Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

PENGARUH PENAMBAHAN EKSTRAK DAUN MANGKOKAN (NOTHOPANAX SCUTELLARIUM MERR) TERHADAP SIFAT FISIK DAN MASA SIMPAN HAIR TONIC RAMBUT RONTOK PUTRI NURHAYATI, NIRMA; , SUHARTININGSIH
Jurnal Tata Rias Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hair Tonic merupakan salah satu kosmetika perawatan rambut yang dapat membantu menyuburkan rambut. Daun mangkokan dikenal sebagai herbal yang mampu mengatasi kerontokan rambut karena mengandung senyawa tanin, saponin, flavonoid yang berpotensi sebagai bahan penumbuh rambut. Hair Tonic dari ekstrak daun mangkokan adalah salah satu inovasi hair tonic yang memanfaatkan ekstrak daun mangkokan sebagai bahan aktif. Penelitian bertujuan untuk mengetahui : (1) Pengaruh penambahan ekstrak daun mangkokan terhadap sifat fisik hair tonic untuk rambut rontok (2) Mengetahui masa simpan dari hasil terbaik hair tonic. Jenis penelitian adalah eksperimen, variabel bebas adalah jumlah ekstrak daun mangkokan yang ditambahkan yakni : X1 (2,5%), X2 (5%), X3 (7,5%). Variabel terikat berupa sifat fisik hair tonic rambut rontok yang meliputi aroma, warna, homogenitas, kesan pemakaian, dan tingkat kesukaan panelis. Variabel kontrol yaitu minyak aromatik bunga sedap malam 0,5% pada setiap sampel, jenis daun yang digunakan adalah daun mangkokan tua, alat dan proses pembuatan hair tonic. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi oleh 30 orang panelis. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan SPSS anava tunggal dan uji Duncan, hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari penambahan ekstrak daun mangkokan terhadap sifat fisik hair tonic meliputi aroma, warna, homogenitas, kesan pemakaian, dan kesukaan panelis. Hasil terbaik hair tonic terdapat pada penambahan ekstrak daun mangkokan 2,5% (X1) dengan kriteria tidak beraroma daun mangkokan, berwarna kuning kehijauan, homogen, terasa dingin dan mudah menyerap saat diaplikasikan ke permukaan kulit, dan paling disukai oleh panelis. PH hair tonic memiliki rata-rata 5,59 yang artinya netral sehingga sesuai dengan pH kulit. Masa simpan X1 dapat digunakan hingga hari ke-7 karena jumlah jamur (1,5×101) dan bakteri (7,7×104) yang masih berada dibawah SNI batas maksimal mikroba pada hair tonic yakni 105. Kata Kunci : Hair tonic Ektrak Daun Mangkokan, Sifat fisik, Masa simpan.
PENGARUH JENIS SATIN POLYESTER TERHADAP HASIL JADI PEWARNAAN MENGGUNAKAN TEKNIK HEAT TRANSFER PRINTING Fauziana, Rizha; , SUHARTININGSIH
Jurnal Tata Busana Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Tata Busana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Proses pewarnaan pada bahan tekstil dapat dilakukan dengan pencelupan dan pencapan. Pencapan dapat dilakukan dengan beberapa metode salah satunya adalah heat transfer printing dengan pewarna dispersi atau sublimasi. Proses ini dimulai dengan mencetak desain ke kertas yang kemudian dialihkan ke kain dibawah pengaruh suhu sekitas 180 ? 200 oC dengan waktu 15 ? 60 detik dan tekanan. Pada umumnya jenis kain yang digunakan berasal dari serat sintetis yaitu polyester. Jenis polyester yang dibuat dari tenunan satin ada yang digunakan untuk pembuatan kerudung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis satin polyester terhadap hasil jadi pewarnaan menggunakan teknik heat transfer printing dan mengetahui hasil jadi pewarnaan terbaik. Jenis penelitian ini adalah eksperimen dengan variabel bebas jenis kain satin velvet dengan tetal benang lusi 200 (hl/inchi) dan pakan 99 (hl/inchi), satin Roberto dengan tetal benang lusi 218 (hl/inchi) dan pakan 91 (hl/inchi) dan satin maxmara dengan tetal benang lusi 256 (hl/inchi) dan pakan 95 (hl/inchi). Variabel terikat hasil jadi pewarnaan meliputi ketajaman warna, kerataan warna dan detail desain. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dengan jumlah observer 30 orang, instrumen penelitian berupa lembar observasi dan analisis data menggunakan anava tunggal dengan bantuan program SPSS 23 dengan ? ? 