Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Analisis Zonasi dan Kesesuaian Kebijakan Pemanfaatan Lahan pada Kawasan Bencana Longsor Ridha, Rasyid; Susanti, Febrita; Yunanti, Sri Rahmi
Jurnal Spatial Wahana Komunikasi dan Informasi Geografi Vol. 24 No. 1 (2024): Spatial : Wahana Komunikasi dan Informasi Geografi
Publisher : Department Geography Education Faculty of Social Science - Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/spatial.241.005

Abstract

Gunungsari is located in West Lombok, which has a physical condition that is prone to landslides. Based on previous research using paimin vulnerability analysis, there are 4 categories of landslide susceptibility, namely the fairly high category, the medium category, the mild category and the moderate category. This study aims to analyze in terms of spatial planning policies in West Lombok regarding the regulation of landslide-prone areas and land use. This study uses a qualitative descriptive method using primary and secondary data. Spatial planning is an effort to realize an orderly spatial arrangement by taking into account the state of the environment, by looking at the spatial planning policy and field conditions, it will get a picture of the suitability between zoning and policies that have been determined with the use of the land, from the results of the analysis with the criteria for the vulnerability of the area to landslide-prone areas and functions. the area in Gunungsari has 8 zones, of which zones 1 and 4 have the function of permanent protection forest utilization, while zone 2, zone 3, zone 5 and zone 6 have undeveloped cultivation utilization. For zone 7 and zone 8 with the use of developed cultivation, if viewed from the aspect of spatial planning policies that can be following with the results of the analysis, however, there is a need for a detailed plan to regulate the use of existing space in Gunungsari, especially in areas prone to landslides.
ASSISTANCE IN MAPPING THE FUNCTION OF THE AREA AND LAND CAPABILITY OF GANGGA DISTRICT Widayanti, Baiq Harly; Susanti, Febrita; Ridha, Rasyid; Yunianti, Sri Rahmi
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 5, No 4 (2022): October
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v5i4.9804

Abstract

Abstrak: Kecamatan Gangga yang berbatasan dengan perkotaan Tanjung memiliki permasalahan dalam alih fungsi lahan menjadi kawasan permukiman. Tujuan pengabdian ini untuk mendampingi pihak kecamatan Gangga sehingga memiliki peta fungsi kawasan dan peta kemampuan lahan sebagai arahan untuk pemilihan lokasi bermukim yang aman. Metode yang digunakan dengan memanfaatkan peta dasar yaitu:  jenis tanah, curah hujan, morfologi, erosi, kebencanaan dan kestabilan lereng. Keakuratan data yang diolah diverifikasi dengan survey primer dan berdasarkan informasi dari masyarakat setempat. Peta tersebut dioverlay sehingga menghasilkan peta fungsi kawasan dengan pembagian kawasan budidaya seluas 112,23 (55,21%) dan fungsi lindung 91,06 (44,79%). Peta fungsi kawasan dan kemampuan lahan dijadikan acuan oleh pemerintah Kecamatan Gangga dalam memberikan ijin pengembangan kawasan permukiman. Pengembangan kawasan permukiman dapat dilakukan pada kawasan budidaya. Hasil pengabdian ini kemudian disosialisasikan kepada masyarakat agar mereka paham terkait dengan arahan pengembangan kawasan permukiman yang telah ditetapkan.Abstract:  Gangga district bordering the Tanjung city, has problems in converting land functions into residential areas. The purpose of the activity is to accompany the Gangga district so that it has a map of the function of the area and a map of land capabilities as rules for safe settlement locations. The method uses the base map, namely: marbles, soil type, rainfall, morphology, erosion, disaster and slope stability. The method uses the base map, namely: soil type, rainfall, morphology, erosion, disaster and slope stability. The accuracy of the processed data is verified by primary surveys and based on information from the local community. The base map was covered, resulting in a cultivated area of 112.23 (55.21%) and a protected area of 91.06 (44.79%). The map of the function of the area and the ability of the land is used as a rule by the Gangga District government in issuing permits for the development of residential areas. The development of residential areas can be carried out in cultivated areas. The results of the activities are socialized to the community so that they understand related to the rules for the development of predetermined residential areas.
PENDAMPINGAN PENINGKATAN JIWA WIRAUSAHA MANDIRI MELALUI PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA Harly Widayanti, Baiq; Susanti, Febrita; Marlina, Leni; Tinggar Soni Anjani, Putri
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 7 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i7.2771-2778

