Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PRESUPOSISI PADA BAHASA SPANDUK IKLAN WARUNG BAKSO DI BALIKPAPAN Retnowaty; Lutfi Ika Sari; Retnowaty Retnowaty; Ari Musdolifah
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 1 No. 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.217 KB) | DOI: 10.36277/basataka.v1i1.13

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan wujud presuposisi Bahasa spanduk iklan warung bakso di Balikpapan, khususnya pada kecamatan Balikpapan utara. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kata-kata, frase, dan kalimat yang mengandung preuposisi dalam spanduk iklan warung bakso di Balikpapan, yang dikaji dari segi pragmatik. Sumber data pada penelitian ini adalah spanduk iklan warung bakso di Balikpapan, khususnya kecamatan Balikpapam utara. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik dokumen. Instrumen penelitian yang digunakan adalah peneliti sendiri (human instrumen), dibantu dengan kamera handphone, dan kartu data. Penelitian ini disusun dan dilaksanakan dengan menggunakan model analisis data kualitatif menurut Miles dan Huberman, meliputi reduksi data, sajian data, dan simpulan. Teknik analisis penelitian yang digunakan adalah teknik agih. Hasil analisis pada penelitian ini, ditemukan 38 data dengan empat jenis presuposisi, yaitu 20 data presuposisi eksistensial, 11 data presuposisi faktif, 5 presuposisi leksikal, dan 2 presuposisi struktural. Presuposisi eksistensial banyak digunakan karena pada bahasa spanduk iklan tersebut, tidak hanya menjelaskan satu maksud tetapi lebih luas lagi dengan menggunakan kata-kata yang menarik pembaca. Sehingga sebagai daya tarik pengunjung yang ingin tahu atau penasaran, untuk membeli bakso yang ditawarkan.
KETERANGAN MODALITAS DALAM BERITA “ALEXIS YANG TERUS EXIS” PADA MAJALAH TEMPO EDISI 29 JANUARI-4 FEBRUARI 2018 Ari Musdolifah
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 1 No. 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.282 KB) | DOI: 10.36277/basataka.v1i1.16

Abstract

Penelitian tentang Keterangan Modalitas dalam Berita “Alexis yang Terus Exis” Pada Majalah Tempo Edisi 29 Januari-4 Februari 2018 dilatarbelakangi oleh pemikiran bahwa penggunaan bahasa dalam media cetak sangat menarik karena terdapat kalimat-kalimat yang menunjukkan modalitas untuk memberikan kesan tertentu kepada pembaca. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah menjelaskan wujud keterangan modalitas dalam berita “Alexis yang Terus Exis” pada Majalah tempo edisi 29 Januari-4 Februari 2018. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Adapun metode yang digunakan adalah deksriptif. Sementara itu, sumber datanya adalah berita “Alexis yang Terus Exis” dalam Majalah Tempo edisi 29 Januari-4 Februari 2018. Wujud data adalah kalimat yang mengandung kata modalitas. Berdasarkan hasil penelitian dapat ditemukan wujud katerangan modalitas intensional, epistemis, dinamik, dan deontik. Unsur kata yang ditemukan adalah ingin, antusias, berjanji, seharusnya, meyakini, membenarkan, menurut, sepertinya, kemungkinan, bisa, dan izin. Selain itu, perspektif penulis berita Majalah Tempo dalam menanggapi wujud keterangan modalitas tersebut adalah perspektif positif dan negatif.
KAJIAN SEMIOTIKA PADA KUMPULAN PUISI KARYA MAHASISWA SEMESTER V PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA ANGKATAN TAHUN 2014 Farah Eka Rahmadini; Maryatin Maryatin; Ari Musdolifah
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 1 No. 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.239 KB) | DOI: 10.36277/basataka.v1i2.33

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kumpulan puisi yang diciptakan mahasiswa semester V Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia. Mendeskripsikan sebuah tanda dan makna tersirat di dalam puisi membutuhkan pendekatan, yaitu semiotik. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan bentuk makna semiotika berdasarkan penanda dan petanda pada kumpulan puisi. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan semiotika yang didasarkan pada model Ferdinand De Saussure. Pendekatan ini menggunakan penanda dan petanda sebagai acuannya. Penelitian ini menghasilkan data kualitatif deskriptif. Data yang digunakan berbentuk kata, frasa dan kalimat yang terdapat di dalam puisi. Sumber data dalam penelitian ini, yaitu sumber data primer dan sekunder. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik simak dan teknik catat. Selanjutnya, data dalam penelitian ini dianalisis menggunakan pembacaan heuristik dan hermenutik Berdasarkan pendekatan semiotika model Ferdinand De Saussure. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semiotika yang digunakan dalam pengkajian kumpulan puisi Karya Mahasiswa Semester V Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Angkatan Tahun 2014 terdapat penanda dan petandanya. Penanda dan petanda yang paling banyak ditemukan terdapat pada puisi berjudul “Ayah” karya Ayu Jirda sebanyak 5 penanda dan petanda.
ONOMATOPE DALAM WEBTOON KOMIK KISAH USIL SI JUKI KECIL KARYA FAZA MEONK UNIVERSITAS BALIKPAPAN Nur Elisa Dewi; sri rahayu; Ari Musdolifah
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 1 No. 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.852 KB) | DOI: 10.36277/basataka.v1i2.35