0,05. Hasil analisis data uji anava dan uji Duncan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan terhadap ketajaman warna dan kerataan warna. Tetapi tidak ada pengaruh yang signifikan terhadap detail desain. Hasil pewarnaan terbaik dari penelitian ini adalah jenis satin polyester maxmara. Satin maxmara menghasilkan warna yang lebih merah tajam dan rata. Hal ini dikarenakan karakteristik tenunan kain lebih rapat. Kata Kunci: heat transfer printing, satin polyester, tetal benang, hasil pewarnaan. Abstract The process of coloring on textile materials can be done by dyeing and printing. Printing can be done with several methods, one of which is heat transfer printing with dispersion or sublimation dyes. This process starts with printing design onto paper then transferred to the fabric under influence of temperatures around 180 ? 200 oC with time of 15 ? 60 seconds and pressure. In general, the type of fabric used from synthetic fiber that is polyester. The type of polyester made with satin woven there is used to production veil. The purpose of this research to know the effect of the type of satin polyester on staining results using heat transfer printing techniques and determine the best coloring result. The type of this research is experimental with independent variable the type of fabric satin velvet with tetal yarn warp 200 (hl/inch) and weft 99 (hl/inch), satin Roberto with tetal yarn warp 218 (hl/inch) and weft 91 (hl/inch) and satin maxmara with tetal yarn warp 256 (hl/inch) and weft 95 (hl/inch). The dependent variable of the result of coloring include color sharpness, color flatness, and design detail. Data collection methods used are observation with total observers 30 people, research instruments in the form of observation sheets and data analysis using a single anava with the help of SPSS 23 program with ? ? 0.05. The results data analysis of ANOVA test and Duncan test in this study showed that there are significant effect on color sharpness and color flatness. But there is no significant on the design detail. The best coloring results from this study are satin polyester maxmara. Satin maxmara result red colors sharper and flatter. This is because the characteristics of woven fabrics are thicker. Keywords: heat transfer printing, satin polyester, tetal yarn, coloring results
PENGARUH JUMLAH CAT KUNING TERHADAP HASIL PEWARNAAN PADA KAIN DENIM DENGAN TEKNIK HAND PAINTING SARI PURBA, YULIANA; , SUHARTININGSIH
Jurnal Tata Busana Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Tata Busana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Perkembangan fashion saat ini sangat pesat. Bidang fashion tidak lepas dari peranan unsur warna sebagai penunjang estetika. Salah satu warna yang trend di tahun 2018 adalah warna jingga. Salah satu cara mengaplikasikan warna tersebut menggunakan cat tekstil, untuk menghasilkan warna jingga dengan menggunakan cat warna kuning, merah dan putih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jumlah cat kuning terhadap hasil pewarnaan pada kain denim dengan teknik hand painting dan mengetahui hasil jadi pewarnaan terbaik. Jenis penelitian adalah eksperimen dengan variabel bebas jumlah cat kuning 2 gram, 4 gram, dan 6 gram. Variabel terikat hasil jadi pewarnaan meliputi ketajaman warna, kerataan warna, tekstur motif dan uji kesukaan. Variabel kontrol meliputi jenis kain, cat tekstil, jumlah cat, teknik hand painting, desain, ukuran dan motif. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi yang diisi oleh 30 orang panelis. Analisis data menggunakan anava tunggal dengan bantuan program spss 23 dengan p ? 0.05. Hasil analisis anava menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan terhadap ketajaman, kerataan warna dan kesukaan, tetapi tidak ada pengaruh yang signifikan terhadap tekstur motif. Hasil uji duncan ketajaman warna pada hasil pewarnaan cat 4 gram dan 6 gram menunjukkan warna jingga yang lebih tajam dibandingkan hasil pewarnaan cat kuning 2 gram, kerataan warna pada hasil pewarnaan cat 4 gram dan 6 gram menunjukkan kriteria warna jingga lebih rata dibandingkan dengan hasil pewarnaan cat kuning 2 gram dan kesukaan pada hasil pewarnaan cat kuning semakin banyak jumlah cat kuning menghasilkan pewarnaan yang semakin disukai oleh panelis. Hasil pewarnaan terbaik adalah pewarnaan dengan jumlah cat kuning 6 gram. Kata kunci : Hand painting, cat tekstil, warna kuning, hasil pewarnaan
