak dalam kehidupan sehari- hari. 
HUBUNGAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK PERAWAT DENGAN KEPUASAN PASIEN Mechi Silvia Dora; Dini Qurrata Ayuni; Yanti Asmalinda
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 10 No 2 (2019): Jurnal Kesehatan
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v10i2.718

Abstract

Data Sensus Nasional (2001) pelayanan kesehatan untuk rawat inap yang banyak dimanfaatkan untuk rumah sakit pemerintahan adalah (37,1%) dan rumah sakit swasta (34,3%) sisanya adalah rumah sakit swasta bersalin dan puskesmas. Sedangkan untuk komunikasi terapeutik disimpulkan bahwa ketidakpuasan dari pelayanan komunikasi terapeutik rumah sakit pemerintah dan rumah sakit swasta untuk rawat jalan dan rawat inap terus meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan komunikasi terapeutik perawat dengan kepuasan pasien di ruang rawat inap non bedah RSUD Padang Pariaman.Penelitian ini dilakukan di ruang rawat inap non bedah Rumah Sakit Umum Daerah Padang Pariama, dengan menggunakan pendekatancross sectional dan sampel berjumlah 30 responden.Teknik pengambilan sampel secara purposive sampling, dengan uji statistik chi square.Hasil analisa univariat menunjukkan bahwa 43,3% responden menyatakan puas dan 56,7% responden menyatakan tidak puas, pada analisa bivariat di dapatkan p value = 0,000 berarti terdapat hubungan yang bermakna antara komunikasi terapeutik perawat dengan kepuasan pasien rawat inap non bedah RSUD Padang Pariaman. Kepada pihak RSUD Padang Pariaman agar dapat melakukan pengawasan atau supervisi terkait dengan pelaksanaan komunikasi. Kepada perawat lebih memperhatikan komunikasi terapeutik dalam pelayanan kesehatan yang diberikan kepada pasien, dengan fokus utama pada tahap perkenalan 
Pemberian Informasi Terhadap Tingkat Kecemasan pada Anak Sekolah Dasar Sebelum Khitan Dini Qurrata Ayuni; Waldi Rahman; Mona Yolanda; Septa Nelli; Helman Pelani
Jurnal Abdimas Kesehatan (JAK) Vol 5, No 1 (2023): Januari
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Baiturrahim Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36565/jak.v5i1.486

Abstract

Circumcision or minor surgery, has long been known in human culture. Circumcision is a simple surgical procedure in which the skin of the penis is cut to remove the folds of skin that normally cover the head of the penis. Circumcision is a surgical procedure that removes the foreskin of the penis for medical purposes. Providing information on the level of anxiety in elementary school children before circumcision, a community service activity, aims to reduce students' anxiety in dealing with circumcision or circumcision. This community service was carried out at SDN 27 VII Koto Sungai Sarik, Padang Pariaman Regency. The evaluation of the activities was analyzed using pre and posttests regarding the level of anxiety of students in facing circumcision or circumcision. before being given information about circumcision or circumcision, after being given information about circumcision, most of the students 66.7% were no longer worried about facing circumcision. It can be concluded that providing information about circumcision or circumcision is very necessary for students as an effort to reduce anxiety in dealing with circumcision or circumcision