Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : ProNers

Media Edukasi Yang Tepat Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Terhadap Kepatuhan Diet: Literature Review Afriyani, Afriyani; Suriadi, Suriadi; Righo, Argitya
ProNers Vol 5, No 2 (2020): Desember
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.584 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v5i2.46167

Abstract

ABSTRAK  Latar belakang: Edukasi adalah kegiatan penyampaian pesan kesehatan kepada kelompok atau individu dengan tujuan dapat memperoleh pengetahuan yang lebih baik. Media edukasi merupakan alat bantu yang berfungsi dalam menjelaskan sebagian ataupun keseluruhan program pembelajaran yang sulit dijelaskan secara verbal. Media yang dipilih dalam penelusuran literature ini adalah buku saku, leaflet, audiovisual (video), dan media sosial. Tujuan: Mengetahui penggunaan media edukasi yang tepat terhadap pengetahuan dan kepatuhan diet pasien diabetes melitus tipe 2. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian literature review, metode yang digunakan adalah penelusuran database pada PubMed, Google Scholar, dan Science Direct dengan rentang periode publikasi tahun 2015-2020. Hasil: Media edukasi kesehatan yang tepat untuk penderita diabetes melitus tipe 2 terhadap kepatuhan diet yaitu leaflet. Kesimpulan: Media edukasi yang tepat untuk penderita diabetes melitus tipe 2 yaitu menggunakan media leaflet terhadap kepatuhan diet.  Kata Kunci : diabetes melitus tipe 2, kepatuhan diet, media edukasi, pengetahuan.
DAMPAK PEMBELAJARAN ONLINE PADA MAHASISWA DIMASA PANDEMI COVID-19 : LITERATURE REVIEW betari, belia; Righo, argitya; putri, triyana harlia
ProNers Vol 6, No 2 (2021): Desember
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jpn.v6i2.48041

Abstract

Latar Belakang : Pembelajaran online difungsikan sebagai alternatif media belajardimasa pandemimenghindari penyebaran virus semakin meluas. Perubahan sistem pembelajaran yang mendadak membuat belajarmenjadi berjalan dengan tidak maksimal. Selama pembelajaran mahasiswa merasakan dampak yang ditimbulkan dari dampak positif dan dampak negatif bahkan mahasiswa mengalami dampak psikologis.Tujuan : Untuk mengetahui dan mengidentifikasi Dampak Pembelajaran Online pada Mahasiswa dimasa Pandemi COVID-19Metode : menggunakan jenis penelitian literatur review dengan teknik analisa data menggunakan content analisys, kerangka kerja yang digunakan oleh peneliti adalah SPIDER. penelitian menggunakan database PubMed, neliti.com, Portal Garuda, serta menggunakan search engine Google Schoolar sehingga didapatkan dari 15 artikel menjadi 7 artikel yang diliterature review disesuaikan dengan inklusi dan eklusi.Hasil : mahasiswa selama pembelajaran online merasakan dampak positif yaitu pembelajaran online menyenangkan, berkumpul dengan keluarga, mudah mencari materi dan mencegah tertularnya virus sedangkan dampak negatif kurang memahami materi, menjadi malas, gangguan sinyal, membosankan, tugas bertambah dan banyak menggunakan data sehingga pembelajaran online berpengaruh bahkan pada dampak psikologisnya seperti cemas, stres dan depresi.Kesimpulan : artikel yang didapat dan setelah diliterature review selama penggunaan pembelajaran Online berdampak kepada mahasiswa yaitu berdampak positif dan negatif bahkan berpengaruh kepada psikologis mahasiswa.  Kata Kunci : dampak, mahasiswa, pembelajaran online/daring, pandemi COVID-19
IMPLEMENTASI INTERPROFESSIONAL COLLABORATION ANTAR TENAGA KESEHATAN YANG ADA DI RUMAH SAKIT INDONESIA ; LITERATURE REVIEW Ita, Kalista; Pramana, Yoga; Righo, Argitya
ProNers Vol 6, No 1 (2021): Juni
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jpn.v6i1.48002