Abstract

Perguruan tinggi memiliki tujuan pembelajaran salah satunya adalah mengembangkan jiwa kewirausahaan mahasiswa. Sehingga tujuan pengabdian ini adalah untuk mendampingi mahasiswa dalam meningkatkan keterampilan jiwa berwirausaha untuk membuat produk briket dari batok kelapa. Metode yang digunakan dengan melakukan pendampingan penyusunan proposal program kreativitas mahasiswa skema kewirausahaan, pendampingan pembuatan produk briket, pendampingan pemasaran produk dan pendampingan monitoring evaluasi ketercapaian kegiatan. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah mahasiswa mampu secara mandiri untuk membuat produk briket sebanyak 135 buah selama 3 bulan, mahasiswa mampu menjual produk briket sebanyak 89 pcs selama 3 bulan dan mahasiswa mampu melakukan kegiatan pemasaran atau promosi penjualan produk melalui media sosial seperti instagram dan whatsapp. Hasil evaluasi didapatkan bahwa belum optimalnya produksi dan pemasaran briket yang dilakukan oleh mahasiswa disebabkan karena belum familiarnya produk briket di kalangan masyarakat dan terbatasnya konsumen yang menggunakan briket sebagai bahan bakar. Tindak lanjut dari kegiatan pengabdian ini adalah mendorong mahasiswa untuk melakukan promosi penjualan secara konsisten dengan memberikan edukasi keunggulan dari penggunaan briket.
Kajian Pengaruh Perubahan Tutupan Lahan Terhadap Temperatur Suhu Permukaan Kota Mataram Ridha, Rasyid; Vipriyanti, Nyoman Utari; Susanti, Febrita
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 9 No 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v9i1.25540

Abstract

Perubahan tutupan lahan umumnya sering terjadi di hampir seluruh wilayah di Indonesia, khsusnya wilayah Kota Mataram. Fenomena ini disebabkan peningkatan jumlah pendudukan sehingga kebutuhan akan lahan tempat masyarakat untuk beraktivitas semakin meningkat yang menimbulkan kepadatan di ruang kota. Fenomena ini dapat menimbulkan dampak negatif terhadap lingkangan salah satunya yaitu peningkatan temperatur permukaan tanah. Metode penelitian yang digunakan dalam kajian ini yaitu deskriptif kuantitatif, dengan merujuk teori literatur dan menginterpetasikan data spasial berupa citra landsat 8. Analisis dalam penelitian ini menggunakan metode Normalized Difference Vegetation Index untuk mengukur perubahan tutupan lahan dan metode Land Surface Temperature untuk mengukur pengingkatan temperatur permukaan tanah. Hasil yang di peroleh yaitu adanya perubahan tutupan lahan dalam kurun waktu 10 tahun dari tahun 2013 sampai 2023. Pada jenis tutupan lahan pertanian mengalami penurunan luas sebanyak 76% sedangkan kawasan permukiman mengalami peningkatan luas sebanyak 68%. Selain itu temperatur permukaan tanah juga mengalami kenaikan sebanyak 2,25 oC dimana temperatur tertinggi pada tahun 2013 yaitu 33 oC dan di tahun 2023 menjadi 35 oC. Sedangkan untuk tingkat pengaruh peruhahan tutupan lahan terhadap kenaikan temperatur permukaan tanah mencapai 84% dan 16% sisanya disebabkan oleh faktor lainnya.
Sosialisasi Perumahan dan Permukiman Di Pulau Lombok Dalam Perspektif Desa Kota Hirsan, Fariz Primadi; Susanti, Febrita; Widayanti, Baiq Harly; Sushanti, Ima Rahmawati; Yuniarman, Ardi
Abdimas Mandalika Vol 5, No 1 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/am.v5i1.32076

Abstract

Abstract:  Lombok Island faces rapid development with intense rural-urban interaction, causing land-use shifts and housing challenges. Communities in transitional areas often lack understanding of regulations, decent housing standards, and sustainable environmental management. This community engagement initiative aimed to enhance stakeholders' and community understanding of housing and settlement regulations from a rural-urban perspective, increase awareness of sustainable planning, and foster active government-community participation. The method involved a technical guidance participatory meeting at the West Nusa Tenggara Province Housing and Settlement Agency on April 15, 2025. Stages included an initial survey, interactive visual materials, pre-test, lectures, discussions, and a post-test. Evaluation results showed a significant understanding increase from 73.45% to 87.04% regarding rural-urban housing typologies. Critical issues identified were unplanned land conversion, difficulty accessing information/permitting, infrastructure disparities, and evolving housing aspirations. These findings highlight the need for an integrated approach to Lombok's settlement developmentAbstrak: Pulau Lombok mengalami dinamika pembangunan pesat dengan interaksi "desa-kota" yang intens, memicu pergeseran fungsi lahan dan tantangan dalam pengembangan perumahan. Masyarakat di wilayah transisi seringkali kurang memahami regulasi, standar hunian layak, dan pengelolaan lingkungan berkelanjutan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman pemangku kepentingan dan masyarakat tentang regulasi serta standar perumahan dan permukiman dalam perspektif desa-kota, meningkatkan kesadaran perencanaan permukiman berkelanjutan, dan mendorong partisipasi pemerintah serta masyarakat. Metode yang digunakan adalah bimbingan teknis melalui pertemuan partisipatif di Dinas Perumahan dan Permukiman Provinsi NTB pada 15 April 2025. Tahapan mencakup survei awal, materi visual interaktif, pre-test, ceramah, diskusi, dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman peserta dari 73,45% menjadi 87,04% terkait tipologi perumahan desa-kota. Isu kritis yang teridentifikasi meliputi konversi lahan tak terencana, kesulitan akses informasi/perizinan, kesenjangan infrastruktur, dan perubahan aspirasi hunian. Ini mengindikasikan perlunya pendekatan terintegrasi dalam pembangunan permukiman di Pulau Lombok.
PENDAMPINGAN PEMETAAN KEMAMPUAN LAHAN DI KECAMATAN GUNUNG SARI Widayanti, Baiq Harly; Susanti, Febrita; Ridha, Rasyid; Rahmi Yunianti, Sri
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i2.442-448

