Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Perencanaan Perkerasan Landasan Pacu Menggunakan Software COMFAA 3.0 Pada Bandar Udara Baru Douw Aturure Nabire Alimin, Rahmat Jaya; Agisaqma, Laode; Halim, Zainal Arifin
Jurnal Pengabdian Masyarakat Konstruksi Vol 2 No 2 (2024): Majjama - Jurnal Pengabdian Masyarakat Konstruksi
Publisher : PSTS FT UIM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63877/jpmk.v2i2.105

Abstract

Bandar Udara Douw Aturure beroperasi di provinsi Papua Tengah dengan Analisa perhitungan pergerakan pesawat tahunan adalah 91.319 pesawat. Analisis tebal perkerasan landasan pacu bandar udara ini menggunakan software COMFAA 3.0 . Tujuan Software untuk menentukan tebal perkerasan rencana dengan jenis perkerasan lentur apakah mampu menopang beban pesawat terkritis B-737 900 ER. Output dari penelitian ini adalah penentuan nilai ACN dan PCN melalui pengguanaan software COMFAA 3.0. Analisis menunjukan bahwa tebal perkerasan yang dibutuhkan pada landasan pacu menopang beban pesawat yang beroperasi adalah 850 mm rincian Surface HMA (P-401 tebal 100 mm, Base Course : Agg Course (P-208) tebal 300 mm , dan Subbase Course :Sirtu (P-154) tebal 450, dan subgrade >10%. Berdasarkan hasil tersebut didapatkan nilai PCN 60.2 untuk pesawat kritis B-737 900 ER dengan nilai PCN 60/F/C/X/T. Dengan demikian landasan pacu dengan tebal perkerasan rencana tersebut melayani beban penuh pesawat B737-900 ERsebagai pesawat kritis dengan nilai PCN > ACN.
Perencanaan Pembangunan Infrastruktur Jalan Penghubung Desa Maccinibaji dan Desa Tompotana Kepulauan Tanakeke Kabupaten Takalar Halim, Zainal Arifin; Sadiq, Andi Muhammad Ashad; S, Musdalifah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Konstruksi Vol 3 No 1 (2025): Majjama - Jurnal Pengabdian Masyarakat Konstruksi
Publisher : PSTS FT UIM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63877/jpmk.v3i1.121

Abstract

Kepulauan Tanakeke merupakan kecamatan yang ada di kabupaten Takalar Provinsi Sulawesi selatan. Akses mobilisasi masyarakat setempat mengandalkan transportasi laut. Infrastruktur jalan di pulau Tanakeke ini belum sepenuhnya menghubungkan desa dengan desa lainnya, jadi akses mobilisasi warga masih sangat bergantung dengan baik buruknya cuaca. Dengan dasar ini, kami mencoba untuk membuat suatu perencanaan penghubung dua desa antara desa Maccinibaji yang merupakan ibukota kecamatan dengan desa Tompotana. Langkah awal tentunya dilakukan survei awal pemetaan untuk menentukan titik lokasi trase jalan yang akan dibuat. Kendala yang dihadapi yaitu menyankut dengan masalah sosial, dikarenakan trase jalan yang dilalui kebanyakan didaerah tambak masyarakat, tentunya komunikasi dengan warga dan pemerintah desa harus terjalin dengan baik. Setelah dilakukan survei tersebut didapatkan item pekerjaan yang akan direncanakan beserta dengan volumenya, untuk pekerjaan jalan ini ada 2 item pekerjaan, yaitu pekerjaan penimbunan dan pekerjaan pembersihan lahan sepanjang 3,166 km dan jembatan kayu dengan bentang 60 meter dengan anggaran Rp. 500.000.000,-.
Analisis Dampak Risiko pada Proyek Pembangunan Gardu Induk Bengo PT PLN Halim, Zainal Arifin; Musdalifah; Fatmawati, Suci
Jurnal Teknik Sipil MACCA Vol. 7 No. 3 (2022): Jurnal Teknik Sipil MACCA
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/01ps2w46

Abstract

Salah satu tujuan dibangunnya Gardu Induk yaitu untuk menyalurkan aliran listrik dari gardu induk lainnya ataupun dari pembangkit listrik melalui konduktor dan ditopang oleh Tower transmisi, sehingga pembanguanan suatu gardu induk diperlukan perhitungan yang tepat sesuai dengan kebutuhan. Proyek pembangunan Gardu Induk ini berada pada Desa selli Kecamatan Bengo Kab Bone yang dihubungkan oleh Transmisi Line Saluran Udara Tegangan Tinggi dari Gardu Induk Soppeng, yang berada pada Kabupaten Soppeng, dan melalui 113 tower. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan penilaian pada saat pembangunan terhadap berbagai macam risiko, melakukan tindakan mitigasi terhadap risiko-risiko dominan, dan melakukan pengalokasian kepemilikan risiko terhadap risiko-risiko dominan. Risiko yang teridentifikasi adalah 4 (empat) risiko politik berupa penolakan sebagian masyarakat demi kepentingan kelompoknya, 4 (empat) risiko ekonomi berupa tuntutan kenaikan upah pekerja yang tidak sesuai standar upah, 2 (dua ) Risiko keuangan, meliputi pengeluaran biaya pelaksanaan dan pengeluaran yang tak terduga yang tinggi kemudian pngaturan keuangan kontraktor yang tidak proporsional, 3 (tiga) risiko proyek, meliputi terhambatnya pengiriman material proyek dari luar Sulawesi, 4 (empat) risiko manusia, meliputi aksi unjuk rasa pekerja saat pekerjaan sementara berlangsung, 1 (satu) resiko yang berhubungan dengan penegak hukum seperti kehilangan material.