Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search
Journal : Avatara

DAMPAK PEMBANGUNAN PASAR LAMONG RAYA MENJADI PASAR MODERN LAMONGAN DI KECAMATAN LAMONGAN TAHUN 2007-2017 SAPUTRI, DIAN; , SUMARNO
Avatara Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan Pasar Modern Lamongan tidak terlepas dengan keputusan Bupati mengenai pembangunan Plaza Lamongan. Keberadaan Pasar Modern Lamongan yang dibangun satu kompleks dengan Mall bertujuan agar posisi pasar tradisional lebih baik sehingga dapat mendukung ekonomi pro-rakyat. Pembangunan Plaza Lamongan dan Pasar Modern Lamongan di lahan Pasar Lamong Raya menimbulkan pro-kontra dari berbagai pihak. Namun perkembangannya beberapa tahun setelah diresmikan pada tahun 2009 kegiatan perekonomian dalam pasar mengalami penurunan. Hal yang menarik untuk diteliti dari pembangunan ini yaitu (1) Bagaimana konsep pembangunan Pasar Modern Lamongan? (2) Mengapa terjadi penurunan aktivitas di Pasar Modern Lamongan? (3) Bagaimana dampak pembangunan pasar Modern Lamongan terhadap kehidupan pedagang dan masyarakat sekitar?. Adapun hasil dari penelitian ini adalah Pembangunan pasar yang merupakan usaha pemerintah untuk memperbaiki perekonomian masyarakat ternyata tidak dapat berjalan dengan seharusnya. Konsep yang menggabungkan perpaduan harnomis antara pasar tradisional dan mall juga belum dikatakan berhasil. Perbedaan jam operasional antara Pasar Lamong Raya yang buka selama 24 jam dan Pasar Modern Lamongan yang buka mulai pukul 05.00-21.00WIB sangat mempengaruhi hal-hal terkait lainnya seperti sepinya pengunjung, beralihnya pegadang eceran, tukang sayur dll kepasar lain. Munculnya perubahan perekonomian dan perubahan sosial dalam lingkungan masyarakat menjadi faktor lain yang menyebabkan penurunan aktivitas di Pasar Modern Lamongan. Dampak pembangunan ini paling besar dirasakan oleh para pedagang terbih lagi dalam perkembangannya sepinya pasar semakin terlihat, hal ini menyebabkan menurunya jumlah pedagang setiap tahunnya.Kata Kunci : Dampak, Pasar Tradisional, Pasar Lamong Raya, Pasar Modern Lamongan
SUTAN SJAHRIR, SOSIALISME, DAN PERJUANGAN KEMERDEKAAN INDONESIA TAHUN 1927-1962 SETIAWAN, HANIF; , SUMARNO
Avatara Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sutan Sjahrir merupakan salah satu tokoh pemegang peranan penting dalam proses berdirinya Republik Indonesia. Sebagai Perdana Menteri pertama RI, Sjahrir lah yang pertama kali menegakkan politik Luar Negeri yang Bebas dan Aktif.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan riwayat hidup Sutan Sjahrir serta menganalisa pemikiran Sjahrir terutama mengenai Sosialisme Kerakyatan. Maka dirumuskanlah permasalahan sebagai berikut, pertama mengenai latar belakang, riwayat hidup dan pemikiran sosialisme kerakyatan Sutan Sjahrir. Kedua, perjuangan Sutan Sjahrir dalam memerdekakan Indonesia. Ketiga, perjuangan serta kegiatan Sjahrir setelah tidak menjabat dalam pemerintahan. Ada pun tahapan yang digunakan dalam merekonstruksi sejarah ini, yaitu heuristik, kritik, interprestasi, dan historiografi.Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa Sutan Sjahrir adalah seorang negarawan yang segala tindakan, strategi, dan juga pengetahuannya adalah untuk kemajuan serta kemerdekaan rakyat Indonesia dalam jangka panjang. Ia memiliki cara pandang yang melampaui zamannya pada masa itu. Ketika nasionalisme menjadi pegangan garis perjuangan, Sjahrir menekankan bahwa tanpa demokrasi, nasionalisme bisa bersekutu dengan feodalisme. Menurutnya, humanisme jauh lebih penting dari segala-galanya, karena jika tanpanya, maka yang terjadi hanyalah sebatas memerdekakan dan mensejahterakan diri sendiri.Kata Kunci : Sjahrir, Sosialisme, Kemerdekaan
