Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PERSEPSI KE-BIOMIMIKRI-AN RUANG TERBUKA HIJAU BERDASARKAN PENGALAMAN PENGUNJUNG DI TAMAN SAMARENDAH Sari, Dharwati P.; Utomo, Pandu K.; Wahyuni, Sri; Salasa, Bernardo Sandrini
JAUR (JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH) Vol. 7 No. 2 (2024): JAUR April
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jaur.v7i2.10309

Abstract

One of Samarinda City's green open space, Taman Samarendah carries the concepts of culture and environment. This research departs from the observation that Taman Samarendah contains components of the biomimicry concept approach. The purpose of the research is to learn how park visitors perceive the design of biomimicry in relation to what they regard at Taman Samarendah. The method used is mixed methods with grounded theory as its foundation. As a result, the garden elements associated with the biomimicry criteria, the most respondents chose form criteria with a percentage of 36.27%, followed by function criteria 22.55%, while other criteria were relatively insignificant. In addition, measuring the strength of the biomimicry impression per criterion, the results were obtained in the form of: function criteria were in the highest position perceived by visitors as the 'most biomimicry' thing from Taman Samarendah with a score of 3.31, followed by form criteria (3.23), material criteria (3.14), construction criteria (3.13), and process criteria (3.07).
Penataan Ruang terbuka Hijau Kawasan Permukiman dengan Pendekatan Konsep Biofilik Utomo, Pandu Kusumoputro; Sari, Dharwati P.; Budiman, Ery; Anggita, Citra
ANDIL Mulawarman Journal of Community Engagement Vol. 1 No. 2 (2024): ANDIL Mulawarman J Comm Engag
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M), Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/andil.v1i2.1307

Abstract

Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kompleks Graha Indah Samarinda memerlukan penataan karena kondisi saat ini yang kurang optimal dalam mengakomodasi aktivitas warga. Masyarakat di permukiman tersebut membutuhkan desain yang lebih memberikan kenyaman terhadap pengguna RTH. Penataan dapat dilakukan dengan alternatif desain yang menerapkan prinsip biofilik. Konsep desain biofilik dipilih dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini karena memiliki nilai lebih dalam memberikan benefit kepada manusia, khususnya kenyamanan secara psikologis. Hal ini menjadi pertimbangan utama karena aktivitas warga permukiman umumnya membutuhkan sarana untuk rekreasi dan healing setalah berbagai kegiatan yang mereka lakukan sehari-hari. Penataan RTH permukiman ini akan dilakukan dengan swadaya dan keterlibatan penuh dari pengurus RT setempat.
PENDAMPINGAN PENILAIAN KEPUASAN MASYARAKAT TERHADAP LAYANAN INFRASTRUKTUR KECAMATAN LOA JANAN KAB. KUTAI KARTANEGARA Azizah, Anisah; Sari, Dharwati P.; Kusuma, Syandy D.; Arditiya, Arditiya; P, Arina Aprilia
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.37685

Abstract

Ketersediaan infrastruktur yang memadai merupakan salah satu komponen yang menentukan keberhasilan pembangunan. Salah satu cara untuk mengetahui tingkat kepuasan masyarakat melalui penyediaan infrastruktur adalah dengan menghitung indeks kepuasan layanan infrastruktur. Penelitian ini dilakukan melalui metode survei dengan mengirimkan kuesioner kepada komunitas yang terlibat dalam penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden merasa puas dengan kondisi infrastruktur. Namun, ada keluhan mengenai jalan, drainase, jembatan, tempat pembuangan sampah, air bersih, dan masalah lainnya di kecamatan Loa Janan. Studi ini menunjukkan bahwa pemerintah daerah harus lebih memperhatikan perbaikan dan pemeliharaan infrastruktur di kecamatan Loa Janan. Selain itu, disarankan agar masyarakat dilibatkan dalam proses perencanaan dan pengawasan pembangunan infrastruktur.