PENGARUH PROPORSI PUREE WORTEL (DAUCUS CAROTA L.) DAN EKSTRAK DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA LAMK) TERHADAP SIFAT ORGANOLEPTIK SOSIS SAPI MITASARI, LAILY; , SUHARTININGSIH
Jurnal Tata Boga Vol 7, No 2 (2018): Yudisium Juni 2018
Publisher : Jurnal Tata Boga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Sosis merupakan produk olahan daging yang cukup digemari masyarakat terutama anak dan remaja Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) pengaruh proporsi puree wortel dan ekstrak daun kelor terhadap sifat organoleptik sosis sapi meliputi warna, aroma, rasa, tekstur, kekenyalan, dan kesukaan, 2) kandungan gizi pada sosis meliputi vitamin A, serat, kalsium, dan kalium. (3) Persentase kandungan vitamin A, serat, kalsium, dan kalium sosis terhadap angka kebutuhan gizi anak sekolah dasar Jenis penelitian ini adalah eksperimen dengan empat perlakuan proporsi puree wortel dan ekstrak daun kelor yaitu (6:1), (5:2), (4:3), dan (3:4). Pengambilan data menggunakan lembar observasi dengan jumlah panelis sebanyak 40 orang. Analisis data menggunakan uji one way anova dan uji Duncan. Kemudian dilanjutkan dengan uji kimia untuk mengetahui kandungan vitamin A dan kalsium pada ke empat proporsi sosis. Hasil penelitian menunjukkan 1) terdapat pengaruh terhadap warna, aroma, rasa, tekstur, kekenyalan dan kesukaan sosis wortel daun kelor 2) Rentang kandungan vitamin A yaitu dengan kandungan terendah 1.626,67 IU dan tertinggi 2.040 IU, rentang kandungan serat yaitu kandungan terendah 5,86 g dan kandungan tertinggi 9,71 g, rentang kandungan kalsium yaitu dengan kandungan terendah 284,279 mg dan tertinggi 314,486 mg, serta rentang kandungan kalium yaitu dengan kandungan kalium terendah 483 mg dan tertinggi 786 mg. (3) Persentase kandungan gizi sosis tertinggi (proporsi S6:1) terhadap angka kecukupan gizi pangan jajanan anak sekolah yaitu Vitamin A yaitu antara 1700% - 2040%, Kalsium yaitu antara 118% - 142%, Kalium yaitu antara 87%, dan Serat yaitu antara 162% - 187%. Kata kunci : Sosis, puree wortel, ekstrak daun kelor. Abstract Sausage is a meat-processed product that is quite popular among people, especially children and adolescents. This study aims to determine 1)the influence of the proportion of carrot puree and kelor leaf extract to organoleptic properties of cow sausage include color, aroma, taste, texture, elasticity, and liking 2)nutrition in sausages include vitamin A, fiber, calcium, and potassium. (3)Percentage of vitamin A, fiber, calcium, and potassium sausage to the nutritional needs of primary school children. This study was experimental with four treatments of carrot puree and Moringa leaf extract (6: 1), (5: 2), (4: 3), and (3: 4). Data collection using observation sheet with number of panelist counted 40 people. Data analysis used one way anova test and Duncan test. Then followed by chemical tests to determine the content of vitamin A and calcium in the four proportions of sausage. The results showed 1)the effect on the color, the smell, the taste, the texture, the elasticity and the taste of carrot leaf sausage 2)The vitamin A content range with the lowest content 1,626.67 IU and the highest is 2,040 IU, the fiber content range is the lowest content 5, 86 g and the highest content of 9.71 g, the calcium content range with the lowest content of 284.279 mg and the highest 314.486 mg, and potassium content range with the lowest potassium content of 483 mg and the highest of 786 mg. (3)The highest percentage of nutritional content of sausage (proportion of S6: 1) to nutritional adequacy value of school snack food is Vitamin A that is between 1700% - 2040%, Calcium is between 118% - 142%, Potassium is between 87%, and Fiber ie between 162% - 187% A that is between 1700% - 2040%, Calcium is between 118% - 142%, Potassium is between 87%, and Fiber ie between 162% - 187%. Keywords : Sausage, carrot puree, moringa leaf extract
Traditional Games on Basic Movement Abilities of Elementary School Students Ningsih, Yuni Fitriyah; Khusnul Khotimah; Sugeng, Imam; Suhartiningsih; ME Winarno; Safirah, Adita Dwi
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol. 8 No. 2 (2024): Juli
Publisher : LPPM Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppp.v8i2.68580