SUTAN SJAHRIR, SOSIALISME, DAN PERJUANGAN KEMERDEKAAN INDONESIA TAHUN 1927-1962 SETIAWAN, HANIF; , SUMARNO
Avatara Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sutan Sjahrir merupakan salah satu tokoh pemegang peranan penting dalam proses berdirinya Republik Indonesia. Sebagai Perdana Menteri pertama RI, Sjahrir lah yang pertama kali menegakkan politik Luar Negeri yang Bebas dan Aktif.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan riwayat hidup Sutan Sjahrir serta menganalisa pemikiran Sjahrir terutama mengenai Sosialisme Kerakyatan. Maka dirumuskanlah permasalahan sebagai berikut, pertama mengenai latar belakang, riwayat hidup dan pemikiran sosialisme kerakyatan Sutan Sjahrir. Kedua, perjuangan Sutan Sjahrir dalam memerdekakan Indonesia. Ketiga, perjuangan serta kegiatan Sjahrir setelah tidak menjabat dalam pemerintahan. Ada pun tahapan yang digunakan dalam merekonstruksi sejarah ini, yaitu heuristik, kritik, interprestasi, dan historiografi.Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa Sutan Sjahrir adalah seorang negarawan yang segala tindakan, strategi, dan juga pengetahuannya adalah untuk kemajuan serta kemerdekaan rakyat Indonesia dalam jangka panjang. Ia memiliki cara pandang yang melampaui zamannya pada masa itu. Ketika nasionalisme menjadi pegangan garis perjuangan, Sjahrir menekankan bahwa tanpa demokrasi, nasionalisme bisa bersekutu dengan feodalisme. Menurutnya, humanisme jauh lebih penting dari segala-galanya, karena jika tanpanya, maka yang terjadi hanyalah sebatas memerdekakan dan mensejahterakan diri sendiri.Kata Kunci : Sjahrir, Sosialisme, Kemerdekaan
SUTAN SJAHRIR, SOSIALISME, DAN PERJUANGAN KEMERDEKAAN INDONESIA TAHUN 1927-1962 SETIAWAN, HANIF; , SUMARNO
Avatara Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sutan Sjahrir merupakan salah satu tokoh pemegang peranan penting dalam proses berdirinya Republik Indonesia. Sebagai Perdana Menteri pertama RI, Sjahrir lah yang pertama kali menegakkan politik Luar Negeri yang Bebas dan Aktif.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan riwayat hidup Sutan Sjahrir serta menganalisa pemikiran Sjahrir terutama mengenai Sosialisme Kerakyatan. Maka dirumuskanlah permasalahan sebagai berikut, pertama mengenai latar belakang, riwayat hidup dan pemikiran sosialisme kerakyatan Sutan Sjahrir. Kedua, perjuangan Sutan Sjahrir dalam memerdekakan Indonesia. Ketiga, perjuangan serta kegiatan Sjahrir setelah tidak menjabat dalam pemerintahan. Ada pun tahapan yang digunakan dalam merekonstruksi sejarah ini, yaitu heuristik, kritik, interprestasi, dan historiografi.Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa Sutan Sjahrir adalah seorang negarawan yang segala tindakan, strategi, dan juga pengetahuannya adalah untuk kemajuan serta kemerdekaan rakyat Indonesia dalam jangka panjang. Ia memiliki cara pandang yang melampaui zamannya pada masa itu. Ketika nasionalisme menjadi pegangan garis perjuangan, Sjahrir menekankan bahwa tanpa demokrasi, nasionalisme bisa bersekutu dengan feodalisme. Menurutnya, humanisme jauh lebih penting dari segala-galanya, karena jika tanpanya, maka yang terjadi hanyalah sebatas memerdekakan dan mensejahterakan diri sendiri.Kata Kunci : Sjahrir, Sosialisme, Kemerdekaan