Abstract

Kecamatan Gunung Sari merupakan salah satu kecamatan yang berbatasan langsung atau hinterland Kota Mataram. Permasalahan alih fungsi lahan pertanian menjadi lahan terbangun cukup tinggi di Kecamatan Gunung Sari. Dokumen rencana tata ruang sangat dibutuhkan sebagai salah satu acuan atau instrumen untuk meminimalkan pelanggaran pemanfaatan ruang. Sehingga tujuan pengabdian ini untuk mendampingi pihak kecamatan Gunung Sari dalam melakukan pemetaan kemampuan lahan sehingga dapat diperoleh rekomendasi kawasan yang layak untuk dikembangkan sebagai lahan terbangun dan kawasan yang tidak dapat dikembangkan untuk kawasan terbangun. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah dengan melakukan pendampingan dalam pengolahan data sekunder berupa data morfologi, erosi, bencana alam, curah hujan dan jenis tanah. Data sekunder tersebut divalidasi dengan survey primer dan informasi yang diperoleh dari masyarakat. Hasil dari kegiatan ini adalah tersedianya Peta Fungsi Kawasan dan Peta Kemampuan Lahan. Luas lahan yang difungsikan sebagai kawasan budidaya 20,56%, kawasan penyangga 30,99% dan kawasan lindung 48,45%. Peta fungsi kawasan dan kemampuan lahan ini dapat digunakan sebagai acuan dan arahan dalam pemberian ijin pemanfaatan ruang serta dalam menentukan arah pengembangan Kecamatan Gunung Sari. Substansi dan isi peta yang telah dibuat disosialisasikan kepada masyarakat dan Pemerintah Kecamatan Gunung Sari sehingga mereka memahami fungsi dari peta tersebut.
PENGARUH FAKTOR LOKASI TERHADAP MINAT KUNJUNGAN PUSAT PERBELANJAAN STUDI KASUS TRANSMART MATARAM Maulana Alfateh Sahbana; Susanti, Febrita; Ridha, Rasyid
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 15 No 1 (2026)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Site selection is a critical factor in the success of shopping centers, as it influences accessibility, market potential, and consumers’ visitation decisions. This study aims to analyze the effectiveness of the Transmart Mataram location through both spatial and non-spatial approaches, including service area analysis, location–allocation analysis, simple linear regression, and Analytical Hierarchy Process (AHP) weighting. The service area analysis indicates that Transmart has the widest service coverage within a 3 km radius; however, its effectiveness is relatively low because most of the catchment area consists of low-density residential zones. The location–allocation results confirm that the highest demand allocated to Transmart is dominated by sparsely populated areas, resulting in a mismatch between its spatial coverage and actual visitation potential. The regression results show that location factors have a positive and significant effect on visitation interest, with a significance value of 0.000 and an R² of 0.426, indicating that location explains 42.6% of the variation in consumer visitation interest. Meanwhile, the AHP results reveal that accessibility is the most dominant criterion (0.28), followed by parking (0.16) and environmental factors (0.14), while visibility has the least influence. Overall, this study confirms that location effectiveness is not solely determined by the extent of spatial coverage, but also by the quality of accessibility and proximity to population activity centers. These findings provide a basis for strengthening spatial planning strategies and improving supporting facilities to optimize the attractiveness of Transmart Mataram.
DAMPAK PERUBAHAN TUTUPAN LAHAN PERTANIAN TERHADAP INDEKS KETAHAN PANGAN & INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA PULAU LOMBOK Reza yudi candrra; Susanti, Febrita
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 15 No 1 (2026)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pulau Lombok experienced significant land-cover changes during the 2020–2024 period based on NDVI analysis, which revealed an approximate 6.52% decrease in vegetated areas. This decline occurred mainly in dense vegetation zones, while non-vegetated and built-up areas increased due to development pressures and urban expansion. Such transformations have the potential to affect environmental sustainability and reduce the availability of productive agricultural land. Regression analysis produced an Adjusted R² value of 0.520, indicating that changes in agricultural land area have a moderately strong influence on variations in the Food Security Index (IKP) and the Human Development Index (HDI). IKP tends to decline in regions with more intensive land conversion, whereas HDI increases alongside infrastructure growth and economic development. These findings highlight a clear trade-off between socio-economic progress and environmental sustainability, emphasizing the need for more adaptive and sustainable land management strategies to maintain balanced development across Pulau Lombok.