Abstract

In elementary schools, physical education, sports, and health have experienced a decline in students' basic movement abilities, especially regarding running ability. This is in line with the increasing trend of inactive lifestyles among children, which has the potential to harm their physical health. This research aims to analyze the influence of traditional games on elementary school students' basic movement abilities. This research is a type of experimental research. This research uses a true experiment method with a Pre-test and Post-test Control Group Design. The research population was all class V students, totaling 42 students. Data was collected through interviews and tests. The instruments used in data collection were interview sheets and a 30-meter running test. The data analysis technique uses quantitative descriptive and independent sampling t-test differences. This research shows that integrating traditional games significantly affects students' basic movement abilities. Therefore, traditional games can effectively develop elementary school students' basic movement abilities. This research implies that schools should consider introducing traditional games in their curriculum to improve students' basic movement skills while preserving local culture.
Textbook Based on Local Wisdom for Learning Text Description in Indonesian Language Subjects for Class IV Regita Vian Priswanti; Suhartiningsih; Nindya Nurdianasari; Vivi Darmayanti; Trapsila Siwi Hutami
Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 8 No. 2 (2024): July
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jipp.v8i2.72734

Abstract

The textbooks in schools still come from student books developed by the government, which are still general in nature. Its means that students do not yet know the local wisdom that exists in Situbondo Regency. This research aims to develop textbooks based on local wisdom. This development research uses the Borg and Gall development model, but its implementation only reaches the eighth stage. The research subjects were fourth grade students at SDN 4 Kendit. Data collection methods in this research include observation, interviews, tests and documentation. The data collection instruments used were observation guidelines, interview sheets, student response questionnaire sheets, documentation sheets, and learning outcomes test sheets. The analytical method used includes descriptive quantitative analysis. Data analysis techniques use, product validation, trials, product effectiveness, and product practicality. The development of textbooks based on local wisdom produces products that are valid, effective and practical. Product validity scores 89% (very decent). The effectiveness of the product is shown by the results of student learning tests which get a relative effectiveness of 100% (high effectiveness). Product practicality received a score of 95.8% (very practical). Based on the data above, it can be concluded that textbooks based on local wisdom are valid, effective and practical to use in implementing learning. The implication is that the products produced in this research have a positive effect on student learning outcomes.
PENINGKATAN KETERAMPILAN RIAS KARAKTER 3 DIMENSI DI KECAMATAN KAMAL DAN KOTA BANGKALAN MADURA MELALUI PELATIHAN AJENG TYAS UTAMI, TRI; SUHARTININGSIH
Jurnal Tata Rias Vol. 7 No. 2 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v7n2.24653

Abstract

Peningkatan keterampilan rias karakter 3 dimensi melalui pelatihan dengan materi efek luka bakar derajat dua dengan media gelatin crystal gel bagi para pemerhati seni teater dikecamatan Kamal dan kota Bangkalan Madura. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) keterlaksanaan pelatihan, 2) peningkatan keterampilan sebelum dan sesudah diberikan pelatihan 3) respon peserta pada keterlaksanaan pelatihan keterampilan rias karakter 3 dimensi. Jenis penelitian ini adalah pre experimental dengan rancangan penelitian pre-test and post-test group design. Subyek penelitian dengan total populasi berjumlah 20 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, test dan angket. Analisis data digunakan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlaksanaan pelatihan diperoleh rata-rata keseluruhan 3,9 (sangat baik), keterampilan rias karakter 3 dimensi pada prestest rata-rata 4,2 (kurang), sedangkan hasil posttest rata-rata 7,6 (baik), sedangkan hasil uji-t berpasangan 37,027 taraf signifikasi 0,000<0,05. Hal ini membuktikan bahwa ada peningkatan yang signifikan antara sebelum dan sesudah diberikan pelatihan sebesaar 3,4. Serta respon peserta diperoleh rata-rata 100% dengan kriteria sangat baik. Dapat disimpulkan bahwa pelatihan rias karakter 3 dimensi dapat meningkatkan keterampilan para pemerhati seni di kecamatan kamal dan kota bangkalan madura. Kata Kunci: Pelatihan tata rias wajah karakter 3 dimensi, efek luka bakar derajat dua.
PENGARUH PENAMBAHAN EKSTRAK BUNGA KAMBOJA KUNING (Plumeria Alba) TERHADAP SIFAT FISIK DAN MASA SIMPAN SABUN MANDI CAIR WIJIARTI, RITA; SUHARTININGSIH
Jurnal Tata Rias Vol. 8 No. 1 (2019)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v8n1.26474

