Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search
Journal : Avatara

TRADISI KEMANTEN SUNAT DESA LUMPUR KABUPATEN GRESIK 1960-2005 PUTRI DANA ISWARA, LARAS; , SUMARNO
Avatara Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tradition is a legacy from ancestors that is still preserved by future generations. Traditions carried out by somepeople have certain meanings and values. The values contained in the impementation of tradiions have messages or advicefor the people who run them. This research is included in qualitative research because it describes how the tradition ofKemanten Sunat in Lumpur village, Gresik and what are the factors causing alack of interest in the community to knowhow to implement and what causes reduced interest in the tradition of Kemanten Sunat using the method of interviewingtraditional practitioners, wuthnesses and society around as wellas documentation ocomplete the interview.Kata Kunci: Tradisional, Kemanten Sunat, Desa Lumpur
TRANSPORTASI ANGKUTAN UMUM PERDESAAN DIKABUPATEN JOMBANG TAHUN 1997-2017 NUR PUTRIATI, TRI; , SUMARNO
Avatara Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Jombang, angkutan umum perdesaan salah satu transportasi umum yang dapat digunakan oleh masyarakat untuk mencapai tempat tujuan yang diinginkan. Kabupaten Jombang terdiri dari 21 kecamatan, dengan 302 desa dan 4 kelurahan. Angkutan desa di Jombang pernah menjadi primadona pada tahun 1990 namun sekarang sejak tahun 2000 angkutan perdesaan di kabupaten Jombang semakin berkurang. Kemerosotan angkutan umum perdesaan di kabupaten Jombang dikarenakan banyaknya kendaraan pribadi dan saingan transportasi umum lainnya di kabupaten Jombang. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu : (1) Bagaimana kebijakan transportasi angkutan umum perdesaan di kabupaten Jombang tahun 1997-2017? (2) Bagaimana manajemen pengelolaan transportasi angkutan umum perdesaan di kabupaten Jombang tahun 1997-2017? (3) Bagaimana dampak penurunan transportasi angkutan umum perdesaan terhadap pemilik dan pengoperasi transportasi angkutan umum perdesaan di kabupaten Jombang?. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan transportasi angkutan umum perdesaan di kabupaten Jombang tahun 1997-2017 ada Kebijakan Nasional tentang transportasi angkutan umum perdesaan antara lain Undang-Undang No. 14 tahun 1992 digantikan Undang-Undang No.22 tahun 2009 tentang lalulintas dan angkutan jalan sebagai acuan membuat kebijakan Pemerintah Kabupaten Jombang. Angkutan umum perdesaan dikabupaten jombang dioperasikan sesuai dengan rute trayek yang telah ditentukan dalam peraturan bupati No.57 tahun 2009 tentang jaringan trayek angkutan umum perdesaan dikabupaten Jombang. Tarif yang ditarik dari penumpang sesuai dengan peraturan bupati No.12 tahun 2015 tentang tarif dasar angkutan umum perdesaan di kabupaten Jombang. kehidupan pemilik dan pengoperasi transportasi angkutan umum perdesaan jauh dari kecukupan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kata Kunci : Angkutan Umum Perdesaan, Kabupaten Jombang, Tahun 1997-2017
STRATEGI POLITIK ARYA WIRARAJA DALAM PEMERINTAHAN KERAJAAN LAMAJANG TIGANG JURU TAHUN 1295 – 1316 MASEHI AGUSTRI AYU, WULAN; , SUMARNO
Avatara Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Historiografi kerajaan Lamajang Tigang Juru utamanya pada masa pemerintahan Arya Wiraraja yang sangat terbatas. Padahal sosok tokoh Arya Wiraraja sangatlah penting dalam berbagai kejadian besar yang terjadi diakhir abad ke-12 Masehi. Kerajaan Lamajang Tigang Juru sendiri menjadi bahan kajian yang sangat menarik karena kerajaan ini merupakan kerajaan dengan tipikal ibukota yang mirip dengan ibukota kerajaan Majapahit. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah. Arya Wiraraja mendapatkan tanah yang dijanjikan di kawasan Lamajang Tigang Juru sebagai hasil dari membantu Raden Wijaya dalam meruntuhkan kekuasaan Raja Jayakatwang dengan memanfaatkan kedatangan Pasukan Tar Tar. Pergolakan politik yang terjadi dalam waktu yang berdekatan memicu ketidakstabilan hubungan antarkerajaan. Berdasarkan pengetahuannya tentang situasi politik pada waktu itu, Arya Wiraraja mengembangkan pembangunan di wilayah Kerajaan Lamajang Tigang Juru dengan mengutamakan pertahanan militer di kawasan ibukota kerajaan. Selain pertahanan militer, Arya Wiraraja juga sudah mengembangkan desa ? desa tepian sungai yang dapat langsung terhubung dengan pelabuhan ? pelabuhan yang termasuk dalam kawasan Lamajang Tigang Juru. Kemudahan akses ini menjadikan Kerajaan Lamajang Tigang Juru semakin banyak dikunjungi, utamanya dengan keberadaan Gunung Semeru sebagai tujuan ziarah. Kata Kunci : Lamajang Tigang Juru, Majapahit, Arya Wiraraja, Raden Wijaya
STRATEGI POLITIK ARYA WIRARAJA DALAM PEMERINTAHAN KERAJAAN LAMAJANG TIGANG JURU TAHUN 1295 – 1316 MASEHI AGUSTRI AYU, WULAN; , SUMARNO
Avatara Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Historiografi kerajaan Lamajang Tigang Juru utamanya pada masa pemerintahan Arya Wiraraja yang sangat terbatas. Padahal sosok tokoh Arya Wiraraja sangatlah penting dalam berbagai kejadian besar yang terjadi diakhir abad ke-12 Masehi. Kerajaan Lamajang Tigang Juru sendiri menjadi bahan kajian yang sangat menarik karena kerajaan ini merupakan kerajaan dengan tipikal ibukota yang mirip dengan ibukota kerajaan Majapahit. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah. Arya Wiraraja mendapatkan tanah yang dijanjikan di kawasan Lamajang Tigang Juru sebagai hasil dari membantu Raden Wijaya dalam meruntuhkan kekuasaan Raja Jayakatwang dengan memanfaatkan kedatangan Pasukan Tar Tar. Pergolakan politik yang terjadi dalam waktu yang berdekatan memicu ketidakstabilan hubungan antarkerajaan. Berdasarkan pengetahuannya tentang situasi politik pada waktu itu, Arya Wiraraja mengembangkan pembangunan di wilayah Kerajaan Lamajang Tigang Juru dengan mengutamakan pertahanan militer di kawasan ibukota kerajaan. Selain pertahanan militer, Arya Wiraraja juga sudah mengembangkan desa ? desa tepian sungai yang dapat langsung terhubung dengan pelabuhan ? pelabuhan yang termasuk dalam kawasan Lamajang Tigang Juru. Kemudahan akses ini menjadikan Kerajaan Lamajang Tigang Juru semakin banyak dikunjungi, utamanya dengan keberadaan Gunung Semeru sebagai tujuan ziarah. Kata Kunci : Lamajang Tigang Juru, Majapahit, Arya Wiraraja, Raden Wijaya
STRATEGI POLITIK ARYA WIRARAJA DALAM PEMERINTAHAN KERAJAAN LAMAJANG TIGANG JURU TAHUN 1295 – 1316 MASEHI AGUSTRI AYU, WULAN; , SUMARNO
Avatara Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Historiografi kerajaan Lamajang Tigang Juru utamanya pada masa pemerintahan Arya Wiraraja yang sangat terbatas. Padahal sosok tokoh Arya Wiraraja sangatlah penting dalam berbagai kejadian besar yang terjadi diakhir abad ke-12 Masehi. Kerajaan Lamajang Tigang Juru sendiri menjadi bahan kajian yang sangat menarik karena kerajaan ini merupakan kerajaan dengan tipikal ibukota yang mirip dengan ibukota kerajaan Majapahit. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah. Arya Wiraraja mendapatkan tanah yang dijanjikan di kawasan Lamajang Tigang Juru sebagai hasil dari membantu Raden Wijaya dalam meruntuhkan kekuasaan Raja Jayakatwang dengan memanfaatkan kedatangan Pasukan Tar Tar. Pergolakan politik yang terjadi dalam waktu yang berdekatan memicu ketidakstabilan hubungan antarkerajaan. Berdasarkan pengetahuannya tentang situasi politik pada waktu itu, Arya Wiraraja mengembangkan pembangunan di wilayah Kerajaan Lamajang Tigang Juru dengan mengutamakan pertahanan militer di kawasan ibukota kerajaan. Selain pertahanan militer, Arya Wiraraja juga sudah mengembangkan desa ? desa tepian sungai yang dapat langsung terhubung dengan pelabuhan ? pelabuhan yang termasuk dalam kawasan Lamajang Tigang Juru. Kemudahan akses ini menjadikan Kerajaan Lamajang Tigang Juru semakin banyak dikunjungi, utamanya dengan keberadaan Gunung Semeru sebagai tujuan ziarah. Kata Kunci : Lamajang Tigang Juru, Majapahit, Arya Wiraraja, Raden Wijaya