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang : Kolaborasi Interprofesi atau Interprofessional Collaboration (IPC) merupakan hubungan dari berbagai tenaga kesehatan yang saling berkolaborasi dan bekerjasama untuk memberikan perawatan untuk pasien serta berbagi informasi terkait dengan catatan perkembangan terintegrasi pasien yang bertujuan untuk meningkatkan keselamatan pasien dan meningkatkan kualitas pelayanan rumah sakit. Metode : Jenis penelitian literature review dengan teknik analisis data menggunakan content analisys, artikel diperoleh dari database neliti.com, google scholar, PubMED, ResearchGate dan Portal Garuda, dengan menggunakan kata kunci : kolaborasi antar tenaga kesehatan, rumah sakit, interprofesional collaboration, hospital. Hasil : Dari hasil pencarian ditemukan 8 artikel yang sesuai dengan kriteria. Analisis menunjukkan bahwa Interprofessional Collaboration antar tenaga kesehatan memiliki beberapa dampak seperti dampak pada keselamatan pasien, kepuasan pasien dan kualitas pelayanan rumah sakit, adapun beberapa faktor yang mempengaruhi pelaksanaan interprofessional collaboration adalah komunikasi, latar belakang tingkat pendidikan yang berbeda dan keterbatasan memahami peran masing-masing. Kesimpulan :Interprofessional Collaboration (IPC) dapat meningkatkan tingkat keselamatan pasien dan meningkatkan kualitas pelayanan di rumah sakit.  Kata Kunci : Kolaborasi antar tenaga kesehatan, Interprofesional collaboration, Rumah sakit.
Faktor Makanan Yang Memengaruhi Kejadian Akne Vulgaris: Literature Review Rahayu, Melly; Righo, Argitya; Putri, Triyana Harlia
ProNers Vol 7, No 2 (2022): Desember
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jpn.v7i2.60353

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Faktor makanan sebagai penyebab timbulnya akne vulgaris masih diperdebatkan. Beberapa studi tentang faktor makanan dan kejadian akne vulgaris menunjukkan adanya kaitan antara makanan dengan indeks glikemik yang tinggi seperti susu low fat/skim milk, cokelat, makanan berlemak dan fast food dengan kejadian akne vulgaris namun hasil penelitian menunjukkan perbedaan hasil. Tujuan:  Mengidentifikasi faktor makanan yang dapat memengaruhi kejadian akne vulgaris. Metode: Literature review dengan mencari kajian di database atau mesin pencari seperti Google Scholar, PubMed, ProQuest, Science Direct, dan Research Gate. Tahun publikasi terbatas pada tahun 2016-2021 dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Hasil pencarian penelitian didapatkan sebanyak 27 studi yang relevan terdapat 7 studi dari publikasi internasional dan nasional yang sesuai dengan kriteria inklusi dan ekslusi. Hasil: Faktor makanan yang terdiri dari beberapa faktor seperti indeks glikemik yang tinggi (asupan susu low fat/skim milk, cokelat, makanan berlemak dan fast food) memengaruhi perkembangan akne vulgaris. Kesimpulan: Terdapat beberapa faktor makanan yang memengaruhi kejadian akne vulgaris.Kata Kunci: Akne Vulgaris, Faktor Makanan, Literature Review
PENGGUNAAN JUS BUAH MENTIMUN UNTUK MENGATASI HIPERTENSI PADA USIA LANSIA: LITERATUR REVIEW Ismatullah, Dedi; Righo, Argitya; Pramana, Yoga
ProNers Vol 7, No 2 (2022): Desember
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jpn.v7i2.63699

Abstract

Latar Belakang: Meningkatnya populasi lansia juga menyebabkan permasalahan berupa masalah kesehatan, salah satunya adalah penyakit hipertensi. Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan desain penelusuran literature review. Database akademik yang digunakan dalam penelusuran ini yaitu Pubmed, google scholar, ScienceDirect dengan artikel penelitian yang diterbitkan dari tahun 2017 - 2022. Hasil: Mentimun (Cucumis Sativus L) merupakan salah satu jenis terapi herbal untuk mengobati hipertensi. Mentimun memiliki kandungan yang bermanfaat sebagai detoksifikasi karena kandungan air yang sangat tinggi hingga 90% membuat mentimun memiliki efek diuretik, mineral yang kaya pada mentimun mampu mengikat garam dan dikeluarkan melalui urin. Jus mentimun cukup cepat untuk menurunkan tekanan darah tinggi terhadap usia lansia dalam waktu yang cukup singkat selama 7 hari. Kesimpulan: Jus buah mentimun mampu mengurangi gejala tekanan darah tinggi pada usia lansia yang dianalisis dari kandungan, dosis, maupun cara pengolahan yang sederhana sehingga literature review ini hasilnya dapat dipertanggungjawabkan.