Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

SECURITY STRATEGIES AND INVOLVEMENT IN EFFORTS TO PREVENT SMUGGLING OF ILLEGAL GOODS AT CIKARANG CLASS IIA PENITENTIARY Layola, Igantius; Jarodi, Odi
Journal of Management Small and Medium Enterprises (SMEs) Vol 18 No 1 - May (2025): JOURNAL OF MANAGEMENT (Special Issue) - Correctional Management
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines the significant challenges and strategic approaches for preventing the smuggling of contraband, particularly mobile phones, within Class IIA Cikarang Prison. Utilizing a qualitative research design alongside a SWOT analysis, the study identifies both internal and external factors that impact the effectiveness of security systems in correctional facilities. The findings reveal that key elements such as comprehensive training and the development of human resource capacity, the provision of adequate security equipment, and enhanced collaboration with law enforcement and related agencies are essential for bolstering smuggling prevention efforts. The research emphasizes the importance of a well-trained security workforce that is knowledgeable about illegal items and equipped with the necessary tools, such as metal detectors and surveillance systems. Recommendations stemming from the study include upgrading prison facilities to meet contemporary security standards, implementing continuous training programs for personnel to keep them informed about the latest smuggling techniques, and enforcing stricter disciplinary measures for staff who fail to fulfill their responsibilities. By addressing these areas, Class IIA Cikarang Prison can improve its overall security framework and mitigate the risks associated with contraband smuggling, ultimately enhancing safety within the facility. Keywords : Prevention; Smuggling; Class IIA Cikarang Prison
ANALYSIS OF FACTORS CONTRIBUTING TO DRUG DEALER RECIDIVISM AT THE CLASS IIB SEKAYU CORRECTIONAL FACILITY Amanda, Alfani Putra; Jarodi, Odi
Journal of Management Small and Medium Enterprises (SMEs) Vol 18 No 1 - May (2025): JOURNAL OF MANAGEMENT (Special Issue) - Correctional Management
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Drug dealer recidivism poses a significant challenge to the correctional system in Indonesia, where the complexities of internal and external factors often drive former inmates to re-offend. This study aims to identify the factors influencing drug dealer recidivism among inmates at the Class IIB Sekayu Correctional Facility. This research employs a qualitative method, collecting data through observations and interviews with inmates and correctional officers. Findings reveal that internal factors, such as psychological stress and low emotional management skills, along with external factors, such as social stigma and lack of family support, significantly increase the risk of recidivism. Additionally, correctional facilities face challenges in providing adequate rehabilitation services, lack of post-release support programs, and limited community involvement in the reintegration process. The conclusion indicates that sustained rehabilitation programs, strengthened family support, and synergy with external parties are essential to reducing recidivism rates. It is recommended that correctional facilities develop skill-based training and emotional support programs to facilitate more effective reintegration of inmates into society. Keywords: Recidivism; Drug Dealers; Rehabilitation; Family Support; Class IIB Sekayu Correctional Facility
Analisis Tindakan Kriminal dalam Kehidupan Narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Pati Faizin, Candra Achmad; Jarodi, Odi
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 5 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i5.3388

Abstract

Penelitian ini membahas bagaimana tindakan kriminal terjadi dalam kehidupan narapidana serta bagaimana upaya yang dilakukan untuk menanggulanginya di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Pati. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara terhadap sembilan informan, terdiri dari narapidana yang melakukan maupun tidak melakukan pelanggaran, serta petugas pemasyarakatan. Teori strain dari Robert K. Merton dan teori atribusi dari Fritz Heider digunakan sebagai landasan analisis untuk memahami pola adaptasi serta faktor-faktor yang memengaruhi perilaku narapidana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindakan kriminal di dalam lapas, seperti kekerasan fisik, penyimpanan obat terlarang, dan perjudian, tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan melalui proses adaptasi terhadap tekanan lingkungan dan keterbatasan sistem. Narapidana pelaku cenderung menunjukkan pola adaptasi innovation dan rebellion, serta memaknai tindakan mereka sebagai hasil dari tekanan sosial, lemahnya pengawasan, dan pengaruh struktur informal. Sementara itu, narapidana non-pelaku lebih memilih pola conformity dan ritualism, didorong oleh kesadaran diri dan keinginan untuk berubah. Upaya penanggulangan yang dilakukan meliputi pembinaan awal melalui program Mapenaling, dialog melalui FORSIMANIS, penguatan pengawasan, serta pemberian sanksi yang bersifat hukuman sosial dan edukatif. Seluruh pendekatan ini mencerminkan peran pemasyarakatan sebagai lembaga pembinaan, bukan semata tempat hukuman. Penelitian ini menunjukkan pentingnya pendekatan yang menyentuh aspek struktural dan personal dalam menangani tindakan kriminal di dalam lapas.
Analisis Kriminogenik Kekerasan antar Narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Pasir Pangarayan Althaf, Alfaizy Dinosyah; Jarodi, Odi
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 5 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i5.3446