Abstract

Abstrak Sabun mandi cair adalah senyawa kalium dengan minyak nabati atau lemak hewani yang berbentuk cairan kental, digunakan sebagai pembersih dengan menambahkan zat pewangi dan bahan lainnya yang tidak membahayakan kesehatan kulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan ekstrak bunga kamboja kuning terhadap sifat fisik dan masa simpan sabun mandi cair. Jenis penelitian ini adalah eksperimen. Variabel bebas penelitian ini adalah penambahan ekstrak bunga kamboja kuning 2 gr, 4 gr dan 6 gr. Variabel terikat adalah sifat fisik yang meliputi aroma, warna, kekentalan, daya buih dan masa simpan sabun mandi cair. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi yang dilakukan oleh 30 orang panelis. Analisis data menggunakan analisis varian tunggal (one way anova) dan uji lanjut Duncan dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh penambahan ekstrak bunga kamboja kuning terhadap sifat fisik meliputi aroma, warna, kekentalan, dan daya buih pada sabun mandi cair. Adapun pengaruhnya yaitu X2 (4 gr) dan X3 (6 gr) sama-sama beraroma khas ekstrak bunga kamboja kuning, X3 (6 gr) lebih berwarna kuning tua, X2 (4 gr) lebih kental, dan X2 (4 gr) dan X3 (6 gr) sama-sama berbusa. Berdasarkan hasil uji mikrobiologi sabun mandi cair ekstrak bunga kamboja kuning dapat diketahui bahwa ketiga sampel sabun mandi cair memilki jumlah perkembangan bakteri dan jamur di bawah , sehingga ketiga sampel sabun mandi cair ekstrak bunga kamboja kuning sampai hari ke 7 masih dapat digunakan dan masih di bawah syarat mutu sabun mandi cair yang ditetapkan oleh Badan Standarisasi Nasional No. SNI 06-4085-1996.Kata kunci: Sabun mandi cair, Ekstrak bunga kamboja kuning, sifat fisik dan masa simpan sabun mandi cair. Abstract Liquid bath soap this is helping farmers with vegetable oils or animal fats in form of a magical liquid, used a cleanser with added substance and other ingredients are fragrances do not endanger the health skin. This research aims to know the influence of addition extract flowers cambodia yellow against the physical properties which include the aroma, color, viscosity, effervescence and scum liquid bath soap. The kind of research experiments. the free variables of this study is to extract the cambodian yellow flowers 2 gr, 4 gr and 6 gr. Bound variables are physical properties that include the aroma, color, viscosity, sum and effervescence liquid bath soap. Data collection using sheets of observations by 30 peoples. Data analysis use analysis varians single (one way anova) and advanced test duncan with the help of the program SPSS. The results showed that there was influence of addition extract flowers cambodia yellow against the physical properties include the aroma, color, viscosity, and scum liquid bath soap. as for his influence, namely X2 (4 gr) and X3 (6 gr) equally flavorful flower extract typical cambodian yellow, X3 (6 gr) more colorful dark yellow, X2 (4 gr) is thicker, and X2 (4 gr) and X3 (6 gr) were equally frothy. Based on the results of the microbiological testing of liquid bath soap flower extract cambodia yellow can note that a third of the sample liquid bath soap featuring a number of the development of bacteria and fungi on the bottom , so the third sample soap bath liquid floral extracts cambodia yellow until the 7th day can still be used and still under the terms of the quality of liquid bath soap set by national standardization agency no. sni 06-4085-1996. Keywords: Liquid Bath Soap, Flower Extracts cambodia yellow, Physical properties and save the liquid bath boap.
Pengaruh Penambahan Lidah Buaya (Aloe vera) Terhadap Sifat Fisik Shampo Anti Ketombe Berbahan Dasar Lerak (Sapindus rarak) RAHMAWATI, YULIANA; SUHARTININGSIH
Jurnal Tata Rias Vol. 8 No. 1 (2019)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v8n1.26965