SUTAN SJAHRIR, SOSIALISME, DAN PERJUANGAN KEMERDEKAAN INDONESIA TAHUN 1927-1962 SETIAWAN, HANIF; , SUMARNO
Avatara Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sutan Sjahrir merupakan salah satu tokoh pemegang peranan penting dalam proses berdirinya Republik Indonesia. Sebagai Perdana Menteri pertama RI, Sjahrir lah yang pertama kali menegakkan politik Luar Negeri yang Bebas dan Aktif.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan riwayat hidup Sutan Sjahrir serta menganalisa pemikiran Sjahrir terutama mengenai Sosialisme Kerakyatan. Maka dirumuskanlah permasalahan sebagai berikut, pertama mengenai latar belakang, riwayat hidup dan pemikiran sosialisme kerakyatan Sutan Sjahrir. Kedua, perjuangan Sutan Sjahrir dalam memerdekakan Indonesia. Ketiga, perjuangan serta kegiatan Sjahrir setelah tidak menjabat dalam pemerintahan. Ada pun tahapan yang digunakan dalam merekonstruksi sejarah ini, yaitu heuristik, kritik, interprestasi, dan historiografi.Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa Sutan Sjahrir adalah seorang negarawan yang segala tindakan, strategi, dan juga pengetahuannya adalah untuk kemajuan serta kemerdekaan rakyat Indonesia dalam jangka panjang. Ia memiliki cara pandang yang melampaui zamannya pada masa itu. Ketika nasionalisme menjadi pegangan garis perjuangan, Sjahrir menekankan bahwa tanpa demokrasi, nasionalisme bisa bersekutu dengan feodalisme. Menurutnya, humanisme jauh lebih penting dari segala-galanya, karena jika tanpanya, maka yang terjadi hanyalah sebatas memerdekakan dan mensejahterakan diri sendiri.Kata Kunci : Sjahrir, Sosialisme, Kemerdekaan
EKSISTENSI INDUSTRI SOUVENIR KERIS DI DESA AENG TONG-TONG KECAMATAN SERONGGI KABUPATEN SUMENEP TAHUN 1970 – 1987 IVAN NUR YASIN, MOH.; , SUMARNO
Avatara Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri souvenir keris di Desa Aeng Tong-tong merupakan salah wujud perkembangan budaya yang muncul untuk mengatasi pergeseran fungsi dan makna keberadaan keris di masyarakat. Terdapat 2 penyebab dari masalah ini yang pertama adalah masuknya budaya yang dibawa bangsa asing dan kedua ketidakpedulian pemerintah yang mengikuti perkembangan modernisasi penelitian ini menjadi penting karena menghadirkan informasi sebagai bentuk solusi untuk mempertahankan keberadaan budaya keris dan mengetahui dampak yang akan ditimbulkan. Pada penelitian ini terdapat 3 rumusan masalah yang pertama mengenai latar belakang industri souvenir keris, kedua Perkembangan industri souvenir keris dan ketiga eksisnya kerajinan souvenir keris. Penelitian ini bertujuan untuk menghadirkan fakta yang sesuai guna mendapatkan solusi yang tepat menggunakan 4 metode yaitu heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi. Industri souvenir keris dimulai pada tahun 1970-1971 oleh Mpu Murka? dan pengrajin lainnya berhasil memajukan keberadaan industri souvenir keris, tahun pada tahun 1973-1976 terjadi revitalisasi. tahun 1977 datang pemerhati keris nasional bernama Bambang Hasrinuksmo souvenir keris, pada tahun 1983-1987 Desa Aeng Tong-tong ditinggalkan Bambang Hasrinuksmo perkembangan dilanjutkan oleh Jaknal dan Hosni.Kata Kunci: industri, budaya, souvenir dan keris.
