Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Gambaran Perilaku Asertif Perawat dalam Pelayanan Keperawatan Jagentar Parlindungan Pane; Imelda Derang; Novitriani Telaumbanua
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 4 No 4 (2022): November 2022, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v4i4.1181

Abstract

Sikap positif perawat merupakan salah satu hal terpenting yang dimiliki seorang perawat dalam memfalisitasi hubungan interpersonal dalam pemberian pelayanan keperawatan. Perilaku asertif memungkinkan kita untuk berkomunikasi dengan jujur dan tegas. Sambil menghormati dan memperhatikan perasaan orang lain. perilaku asertif merupakan salah satu cara untuk menigkatkan kualitas pelayanan disuatu rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasikan perilaku asertif perawat dalam pelayanan keperawatan di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan. Penelitian ini menggunakan metode statistik univariat dengan 109 responden, teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa perilaku asertif perawat yang berada di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan dengan menggunakan sebanyak 64 orang (58,7%) dalam kategori baik dan 45 orang (41,3%) dalam kategori cukup.
Hubungan Pengetahuan Dengan Self Awareness Perawat Dalam Pencegahan Covid-19 Diruangan Internis Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan Pomarida Simbolon; Lilis Novitarum; Farida Panjaitan; Imelda Derang
Healthcaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2022): Vol : 1 No : 2 (2022) : Periode Juli 2022
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.294 KB)

Abstract

Kesadaran seorang perawat akan dirinya, bahwa dia percaya dan mampu dalam melakukan tindakan pencegahan corona virus disease (COVID-19) berkaitan dengan pengetahuan seseorang dalam melakukan tindakan. Pengetahuan adalah hasil pengindraan manusia, atau hasil tahu seseorang terhadap pencegahan corona virus disease (COVID-19). Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan self-Awareness perawat dalam pencegahan corona virus disease (COVID-19) di Ruangan Internis Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan. Jenis penelitian ini deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian seluruh perawat di Ruangan Internis Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan dengan jumlah sampel 39 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner. Analisa data dengan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian diperoleh pengetahuan baik 26 orang (66,7%), self-awareness baik 20 orang (51,3%). Hasil uji statistik chi-square diperoleh p-value = 0,009 (p<0,05) hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan dengan self-awareness perawat dalam pencegahan corona virus disease (COVID-19) di ruangan internis Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan tahun 2021. Diharapkan perawat mampu meningkatkan pengetahuan tentang pentingnya self-awareness dengan baik sehingga pencegahan corona virus disease (COVID-19) dapat dilaksanakan dengan baik.
PENDAMPINGAN TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK STIMULASI SENSORI PADA KLIEN HALUSINASI DI RUMAH SAKIT JIWA MEDAN Ance Siallagan; Lindawati Simorangkir; Friska Ginting; Imelda Derang; Yohana Beatry Sitanggang; Indra Hizkia Perangin-Angin; Rusmauli Lumban Gaol; Lenny Khairani
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 5 (2023): martabe : jurnal pengabdian kepada masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i5.1707-1713

Abstract

Halusinasi masih menjadi masalah utama pada klien skizofrenia yang dirawat di Rumah Sakit Jiwa. Terapi modalitas diperlukan untuk mendukung farmakoterapi pengobatan skizofrenia. Salah satu terapi aktivitas kelompok yang mampu mengontrol halusinasi klien skizofrenia adalah stimulasi sensori. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melakukan pendampingan dalam terapi aktivitas kelompok stimulasi sensori pada klien skizofrenia yang mengalami halusinasi di RSJ Prof. M.Ildrem Medan. Kegiatan dilakukan dua kali dengan durasi 60 menit, terdiri dari sesi pembukaan, sesi mengidentifikasi halusinasi dan latihan menghardik, dan sesi evaluasi serta tindak lanjut. Pendampingan diberikan kepada enam klien skizofrenia yang dibagi menjadi tiga kelompok. Stimulasi sensori diberikan dengan permainan bisik kata dan mengidentifikasi suara. Hasil dan kesimpulan kegiatan pengabdian ini adalah sangat baik dimana klien mampu mengidentifikasi stimulus sensori yang diberikan. Klien juga mampu mengidentifikasi halusinasinya dan melakukan cara menghardik halusinasi yang benar. Pelaksanaan terapi aktivitas kelompok stimulasi sensori sebaiknya rutin dilakukan untuk mengontrol halusinasi klien skizofrenia, serta melibatkan anggota keluarga untuk menghindari kejadian relaps atau rawat inap ulang.
GAMBARAN TINGKAT STRES PASIEN DIABETES MELITUS DI KELURAHAN PADANG MAS KABANJAHE TAHUN 2022 Imelda Derang; Jagentar P. Pane; Vika Dolorosa Palentina Br Purba
Jurnal Keperawatan BSI Vol 11 No 1 (2023): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan salah satu penyakit yang sering dialami oleh manusia yang disebabkan oleh beberapa faktor yaitu faktor keturunan, obesitas, perubahan gaya hidup, pola makan yang salah, obat-obatan yang mempengaruhi kadar glukosa darah, kurangnya aktivitas fisik, proses menua, kehamilam, perokok dan stress. Dampak secara psikologis pasien DM akan mengalami stres dan cemas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi Gambaran Tingkat Stres Pasien Diabetes Mellitus Di Kelurahan Padang Mas Kabanjahe. Desain Penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan teknik pengambilan sampel Accidental Sampling, jumlah sampel 83 responden. Instrument penelitian yang di gunakan yaitu kuesioner Depression Anxiety Stress Scales (DASS) Hasil penelitian diperoleh bahwa jenis kelamin perempuan 44 orang (53,0%), umur 46-55 40 orang (48,2%) tingkat stres pasien diabetes melitus di kelurahan padang mas kabanjahe tahun 2022 di dapatkan bahwa sebagian pasien mengalami stres sedang 38 orang (45,8%). Penelitian ini diharapkan dapat menambah informasi yang berguna bagi masyarakat kelurahan padang mas kabanjahe agar mampu mengolah tingkat stresnya dan menerima situasi hidupnya setiap hari.
Hubungan Dukungan Keluarga dengan Kebutuhan Spiritual pada Lansia di Desa Sampali Deli Serdang Pomarida Simbolon; imelda Derang; Silvia Wulandari Hulu
Jurnal Riset Media Keperawatan Vol. 5 No. 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sapta Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jrmk.v5i2.329