Abstract

AbstrakSalah satu jenis shampo anti ketombe tradisional dapat dibuat dari buah lerak sebagai bahan dasar yang ditambah dengan lidah buaya sebagai anti ketombe. Lerak mengandung senyawa saponin yang bersifat sebagai surfaktan alami serta sebagai anti jamur dan anti mikroba sedangkan gel lidah buaya mengandung saponin, vitamin A,B, Asam amino dan Zn. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan lidah buaya terhadap sifat fisik shampo anti ketombe berbahan dasar lerak. Jenis penelitian ini adalah eksperimen, variabel bebas adalah jumlah lidah buaya dengan 9 variasi yaitu : X1(1ml), X2(2ml), X3(3ml), X4(4ml), X5(5ml), X6(6ml), X7(7ml), X8(8ml), X9(9ml). Variabel terikat berupa sifat fisik shampo anti ketombe yang meliputi aroma, warna, daya buih, kesukaan panelis, viskositas dan pH. Variabel kontrol yaitu ekstrak lerak 5 ml dan minyak kulit jeruk purut 0,2 ml pada setiap sampel. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi yang dilakukan oleh 30 panelis. Analisis data menggunakan SPSS anava tunggal dan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh penambahan lidah buaya terhadap seluruh sifat fisik shampo anti ketombe. Berdasarkan hasil uji anava tunggal terhadap aroma diperoleh nilai signifikan 0.000 sig<0,05, warna nilai signifikan 0.000 sig<0,05, daya buih shampo nilai signifikan 0.000 sig<0,05, tingkat kesukaan nilai signifikan 0.000 sig<0,05, pH shampo diperoleh nilai signifikan 0.000 sig<0,05. Adapun pengaruhnya pada produk X9 denga jumlah lidah buaya 9 ml merupakan produk shampo yang paling disukai panelis dengan kriteria shampo: tidak beraroma lerak dan lidah buaya, berwarna coklat muda, sangat berbuih, viskositas 2,21cp dengan nilai pH 5,01. Shampo Anti ketombe berbahan dasar lerak dengan kombinasi lidah buaya dapat diformulasikan sebagai sedian shampo yang telah memenui persyaratan uji sifat fisik dan sesuai dengan nilai pH shampo pada SNI yaitu pada rentang 5-9. Kata Kunci:Shampo Anti ketombe, Lerak, Lidah buaya, Sifat fisik shampo.AbstractOne type of traditional anti-dandruff shampoo can be made from sapindus rarak as a basic ingredient plus aloe vera for anti-dandruff. Sapindus rarak contains saponin compounds which are natural surfactants as well as anti-fungal and anti-microbial and aloe vera gel contains saponins, vitamins A, B, Amino acids and Zn. This research is experimental, the independent variables in this research are the sum of aloe vera with nine variations such as: X1 (1ml), X2 (2ml), X3 (3ml), X4 (4ml), X5 (5ml), X6 (6ml), X7 (7ml), X8 (8ml), X9 (9ml). The dependent variable is physical charakter of anti-dandruff shampoo which includes aroma, color, froth power, panelist fondnees, viscosity and pH. Control variables are 5 ml sapindus rarak extract and 0.2 ml kaffir lime oil in each sample. Data collection was carried by observation methods conducted by 30 panelists. Anayzing data use SPSS one way Anova and Duncan test. The results of research show that there was an effect of adding aloe vera to all the physical properties of anti-dandruff shampoo. Based on the results of one way Anova test on aroma obtained a significant ??of 0.000 sig <0.05, the color a significant of 0.000 sig <0.05, the shampoo froth power a significant of 0.000 sig <0.05, on the level of significant panelist preference of 0.000 sig <0.05, for the pH shampoo a significant of 0.000 sig <0.05. The effect on the X9 product with the amount of 9 ml of aloe vera is the most favorite product shampoo which panelists with the criteria: not flavorful of aloe vera and sapindus rarak, light brown colored, very foamy, viscosity 2.21cp with a pH of 5,01. Anti-dandruff shampoo made from sapindus rarak based with a combination of aloe vera can be formulated as a shampoos that have accepted the requirements for testing physical properties and in accordance with the pH value of shampoo on SNI, which is in the range 5-9.keyword: Anti-dundruff shampoo, Sapindus rarak, Aloe vera, Physical properties shampoo.
PENGARUH PROPORSI TEPUNG KETAN PUTIH (Oryza Sativa L. var Glutinosa) DAN TEPUNG PEPAYA (Carica Papaya) TERHADAP SIFAT FISIK MASKER WAJAH TRADISIONAL FAJAR SURYADI, ARFIANTI; SUHARTININGSIH
Jurnal Tata Rias Vol. 8 No. 2 (2019)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v8n2.28113

Abstract