KEPURBAKALAAN MAKAM RAJA – RAJA ISLAM DI AROSBAYA, BANGKALAN MADURA GAGAH PRAMA WIBAWA, MAS; , SUMARNO
Avatara Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakArosbaya sebagai sebuah tempat yang sakral dan bersejarah dalam perjalanan bangsa Indonesia. Sebuah daerah yang terletak di Kabupaten Bangkalan, Madura memiliki komplek pemakaman raja ? raja pada masa Islam. Kompleks pemakaman terebut terdiri atas tiga lokasi dan memiliki warisan budaya dari zaman Pra Sejarah, Hindu ? Budhha dan Islam. Dahulu Arosbaya sebagai pusat kerajaan di Madura Barat dibuktikan dengan keberadaan Makam Ki Demung Plakaran, Komplek Makam Agung dan Pasarean Aer Mata Ebu. Terkait dengan hal tersebut maka peneliti merumuskan masalah sebagai berikut: 1.Mengapa Islam Berkembang di Bangkalan pada Abad 15 ? 17 Masehi ? 2.Bagaimana Unsur ? Unsur Kepurbakaalan pada Makam Kepurbakalaan Makam Raja ? Raja Islam di Arosbaya, Bangkalan, Madura? 3. Bagaimana Fungsi dan Nilai Kepurbakalaan Makam Kepurbakalaan Makam Raja ? Raja Islam di Arosbaya, Bangkalan, MaduraMetode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelusuran sumber (Heuristik), kemudian sumber sejarah yang terkumpul dilakukan kritik dan disesuaikan dengan fakta dilokasi, setelah melalui kritik sumber proses selanjutnya yaitu menyusun fakta ? fakta temuan tersebut secara kronologis (Interpretasi), setelah tersusun metode terakhir dapat dilakukan yaitu historiografi dalam sebuah tulisan sejarah.Keterpaduan hasil pengaruh Pra Akrasa, Hindu dan Islam ini terlihat dari bentuk dan susunan makam yang ditemui dilokasi pemakaman. Pada komplek Makam Agung yang merupakan makam para Raja ? Raja Madura Barat memiliki kekhasan sendiri, yaitu bentuk makam seperti candi hindu yang tersusun meninggi seperti punden berundak. Selanjutnya, pada makam Aer Mata Ebu yang merupakan makam para raja keturunan dari makam Agung memiliki bentuk tersendiri. Bentuk makam pada komplek makam Aer Mata Ebu berbentuk punden berundak dan tersusun lima cungkup. Susunan Komplek makam Aer Mata Ebu ini seperti komposisi kraton pada sebuah kerajaan, yaitu tempat yang suci berada dibelakang dan tertinggi. Antara tangga menuju makam dan komplek makam utama terdapat dua pintu masuk dan paseban kecil sebagai tempat untuk menunggu ketika menghadap raja.Kajian Komplek Makam Raja ? Raja Islam Arosbaya Bangkalan dalam pembelajaran dapat dilakukan dalam bahasan sejarah lokal sebagai peningkatan kepemahaman siswa terhadap sejarah Bangkalan. Melalui pemahaman sejarah lokal dapat mempengaruhi etika dan perilaku siswa dalam berkehidupan. Namun, dalam pelaksanaannya kajian sejarah lokal dalam pedidikan formal sagat sulit dilakukan karena kekurangan sarana dan refrensi dalam pengetahuan sejarah Bangkalan.Kata Kunci : Kepurbakalaan, Makam, Raja ? Raja Islam, Bangkalan.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENDIDIKAN DI KABUPATEN GRESIK PADA MASA PEMERINTAHAN BUPATI KH. ROBBACH MA’SUM TAHUN 2000-2010 JANNAH, MIFTAKUL; , SUMARNO
Avatara Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKabupaten Gresik memprioritaskan bidang pendidikan dalam kebijakan pembagunan. Pendidikan menjadi hal yang penting dalam kehidupan untuk mendapatkan ilmu dalam pembagunan. Kemajuan pembagunan disebabkan oleh sumber daya manusia yang berkualitas dan terdidik. Sesuai dengan pasal 31 UUD 45 semua warga negara Indonesia berhak mendapatkan pendidikan. Hal itu didukung oleh Undang-Undang No. 23 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional yang berfungsi untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk karakter serta peradapan bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan bangsa. Persoalan yang dihadapi Kabupaten Gresik sebelum KH. Robbach Ma?sum sudah banyak melakukan pembagunan sarana dan prasarana tetapi jumlah pembagunan pendidikan luar sekolah masih kurang, masih rendahnya sumber daya manusia masyarakat Gresik, alokasi anggaran dana yang kurang untuk menunjang pendidikan, penepatan stakeholder yang kurang tepat untuk pengelolaan pendidikan dan kesejahteraan guru yang kurang mendapatkan perhatian.Permasalahan penelitian ini yaitu 1.Megapa pendidikan dijadikan skala prioritas dalam pembagunan kebijakan pada masa Bupati KH. Robbach Ma?sum? 2. Bagaimana implementasi kebijakan pendidikan pada masa Bupati KH. Robbach Ma?sum? 3. Bagaimana dampak dari implementasi kebijakan pendidikan di Kabupaten Gresik pada masa Bupati KH. Robbach Ma?sum? Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang meliputi (1) Heuristik, mencari sumber sejarah sesuai topik yang akan diteliti, (2) Kritik, menganalisis sumber untuk mencari fakta sejarah (3) Interpretasi, menganalisis sumber yang sudah dikritik kemudian di interpretasi sesuai dengan tema penelitian (4) Historiografi, penulisan sumber yang terbentuk rekonstruksi peristiwa sejarah.Hasil dari penelitian ini dapat diperoleh kesimpulan Berbagai persoalan pendidikan di Kabupaten Gresik yang dilakukan KH. Robbach Ma?sum berlatar belakang pendidikan sebagai hal yang penting dalam kehidupan manusia dan bertujuan meningkatkan SDM masyarakat Gresik. KH Robbach Ma?sum sebagai bupati mengalokasikan anggaran dana sebesar 30% dari total APBD Kabupaten Gresik sebesar 480 Milyar untuk menunjang pelaksanaan kebijakan pendidikan. Berhasil mendapatkan penghargaan internasional dari Kerajaan Brunai atas kepedulian bupati dalam pembagunan bidang pendidikan.KH. Robbach Ma?sum berhasil menuntaskan buta aksara pada tingkat dasar tahun 2004 dan tingkat lanjut tahun 2009 melalui program percepatan pemberantasan buta aksara. Adanya peningkatan jumlah lembaga pendidikan luar sekolah menjadi 147 lembaga tahun 2010.Kesejahteraan guru meningkatdengan pemberian intensif dan kenaikan pangkat bersama 1.072 PNS.Keberhasilan dalam bidang lainya yaitu mendapatkan penghargaan dari kemenang atas keberhasilan dalam pembagunan lembaga pendidikan agama islam.Dampak bagi pemerintah Adanya penghargaan yang berhasil diperoleh memberikan pengaruh yang positif dan secara tidak langsung menunjukkan pemerintah gresik dalam berhasil dalam membangun bidang pendidikan. Pemerintah Gresik juga membantu menyukseskan program nasional pemerintahan pusat.Sedangkan dampak bagi kehidupan masyarakat pada aspek sosial yaitu adanya peningkatan pada persentase melek huruf tahun 2006 berjumlah 48% menjadi 65% pada tahun 2010. Pada bidang ekonomi juga adanya peningkatan dilihat dari peningkatan pada pendapatan perkapita. Respon masyarakat Gresik untuk kebijakan pendidikan juga bersifat positif dilihat dari pemerataan dan layanan pendidikan yang cukup baik dan adanya pembebasan biaya SPP untuk SD pada tahun 2010. Berbagai keberhasilan dalam bidang pendidikan yang diperoleh Kabupaten Gresik tidak pernah lepas dari peran Bupati KH.Robbach Ma?sum dengan dukungan kerjasama dari Dinas Pendidikan dan masyarakat Gresik.Kata Kunci: Kebijakan, KH. Robbach Ma?sum, Kabupaten Gresik
PERKEMBANGAN TASAWUF SHOLAWAT WAHIDIYAH DI PONDOK PESANTREN AT-TAHDZIB JOMBANG TAHUN 1993-2001 AYU MAGFIROH, DIAH; , SUMARNO
Avatara Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wahidiyah merupakan ajaran yang mengatasnamakan gerakan tasawuf yang lahir dan berkembang di Indonesia. Hal pokok ajarannya terdiri dari sholawat wahidiyah dan ajaran wahidiyah. Kedua hal pokok tersebut merupakan perangkat praktis (amalan) yang disusun oleh Muallif K.H Abdoel Madjid Ma?ruf. Wahidiyah menghendaki terwujudnya persaudaraan, akan tetapi realita yang terjadi wahidiyah terpecah organisasinya menjadi tiga organisasi. Berdirinya organisasi baru yang mengatasnamakan wahidiyah menimbulkan ketidakharmonisan diantara ketiganya. Berbagai penghasutan dan fitnah yang diterima organisasi Penyiar Sholawat Wahidiyah (PSW) mengakibatkan kegiatan-kegiatan organisasi terhambat. Salah satunya PSW tidak dapat menyelenggarakan mujahadah kubro wahidiyah di Kedunglo Kediri, namun tidak lama kemudian PSW mampu menyelenggarakan kembali mujahadah kubro di pondok pesantren At-Tahdzib Jombang.Hasil dari penelitian ini menunjukkan sholawat wahidiyah merupakan suatu amalan yang diamalkan dengan ber-mujahadah. Bermacam-macam mujahadah yang ada di wahidiyah, salah satunya yakni mujahadah kubro wahidiyah yang dilaksanakan 2 kali dalam setahun pada bulan Muharram dan Rojab. Perjalanan panjang yang dialami organisasi Penyiar Sholawat Wahidiyah (PSW) pusat untuk menyelenggarakan mujahadah kubro wahidiyah tidak berjalan dengan baik. Pada tahun 1993 pelaksanaan mujahadah kubro wahidiyah berpindah dari Kedunglo Kediri ke Pondok Pesantren At-Tahdzib Jombang. Hal ini dikarena konflik internal yang terjadi di dalam tubuh organisasi Penyiar Sholawat Wahidiyah (PSW) Pusat. Sebagai gerakan tasawuf, konsep ajaran wahidiyah mencakup Lillah-Billah, Lirrosul-Birrosul, Lilghouts-Bilghouts, Yukti Kulla Dzii Haqqin Haqqoh, Dan Taqdiimul Aham Fal Aham Tsummal Anfa? Fal Anfa?. Seluruh konsep ajaran ini memberikan pengaruh positif yang sangat besar bagi orang-orang yang mengamalkannya, diantaranya dari segi batiniyah timbul kesadaran di dalam hatinya untuk kembali kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW serta dari segi lahiriyah timbul kesadaran untuk berhubungan baik dengan sesama manusia, seperti mencakup perilaku ramah tamah, sopan santun, saling menghormati, tawadhu?, suka dan saling menolong, jujur dan dapat dipercaya, berbaik sangka, saling menyayangi, dan lain sebagainya.
KEBIJAKAN JILBAB DI SMA PADA MASA DAOED JOESOEF (PENERAPAN DI SURABAYA TAHUN 1982-1991) RAMADHANI, SALSABILA; , SUMARNO
Avatara Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jilbab merupakan busana muslimah yang longgar yang menutupi tubuh wanita kecuali wajah dan telapak tangan sampai pergelangan. Secara umum jilbab adalah penutup tubuh wanita, khususnya rambut, telinga dan leher. Dari perspektif sosial-politik, jilbab menjadi issu politik terutama bagi pengamat politik islamisasi di Indonesia. Hal inilah yang membuat penulis mengambil penelitian terkait Kebijakan Jilbab Di SMA Pada Masa Daoed Joesof (penerapan Di Surabaya Tahun 1982-1991). Penelitian ini mengambil rumusan masalah yaitu tentang 1) Mengapa larangan jilbab itu muncul, 2) Bagaimana aturan larangan jilbab sekolah Negeri dan 3) Bagaimana dampak dari adanya aturan larangan berjilbab di sekolah. Dengan bertujuan menganalisis jalannya peristiwa pelarangan jilbab di sekolah negeri menurut ketetapan dari Daoed Joesoef dari awal munculnya jilbab hingga adanya Kemindukbud merevisi tentang surat keputusan tahun 1991. Skripsi ini menggunakan metode penelitian sejarah yaitu: 1) Heuristik melalui observasi, wawancara dan studi kepustakaan; 2) Kritik Sumber; 3) Intepretasi; 4) Historiografi.Berdasarkan hasil penelitian Kebijakan yang mengacu pada aturan pakaian seragam sekolah yang memiliki ciri khas yang berbeda-beda yaitu sekolah umum dengan seokolah madrasah yang kemudian menimbulkan salah satu bentuk dari reaksi kalangan muda ini munculnya semangat berjilbab di sekolah-sekolah akibat adanya pelarangan jilbab akibat dari adanya komunitas yang di adakan di sekolah seperti organisa Mental Training. Keberhasilan perjuangan mereka ditandai dengan terbitnya SK 100/C/Kep/D/91 yang memperbolehkan penggunaan jilbab di lingkungan sekolah. Hasil penulisan menunjukan bahwa dengan keluarnya SK 1991 Pemerintah Masa Orde Baru memiliki tujuan yaitu menumbuhkan rasa persamaan berdasarkan asas persatuan Indonesia dengan adanya penyeragaman seragam sekolah ini bisa memperkecil, bahkan dapat menghilangkan perbedaan berdasarkan suku, agama, ras, dan golongan.Kata Kunci: Jilbab, Kebijakan, Sikap.