Abstract

Fenomena kekerasan antar narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pasir Pangarayan masih menjadi hambatan serius dalam mencapai tujuan pembinaan dan reintegrasi sosial. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor kriminogenik yang memicu terjadinya kekerasan serta mengidentifikasi strategi pencegahan yang dilakukan oleh pihak Lapas. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara semi-terstruktur dengan 12 narasumber yang terdiri dari pejabat struktural dan warga binaan, observasi partisipatif, serta studi dokumentasi. Data dianalisis menggunakan teknik analisis tematik Braun dan Clarke dengan dukungan Routine Activity Theory (RAT) dan teori deprivasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat tema utama faktor kriminogenik, yaitu dominasi sosial antar narapidana, kondisi overcrowded dengan minim pengawasan, tekanan psikologis, serta ketimpangan sosial-ekonomi di dalam Lapas. Adapun upaya pencegahan yang dilakukan meliputi peningkatan pengawasan terintegrasi, perlindungan terhadap narapidana rentan, manajemen dominasi sosial, serta program pembinaan mental. Penelitian ini menegaskan bahwa upaya pencegahan kekerasan harus diintegrasikan dengan pengelolaan sumber daya manusia dan sarana pembinaan yang adaptif. Dengan demikian, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi landasan bagi perumusan kebijakan pemasyarakatan yang lebih efektif dalam menciptakan lingkungan pembinaan yang aman, manusiawi, dan berkelanjutan.
Pengaruh Dukungan Keluarga terhadap Resiliensi Narapidana Residivis di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Serang Wicaksono, Amor; Jarodi, Odi
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 6 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i6.3476

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dukungan keluarga terhadap resiliensi narapidana residivis di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Serang. Latar belakang penelitian ini berangkat dari fenomena rendahnya dukungan keluarga yang diterima oleh narapidana residivis, yang berdampak pada kemampuan mereka dalam menghadapi tekanan psikologis selama menjalani masa hukuman. Dukungan keluarga yang mencakup aspek emosional, penghargaan, instrumental, dan informasional diyakini memiliki peran penting dalam meningkatkan ketahanan diri atau resiliensi narapidana. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode regresi linear sederhana. Populasi penelitian berjumlah 156 narapidana residivis dengan sampel sebanyak 112 responden yang dipilih menggunakan teknik sampling total. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner berskala Likert dan dianalisis menggunakan program SPSS versi 29 melalui uji normalitas, uji t, dan uji determinasi untuk mengetahui besaran pengaruh antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan keluarga berpengaruh positif dan signifikan terhadap resiliensi narapidana residivis, dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 dan koefisien determinasi sebesar 0,556. Artinya, dukungan keluarga memberikan kontribusi sebesar 55,6% terhadap peningkatan resiliensi narapidana residivis, sementara 44,4% lainnya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini. Dengan demikian, semakin tinggi dukungan keluarga yang diterima narapidana, maka semakin kuat pula kemampuan mereka untuk beradaptasi, bangkit dari kesulitan, dan menjalani proses pembinaan dengan lebih baik.
PIDANA MATI MENURUT PERSPEKTIF UNDANG-UNDANG NOMOR 1 TAHUN 2023 TENTANG KUHP Susanto, Ari; Sukama, Sukama; Jarodi, Odi
Journal of Correctional Studies Vol 1 No 1 (2024): Journal of Correctional Studies (January)
Publisher : Politeknik Pengayoman Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52472/jcs.v1i1.369