Abstract

Onomatope dalam komik digunakan penulis untuk membantu pembaca dalam mengimajinasi dan memaknai alur cerita. Namun, pada kenyataannya masih banyak pembaca yang tidak mengetahui bahwa kata tiruan bunyi yang terdapat dalam komik adalah onomatope. Adapun tujuan diadakannya penelitian ini adalah mendeskripsikan jenis-jenis onomatope yang terdapat dalam webtoon komik Kisah Usil Si Juki Kecil karya Faza Meonk. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan semantik kontekstual. Pengumpulan data penelitian ini dilakukan dengan teknik simak dan dilanjutkan dengan teknik catat. Instrumen dalam penelitian menggunakan kartu data dalam bentuk tabel jenis-jenis onomatope yang ditemukan dalam webtoon komik Kisah Usil Si Juki Kecil karya Faza Meonk. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa terdapat jenis onomatope dalam webtoon komik Kisah Usil Si Juki Kecil karya Faza Meonk sebanyak 47 data, yang meliputi: (1) Jenis onomatope khas manusia sebanyak 17 data, (2) Jenis onomatope khas hewan sebanyak 2 data, (3) Jenis onomatope khas benda 18 data, dan (4) Jenis onomatope khas kehidupan sehari-hari sebanyak 10 data.
EUFEMISME DAN DISFEMISME PADA JUDUL BERITA SURAT KABAR HARIAN BALIKPAPAN POS PERIODE APRIL-MEI 2018 Rezeki Rika Jayanti; Nurliani Maulida; Ari Musdolifah
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 2 No. 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.784 KB) | DOI: 10.36277/basataka.v2i1.61

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi adanya judul berita surat kabar mengandung gaya bahasa yang digunakan oleh jurnalistik. Salah satu gaya bahasa yang digunakan oleh para jurnalistik ialah penggunaan eufemisme dan disfemisme. Eufemisme ialah ungkapan bahasa dengan makna halus. Sedangkan disfemisme ialah ungkapan bahasa dengan makna kasar atau kurang sopan. Mendeskripsikan sebuah kata adalah eufemisme atau disfemisme perlu digunakan pendekatan semantik leksikal. Semantik leksikal lebih memfokuskan makna pada yang terdapat pada kamus. Adapun tujuan penelitian ini ialah mendeskripsikan bentuk dan manfaat dari penggunaan eufemisme dan disfemisme pada judul berita surat kabar harian BALIKPAPAN POS periode April-Mei 2018. Penelitian ini menghasilkan data kualitatif deskriptif. Data yang digunakan berbentuk kata. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik simak dan teknik catat. Selanjutnya, data dalam penelitian ini dianalisis menggunakan semantik dengan didasari kajian eufemisme dan disfemisme oleh Sutarman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa eufemisme dan disfemisme digunakan dalam judul berita surat kabar harian BALIKPAPAN POS periode April-Mei 2018 dengan data berjumlah 36 buah. Data eufemisme sebanyak 17 data dan data disfemisme sebanyak 19 data. Penggunaan disfemisme berbentuk kata benda terdiri 4 data, eufemisme berbentuk kata kerja terdapat 13 data dan disfemisme berbentuk kata sifat terdiri 2 data, penggunaan disfemisme ini bermanfaat untuk penulisan judul berita di media massa.
PEMERTAHANAN BAHASA DAERAH SUKU BAJAU SAMMA DI KELURAHAN JENEBORA KECAMATAN PENAJAM KABUPATEN PENAJAM PASER UTARA Nurun Nisah; Kiftian Hady Prasetya; Ari Musdolifah
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 3 No. 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.68 KB) | DOI: 10.36277/basataka.v3i1.86