TRANSFORMASI SISTEM PENDIDIKAN SALAFIYAH MENJADI SISTEM KHALAFIYAH DI PONDOK PESANTREN AN-NUR BULULAWANG MALANG TAHUN 1968-1973 RAVANA PUTRI, RISKA; , SUMARNO
Avatara Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebijakan pemerintah pasca kemerdekaan atas penerapan pendidikan nasional mengharuskan pondok pesantren beradaptasi dengan sistem modern agar dapat bertahan menghadapi tantangan zaman. Transformasi sistem pendidikan tradisional menjadi modern dialami salah satunya oleh lembaga pendidikan Pondok Pesantren An-Nur Bululawang. Perubahan sistem pendidikan tersebut ditandai dengan berdirinya Madrasah Tsanawiyah Agama Islam An-Nur pada tahun 1968. Kehadiran Madrasah Tsanawiyah An-Nur menjadi Madrasah Tsanawiyah pertama kali di Kabupaten Malang. Tentunya hal ini memberi corak keunikan sebagai dismilaritas pondok pesantren di wilayah Kabupaten Malang karena pada waktu itu hanya pondok pesantren An-Nur yang mempunyai sekolah umum.Berkaitan dengan pemaparan di atas peneliti mengangkat rumusan masalah sebagai berikut: pertama, Mengapa Pondok Pesantren An-Nur sebagai pesantren Salafiyah berubah menjadi Khalafiyah?, kedua, Bagaimana penerapan sistem khalafiyah di lembaga pendidikan Pondok Pesantren An-Nur Bululawang?, dan ketiga, Bagaimana perkembangan setelah dilakukannya perubahan sistem pendidikan di Pondok Pesantren An-Nur Bululawang?. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu menggunakan metode penelusuran pustaka dan wawancara. Adapun tahapan yang dilaksanakan ketika penelitian sejarah yaitu: 1. Heuristik (mengumpulkan sumber) sumber utama berupa wawancara dan dokumen arsip pondok pesantren, sumber pendukung berupa buku, jurnal dan penelitian terdahulu, 2. Kritik (menguji sumber), 3. Interpretasi (penafsiran fakta-fakta sejarah secara kronologi) dalam tahap ini peneliti melakukan analisis dan sintesa terhadap sumber yang telah didapat pada tahap sebelumnya untuk mendapatkan gambaran fakta sejarah, 4. Historiografi (penulisan).Melalui penelitian ini dapat diketahui Pondok Pesantren An-Nur Bululawang mengalami perubahan dan perkembangan yang cukup signifikan. Perubahan terjadi pada sistem pendidikan dari sistem Salaf (Tradisional) yang menerapkan metode sorogan dan bandongan, kemudian lambat laun berubah menggunakan sistem Khalaf (Modern) yang menerapkan sistem madrasah. Pondok Pesantren An-Nur memutuskan mulai menerapkan sistem madrasah didasari oleh keinginan pengasuh untuk mengembangkan pondok pesantren dengan mengikuti perkembangan kebutuhan masyarakat di bidang pendidikan. Penerapan sistem madrasah pada Pondok Pesantren An-Nur Bululawang yaitu menggunakan dua jenis model madrasah diantaranya ialah madrasah diniyah dan madrasah non diniyah. Awal pendirian lembaga pendidikan formal madrasah non diniyah terjadi pada tahun 1968 ditandai oleh berdirinya sekolah umum dibawah Departemen Agama. Pendirian sekolah umum terus berlanjut hingga tahun 1973 Pondok Pesantren An-Nur berhasil membangun empat lembaga pendidikan formal yang berdampak pada perkembangan pondok pesantren diantaranya meliputi kelengkapan fasilitas para santri, eksistensi pondok pesantren, kenaikan jumlah santri, hingga penghargaan yang diberikan oleh pemerintah sebagai sekolah percontohan dalam megelola sekolah agama di Kabupaten Malang.Kata Kunci: Transformasi, Salafiyah, Khalafiyah, Pondok Pesantren, An-Nur Bululawang