Abstract

Aging is a natural process that cannot be avoided, the older a person gets, the more spiritual they need. Spiritual needs are very important for humans, especially the elderly, because spirituality has a close relationship with the process of change and human development. This study aims to determine the relationship between family support and spiritual needs in the elderly at Sampali Deli Serdang Village 2022. The design of this study used observational analytic with a cross sectional approach. The sample in this study are 70 elderly people with a sampling technique using total sampling. Data collection is done directly by distributing questionnaires. The results of the study obtain that family support is (62.9%), high spiritual needs (67.1%). The results of the Chi-square test obtain p-value of 0.001 (<0.05) this indicates that there is a significant relationship between family support and spiritual needs in the elderly at Sampali Deli Serdang Village 2022. It is expected that families can perform worship once a week with invites religious leaders to get closer to the elderly to God Almighty.
Hubungan Self Regulated Learning dengan Motivasi Belajar pada Mahasiswa Ners Tingkat 1 Imelda Derang; Jagentar Pane; Morris Tamba
Jurnal Keperawatan Vol 15 No 4 (2023): Jurnal Keperawatan: Desember 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/keperawatan.v15i4.1347

Abstract

Motivasi belajar mengacu pada dorongan dan aspirasi internal individu untuk berkembang dan maju ke arah yang positif melalui proses belajar. Di sisi lain, pembelajaran mandiri memerlukan upaya mandiri untuk mencapai tujuan dan aspirasi pribadi. Penelitian yang dilakukan pada tahun 2023 ini bertujuan untuk menguji hubungan motivasi belajar dengan kemandirian belajar pada siswa sekolah dasar yang tergabung dalam STIKes Santa Elisabeth Medan. Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain studi cross-sectional dan menggunakan total sampling, dengan 100 responden berpartisipasi dalam penelitian ini. Instrumen penelitian terdiri dari angket self-regulated learning yang diadaptasi dari Setiawan (2020) dengan nilai valid 0,361 (r-tabel 0,874), dan angket motivasi belajar yang diadopsi dari Simbolon (2020) dengan nilai valid 0,361 (r- tabel 0,943). Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-regulated learning sebagian besar berada pada kategori tinggi sebanyak 97 responden (97%), sedangkan 3 responden (3%) masuk dalam kategori rendah. Selain itu, motivasi belajar sebagian besar berada pada kategori tinggi yaitu sebanyak 85 responden (85%), sedangkan 15 responden (15%) tergolong dalam kategori sedang. Analisis data menggunakan uji rank Spearman yang menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara motivasi belajar dengan self regulated learning pada konteks STIKes Santa Elisabeth Medan Level 1 tahun 2023. Hasil Uji Rank Spearman menghasilkan nilai r sebesar 0,366, dan diperoleh nilai-p adalah 0,001 (p <0,05). Untuk mempertahankan pembelajaran mandiri, mahasiswa didorong untuk berpartisipasi aktif dalam kelompok diskusi belajar, terlibat dalam latihan spiritual, dan melibatkan diri dalam kegiatan olahraga untuk meningkatkan motivasi belajar.