Abstract

Zaman sekarang ini banyak bahasa daerah yang terancam punah yang disebabkan oleh penutur yang tidak memelihara bahasa daerahnya dan jumlah penuturnya lebih kecil akan mengalami kepunahan bahasa Bajau Samma mulai mengalami pergeseran bahasa. Sehingga perlunya pemertahanan bahasa Bajau Samma. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan upaya pemertahanan Bahasa Bajau Samma pada masyarakat penuturnya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif Dengan menggunakan pendekatan sosiolinguistik. Data dalam penelitian ini berupa tuturun Suku Bajau Samma. Sumber data penelitian ini berasal dari data kata-kata dari bahasa bajau samma dan tindakan orang-orang yang diamati. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik simak bebas libat cakap dan wawancara. Teknik analisis data menggunakan teknik reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan upaya pemertahanan bahasa menggunakan faktor-faktor pemertahanan bahasa (1) Konsentrasi Penutur (2) Kesinambungan Pengalihan Bahasa Golongan Muda (3) Loyalitas Terhadap Bahasa Ibu (4) Sikap Bahasa Golongan Muda (5) Penggunaan Bahasa Oleh Kelompok Guyub.
Memaknai Nilai-Nilai Sosial pada Novel Napas Mayat Karya Bagus Dwi Hananto Ari Musdolifah
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 11 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v11i1.1929

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memaknai nilai-nilai sosial pada novel Napas Mayat karya Bagus Dwi Hananto dengan mendeskripsikan: (a) amanat cerita yang disampaikan oleh pengarang (b) pudarnya nilai sosial yang melatari novel Napas Mayat karya Bagus Dwi Hananto (c) temuan yang terkait dengan nilai pendidikan dalam novel Napas Mayat karya Bagus Dwi Hananto. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif dengan analisis data yang mengacu pada pendekatan sosiologi karya sastra. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa amanat cerita yang disampaikan pengarang dalam novel Napas Mayat karya Bagus Dwi Hananto adalah pentingnya menjunjung tinggi nilai sosial dalam kehidupan bermasyarakat dengan meningkatkan nilai kasih sayang dan kerukunan antarumat manusia. Pudarnya nilai sosial pada novel Napas Mayat karya Bagus Dwi Hananto adalah krisis nilai kasih sayang dan kerukunan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa novel ini memuat nilai pendidikan, yaitu nilai moral.
Kajian Penanda Sosiokultural pada Cerita Rakyat Paser dan Berau karya Syahidin dkk. untuk Pengembangan Materi Ajar Krtitik Sastra Indah Ika Ratnawati; Ari Musdolifah; Maryatin Maryatin
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 13, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v13i1.3541

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan penanda sosiokultural dalam buku Cerita Rakyat Paser dan Berau karya Syahidin, dkk., dan mendeskripsikan pengembangan materi ajar kritik sastra melalui pendekatan sosiokultural. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan menggunakan desain educational research and development (R&D). Hasil penelitian ini adalah penanda yang terdapat dalam 20 cerita rakyat Paser dan 17 cerita rakyat Berau, yaitu cara berpikir rasional, sikap bijaksana, kebiasaan hidup gotong royong, sikap pantang menyerah, sikap tanggung jawab, sikap tolong menolong, kebiasaan hidup berburu, cara berpikir percaya takhayul, sikap saling menghargai, sikap bijaksana, cara berpikir tidak rasional, sikap gagah, sikap menghormati, sikap saling menyayangi, sikap musyawarah, sikap tabah dan berbesar hati, dan cara berpikir percaya hal ghaib, kebiasan hidup bertaqwa, pesta adat, pesta rasa syukur, proses mandudus, hidup berpindah-pindah, mangasa, mudik, upacara ritual, proses periapan pernikahan, mendirikan pondok, sikap selalu bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, sikap tenggang rasa, dan sikap pemberani. Sementara itu, pengembangan materi ajar dengan pendekatan sosiokultural layak untuk diterapkan pada proses belajar mengajar di kelas. Modul pengembangan materi ajar pendekataan sosiokultural, sudah melalui tes yang pertama. Mahasiswa dapat mengerjakaan beberapa pertanyaan dari dosen dengan nilai rata-rata 84.Kata kunci: Cerita rakyat, sosiokultural, semiotik ABSTRACTThe purpose of this study is to describe the socio-cultural markers in Cerita Rakyat Paser dan Berau books written by Syahidin, et al. and describe the development of literary criticism teaching material through a sociocultural approach. This research is a research development using the design of an educational research and development (R&D) research design. The results of this study indicate that the markers contained in 20 Paser folklore and 17 Berau folklore, namely the rational way of thinking, wise attitude, mutual living habits, unyielding attitude, attitude of responsibility, attitude to help, hunting habits, thinking superstition, mutual respect, thoughtful attitude, irrational way of thinking, manly attitude, respect, mutual affection, deliberation, steadfastness and heartfelt attitude, and unbelievable way of thinking, habits of devout life, customary party, feast party gratitude, the mandudus process, sedentary life, mangasa, homecoming, ritual ceremonies, marriage preparation process, erecting a hut, always grateful attitude to God, compassion, and courageous attitude. Meanwhile, the development of teaching materials with a sociocultural approach is feasible to be applied to the teaching and learning process in the classroom. The module for developing sociocultural teaching materials, has passed the first test for students to work on the questions that have been submitted by the lecturer with several questions and the students get an average score of 84.Keywords: Folklore, sociocultural, semiotic
Teka-Teki Logika untuk Meningkatkan Minat Belajar Siswa Sanggar Kegiatan Belajar Balikpapan Timur Ryan Angga Pratama; Ari Musdolifah
Abdimas Universal Vol. 1 No. 1 (2019): April
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Balikpapan (LPPM UNIBA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (646.339 KB) | DOI: 10.36277/abdimasuniversal.v1i1.22