Abstract

Pidana mati dalam KUHP 2023 bukan lagi merupakan pidana pokok melainkan pidana khusus untuk tindak pidana tertentu yang ditentukan undang-undang dan diancam dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling lama 20 tahun. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis: 1) kedudukan pidana mati dalam perspektif KUHP 2023; 2) Ketentuan mengubah pidana mati menjadi pidana seumur hidup atau pidana 20 tahun dalam perspektif KUHP 2023. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif. Hasil pembahasan menyimpulkan bahwa 1) kedudukan pidana mati dalam perspektif KUHP 2023 bukan sebagai pidana pokok tetapi sebagai pidana yang khusus untuk tindak pidana tertentu yang ditentukan dalam peraturan perundang-undangan dan dapat diancam dengan pidana penjara seumur hidup. atau penjara paling lama 20 tahun. 2) Ketentuan pidana mati yang dapat diubah adalah pidana mati dengan masa percobaan 10 tahun dengan memperhatikan: a) rasa penyesalan terdakwa dan harapan untuk memperbaiki diri; atau b) peran terdakwa dalam Tindak Pidana. Pidana mati dengan masa percobaan harus dicantumkan dalam putusan pengadilan. Ketentuan mengenai masa percobaan dalam putusan pidana mati harus diatur dalam peraturan pelaksanaannya. Saran dari penelitian ini 1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP (KUHP 2023) sebaiknya segera disosialisasikan kepada seluruh masyarakat agar penegakannya mudah dilaksanakan. 2) Peraturan pelaksanaan pidana percobaan harus mengatur lebih jelas dan rinci
Ensuring Quality Assurance in Indonesian Higher Education: Challenges and Strategies Jarodi, Odi; Pramono, Suwito Eko; Khafid, Muhammad; Yulianto, Arief
Proceedings of International Conference on Science, Education, and Technology Vol. 10 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article examines the challenges and strategies of quality assurance in Indonesian higher education through a comprehensive library research approach. Quality assurance is essential for raising educational standards and ensuring continuous improvement. The methodology involves systematically collecting and analyzing existing literature, including books, peer-reviewed journal articles, government reports, and policy documents, to extract key themes and findings related to quality assurance practices. The study highlights significant challenges, such as policy inconsistency, inadequate institutional support, and the need for a cultural shift towards quality. Additionally, the integration of technology and transition to student-centered learning present further complications. Despite these obstacles, ongoing initiatives aim to foster a culture of continuous improvement and alignment with global standards. The article concludes that effective quality assurance requires a multifaceted approach involving organizational readiness, stakeholder engagement, and a commitment to continuous improvement. By addressing these challenges and leveraging best practices, Indonesian higher education institutions can enhance their quality assurance systems, ultimately contributing to the development of competitive graduates and societal progress.
ANALISIS SOSIOGENESIS NARAPIDANA TINDAK PIDANA NARKOTIKA DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS IIA CURUP Halomoan Simanjutak, Fran; Jarodi, Odi
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 10 (2025): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v12i10.2025.3943-3952

Abstract

Penyalahgunaan narkotika merupakan permasalahan serius yang berdampak luas bagi individu dan masyarakat. Di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Curup, narapidana kasus narkotika menempati proporsi yang signifikan, menunjukkan adanya dinamika sosial yang kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sosiogenesis narapidana tindak pidana narkotika dengan menggunakan pendekatan teori kontrol sosial dari Travis Hirschi, yang mencakup empat dimensi ikatan sosial: attachment, commitment, involvement, dan belief. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melemahnya ikatan sosial narapidana terhadap keluarga, nilai pendidikan, keterlibatan dalam kegiatan positif, serta keyakinan terhadap norma sosial dan hukum, menjadi faktor dominan dalam pembentukan perilaku menyimpang. Lingkungan sosial yang permisif terhadap narkotika serta tekanan ekonomi turut memperkuat proses sosiogenesis ini. Oleh karena itu, strategi rehabilitasi dan pencegahan perlu memperkuat kontrol sosial melalui pendekatan edukatif dan sosial yang berkelanjutan.
POLA PERILAKU BULLYING ANTAR WARGA BINAAN PADA LEMBAGA PEMASYARAKATAN Yusuf, Hafizuddin; Jarodi, Odi
Law Journal (LAJOUR) Vol 6 No 2 (2025): Law Journal (LAJOUR) Oktober 2025
Publisher : LPPM Universitas Bina Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32767/lajour.v6i2.315

Abstract

Bullying antar warga binaan merupakan salah satu bentuk perilaku yang mengganggu stabilitas dan keberhasilan pembinaan di dalam Lembaga Pemasyarakatan. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada fenomena kekerasan antar narapidana yang masih marak terjadi meskipun sistem pemasyarakatan menekankan pembinaan dan reintegrasi sosial. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pola perilaku bullying antar warga binaan terbentuk serta bagaimana upaya pencegahan dilakukan oleh pihak Lapas. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pola perilaku bullying antar warga binaan serta upaya pencegahannya di Lembaga Pemasyarakatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan teknik pengumpulan data berupa wawancara terhadap petugas pengamanan dan warga binaan, observasi langsung, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan tahapan teknik analisis data oleh Cresswell. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bullying muncul dalam berbagai bentuk seperti intimidasi verbal, pengucilan sosial, dan pemerasan. Adapun dalam upaya pencegahan bullying dilakukan dengan kontrol kamar serta pemberian sanksi administratif dan pemindahan hunian. Penelitian ini menunjukkan bahwa bullying terus terjadi karena adanya dominasi oleh narapidana senior serta pengawasan sosial yang belum efektif. Kata kunci: Bullying, Warga Binaan, Lembaga Pemasyarakatan.