Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Kompetensi

PENGGUNAAN KONJUNGSI PADA PTK MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA TAHUN 2018 UNIVERSITAS BALIKPAPAN Ike Nurjanah; Sri Rahayu; Nurliani Maulida
Kompetensi : Jurnal Pendidikan dan Humaniora Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UNIBA Vol 12 No 1 (2019): Kompetensi
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.122 KB) | DOI: 10.36277/kompetensi.v12i1.13

Abstract

Penggunaan konjungsi sangat diperlukan untuk menjelaskan keteraturan dan kepaduan di antara kata, frasa, klausa, dan paragraf. Oleh karena itu, penggunaan konjungsi baik konjungsi koordinatif maupun subordinatif pada karya tulis ilmiah khususnya PTK sangat diperlukan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan konjungsi pada PTK mahasiswa program studi pendidikan bahasa dan sastra Indonesia tahun 2018. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis isi. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kesalahan penggunaan konjungsi koordinatif dan konjungsi subordinatif. Sumber data dalam penelitian ini yaitu hasil karya tulis ilmiah mahasiswa semester VII Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia tahun 2018 berupa PTK sebanyak 10 PTK yang dipilih menggunakan teknik Random Sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik simak catat, lalu dianalisis dengan teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan konjungsi pada PTK mahasiswa semester VII Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia diperoleh 90 kesalahan, yang terdiri dari 53 kesalahan penggunaan konjungsi koordinatif dan 37 kesalahan penggunaan konjungsi subordinatif. Kesalahan penggunaan konjungsi tersebut dapat terjadi disebabkan oleh ketidaktepatan pemilihan konjungsi dan tidak memperhatikan penempatan konjungsi. Kesalahan penggunaan konjungsi koordinatif paling banyak ditemukan pada konjungsi dan dan konjungsi sedangkan. Selanjutnya kesalahan penggunaan konjungsi subordinatif paling banyak ditemukan pada konjungsi sehingga dan konjungsi karena.
PESAN MORAL DAN GAYA BAHASA DALAM GRAFFITI DI KALIMANTAN TIMUR Asmah Alawiyah; Nurliani Maulida; Kiftian Hady Prasetya
Kompetensi : Jurnal Pendidikan dan Humaniora Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UNIBA Vol 12 No 2 (2019): Kompetensi
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.686 KB) | DOI: 10.36277/kompetensi.v12i2.27

Abstract

The focus of the problem in this study is motivated by the rise of the graffiti phenomenon which contains moral messages to be conveyed by graffiti artists in East Kalimantan, especially in Balikpapan City, Samarinda City, Bontang City, and Kutai Kartanegara District. The purpose of this study was to determine the moral message conveyed in the use of language styles on graffiti in East Kalimantan. This research uses descriptive qualitative method with a sociolinguistic approach. Research data in the form of written text from graffiti data sources in East Kalimantan. Data collection techniques using the stages of observation, study documentation, and interviews. Research instruments in the form of cellphones, stationery, notebooks, and moral style indicator message tables in Graffiti Language. The results found an attachment between language style and moral messages to be conveyed by graffiti makers found 30 data. Research findings include: (1) Religious moral messages, with indicators of submission to God, prayer in earnest, requests for guidance in life, repentance to God, confession of wrongdoing for sin, gratitude, patience, and sincerity. (2) Social moral messages, with indicators relating to human values, mutual respect, mutual cooperation, tolerance, caring, solidarity, and integrity. (3) Individual moral messages, with indicators that include values ​​of obedience, humility, caution in acting, honesty, confidence, accuracy, and wisdom. The conclusion of the study found the use of conflicting language style to be the dominant language style used to express the taste, intention, and work of graffiti makers. Choice of language style in graffiti has a tendency to the style of irony, satire, and sarcasm. Moral messages in graffiti are often accompanied by pictures as illustrations and are implied so that it requires careful observation and in-depth understanding to find out the message to be conveyed by graffiti makers.