Abstract

The success of mathematics learning is supported by the teacher's proficiency in carrying out teaching activities and awareness of students in participating in learning activities. Therefore, learning requires the ability of teachers to manage learning and / or their ability to manage classes. Teachers must have capable skills in the fields of strategy and learning models that vary. For this reason, it is necessary to have active, fun, creative learning, and be able to provide attraction so that students can express themselves in learning and experience no saturation, so students can understand the material well. In learning activities, one way that can be done by teachers to overcome these problems is to provide a learning that is able to optimize the logic of students' thinking in solving non-routine problems in school, namely Mathematical Logic Puzzle. Through the provision of challenge questions in the form of Mathematical Logic Puzzles, students gain knowledge and understanding of mathematical logic puzzles, gain new learning experiences, dare to express ideas and be able to answer various kinds of non-routine problems and problems of logic related to life everyday, and students are more motivated in learning mathematics. Keywords: mathematical logic puzzles, mathematics learning
Analisis Naratif Berita dalam Majalah Tempo Edisi 20-26 Mei 2019 sebagai Alternatif Bahan Ajar Mata Kuliah Bahasa Indonesia Ari Musdolifah
Pena : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 9 No. 1 (2019): Pena: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.189 KB) | DOI: 10.22437/pena.v9i1.6957

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi kurangnya pemahaman mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia semester 1 Universitas Balikpapan. tentang keterampilan menulis, khususnya pada materi menulis paragraf dan menulis artikel ilmiah pada Mata Kuliah Bahasa Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan analisis naratif berita dalam Majalah Tempo dan implementasi struktur narasi pada Mata Kuliah Bahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan jenis penelitian kualitatif. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis naratif oleh Tzevetan Todorov dengan struktur narasi yang dimodifikasi oleh Nick Lacey dan Gillespie. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa struktur narasi yang terdapat pada berita “Detik-Detik yang Menentukan”, “Satu Pemilu Dua Sikap”, “Cacar Monyet di Negeri Singa”, “Siberut Terancam Hutan Industri”, “Bukti Campur Tangan Menteri Lukman”, “Jerat Makar Pengancam Presiden”, terdapat lima berita yang menyajikan persitiwa secara kronologis dan satu berita yang tidak kronologis. Berdasarkan hasil implementasi struktur narasi pada Majalah Tempo edisi 20-26 Mei 2019, diketahui hasil tulisan paragraf narasi yang memiliki urutan peristiwa secara kronologis adalah 88,2% dan tulisan artikel ilmiah yang memenuhi syarat sesuai dengan indikator sistem penulisan artikel ilmiah adalah 82,3%. Kata kunci: Struktur narasi, berita, majalah Tempo Abstract This research is motivated by a lack of understanding of students in the 1st semester of Indonesian Language and Literature Education Study Program at University of Balikpapan. about writing skills, especially in writing paragraphs and writing scientific articles on Indonesian Language Courses. This research uses descriptive method with qualitative research to describe the structure of news narratives in Tempo Magazine. Data analysis techniques in this study used narrative analysis techniques by Tzevetan Todorov with a narrative structure modified by Nick Lacey and Gillespie. The results of this study indicate that the structure of the narrative contained in the news “Determining Seconds”, “One Election Two Attitudes”, “Monkey Smallpox in the Lion Country”, “Siberut Threatened by Industrial Forests”, “Interference Proof of Minister Lukman”, “Pitfalls of the President's Threat”, there are five news items that present chronologically and two news that is not chronological. Based on the implementation of the narrative structure at the magazine Tempo 20-26 edition 2019 may show that paragraph narrative writing having a sequence of events in chronological order is 88,2 % and in writing scholarly article qualified in accordance with an indicator of a writing system scientific article is as much as 82,3 %. Keywords: Narrative structure, news, Tempo magazine.